
Belum terbiasa aku
Untuk hidup menjauh
Kurang cukup pengalamanku
Tentang cinta dan jarak
Ternyata memang tak mudah
Kita yang sering bersama
Kini hanya menatap layar yang bersuara
Tuhan ku terlalu rindu
Rindu kepadanya jauh, jauh
Teramat jauh
Ku sudah tak mampu
Menahan semuanya
Rindu, rindu ku tersiksa rindu
Sering rasa rindu trus menghampiri
Benci rasa cemburu menghantui
Kau tak ada kabar sehari
Otak travelling serasa kau lagi pergi
Ku benci pikiran sendiri
Ingin berhenti di posisi ini
Tuhan tak mampu aku terus begini
Sungguh ku tersiksa rindu ini
Tuhan (Tuhan) ku terlalu rindu (rindu)
Rindu kepadanya jauh (jauh) jauh (kita)
Teramat jauh (sungguh mati ku tak mampu)
Ohh... tak mampu
Menahan semuanya
Rindu, rindu (ku tersiksa rindu)
Tuhan ku terlalu rindu ho... ku rindu padanya
(Tuhan sungguh aku rindu, rindu padanya)
teramat jauh
(Ku sudah tak mampu)
Ho....Hu...(menahan semuanya)
(rindu) rindu ku tersiksa rindu
Ku tersiksa rindu
Sebuah lagu terdengar dari arah ruang musik membuat atensi semua warga sekolah menatap ke arah ruangan tersebut.
" Itu Zaura, kok dia ada di sini " bisik siswa yang lainnya.
" Iya itu ura kok dia bisa di sini bukannya dia udah keluar " bisik bisik siswa.
Bagas dan anak band lainnya kaget juga melihat siswi yang main piano tersebut sambil bernyanyi.
( prok πprok πprok πprokπprokπprokπ) suara tepuk tangan terdengar dari Bagas,
Gadis tadi yang bermain piano tersebut sesaat kaget melihat sudah banyak siswa yang berkumpul di dekat pintu ruangan musik.
" Suara kamu sangat bagus " seru Bagas sambil memasang wajah datarnya.
" Terimakasih " seru gadis itu sambil tersenyum.
Lalu dia menatap ke arah Bagas dan tiba-tiba.
" Aku Zaura, " seru Ura sambil mengulurkan tangannya ke arah Bagas,
Astrid yang melihat itu hanya menatap keduanya tanpa ekspresi.
Cewek kalau sudah menatap satu pria dia akan hanya fokus ke pria yang dia idamkan.
Sesaat Bagas tersenyum ke arah Zaura dengan tipis.
" Saya Bagas captain Basket " seru Bagas tanpa menerima uluran tangan dari Ura.
Ura hanya memandang pria tersebut, lalu tak lama Bagas dan lainnya pergi meninggalkan ruangan musik.
Setelah itu tinggalah yang lainnya menatap heran ke arah Zaura
" Gue gak nyangka lo balik Ra kesini " seru teman Zaura bernama Lestari, dan Mentari_Sinaria, kembarannya Lestari,
" Gue senang lo bisa balik lagi " seru Mentari.
" Hmmmm " dehem Zaura.
" Gue suka dengan cowok tadi " seru Zaura sambil memandang lurus.
" Jangan suka sama cowok itu, dia udah punya pawangnya " seru Lestari.
" Gue gak peduli yang penting dia kan belum nikah, yang jelas gue akan usahakan dia jadi milik gue " seru Zaura dengan tenang.
Ketiga gadis itu terdiam sesaat dengan pemikiran mereka masing-masing,
Mentari yang sangat mengenal tingkah temannya itu hanya menghela nafas saja,
Karena dia sangat tau sifat Zaura, jika sudah berkata iya maka dia akan meneruskan tujuannya tersebut sampai berhasil mendapatkan apa yang sngat dia inginkan.
Tetapi Mentari percaya dia akan bersaing secara sehat kepada Astrid, dia percaya cinta yang di miliki oleh temannya bukan hanya sekedar cinta, tetapi sekedar penasaran saja dengan Bagas
Dia yakin hal itu.
Mentari menatap Lestari dan menatap ke arah Zaura, dia hanya tersenyum tipis aja, lalu dia mengajak keduanya masuk ke dalam kelas.
...ππ·πΉπ₯π»...
...ΰΌΆβ’βββ§ββ BERSAMBUNG βββ§βββ’ΰΌΆ...
...π΅ππ²π³π΄...