Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Tak Sengaja Nabrak



" Jadi gini yah, kagak usah ngatain temen gue kudet. Karena yang kudet tuh lo sama antek-antek lo. " Kata Stevani memperingati Ratu dkk.


" Hay guys, gini yah. Ratu and the genk itu sebenernya kudet, tapi ngatain orang lain kudet. Ada orang ngomong pake bahasa Italia, eh dia kagak tau arah bicaranya, jadi jawabnya asal-asalan gitu... " Kata Meisie yang masih setia dengan live di akun instagram nya itu.


Karena merasa di permalukan, Ratu dkk langsung meninggalkan kantin menuju parkiran dan langsung pulang.


Selesai makan Dhafiena dan dua sobatnya itu juga langsung meninggalkan kantin setelah membayar pesanan mereka.


" Kalian duluan aja, gue mau ke ruangannya Bu Riska ambil sepatu gue. " Kata Dhafiena.


Stevani dan Laura langsung melihat kaki Dhafiena.


" Dari tadi gak pake sepatu lo? " Tanya Laura.


" Gak. " Jawab singkat Dhafiena.


" Mau di temenin nggak nih? " Tawar Stevanu.


" Nggak usah, gue bukan anak kecil. Jadi gue bisa kesana sendiri. " Tolak Dhafiena.


" Ya udah terserah lo. Kita pulang duluan, bye. " Pamit Stevani dan Laura.


Dhafiena langsung ke ruang Bu Riska mengambil sepatu roda yang di sita tadi pagi. Setelah itu, Dhafiena langsung ke luar dari ruang BK, yang tak lain dan tak bukan ruangan Bu Riska.


Dhafiena berjalan di lorong sekolah yang sudah sepi, karena sudah pada pulang semua. Mungkin tinggal beberapa anak OSIS yang sedang piket saja disana.


Saat sudah sampai di depan gerbang, Dhafiena langsung menghentikan taksi untuk mengantarnya pulang ke rumah. Ya iyalah yah, kalau bukan ke rumah kemana? Ke hutan? Ke Ancol? Atau malah ke kuburan?


Sesampainya di depan gerbang rumah, Dhafiena segera memberi bayaran pada supir taksi dan langsung keluar.


Dhafiena membuka gerbang rumahnya dan langsung di sambut oleh Pak Ferdi.


" Eh, non. Tumben jam segini baru balik? " Tanya Pak Ferdi.


" Pulang pagi tadi, Pak. " Jawab Dhafiena.


" Oh kirain bolos. " Sambung Pak Ferdi.


" Ye si Bapak suudzon aja. " Kata Dhafiena.


" Hehe, maap lah non. " Sahut Pak Ferdi.


" Oh iya, itu Bang Kevin kok udah pulang? " Tanya Dhafiena.


" Katanya tadi sih, urusan di kantor udah beres semua. Jadi langsung pulang. " Jawab Pak Ferdi.


" Oh gitu. Ya udah aku mau masuk dulu. As-salam. " Pamit Dhafiena yang langsung berlari-lari kecil menuju pintu rumahnya.


" Wa'alaikumsalam. Hati-hati nanti jatuh. " Jawab salam Pak Ferdi seraya mengingatkan Dhafiena sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan kemiri secara bergantian.


Dhafiena sudah tiba di depan pintu. Tanpa mengucapkan salam, Dhafiena membuka sedikit pintu dan mengintip. Terlihatlah Abangnya yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memandangi layar laptop di depannya.


Seketika mucul ide jahil di otak si Dhafiena. Langsung saja Dhafiena berjalan mengendap-endap seperti Ming yang takut tertangkap.


Setelah sampai di belakang sifa tempat dimana Bang Kevin tadi, Dhafiena langsung.........


" ASSALAMU'ALAIKUM. " Ucapan salam Dhafiena dengan berteriak sangat keras telat di telinga abangnya.


" Astagfirullah, pocong manjat pohon toge. " Kaget Bang Kevin tak sadar apa yang dia ucapkan.


" Hahahahahahaha....... " Dhafiena la gaung tertawa terlingkal-pingkal karena ide nya berjalan lancar.


" Huh, kamu ternyata, ngapain ngagetin? " Tanya Bang Kevin yang sudah tau pelakunya itu. Sudah dapat di pastikan, siapa lagi kalau bukan aduk satu-satunya itu.


" Gakpapa. " Jawab Dhafiena di tengah-tengah tawanya itu.


‘’ Katanya udah gak ada kerjaan, kok ini masih ngerjain tugas/ ‘’ Tanya Dhafiena yang sudah berdiri di samping abangnya seraya menunjuk layar laptop di meja depannya itu.


‘’ Ini buat mitting besok pagi. ‘’ Jawab Bang Kevin.


‘’ Oh…….. ‘’ Sahut Dhafiena berpoh ria.


‘’ Kenapa emangnya mau bantuin/ ‘’ Tanya bang Kevin.


‘’ Emmm… ‘’ Dhafiena nampak berfikir terlebih dulu sebelum menjawab pertanyaan Abangnya itu.


‘’ Gak usah kelamaaan mikirnya, ini nggak bakal susah. Toh kalo susah sekalipun kamu tetep bisa. ‘’ Kata Bang Kevin karena jenuh menunggujawaban adiknya itu.


‘’ Ada syaratnya. ‘’ Sahut Dhafiena.


‘’ Apa/ ‘’ Tanya Bang Kevin.


‘’ Ntar malem anterin kita jalanpjalan. ‘’ jawab Dhafiena.


‘’ Kenapanggak sore aja/ ‘’ Tanya Bang Kevin lagi.


‘’ Kalau malem udaranya sejuk. ‘’ Jawab Dhafiena.


‘’ Jalan-jalan kemana/ ‘’ Tanya Bang Kevin.


‘’ Ke toko buku. ‘’ Jawab Dhafiena.


‘’ Oke ntar malem kita jalan-jalan. ‘’ Kata Bang Kevin.


‘’ Oke deal. Siniin laptopnya. ‘’ Pinta Dhafiena.


‘’ Ganti baju dulu sana. ‘’ Sahut bang Kevin.


‘’ Ntaran aja sekalian. Biar cepet selesai ini. ‘’ Tolak dhafiena langsung merampas laptop yang sudah di pegang Bang Kevin.


Dhafiena sekilas membaca judul dan beberapa kalimat yang sudah di ketik bang Kevin. Tak perlu mengulang-ulang untuk membaca, sekali membaca saja sudah paham.


Tanpa menunggu lama, tangan Dhafiena langsung berkutat di laptop miik bang kevin.


Sepuluh menit kemudian…


‘’ Nih dah selesai. ‘’ Kata Dhafiena menyerahkan laptop yang dia bawa pada sang empu pemiiknya.


‘’ Baru sepuluh menit udah selesa/ ‘’ Tanya Bang Kevin terkejut.


Dhafiena hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


‘’ Bentar abang cek dulu. ‘’ Kata Bang Kevin kemudian mengecek hasil materi mitting yang dibuat Dhafiena.


Beberapa saat kemudian…


‘’ Subhanallah’ emang bener-bener hebat adiknya abang. ‘’ Kata Bang Kevin memuji Dhafiena, karena semuanya sudah benar.


‘’ Bisa buka jasa ketik nih. ‘’Lanjutnya.


‘’ Yeee si abang. Ntar malem harus jadi jalan-jalannya. ‘’ Sambung Dhafiena.


‘’ InsyaAllah deh.’’ Kata Bang Kevin.


Kemudian Dhafiena menaiki tangga menuju kamarnya untuk membersihkan badannya.




Skip setelah sholat isya'.



" Bik kita berangkat dulu ya. " Pamit Dhafiena pada Bi Siti.



" Eh pada mau kemana ini malem-malem udah rapi aja? " Tanya Bi Siti.



" Mau jalan-jalan, Bi. " Jawab Bang Kevin.



" Oh ya udah, hati-hati di jalan. " Kata Bi Siti yang mendapat anggukan dari Bang Kevin dan Dhafiena.



" Assalamu'alaikum, Bik. " Ucap salam Dhafiena dan Bang Kevin bersamaan.



" Wa'alaikumsalam warahmatullah. " Jawab salam Bi Siti.



" Pak, tolong bukain gerbangnya dong! " Lintas Bang Kevin.



" Emang pada mau kemana ini? " Tanya Pak Ferdi sambil membukakan gerbang.



" Dhafiena mau jalan-jalan. " Jawab Bang Kevin.



" Hati-hati di jalan. " Kata Pak Ferdi.



" Sial. Kalo gitu kita duluan, Assalamu'alaikum. " Ucap salma Bang Kevin.



" Wa'alaikumsalam. " Jawab salam Pak Ferdi.



Bang Kevin melajukan mobilnya menuju jalanan kota yang cukup dingin dan ramai.



" Toko bukunya yang dulu itu nggak nih? " Tanya Bang Kevin.



" Beda, dulu kan di dalem mall. Yang ini di toko khusus buku-buku. " Jawab Dhafiena.




" Itu ngelewatin mall terus nanti ada tikungan belok kiri. " Jawab Dhafiena.



" Twilight bookstore? " Kata Bang Kevin memastikan.



" Hm. " Jawab Dhafiena yang masih fokus memandangi liat jendela melihat gedung-gedung tinggi.



Setelah 25 menit di perjalanan, akhirnya sampai juga di tujuan mereka.



Tanpa menunggu lama, langsung saja mereka keluar dari mobil setelah di parkirkan dan langsung masuk ke dalam toko.



" Selamat datang Tuan dan Nona. " Sambutan dari para pegawai toko itu.



" Suatu kehormatan bagi kami, tuan Kevin mau berkunjung ke toko kami yang tak seberapa ini. " Kata manajer toko.



" Hm. " Balas Bang Kevin.



Bagaimana tidak pengusaha sukses di usia yang masih tergolong muda dan terkenal di kita itu.



" Mau beli buku apaan lagi, kan waktu itu beli bayak? " Tanya Bang Kevin.



" Ada buku yang baru di terbitkan, jadi harus cepet beli sebelum kehabisan. " Jawab Dhafiena.



" Ya ya ya terserah deh. " Pasrah Bang Kevin.



Dhafiena langsung menuju rak-rak buku yang tersusun rapi dan mulai mencari buku yang di maksud tadi.



Setelah sekian lama mencari, akhirnya selesai juga dia memilih buku-buku dan segera membawanya ke kasir.



Tiba-tiba.......



BRUKHH



" Awh. " Dhafiena terjatuh dan buku-buku yang ia bawa berserakan di lantai.



" Maaf tidak sengaja. " Kata sangat penabrak.



" Iya, gak apa-ap.... " Belum selesai bicara, saat Dhafiena mendongakkan kepalanya....



" Elo?? " Kata kedua orang itu.



" Sial bener ketemu sama lo. " Kata Dhafiena sambil memunguti buku-bukunya.



" Maaf gak sengaja. " Kata dang penabrak, siapa lagi kalau bukan Praka yang bikin Dhafiena menjadi sial.



Praka juga membantu memunguti buku-buku milik Dhafiena yang berserakan.



Karena tadi sama-sama tidak fokus yah gitulah, jatuh deh.



" Gue bantu bawa ke kasir sebagai permintaan maaf. " Kata Praka.



Dhafiena sedikit tak percaya, seorang manusia kulkas lebih tepatnya orang salju, bisa ngomong lebih dari lima kata. Bisa di masukin ke keajaiban dunia nih. Pasalnya Praka itu tak pernah bicara pada Dhafiena lebih dari 3-5 kalimat.



" Oke deh kalo lo sadar diri. " Sahut Dhafiena.



Dhafiena membawa sebagian bukunya, dan sebagian lagi di bawa Praka menuju kasir.



" Di bayarin sekalian nggak? " Tanya Praka.



" Ye lo kira gue gak punya uang buat bayar apa? " Tanya Dhafiena yang sedikit kesal.



" Kagak. Kalo gak mau ya udah. " Kata Praka langsung membayar bukunya dan keluar dari toko itu.



Di sisi lain, Bang Kevin sedari tadi memperhatikan Dhafiena bingung, siapa cowok tadi.



" Ini berapa mbak semuanya? " Tanya Dhafiena pada mbak kasir.



" Totalnya Rp. 540.000,00 Kak. " Jawab si mbaknya.



Dhafiena langsung mengemukakan kartu untuk membayar.



Tidak perlu kaget kenapa harga bukunya mahal amat? Karena tak hanya novel yang dibeli oleh Dhafiena, ada komik juga soalnya. Dan satu lagi, bukunya ori semua yang di pilih Dhafiena.



Setelah selesai membayar, Bang Kevin langsung menghampiri Dhafiena membawakan buku-bukunya.



Mereka langsung masuk ke dalam mobil.



" Siapa cowok tadi, dek? " Tanya Bang Kevin.



" Cowok siapa? " Tanya balik Dhafiena.



" Yang tadi nabrak kamu itu. " Jawab Bang Kevin.



" Oh orang resek itu. " Sambung Dhafiena.



" Maksudnya? " Tanya Bang Kevin.



" Gakpapa, gak usah tanya lagi. Kita ke cafe di taman itu aja Bang. " Sahut Dhafiena.



" Oke. " Jawab singkat Bang Kevin.



......……………………………………......



...*Nih author kasih panjang, jadi terus dukung author yah. Maaf kalau banyak typo dan kalau ceritanya nggak nyambung atau bikin bosen gitu. ✨*...