
Sesaat mereka terdiam, lalu tiba-tiba Astrid menatap tajam ke arah Bagas setelah menyeka air matanya
" Kalau begitu kita akhiri hubungan cinta monyet kita ini dari sekarang " seru Astrid kepada Bagas, Bagas pun seketika menatap Astrid dengan sangat intens.
" Gak yank aku sangar mencintai kamu kita berjuang bersama mendapatkan restu dari orang tua kita, aku gak mau kehilangan kamu aku sayang sama kamu,,, kamu cinta terakhir ku... aku memang sayang sama orang tua aku tapi aku juga sayang sama kamu dengerin aku, aku gak akan ninggalin kamu kita harus jalanin ini bersama oke " seru Bagas sambil menggenggam kedua tangan Astrid dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
" Kamu serius yank kamu gak akan ninggalin aku kan kamu akan tetap bersama aku kan " seru Astrid sambil menatap ke arah Bagas dengan sangat dalam.
" Iya aku hanya milik kamu kok kita akan bersama -sama " seru Bagas.
" Baik lah aku percaya sama kamu, tapi berjanjilah kepadaku apapun terjadi kamu akan ceritakan kepadaku" seru Astrid sambil tersenyum kepada Bagas.
" Oke apa kamu ingin jalan-jalan " seru Bagas sambil tersenyum
" Hmmm boleh ayuk " seru Astrid dengan nada manjanya
" Dasar " seru Bagas sambil menoel hidung Astrid lalu keduanya beridir dari duduknya mereka dan bergegas meninggalkan taman untuk pergi jalan- jalan
Sepanjang jalan mereka menikmati suasana yang sangat romantis dan sepanjang jalan mereka menikmati kuliner.
" akh sayangku aku kenyang kamu sih maksa aku makan terus, nantik kalau aku temukan kamu gak akan suka sama aku " seru Astrid kesel
" Gak apa-apa, apapun bentuk tubuhnya kamu aku tetap suka sama kamu gak usah sedih gak usah bingung...oke " seru Bagas membuat Astrid tersenyum bahagia.
" Terimakasih sudah menerima aku apa adanya " seru Astrid sambil menatap ke arah Bagas
Setelah puas berjalan- jalan mereka menikmati suasana sore hari yang sangat romantis.
" Kita pulang yuk " ajak Bagas kepada Astrid.
" Yuk " seru Astrid sambil mengandeng lengam Bagas menuju parkiran dan mereka pulang kerumah mereka.
Sesampai di depan rumah Astrid, Bagas berpanit kepada papabya Astrid yang tersenyum ke arah Bagas
" Gak apa-apa nak yang penting kalian selamat dalam perjalanan " seru Om.Joshua kepada Bagas.
" Kalau begitu Bagas pamit ya om " pamit Bagas sambil mencium punggung tangan papanya Astrid.
" Iya nak " seru papa Bagas sambil tersenyum bahagia.
" Semoga kalian berjosoh nak " seru papa Astrid dalam.hatinya.
Lalu Bagas pergi kerumahnya dengan hati yang sangat bahagia.
" Shalommm papa, mamaa Bagas pulang " teriak Bagas dari ambang pintu
" Gak usah teriak-teriak bang " seru Belinda sambil berjalan ke arah pintu
" Ish papa sama mama mana " seru Bagas sambil tersenyum.
" Bahagia bangaet sih bang lagi dapat lotre ya " seru Belinda meledek abangnya itu
" Apa sih dek " seru Bagas sambil berjalan ke arah ruang keluarga .
" Wah anak mama tampan sekali sekarang kenapa apakah ada yang sedang berbunga-bunga " seru mama Binaria
" Ya iya lah mah dia kan sedang jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri. " seru belinda meledek abangnya itu.
" Wah benarkah " seru Binaria.
" Gak mah itu hanya bercanda doang " seru Bagas sambil tersenyum.
" Baik lah " seru mama Binaria sambil tersenyum bahagia kepada putranya .
...πΎπΎπΎ BERSAMBUNG πΎπΎπΎ...