
‘’Sejarah itu apa sih, Bu?‘’ Tanya Dhafiena.
‘’Baiklah akan, saya jawab. jadi sejarah itu merupakan ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa maupun kejadian di masa lampau yang berhubungan dengan perubahan kehidupan manusia. Gimana sudah paham?" Penjelasan dari bu Idda mengenai sejarah.
‘’Tapi, Bu. Kok agak berbeda dengan pendapat saya yah, Bu. Walaupun nggak seluruhnya beda." Kata Dhafiena memikirkan kejahilan yang akan diberikan pada Bu idda.
‘’Beda bagaimana?" Tanya Bu Idda.
‘’Kalau menurut saya, Bu. Sejarah itu suatu peristiwa di masa lalu---" Jawab Dhafiena
‘’Ye itu sama aja kali kayak jawaban bu Idda tadi." Sahut Angga menyerobot perkataan Dhafiena.
‘’Yeh, si Bambank. Gue belom selesai ngomong main nyaut-nyaut aja lo." Kata Dhafiena pada sang penyerobot pembicaraan orang. Siapa lagi kalo bukan Angga Adiwijaya.
Author ; ‘’Eh bener nggak sih itu namanya si Angga , soalnya Author cuma nerima saran dari si Dhimas gitu."
Dhimas ; ‘’Udah, Thor itu aja namanya gakpapa. Gak usah ngasih nama susah-susah."
Author ; ‘’Hm."
Dhimas ; ‘’Thanks lo, thor dah ngasih nama gue bagus."
Author ; ‘’Hm.‘’
Dhafiena ; ‘’Emang nama lo siapa, Dimsum?"
Dhimas ; ‘’Ye lo kalo manggil gak usah Dimsum. Emangnya gue makanan apa. Nama gue Dhimas Syahputra Wardana."
Dhafiena ; ‘’Siapa yang nanya."
Dhimas ; ‘’Pikun luh, tadi lo yang nanya kalik."
Dhafiena ; ‘’Yah maksud gue SIAPA YANG NANYA NAMA luh gitu lho."
Author ; "Yang nambahin Wardana siapa coba?"
Dhimas ; "Gue sendiri sih, Thor."
Author ; "Kayaknya kemarin tuh namanya cuma Dhimas Syahputra deh. Gak ada Wardana. Napa di tambahin coba?"
Dhimas ; "Gakpapa dong, Thor. Sekalian aja."
Author ; "Gak. boleh! Nanti yang lain nggak kebagian nama."
Dhafiena :; "Tau tuh, serakah amat lo. jadi orang. Nama tuh gak usah panjang-panjang!"
Dhimas ; "Serah gue dong. Yang serakah kan gue bukan luh. Nama lo aja panjang, kagak usah ngatain gue lah!"
Dhafiena ; "Kan gue tokoh utama, jadi terserah si author ngasih nama apa aja."
Author ; ‘’Mau lanjut debat atau mau lanjut ini cerita? ‘’
DhafDhim ; ‘’ Lanjut, Thor. ‘’
*Back to story
‘’Sudah kenapa kalian malah ribut. Beda bagian mananya, Dhafiena?‘’ Tanya Bu Idda menengahi perdebatan kecil itu.
‘’Kan gini yah, Bu. Ssejarah itukan termasuk kenangan atau bisa disebut masa lalau kan, Bu." Jawab Dhafiena sembari bertanya balik pada Bu Idda.
‘’Iya." Jawab singkat Bu Idda.
‘’Jadi kalau sejarah termasuk masa lalu, berarti kan cukup di kenang, Bu. Bukan malah di ungkit-ungkit gitu maksud saya." Kata Dhafiena menjelaskan maksud ucapannya.
"*T*eori sejarah dari mana kayak gitu?" Batin Bu Idda.
‘’Hahaha, Bisa aja lo Dhaf." Kata Jordan mewakili teman-temannya yang juga ikut tertawa karena ucapan si Dhafiena.
Sedangkan Bu Idda hanya menggelengkan kepalanya karena ulah Dhafiena yang mengerjainya itu.
‘’Materi untuk hari ini sudah cukup. Sekarang ayo kumpulkan hasil ringkasan kalian ke depan." Perintah Bu Idda yang di ‘iya’ kan para penghuni kelas VIII B itu.
Semua siswa dan siswi langsung maju ke depan utnuk mengumpulkan buku catatan masing-masing. Setelah di rasa semua duduk kembali, Bu Idda kembali memeriksa buku daftar nilainya untuk mengecek apakah sudah mengumpulkan semuanya atau belum.
‘"Dhafiena." Panggil Bu Idda.
‘’Kenapa, Bu?'’ Tanya Dhafiena yang merasa namanya di panggil.
‘’Kamu belum mengumpulkan hasil ringkasan kamu?" Tanya balik Bu Idda pada Dhafiena.
Sedangkan yang di tanya hanya menggeengkan kepalanya dengan santai.
‘’Coba kamu maju ke depan sekarang!" Titah Bu Ida.
Dhafiena yang di perintahkan bu Idda langsung saja berjalan maju ke depan sesuai dengan perintah.
‘’Karena kamu belum membuat ringkasan yang sudah saya suruh. Sebagai gantinya kamu jawab saja pertanyaan saya sesuai pengetahuan kamu!" Kata bu idda
‘’Oke, Bu." Jawab Dhafiena.
‘’Baiklah, tolong semua perhatikan dulu ke depan. Nanti kita koreksi bersama-sama jawaban Dhafiena?" Perintah Bu Idda pada teman-teman sekelas Dhafiena.
‘’Siap, Bu." Kata mereka dengan kompak.
‘’Oke, yang pertama. Apa yang kamu ketahui mengenai Perang Saparua yang terjadi di Ambon?" Pertanyaan pertama dari Bu Idda.
‘’Perlawanan tersebut di pimpin oleh Pattimura, dan berhasil merebut benteng Belanda, serta membunuh Residen Van den Berg. Di dalam perlawanan tersebut juga turut serta pahlawan wanita yang di ketahui bernama Christina Martha Tiahahu. yang merupakan putri tunggal dari Paulus Tiahahu." Jawab Dhafiena agak singkat, karena maalas kalau harus menjelaskan panjang lebar.
‘’Bagaimana anak-anak Apakah sudah benar jawban Dhafiena?" Tanya Bu Idda.
‘’Sudah, Bu." Jawab penghunikelas VIII B dengan serempak.
Ada beberapa dari mereka yang sedikit keheranan dengan Dhafiena. Karena dia sama sekali tidak membuat ringkasan apapun, tapi bisa menjawab pertanyaan dari Bu Idda.
‘’Kalo gitu lanjut ke pertanyaan kedua. Apa yang menjadi penyebab Belanda menyerang Istana Aceh?" Lanjut Bu Idda ke pertanyaan kedua.
‘’Traktat London tahun 1871 menyebut Belanda menyerahkan Sri Lanka kepada Inggris. Sehingga Belanda mendapat hak atas Aceh. Oleh karena itu, Belanda memiliki alasan untuk menyerang Istana Aceh." Jawab Dhafiena dengan tepat.
‘’Betul sekali jawaban kamu. Kalo gitu satu pertanyaan lagi. Ini sebagai peprtanyaan terakhir." Kata BU iddda.
‘’Apa yang kamu ketahui mengenai perang Banjar?" Lanjut Bu Idda.
"Yang saya tahu, perang Banjar berasal ketika Belanda ikut campur tangan dalam urusan pergantian raja di Kerajaan Banjarmasin. Belanda juga memberi dukungan kepada pangeran Tamijidillah, yang tidak di sukai oleh rakyat. Udah segini aja, Bu. Capek kalo saya jelasin sampe rinci." Jawab Dhafiena.
Prok prok prok
Tampak teman-teman sekelasnya memberikan hadiah berupa tepukan tangan pada Dhafiena karena menjawab dengan benar.
"Sepertinya dia sangat genius. Banyak yang susah untuk mempelajari sejarah. sedangkan Dhafiena, dia tidak mencatat apapun tapi bisa menjawab pertanyaan yang saya berikan." Batin Bu Idda kagum pada metode barunya, Dhafiena.
"Jawaban kamu sudah benar semua, silahkan kembali ke tempat duduk kamu!" Perintah Bu Idda.
"Oke, Bu." Balas Dhafiena.
"Kalau begitu, pelajaran hari ini saya akhiri. Semoga materi yang sudah ibu sampaikan bisa bermanfaat buat kalian semua." Penutupan dari Bu Idda.
"Aamiin." Satu kelas meng-Aamiin-i do'a Bu Idda.
"Sekian. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Salam Bu Idda.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab salam penghuni kelas VIII B.
...…………………………...
...Maaf banyak typo dan part ini agak pendek. Terus dukung author dengan cara, klik like, kasih komen dan vote yah. Thanks all. ✨...