Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Kerusuhan tanpa Dhafiena



.../"Kalau tak kenal, maka ta'aruf."...


...~...


.../"...Kalau begitu saya pamit duluan, Assalamu'alaikum." Setelah mengatakan hal itu, orang tersebut langsung hendak pamit....


..."Om swastyastu." Balas salam pemuda itu dengan tersenyum manis....


...deg...


.... ...


"Ada izinnya?" Tanya Pak Ardan.


"Ti-..." Sebelum Jordan menyelesaikan ucapannya, Meisie langsung menjawab pertanyaan Pak Ardan. "Surat izinnya ada di guru BK, pak.“


"Tau darimana lu?" Tanya Mita.


"Ada deh." Jawab Meisie.


Sebenarnya saat perjalanan menuju lapangan tadi, Laura dan Stefhani mendapat notif dari grup yang dikirimkan oleh Dhafiena. Dia sudah bilang tidak masuk dulu, untuk alasannya akan dijelaskan menyusul di lain waktu.


"Baiklah kalau begitu, untuk hari ini belum ada pelajaran apapun mengenai mapel penjaskes." Setelah mencatat siswi yang absen, Pak Ardan kembali fokus pada anak didiknya.


"Jamkos ya pak berarti?" Tanya Angga yang langsung digeplak oleh Roni yang berada disampingnya.


"Santai kali, main geplak-geplak aja lu." Kata Angga mengusap kepalanya yang sedikit sakit.


"Lagian dipikiran lu cuma jamkos aja." Sahut Roni membela diri.


"Sudah-sudah tidak usah ribut. Lain kali kamu jangan langsung noyor kepala temanmu ya. Itu tindakan yang tidak terpuji. Diberitahu saja dimana letak kesalahannya dengan baik-baik." Nasihat Pak Ardan menujuk Roni dan Angga.


"Iya Pak, maaf tidak saya ulangi lagi. Sorry Ngga ga sengaja." Ucap maaf Angga pada Pak Ardan lalu berjabat tangan dengan Angga.


"Yoi." Jawab Angga yang sudah terbiasa di geplak temannya.


"Jadi untuk hari ini kita hanya kenalan dulu, dan ada sedikit yang akan saya sampaikan pada kalian." Kata Pak Ardan dengan suara tegas.


"Baik, Pak." Sahut semua siswa-siswi dengan kompak. Setelah selesai dengan acara kenal mengenal. Karena tidak afdol kalau tidak kenalan, seperti kata pepatah,


Kalau tak kenal, maka ta'aruf (ta'aruf\=kenalan)


"Oke, sepertinya kalian semua sudah terbiasa kalau berbicara dengan temannya pakai sebutan Lo-Gue. Diusahakan mulai sekarang jangan memakai sebutan itu lagi, ganti saja menjadi Aku-Kamu biar lebih sopan walaupun dengan teman seumuran. Paham?" Nasihat dari Pak Ardan.


"InsyaAllah, Pak. Kami usahakan." Respon Jordan sebagai ketua kelas mewakili teman-temannya.


"Nah untuk beberapa hari lagi, mungkin minggu depan kalian juga sudah akan melaksanakan Ujian kenaikan kelas, jadi bapak harap kita bisa menggunakan sisa waktu dengan sebaik mungkin. Setelah saya konfirmasi dengan guru penjas kalian, ternyata semua materi sudah selesai kan?" Kali ini Pak Ardan membahas mengenai ujian kenaikan kelas yang akan segera dilaksanakan.


"Sudah, Pak." Jawab siswa-siswi dengan kompak.


"Baiklah kalau begitu, mungkin ada materi yang kurang jelas? Nanti kita ulang sebentar biar kalian semua benar-benar paham." Lanjut Pak Ardan.


"Yah Pak, kita udah paham semua kok. Ya kan temen-temen?" Tanya Meisie pada teman-temannya.


"Iya, Pak. InsyaAllah kita sudah paham semua materi penjas." Jawab Angga yang diangguki teman-teman yang lain.


Akhirnya Pak Ardan hanya mengulas beberapa materi yang diperkirakan akan keluar saat UKK nanti. Dan ditambah sedikit praktek.


•••


Disisi lain, terlihat seorang pemuda mengenakan kemeja hitam dengan perawakan tinggi sedang berjalan santai di pinggir taman sambil membaca buku dengan telinga yang tertutup earphone.


Namun dengan tidak sengaja, tiba-tiba ia menabrak seseorang didepannya.


"Sorry." Ucap pemuda itu.


"Sorry." Dan diwaktu yang bersamaan, yang ditabraknya juga mengucap maaf sambil berjongkok untuk mengambil buku pemuda itu yang jatuh.


"Your from Indonesia?" Tanya pemuda itu.


"Yes." Jawab orang itu.


"Maaf kak, karena terlalu fokus dengan buku sampai tidak memperhatikan jalan." Kata pemuda itu meminta maaf.


"No problem, saya juga tidak terlalu fokus dengan jalan tadi. Kalau begitu saya pamit duluan, Assalamu'alaikum." Setelah mengatakan hal itu, orang tersebut langsung hendak pamit.


"Om swastyastu." Balas salam pemuda itu dengan tersenyum manis.


deg


"Eh, maaf." Kata orang tadi menunduk.


"Kalau begitu saya duluan." Tanpa berlama-lama, orang itu langsung pergi dari hadapan si pemuda.


"Sangat cantik, seperti pernah melihatnya. Tapi dimana ya?" Gumam pemuda itu mengingat-ingat.


"Ternyata di bukan muslim." Disisi lain ada seseorang yang terkejut dengan penuh rasa kesedihan.


•••


Back to school


"OY... ITU BATAGOR GUE MAIN NYOMOT AJA." Teriak Mita dengan kesal karena batagornya dimakan Angga dengan tiba-tiba.


"Heh ga inget peraturan yang udah kita buat sama Pak Ardan?" Jordan yang duduk dimeja sebelah langsung mengingatkan Mita.


"Peraturan ap... Astaga lupa, sorry ga maksud tadi. Lagian ni si Angga main nyomot makanan orang aja." Gerutu Mita dengan penuh kekesalan. Bagaimana tidak, baru saja ia hendak makan batagor yang di pesannya tadi, tiba-tiba saja langsung dimakan oleh makhluk tak diundang, walaupun tidak sampai habis.


"Sorry, lagian juga itu batagor masih ada kali. Gak aku habisin juga kan?" Udah salah, masih aja ngeyel ni bocah, dasar si Angga gak tahu malu.


"Ni rasain tu." Dengan tiba-tiba Rani, teman ghibah Mita dari kelas sebelah yang sedari tadi duduk dideket Mita dengan gerakan cepat mengambil saus sambal dan dimasukkan kedalam es teh milik si Angga dengan niat membalas perbuatan Angga pada sohibnya.


"We we we we, kok situ jadi ikut-ikutan si? Nih rasain balik tu." Karena tidak terima dengan perbuatan Rani, Angga dengan sengaja membalasnya dengan memasukkan beberapa biji es batu dari estehnya kedalam mangkuk bakso Rani.


Begitulah seterusnya tak berhenti sampai disitu saja. Hingga pada akhirnya Laura yang sedang membawa dua mangkuk soto untuknya dan Stefhani tersenggol Angga dan jatuhlah itu mangkuk dengan kuahnya yang panas mengenai lengan kiri Hamdan yang kebetulan berpapasan dengan Laura.


"Astagfirullah, panas bat uey." Kaget Hamdan yang sedikit kesakitan karena kuah panas soto Laura.


"Eh maaf ga sengaja." Spontan Laura yang kaget pun langsung meminta maaf pada Hamdan.


"Kalian ini ya, ribut mulu dimana-mana. Nih akibatnya kayak gini kan, orang lain yang kena imbasnya. Tanggung jawab gak!!!" Omelan Stefhani pada Angga dan Rani.


"Sorry bro gara-gara kita, jadi luka lengan tanganmu." Setelah diomelin Stefhani, Angga dan Rani langsung meminta maaf pada Laura dan Hamdan.


"Udahlah gapapa, santai aja. Lain kali jangan kayak gini lagi. Bahaya buat orang lain." Tumben Hamdan baik kak gitu, eh emang baik sih orangnya kayak author haha canda bestie.


"Yaudah, ni Stef sotonya. Aku mau ngobatin lukanya dia bentar di uks" Laura langsung menyerahkan soto yang sisa satu pada Stefhani. Bagaimanapun juga dia yang membuat lengan tangan Hamdan terluka. Walupun tidak sepenuhnya salahnya.


"Ntar langsung ke kelas aja ya kalo udah selesai." Kata Stefhani yang diangguki Laura.


Kemudian Laura segera mengobati luka Hamdan.


"Sorry banget ya, ga sengaja tadi." Sekali lagi Laura meminta maaf pada Hamdan.


"Yaelah, gapapa kali. Cuma luka ginian doang, entar sembuh sendiri." Balas Hamdan sedikit meringis saat Laura menempelkan kasa pada lukanya.


"Walaupun luka kecil, kalo dibiarin ntar malah makin parah tahu." Kata Laura memberitahu.


"Iya, thanks ya. Tumben Laura baik gini?" Balas Hamdan cengar-cengir.


"Sedari dulu Laura emang udah baik, Hamdan aja tuh yang baru tahu kalo aku ni baik." Ucap Laura sebelumnya akhirnya pamit untuk segera ke kelas.


..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...


...Maaf banyak typo😄...


...Jagan lupa like, komen, share, dan vote ya☺...


...Makasih buat yang udah setia nungguin kelanjutan cerita ini😊...


...~•~...


...Gimana mau lanjut ga? ...


.......


...Maaf untuk revisinya baru selesai setengah....


... Buat yang mau tanya-tanya atau mau tau info seputar cerita ini bisa DM dan pantau instagram author ya di...


...@ad_rmdh...


.......


...Dan satu lagi, kemungkinan kedepannya bakal lama up karena author lagi sakit. Do'ain biar cepet sembuh ya temen-temen semua, Aamiin. Ini aja udah aku usahain bisa up lagi. ...


...See u di episode berikutnya. Thankyou😉...


..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...