
Terlihat orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Dan sudah pasti, di tempat perpisahan ini, tidak asing lagi pemandangan kegembiraan dan kesedihan. Kegembiaraan menyambut kedatangan dan kesedihan melepaskan seseorang. Selain itu juga terdengar suara khas petugas yang mengonfirmasikan keberangkatan dan kedatangan pesawat, juga suara para penumpang yang sibuk dengan urusannya sendiri.
Dari tempatnya duduk bersama bang Kevin, Dhafiena melihat sepasang penumpang berlari ke arah petugas karena ditinggal pesawat.
"Bang, lihat tuh mereka. Kasian ditinggal pesawat." Dhafiena menunjukkan ke arah sepasang kekasih dengan dagunya.
"Oh, yang ketinggalan penerbangan." Sahut bang Kevin singkat.
"Bukan, ga ada yang namanya ketinggalan, adanya ditinggal. Sama seperti kereta, ga ada penumpang yang ketinggalan, adanya mereka yang ditinggal." Oceh Dhafiena mengeluarkan opininya.
Terlihat juga seorang ibu yang sedang mengejar anaknya yang berusia kurang lebih 3,5 tahun yang sedang aktif-aktifnya berlari kesana-kemari.
Beberapa saat kemudian, terdengar informasi keberangkatan pesawat yang akan di tumpangi Dhafiena dan bang Kevin. Mereka langsung bergegas menuju ke arah petugas.
Kemudian, sebelum masuk pesawat, mereka menunjukkan paspor kepada pramugari, dan langsung mencari kursinya. Seperti Dhafiena saat ini yang sudah duduk dengan tenang sambil menutup mata bersiap tidur. Kalau orang lain, sudah pasti sibuk berfoto-foto.
Ketika pesawat sudah berada di udara, Dhafiena tiba-tiba membuka matanya.
"Wah udah terbang aja nih." Dengan raut wajah gembira, Dhafiena langsung mengeluarkan handphonenya dan memotret pemandangan awan dari balik jendela.
"Tumben bikin story whatsapp." Celetuk bang Kevin yang baru saja melihat unggahan story adeknya dengan caption 'stay happy'.
"Sekali-kali lah bang."
Karena tidak boleh menggunakan handphone saat di pesawat, keduanya langsung mematikan handphonenya.
Setelah beberapa menit berada di udara, para pramugari mulai menawarkan makanan pada para penumpang. Mulai dari makanan ringan, hingga berat. Dhafiena dan bang Kevin menikmati makanannya dengan tenang. Setelah selesai, orang-orang terlihat saling berbincang. Ada juga yang membaca buku, tidur, dan ngalamun.
Disaat Dhafiena sedang asik berbincang, pesawat tiba-tiba oleng. Tak hanya satu dua kali, tapi beberapa kali dan membuat para penumpang dilanda rasa takut dan kekhawatiran.
"Astagfirullah."
"Innalillahi."
Dhafiena dan bang Kevin yang awalnya hanya terkejut, raut wajahnya berubah menjadi panik.
"Dimohon untuk seluruh penumpang bersiaga. Gunakan sabuk pengaman dan tetap tenang. Kami dari pihak maskapai sedang mengupayakan semaksimal mungkin. Jangan lupa tetap berdoa memohon perlindungan dari Tuhan. Terima kasih."
Alih-alih tenang, di situasi seperti ini semua orang sibuk dengan dirinya masing-masing dan jangan dilupakan dengan rasa was-was dalam diri.
"Dek, pegang tangan abang erat-erat ya. Ayo dzikir dan berdoa, mohon sama Allah agar diberikan keselamatan. Kita gak tau kedepannya bakal gimana." Bang Kevin segera meraih tangan Dhafiena.
"Iya bang, jangan lepasin tangan adek ya bang!" Dengan terisak, Dhafiena memegang tangan bang Kevin sangat erat.
"Iya, kamu jangan mikir yang engga-engga ya. Kita semua insyaAllah akan selamat." Dengan mata yang berkaca-kaca, bang Kevin tetap tersenyum walaupun sebenarnya panik gak karuan.
"Aamiin."
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
...✨...
...Lama banget ya ga update part baru?...
...Maaf kalau masih banyak typo hehe...
...Terima kasih buat teman-teman yang sudah setia menunggu part ini di up....
...Jangan lupa tungguin part selanjutnya ya,...
...see you :)...
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...