Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Ntar Kehujanan



Tak menunggu lama, Praka dan Bu dokter sudah berada di UKS.


" Pasti sakit banget yah ini? " Tanya Bu dokter yang di angguki Dhafiena.


Setelah selesai dengan acara menangani luka kaki Dhafiena yang terkena paku karatan tak lama juga sih.


" Dah selesai " Kata Bu Dokter.


" Terimakasih, dok. " Sambung Dhafiena.


" Ya sudah, saya permisi dulu. " Kata Bu dokter pamit sambil tersenyum.


Kaki Dhafiena yang terkena paku tadi sedikit di perban eh Bu dokter.


" Woy OSIS resek. " Panggil Dhafiena.


" Apaan? " Tanya Praka.


" Jam berapa ini? " Tanya balik Dhafiena.


" 16:10. " Jawab singkat Praka.


" Udah selesai kan hukuman gue? " Tanya Dhafiena lagi.


" Hm. " Jawab Praka.


" Ya udah, gue mau balik. " Kata Dhafiena turun dari brankar UKS.


Bruk


Yah karena tubuh Dhafiena tak bisa seimbang, jatuh lagi deh akhirnya si Dhafiena.


" Kalo gak bisa sendiri tu minta tolong. " Kata Praka berdiri dari duduknya menghampiri Dhafiena.


" Sini gue bantu. " Kata Praka lagi.


Praka memilah Dhafiena keluar UKS.


" Tas lo mana? " Tanya Praka.


" Masih di kelas. " Jawab Dhafiena.


" Lo tunggu sini bentar, gue mau ngambil tas dulu. " Kata Praka mendudukkan Dhafiena di kursi depan UKS.


" Huft, udah turun hujan lagi. Gimana mau baliknya coba? " Gumam Dhafiena mengamati turunnya hujan yang lumayan banyak.


Tak lama kemudian, Praka kembali menghampiri Dhafiena dengan membawa dua tas. Satu tas Dhafiena, satu lagi miliknya sendiri.


" Hujan kayak gini lo mau pulang? " Tanya Praka duduk di sebelah Dhafiena.


" Hm. " Jawab singkat Dhafiena.


" Ntar masuk angin kalo kehujanan. " Kata Praka.


" Kan bisa naik taksi. " Sahut Dhafiena.


" Jam segini jarang ada taksi lewat depan sekolah, apalagi hujan-hujan begini. " Kata Praka.


Dhafiena tak menjawab.


" Udah tunggu aja sampe reda hujannya. " Lanjut Praka.


" Woy kantin masih buka gak? " Tanya Praka.


" Kenapa? " Bukannya menjawab malah tanya balik si Praka.


" Mau tidur, yah makanlah. Ngapain lagi di kantin kalo gak makan. " Jawab Dhafiena ketus.


" Gak tau, coba kesana aja dulu. " Kata Praka.


Setelah setuju untuk ke kantin, Praka membantu Dhafiena dengan memapahnya menuju kesana.


Sampai di kantin.


Mbak Yeyen melihat Dhafiena dan Praka berjalan menuju kantin dengan seragam yang sedikit basah.


" Kalian kenapa hujan-hujanan jam segini? " Tanya Mbak Yeyen.


" Bukan hujan-hujan, Mbak. " Jawab Dhafiena.


" Oh kalian emang mau ke kantin, kenapa gak pake payung? " Tanya Mbak Yeyen lagi.


" Gak tau kalo ada payung, Mbak. " Jawab Dhafiena.


" Mbak, masih ada mie rebus gak? " Tanya Praka.


" Oh masih ada, berapa? " Jawab Mbak Yeyen.


" Dua aja. " Kata Praka.


" Minumnya apa? " Tanya Mbak Yeyen.


" Teh panas dua. " Jawab Dhafiena.


" Siap, duduk dulu gih. Biar Mbak buatin dulu. " Sambung Mbak Yeyen.


Kemudian Dhafiena dan Praka duduk di meja paling dekat dengan jendela.


Tak berapa lama kemudian Mbak Yeyen datang membawa dua mangkuk mie rebus dan teh panas.


" Kok jam segini belum pulang kalian kan udah sore ini? " Tanya Mbak Yeyen meletakkan pesanan mereka.


" Razia dulu mbak, saya di kasih tugas negara sama Bu Riska. " Jawab Dhafiena.


" Oh iya, kaki kamu kenapa kok tadi di papah sama Praka? " Tanya Mbak Yeyen.


" Kena paku, Mbak. Tapi udah di obatin kok. " Jawab Dhafiena.


" Ya udah, Mbak mau ke belakang dulu. Kalin makan gih keburu dingin. " Kata Mbak Yeyen pamit.


" Iya, Mbak. " Jawab Dhafiena dan Praka bersamaan.


" Ke mushola dulu habis itu baru pulang. " Kata Praka yang di angguki Dhafiena.


Kemudian mereka ke mushola untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib.


Setelah selesai sholat maghrib mereka kembali menuju ke parkiran.


" Weh mau kemana nih? " Tanya Dhafiena.


" Parkiran. " Jawab singkat Praka.


Karena malas berdebat, Dhafiena memutuskan untuk diam saja.


Terlihatlah moge warna hitam di parkiran samping gedung sekolah.


" Ini motor lo? " Tanya Dhafiena.


" Hm. " Jawab singkat Praka.


" Anterin gue ke depan gerbang, ntar gue naik taksi aja. " Kata Dhafiena.


" Udah di bilangin, kalo jam segini jarang ada taksi lewat. " Sahut Praka.


" Kalo gak naik taksi, gimana gue pulangnya OSIS resek? " Tanya Dhafiena.


" Gue anter. " Jawab Praka.


Jadi gini nya, Praka itu model orangnya tinggi, jadi bisalah naik motor kek gitu. Walaupun masih SMP.


" Ogah gue, bukan mahram. " Kata Dhafiena.


" Terus lo mau nunggu sampe besok pulangnya naik taksi hah? " Tanya Praka.


" Tas lo biar gue yang bawa. " Lanjut kata Praka.


Praka memakai tasnya di depan dan tas Dhafiena di pakai di belakang.


Praka langsung naik ke motor dan menghidupkan mesinnya. Karena udah lumayan gak deras hujannya, jadi mereka memilih untuk pulang saja. Toh juga udah hampir maleman.


" Udah buruan naik. " Kata Praka yang sudah berada di depan Dhafiena.


" Mana gue bisa, kaki gue masih sakit. " Sambung Dhafiena.


" Lo pegangan pundak gue, ntar bisa, cepet keburu hujan. " Kata Praka.


Terpaksa Dhafiena menuruti perintah Praka. Sedikit susah sih, tapi mau gimana lagi coba


Setelah bersusah payah akhirnya bisa juga Dhafiena naik ke atas motor Praka.


" Rumah lo dimana? " Tanya Praka.


" Komplek deket jalan Melati. " Jawab Dhafiena.


" Yang lengkap alamatnya. " Sahut Praka.


Setelah memberikan alamat rumahnya, Praka langsung menuju alamat yang sudah di berikan Dhafiena.


" Lewat jembatan jalan Cendrawasih aja biar cepet sampenya. " Kata Dhafiena setengah berteriak.


" Lewat jalan utama aja. " Sahut Praka.


" Apa gue ga denger? " Tanya Dhafiena.


" Ish... gue maunya lewat jalan utama aja. " Jawab Praka.


" Udah lewat jembatan itu aja biar cepet sampe rumahnya. " Kata Dhafiena yang masih ngeyel.


" Ogah sana sepi, bahaya. " Kata Praka.


" Ya udah gue naik taksi aja kalo lo gak mau lewat sana. " Sahut Dhafiena.


" Hm, ya udah lewat sana. " Jawab Praka menuruti kata Dhafiena.


Jalanan sedikit gelap karena kurang pencahayaan di daerah jembatan yang di maksud Dhafiena.


Tiba-tiba saja....


......………………………………......


.......


.......


.......


.......


.......


...Wah, tiba-tiba kenapa yah mereka?...


.......


.......


.......


...Yuk di like dulu biar tahu kelanjutannya....


...Maaf banyak typo....


.......


.......


.......


...Maaf juga di part ini pendek....