Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Hitungan Ketiga



"Ya iyalah, Bu. Ibu kagak liat ini ada nama saya. DHIMAS SYAHPUTRA YANG GANTENG. " Jawab Dhimas sambil menekankan kata saat membacakan namanya.


"Narsis amat lho Dhimsum." Celetuk Angga yang berada di sebelahnya.


"Sekali-kali." Kata Dhimas.


"Baiklah saya percaya, nih buku kalian. " Kata Bu Rika mengembalikan buku Angga dan Dhimas.


"Ini gimana sih. Kok malah jadi kayak gini. Bisa-bisa kita yang dihukum." Bisik Ratu oada Annabella dan Erika.


"Gua juga kagak tau." Sahut Annabella.


"Jadi kalian sudah bohongin Ibu." kata Bu Rika menunjuk ke arah Ratu dkk.


"Enggak, Bu. Tadi kami bertiga lihat meraka beneran, Bu." Kata Annabella membela diri.


"Kalian tau darimana kalo tau meraka bikin keributan." Tanya Bu Rika.


"Tadi kami lewat depan kelas ini, Bu." Jawab Annabella.


"Memangnya kalian darimana saja?" Tanya Bu Rika.


"Dari jalan-jalan mau bolos, Bu. Ups." Jawab Erika cepat, dan langsung menutup mulutnya.


"Gimana sih, malah bilang mau bolos. Bisa dobel hukumannya nanti. Dasar Erika......" Gerutu Annabella dalam hati karena kesal pada sahabatnya satu ini. kalo ngomong langsung ceplak.


"Jadi kalian mau bolos?" Tanya Bu Rika yang di jawab gelengan oleh Ratu dkk.


"Heh, lo pada gak usah bohong dong. Kita tadi beneran liat Lo lagi nyanyi dia atas meja sama temen-temen lo." Sewot Ratu yang tak terima.


"Lo kali yang bohong. Kagak liat lo, gue sama Dhimsum lagi diskusi tugas. Kagak percanmyaan amat. Nih bukunya sebagai bukti. Bu Rika aja udah liat." Kata Angga nyolot.


""Heh nama gue, DHIMAS bukan Dhimsum." Sahut Dhimas yang tak terima di panggil Dhinsum.


"Sudah-sudah jangan ribut. Kalian semua lanjutan saja tugas kalian." Kata Bu Rika melihat seisi kelas.


"Dan untuk kalian bertiga ke lapangan sekarang juga. Hormat bendera selama dua jam pelajaran! " Perintah Bu Rika ke Ratu dan kawan-kawan yang tak ingin di bantah.


Karena tak ada pergerakan apapun dari Ratu dkk.


"SEKARANG!!!" Bentak Bu Rika yang membuat Ratu dkk langsung lari ke arah lapangan untuk menjalankan hukuman.


Bu Rika pun menyusul Ratu dkk untuk mengawasi mereka.


Sedangkan di kelas VIII B.......


"Buahahahahahahahahahhah......" Satu kelas langsung tertawa terbahak-bahak.


"Sukurin tuh meraka." Kata Jordan.


"Tapi kok lo bisa tau. Gimana ceritanya, Dhaf?" Tanya Laura.


"Tadi pas balik dari ruang guru. Gue denger mereka bisik-bisik, mereka mau kelas kita di hukum Mereka mau ngaduin kelas kita ke guru BK." Jawab Dhafiena santai.


"Kh, untung tadi lo cepet datangnya. Kalo nggak bisa-bisa kita yang dihukum dilapangan sekarang." Kata Meisie.


"WOY, LO HUMAN YANG DI DEPAN DEKET PINTU." Teriak Dhafiena.


"Human-human, nama gue Angga. Kenapa?" Sahut Angga.


"Beneran lo tadi diskusi sama si,,, siapa tadi ya,,,, ah yah si Dhimsum lo panggil dia tadi?" Tanya Dhafiena.


"Sebenrnya kagak sih, cuma nyalin jawaban matematika lo di papan tulis tadi. Gue minjem buku si Dimas. Hahahaha...." Jawab Angga sambil tertawa.


"Bagus juga akting lo, Ngga." Sahut Stevani.


"Gue gitu loh." Kata Angga bangga pada dirinya.


"Tuh liat, mereka ngeliatin kelas kita. Padahal lagi di ceramahin sama Bu Rika." Kata Meisie berada di depan pintu melihat ke arah bawah yang ternyata adalah lapangan.


"Yok kita ejek sekalian." Kata Stevani.


"Gas keun." Sambung Laura.


"Liat dari sini apa dari teras?" Tanya Dhimas.


"Teras sekalian, biar mereka liat dengan jelas. Kagak bakal ketahuan sama Bu Rika, dia kan ngebelakangi kita. " Sambung Wahyu.


Semua siswa kelas VIII B sudah berada di teras depan kelasnya.


"Yang laki-laki jangan terlalu dekat, mundur mundur dikit. Bukan Mahrom." Kata Dhafiena melihat ke arah siswa laki-laki di belakangnya.


"Siap." Jawab para siswa laki-laki serempak.


"Kita kasih jempol, hitungan ketiga turunin, Oke?" Kata Dhafiena yang di angguki teman-temannya.


Tepat saat Ratu dkk melihat ke arah kelas VIII B, saat itu juga siswa-siswi kelas VIII B memberikan jempol. Dan....


"Satu.... Dua..... Tiga...." Jempol yang tadinya mengarah ke atas 👍 sekarang mengarah kebawah. 👎


"Awas aja kalian." Gumam Ratu.


"Jongkok ke bawah semuanya! " Perintah Dhafiena saat Bu Rika mau menengok ke arahnya.


Saat itu juga, siswa-siswi kelas VIII B menunduk sambil jongkok supaya tidak ketauan sama Bu Rika.


"Mana ada, kamu ini bohong terus kerjaanya. Sekarang kalian bertiga hormat di sini sampai pulang sekolah nanti!" Ucap Bu Rika marah karena merasa di kibulin tiga bocah itu.


"Kok gitu sih, Bu." Kata Ratu.


"Beneran, Bu kita nggak bohong kok. "Bela Annabella.


"Sudah diam, kerjakan hukuman kalian." Kata Bu Rika berlalu meninggalkan lapangan.


Saat ini kelas VIII B sudah kembali ke kelasnya...


"Hahahahahhahahahaah..." Seketika satu kelas tertawa sampai terpingkal-pingkal karena kejadian di lapangan.


"Ngakak, bat sumpah deh." Teriak Meisie.


"Woy diem, perut gue sakit banget ngetawain mereka." Sambung Angga.


"Hahahaha, kasian tambah hukuman. " Kata Wahyu.


"Hey hey hey. Jangan berisik nanti ketauan kelas lain." Kata Stevani pada teman sekelasnya.


"Segitunya banget kalian ketawa?" Tanya Dhafiena.


"Iya." Jawab satu kelas serempak.


"Baru kali ini kita sebahagia ini, ya nggak?" Ucap Meisie yang di angguki teman sekelasnya.


"Kok bisa?" Tanya Dhafiena sedikit bingung.


"Gimana nggak bahagia, tadi pagi di traktir Bu'Set, eh maksudnya Dhafiena. Trus tadi konser bareng-bareng. Sekarang ngerjain orang LAMBE TURAH. Biasanya tuh orang kan bikin ulah kagak jelas." Jawab Wahyu menjelaskan.


"Hah? Lambe turah? Siapa?" Tanya Dhafiena lagi.


" Tuh tadi, siapa lagi kalo bukan Ratuh, boneka Annabelle sama tuh orang Burik. Sukanya nge-bully orang. " Ini yang jawab si Dhimsum alias Dhimas.


" Tuh tiga orang yang lagi di lapangan? " Tanya Dhafiena lagi.


" Iya. " Jawab Jordan.


{~*~}_{~*~}


Mereka menghabiskan waktunya dengan berbincang-bincang, hingga jam pulang sekolah. Karena gurunya lanjut rapat dengan sekolah sebelah. Trus ada juga yang ke luar kota.


"Dhafiena, lo pulangnya gimana?" Tanya Stevani.


X"Hm, dijemput apa kita anterin?" Serobot Laura sebelum Dhafiena menjawab pertanyaan Stevani.


"Di jemput, kalian duluan aja. " Jawab Dhafiena.


"Oke kalo gitu, hati-hati di jalan yah." Kata Stevani dan Laura yang di angguki Dhafiena.




Tak lama kemudian datanglah Bang Kevin menjemput Dhafiena.



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



*Segini dulu yah buat hari ini. 👌*



*Maaf banyak typo. 🙏*



*Dan jangan lupa terus dukung author yah. 🤗*



*Thanks all. ✨*



*Ig : ad\_rmdh* 🌱



Author juga mau bilang, kemungkinan seminggu kedepan update tiga hari sekali dulu yah. 🙃