Bagas & Astrid

Bagas & Astrid
ZAURA



Belum terbiasa aku


Untuk hidup menjauh


Kurang cukup pengalamanku


Tentang cinta dan jarak


Ternyata memang tak mudah


Kita yang sering bersama


Kini hanya menatap layar yang bersuara


Tuhan ku terlalu rindu


Rindu kepadanya jauh, jauh


Teramat jauh


Ku sudah tak mampu


Menahan semuanya


Rindu, rindu ku tersiksa rindu


Sering rasa rindu trus menghampiri


Benci rasa cemburu menghantui


Kau tak ada kabar sehari


Otak travelling serasa kau lagi pergi


Ku benci pikiran sendiri


Ingin berhenti di posisi ini


Tuhan tak mampu aku terus begini


Sungguh ku tersiksa rindu ini


Tuhan (Tuhan) ku terlalu rindu (rindu)


Rindu kepadanya jauh (jauh) jauh (kita)


Teramat jauh (sungguh mati ku tak mampu)


Ohh... tak mampu


Menahan semuanya


Rindu, rindu (ku tersiksa rindu)


Tuhan ku terlalu rindu ho... ku rindu padanya


(Tuhan sungguh aku rindu, rindu padanya)


teramat jauh


(Ku sudah tak mampu)


Ho....Hu...(menahan semuanya)


(rindu) rindu ku tersiksa rindu


Ku tersiksa rindu


Sebuah lagu terdengar dari arah ruang musik membuat atensi semua warga sekolah menatap ke arah ruangan tersebut.


" Itu Zaura, kok dia ada di sini " bisik siswa yang lainnya.


" Iya itu ura kok dia bisa di sini bukannya dia udah keluar " bisik bisik siswa.


Bagas dan anak band lainnya kaget juga melihat siswi yang main piano tersebut sambil bernyanyi.


( prok πŸ‘prok πŸ‘prok πŸ‘prokπŸ‘prokπŸ‘prokπŸ‘) suara tepuk tangan terdengar dari Bagas,


Gadis tadi yang bermain piano tersebut sesaat kaget melihat sudah banyak siswa yang berkumpul di dekat pintu ruangan musik.


" Suara kamu sangat bagus " seru Bagas sambil memasang wajah datarnya.


" Terimakasih " seru gadis itu sambil tersenyum.


Lalu dia menatap ke arah Bagas dan tiba-tiba.


" Aku Zaura, " seru Ura sambil mengulurkan tangannya ke arah Bagas,


Astrid yang melihat itu hanya menatap keduanya tanpa ekspresi.


Cewek kalau sudah menatap satu pria dia akan hanya fokus ke pria yang dia idamkan.


Sesaat Bagas tersenyum ke arah Zaura dengan tipis.


" Saya Bagas captain Basket " seru Bagas tanpa menerima uluran tangan dari Ura.


Ura hanya memandang pria tersebut, lalu tak lama Bagas dan lainnya pergi meninggalkan ruangan musik.


Setelah itu tinggalah yang lainnya menatap heran ke arah Zaura


" Gue gak nyangka lo balik Ra kesini " seru teman Zaura bernama Lestari, dan Mentari_Sinaria, kembarannya Lestari,


" Gue senang lo bisa balik lagi " seru Mentari.


" Hmmmm " dehem Zaura.


" Gue suka dengan cowok tadi " seru Zaura sambil memandang lurus.


" Jangan suka sama cowok itu, dia udah punya pawangnya " seru Lestari.


" Gue gak peduli yang penting dia kan belum nikah, yang jelas gue akan usahakan dia jadi milik gue " seru Zaura dengan tenang.


Ketiga gadis itu terdiam sesaat dengan pemikiran mereka masing-masing,


Mentari yang sangat mengenal tingkah temannya itu hanya menghela nafas saja,


Karena dia sangat tau sifat Zaura, jika sudah berkata iya maka dia akan meneruskan tujuannya tersebut sampai berhasil mendapatkan apa yang sngat dia inginkan.


Tetapi Mentari percaya dia akan bersaing secara sehat kepada Astrid, dia percaya cinta yang di miliki oleh temannya bukan hanya sekedar cinta, tetapi sekedar penasaran saja dengan Bagas


Dia yakin hal itu.


Mentari menatap Lestari dan menatap ke arah Zaura, dia hanya tersenyum tipis aja, lalu dia mengajak keduanya masuk ke dalam kelas.


...πŸ’πŸŒ·πŸŒΉπŸ₯€πŸŒ»...


...ΰΌΆβ€’β”ˆβ”ˆβ›§β”ˆβ™› BERSAMBUNG β™›β”ˆβ›§β”ˆβ”ˆβ€’ΰΌΆ...


...πŸŒ΅πŸŽ„πŸŒ²πŸŒ³πŸŒ΄...