
Seorang gadis sedang menatap rindu pada sosok lelaki yang selama ini diam-diam dia sukai,
Hingga tiba-tiba dia naik ke sebuah panggung lalu bernyanyi dengan nada yang sangat lembut sekali.
Sebuah lagi yang dia nyanyikan dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.
...Cinta memang tak selama nya bisa indah...
...Cinta juga bisa berubah menjadi sakit...
...Begitu yang kurasakan kini...
...Perih hatiku tinggal kehancuran...
...Tak pernah terbayangkan...
...Dan tak pernah terpikirkan...
...Cintamu dan cintaku akan berpisah...
...Namun harus kurelakan itu...
...Untuk hidupmu agar lebih baik...
...Maafkan aku...
...Setulus hatimu...
...Kepergian diriku itu bukan keinginanku...
...Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu...
...Jangan bersedih dengan keadaan ini...
...Jika kamu menangis...
...Aku juga ikut menangis...
...Terima saja semua ini kulakukan...
...Untukmu...
...Maafkan aku...
...Setulus hatimu...
...Kepergian diriku itu bukan keinginanku...
...Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu...
...Oh jangan bersedih dengan keadaan ini...
...Jika kamu menangis...
...Aku juga ikut menangis...
...Terima saja semua ini kulakukan...
...Demi kebaikanmu...
...Oh jangan bersedih dengan keadaan ini...
...Jika kamu menangis...
...Aku juga ikut menangis...
...Terima saja semua ini kulakukan...
...Terima saja semua ini kulakukan...
...Untukmu...
Semua teman-temannya di kantin pun menatap ke arah gadis yang sedang bernyanyi dengan penuh perasaan tersebut hingga di lagu terakhirnya dia bernyanyi dan berlalu pergi begitu saja dari panggung kantin.
" Wah Trid calon pelakor noh " bisik Patricia kepada Astrid.
" Huuuf aku gak tau biarin aja " seru Astrid sambil tersenyum ke arah sepupu dari kekasihnya itu.
Saat mereka asik tiba-tiba Belinda datang duduk bersama kedua gadis itu
" Hai kak " seru Belinda juga Anggita bersamaan.
" Hai juga dek " seru Astrid dan Patricia bersamaan.
" Iya kak Cia ini Ayu kak kakak makin cantik deh " seru Ayu pada Patricia.
" Ya gitu deh " seru Patricia sambil tersenyum.
" Kak Cia abang mana? " tanya Belinda pada kakak sepupunya itu.
Patricia hendaklah menjawab namun tiba-tiba
" Kenapa dek " seru Bagas dari belakang adiknya itu
" Mau mintak di traktir nih sama abang " seru Belinda.
" Boleh kok mau apa " seru Bagas sambil memebelai lembut rambut sang adik.
" Bakso " seru Belinda.
" Ya udah sana gih " seru Bagas menyuruh adiknya untuk memesan makanan yang di inginkan sang adik.
Saat hendak duduk Bagas memiringkan kepalanya dan ...
" Heiii Ayu apa kabar dek " seru Bagas sambil tersenyum ke arah Ayu.
" Baik kak Bagas, kakak makin ganteng deh " seru Ayu menatap ke arah Bagas dengan wajah malunya.
" Duh terimakasih lo pujiannya. kakak senang bisa ketemu kmu lagi kapan-kapan kita duet bareng yuk kayk waktu kecil gimana? " seru Bagas sambil menatap ke arah Ayu.
" Boleh kak nantik kita due bareng kebetulan aku dekat kok rumah kakak tinggalnya tadi Belinda udah cerita " seru Ayu senang.
" Boleh deh latihan bersama kakak " seru Bagas
" Yank kamu udah makan? " tanya Bagas pada Astrid yang menatap dirinya penuh kekesalan.
" Iya udah kok " seru Astrid.
" Kakak udah punya pacar " tanya Ayu pada Bagas.
" Iya nih pacar kakak " seru Bagas sambil mengenggam tangan Astrid yang berada di atas meja itu.
" Yah Ayu jadi patah hati deh " canda Ayu ada Bagas.
" Emang kamu suka sama abang " seru Bagas pada sahabat adiknya itu.
" Iya Ayu suka sama abang " seru Ayu dengan senyumannya.
" Kakak juga suka sama kamu " seru Bagas membuat Astrid melepaskan genggaman tangannya dari Bagas namun di tahan oleh pria itu.
" Ish gak boleh gitu kak kasihan tuh pacar kakak cembukurrr hahahahaha " seru Ayu melihat ke arah Astrid.
" Bisa aja kamu " seru Bagas sambil mengacak rambut Ayu.
Tak lama Belinda datang bersama Anggita membawa 3 mangkok bakso.
" Yu nih buat kamu " seru Belinda sambil meletakan semangkok bakso di depan Ayu.
" Thanks ya " seru Ayu sambil tersenyum ke arah kedua temannya itu.
Mereka pun menikmati makanan yang di pesan sama Belinda.
Setelah menikmati makanan mereka pun kembali ke dalam kelas mereka masing-masing.
Astrid Bagas dan Patricia saat ini ketiganya berbeda kelas, ketiganya sudah berbedah kelas,
Di kelas XI-IPA 2
Bagas sedang menulis dan asik menatap ke arah depan dengan tenang dan damai di sebelahnya Bagas terlihat temannya yang bernama Firman.
" Oh gas besok latihan basket lo bisa ikut gak " seru Firman teman sebangku nya Bagas sekaligus captain basket itu.
" Besok ya " seru Bagas dan di anggukan kepala oleh Firman.
" Iya " seru Firman tersenyum.
" Sorry gue gak bisa karena besok ada rapat OSIS sama anak-anak pengurus OSIS " seru Bagas merasa sungkan.
" Oh ya udah " seru Firman sambil menatap ke arah depan karena guru baru saja memasuki kelas.
...༶•┈┈⛧┈♛ BERSAMBUNG ♛┈⛧┈┈•༶...