
Kemudian Dhafiena masuk ke dalam kelas dengan langkah santai.
"Wih, cecans gaes."
"Cans banget ya Allah."
"Cans gue kali."
"Iri, bilang bos."
"Hahahaha..."
"Bikin kena serangan jatung aja nih."
"Napa jadi serangan jantung?"
"Gak usah kepo luh."
"Gaje amat lu kalo ngomong."
"Calon istri gue tuh."
"Pede amat lu jadi orang, emang dia mau sama lu?"
"Suka-suka gua lah."
Kira-kira seperti itulah ocehan yang didengarkan Dhafiena, ocehan alay bin lebay.
"ANAK-ANAK, DIAM DULU." Bentak Bu guru tadi.
Seketika semua langsung terdiam.
"Hufttt. Baiklah, silahkan perkenalkan nama kamu, Nak!" Guru tadi menghala nafas, lalu memerintahkan Dhafiena untuk mengenalkan dirinya.
"Dhafiena, pindahan dari London." Perkenalan dari Dhafiena cukup singkat yang membuat para penghuni planet pluto melongo seketika. Eh, salah maksudnya penghuni kelas yah.😂
"Oke, perkenalkan nama ibu, Setta_orama. Panggil aja Bu Setta, pengampu mata pelajaran matematika sekaligus wali kelas disini." Giliran Bu Seta yang perkenalan sama Dhafiena.
"What? Setan? Eh Bu Set? eh eh eh apaan tadi namanya. Bu set aja lah ya panggilnya. Okeoke." Gumam Dhafiena dalam hati.
"Ada yang mau ditanyakan?" Tanya BuSet, eh salah maksudnya Bu Seta yah. Jadi ikutan Si Dhafiena kan.
"Saya, Bu." Ucapan salah satu cowok yang duduk dibangku pojok kiri nomor 3 sambil mengangkat tangan kanannya.
"Tanya apa?" Tanya Bu Seta lagi.
"Namanya kenapa singkat?" Tanya cowok tadi.
"Serah gue lah. Nama-nama gue, napa situ yang bingung?" Jawab Dhafiena santuy.
"Duduk bareng abang sini aja." Tawar siswa cowok tadi.
"Ogah, mending duduk ama mascong dan kawan-kawan dari pada duduk ama lu. " Kata Dhafiena menjawab tawaran cowok tadi.
Satu detik... dua detik... tiga detik... dan....
"Pffhhuff, BUAHAHAHAHHAHAHA." Satu kelas menertawakan cowok tadi.
"Sudah-sudah, lanjutkan yang mau bertanya lagi." Kata Bu Setta.
"Tinggal dimana?" Tanya salah satu siswa yang duduk paling depan.
"Rumah lah, masak jembatan Ancol. Jadi temennya Neng Manis Jembatan Ancol ntar." Jawab Dhafiena yang membuat satu kelas tertawa terbahak-bahak.
"Buahahahaha...." Tawa satu kelas.
"Bisa aja lu neng." Kata cowok tadi.
Sedangkan Bu Seta hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah-sudah, sekarang silahkan duduk di bangku kosong." Kata Bu Setta.
Sedangkan Dhafiena tak menjawab ucapan Bu Setta, dia langsung berjalan ke arah kursi yang berada dipojok kanan paling belakang.
Di depan Dhafiena, ada dua cewek yang sedang tertidur, yang satu sambil mengenakan handset terlihat dari kabel data nya.
Setelah Dhafiena duduk, pembelajaran dilanjutkan kembali.
Semua murid memperhatikan Bu Setta yang sedang menjelaskan. Namun tidak dengan Dhafiena. Dhafiena melihat luar jendela. Tubuhnya berada di dalam kelas, namun fikiran nya jalan-jalan entah kemana. Mampir ke cerita sebelah kalik ya. Ahahaha. 😂
Saat pandangan Bu Setta mengarah ke murid-murid, pandangan matanya melihat Dhafiena yang sedang melamun.
Bu Setta berjalan ke arah meja Dhafiena dan...
Brukkh...
Semua murid yang sedang mencatat tulisan di papan tulis terkejut dengan suara gebrakan meja. Pandangan satu kelas menuju ke arah Dhafiena.
Dhafiena melihat Bu Setta dengan mengangkat satu alisnya yang menandakan bertanya "apa?“
"Kamu ini masih murid baru, kenapa tidak memperhatikan ke depan?" Marah Bu Setta.
"Terus kenapa?" Jawab Dhafiena singkat dan santai.
Satu kelas melongo mendapati jawaban Dhafiena, pasalnya tak ada yang berani dengan Bu Setta yang terkenal dengan kilernya walaupun kadang suka becanda.
"Sekarang cepat kerjakan soal di depan." Perintah Bu Setta dengan tegas.
"Kalau benar, apa imbalannya." Tanya Dhafiena pada Bu Setta.
"Apapun keinginan kamu, asalkan tak melanggar aturan." Jawab Bu Setta.
"Pasti tak bisa mengerjakan, itu soal aja belum pernah saya jelaskan." Batin Bu Setta sedikit meremehkan si murid baru, yang tak lain dan tak bukan adalah Dhafiena.
"Ok." Jawab Dhafiena singkat.
Tanpa babibu lagi, Dhafiena langsung berjalan ke depan dan mengambil spidol. Dia langsung mengerjakan soal dengan cepat. Hanya membutuhkan waktu dua menit bagi Dhafiena untuk menyelesaikan lima soal di papan tulis.
"Cih, soal kayak gini doang, aelah. Gua kerjain baru tau rasa lu Bu'Set." Gumam Dhafiena dalam hati.
"Ba... bagaimana bi... bisa benar semua, padahal materinya belum pernah di jelaskan." Ucap Bu Setta sedikit gemetar.
"Gimana, Bu? Bener nggak jawabannya?" Tanya sangat ketua kelas, yang diketahui bernama Jordan.
"Jawabannya benar semua." Jawab Bu Setta sedikit belum percaya.
"Sesuai perjanjian tadi lho, Bu. Gimana, Dhafiena jadi kan permintaan lu?" Tanya seorang cewek dengan bat name Meisie yang mendapat anggukan dari Dhafiena.
"Baiklah, apa permintaan kamu?" Pasrah Bu Setta.
"Kalian pada mau apa nih?" Tanya Dhafiena pada teman sekelas dengan senyum penuh kemenangan.
"Senyumnya bikin meleleh woy."
"Aduh abang meleyot loh neng."
"Jangan senyum, bisa-bisa diabetes ntar kita-kita."
"Mimpi apa semalem, ketemu bidadari yang tersenyum guys."
"Kok jadi kita yang nentuin, emang gapapa?" Tanya Meisie.
"Boleh." Jawab Dhafiena.
"TRAKTIR DONG!" Teriak satu kelas kompak Udah janjian kali ya?
Langsung lah Dhafiena mengubah wajahnya menjadi datar, karena mendengar kata-kata lebay dari penghuni pluto yang nyasar ke SMP Perjuangan.
"APA???" Bu Setta terkejut.
"Ga boleh ngelak lho, Bu? Tadi ibu sendiri yang menyetujui." Kata siswa cowok yang ditertawakan satu kelas tadi.
"Baiklah nanti akan saya traktir di kantin saja." Jawab Bu Setta sedih. Bagaimana tidak sedih, gajian saja belum. Wkwkwk... 😂
"Yeay." Sorak gembira terdengar sangat jelas dari kelas Bu Setta.
"Sudah-sudah semua tenang, silahkan salin jawaban yang ada di papan tulis ke buku catatan." Perintah Bu Setta pada murid-murid.
Semua langsung menyelesaikan tugasnya. Sedangkan Dhafiena menyenderkan punggungnya di kursi.
Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi yang menandakan waktu istirahat.
"Baiklah anak-anak, pembelajaran hari ini kita lanjutkan minggu depan. Silahkan yang mau ke kantin nanti saya yang bayar." Ucap Bu Setta mengakhiri pembelajaran.
"Okay, Bu." Jawab siswa-siswi kelas VIII B sembari mengacungkan jempol.
Semua penghuni kelas VIII B langsung menuju ke kantin. Siapa yang akan menyia-nyiakan kalau di traktir? Apalagi yang traktir guru sendiri.
...( Author : Para readers ada nggak yang pernah di traktir gurunya kayak kejadian Dhafiena tadi? )...
Tapi tidak dengan Dhafiena dan dua cewek yang masih tertidur. Dhafiena menuju ke meja depannya dan...
Brakkk...
Sret...
Dhafiena menggebrak meja dan menarik handset yang dikenakan salah satu cewek yang ada di meja itu.
"Heh, apa-apaan lu, main gebrak meja aja." Marah salah satu siswa ber tage name Stevani terkejut karena gebrakan meja.
"Terus juga, ngapain narik narik handset gue, ganggu tidur aja lu." Tambah marah siswi yang satunya ber tage name Laura.
"Widih, galak amat sekarang." Ucap Dhafiena.
"Oh murid baru, Stev. Mesti belum kenal kita." Kata Laura pada Stevani.
"Ini hukuman buat lu yang ganggu kita." Kata Laura sambil melayangkan tangan kanannya hendak menampar Dhafiena. Namun di cegah Dhafiena.
"Kalian kagak inget gue? Jahat lu pada ya." Tanya Dhafiena.
"Bentar bentar, kayak kenal gue sama mukanya." Ucap Stevani sambil mengamati wajah Dhafiena.
Dan...
Grep...
Stevani langsung memeluk Dhafiena.
"Gue kangen ama lu. Kemana aja sih, kita cari kagak ketemu ketemu." Ucap Stevani.
"Emang gue ilang apa, dicariin segala." Jawab Dhafiena cepat.
"Stev, lu kenal?" Tanya Laura pada Stevani.
"Ini, Dhafiena." Kata Stevani melepaskan pelukannya.
"Beneran, gue kangen banget sama lu, Dhaf." Kata Laura memeluk Dhafiena.
"Lu dari mana aja sebenernya?" Tanya Laura melepaskan pelukannya.
"Tadi kagak denger waktu perkenalan?" Tanya Dhafiena balik.
"Kan tadi tidur hehe." Jawab Laura cengengesan.
"Udah-udah, langsung ke kantin aja. Lumayan tadi denger-denger tu guru killer mau nraktir kan?" Tanya Stevani yang di angguki Dhafiena.
Kemudian Dhafiena, Stevani, dan Laura langsung menuju kantin yang sudah banyak penghuni mars disana. Eh, salah. Maksudnya, penghuni SMP Perjuangan. Hahaha. 😂
…………………………
Segini aja buat hari, tunggu kelanjutannya yah. ✨
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan jadikan favorit yah. Thanks 🙏
Maaf banyak typo dalam ceritanya.
Ig : ad_rmdh