
Setelah sampai di rumah Dhafiena....
"Gimana tadi di sekolahnya?" Tanya Bang Kevin.
"Gak gimana-gimana sih, Bang." Jawab Dhafiena santai.
"Dah akrab belum sama temen-temen baru disana?" Tanya Bang Kevin lagi.
"Udah lumayan lah. Orang-orangnya asik semua. Gak sia-sia aku sekolah lagi. Hahaha..." Jawab Dhafiena sambil tertawa mengingat Ratu dkk yang dihukum tadi.
"Allhamdulilah kalau gitu." Lanjut Bang Kevin.
"*S*emoga kamu bisa tertawa kayak gini terus, Dek. Abang ikut seneng kamu bahagia di sekolah." Batin Bang Kevin.
"Kalo gitu ke atas duluan ya, Bang. Mau bersih-bersih dulu." Pamit Dhafiena yang berjalan ke arah tangga.
"Kalo udah, langsung turun buat makan yah." Sahut Bang Kevin sedikit teriak.
"Oke, Bang." Jawab Dhafiena singkat.
_______________
Setelah Dhafiena selesai bersih-bersih dan istirahat sebentar, dia langsung turun ke bawah menuju dapur.
"Lagi masak apa, Bi?" Tanya Dhafiena saat sudah berada di dapur menemui Bi Siti.
"Ini, Non cuma kurang bikin minum aja kok. Makanan udah selesai tinggal bawa ke meja makan aja." Jawab Bi Siti.
"Oh, kalo gitu aku yang bikin minum. Bibi bawa aja makanannya ke meja dulu!" Pinta Dhafiena.
"Mau bikin minum apa? Biar Bibi aja yang buatin, Non tinggal duduk aja." Kata Bi Siti.
"Gak usah, Bi. Cuma mau bikin jus nanas sama jus alpukat aja kok." Sahut Dhafiena mengeluarkan buah dari dalam kulkas.
"Oke deh, Non. Kalo buah nanas nya yang udah di kupas, ambil di sebelah kanan itu dah ada." Kata Bi Siti.
"Siap, Bi." Kata Dhafiena.
Kemudian Bi Siti membawa makanannya ke meja makan. Sedangkan Dhafiena masih berkutat di dapur untuk membuat jus.
Tak lama kemudian Bang Kevin dan Dhafiena sudah ada di meja makan.
"Bi, tolong panggilin Pak Ferdi sekalian, boleh?" Tanya Dhafiena.
"Iya, tunggu sebentar, tadi udah bibi panggil non, tenang aja." Jawab Bi Siti.
Beberapa saat kemudian, Pak Ferdi datang menyusul ke meja makan.
"Wah udah pada nungguin saya ya?" Tanya Pak Ferdi sambil tersenyum.
"Iya dong, pak biar bisa makan bareng-bareng." Jawab Dhafiena yang di angguki Pak Ferdi.
"Ya udah ayo duduk semua, kita makan bareng-bareng" Kata Dhafiena penuh semangat.
"Tapi, saya harus tunggu di depan, Non. Nanti kalo ada orang jahat atau maling gimana?" Tanya Pak Ferdi.
"Tenang, kalo ada yang mau maling gerbang, gak akan bisa. Kalo ada orang jahat, nanti biar aku aja yang nyleding tuh orang." Jawab Dhafiena yang membuat orang-orang di sana terkekeh dengan ucapan Dhafiena.
"Non, bisa aja." Sahut Bi Siti.
"Udah, ayo duduk aja. Kita makan bareng-bareng. Nanti di lanjut lagi pekerjaannya." Kata Bang Kevin yang di angguki Dhafiena.
"Terimakasih, Non, Den." Kata Bi Siti dan pak Ferdi bersamaan.
"Santai aja kali bi, pak." Kata Dhafiena.
Kemudian penghuni rumah itu langsung makan siang dengan tenang tanpa hambatan apapun.
"Allhamdulilah, kenyang. Mau dibantuin beresin nggak, Bi?" Tanya Dhafiena setelah selesai makan.
"Oke kalo gitu, aku ke atas dulu. Bye bye semua." Kata Dhafiena beranjak dari meja makan menuju ke kamarnya.
•••
🛏 Di kamar Dhafiena.
"Mau ngapain, masih jam segini juga." Gumam Dhafiena. "Males banget tidur jam segini." Lanjutnya.
"Aha, mending liat film aja lah daripada bosen." Kata Dhafiena saat muncul ide di otaknya.
"Pake laptop kali ya biar seru. Hihihi..." Lanjutnya sambil mengambil laptopnya di atas meja belajar.
"Tapi liat film apaan nih? Kan banyak tuh genre film." Dhafiena berpikir lagi untuk menentukan mau nonton film apa.
"Horor kali yah. Seru juga tuh kayaknya." Dhafiena memutuskan menonton film horor yang telah di pilihnya.
Dia menonton film selama 30 menit saja.
Setelah selesai dia bingung mau ngapain lagi.
"Terus ngapain yah ini, baca novel yang waktu itu gue beli sama Bang Kevin ajalah." Gumam Dhafiena berjalan keluar kamar menuju ruang bukunya.
Setelah bosan membaca novel, dilanjutkan mengerjakan tugas dari sekolah.
•••
Malam harinya, Dhafiena hanya sibuk dengan rebahan berguling-guling tidak jelas.
Dhafiena memilih untuk mencari abangnya dikamar sebelah.
"ASSALAMU'ALAIKUM, ABANG." Panggil Dhafiena sedikit berteriak didepan pintu kamar bang kevin.
"Wa'alaikumsalam, masuk adek gak dikunci." Sahut bang Kevin dari dalam dengan berteriak juga.
Tanpa basa-basi, Dhafiena langsung masuk ke kamar abangnya karena sudah mendapat izin.
"Abang lagi ngapain?" Tanya Dhafiena saat melihat abangnya sedang fokus pada layar laptop didepannya.
"Ini cuma ngecek berkas aja kok, nah dah selesai." Jawab bang Kevin dilanjut menutup laptopnya. "Udah malem kok belum tidur, hmm?"
"Belum ngantuk." Jawab Dhafiena tiba-tiba malah menguap.
"Katanya belum ngantuk, itu tadi apa?" Canda bang Kevin membuat Dhafiena cengengesan.
"Ih ga gitu ya. Di kamar gatau mau ngapain, ya udah kesini aja deh." Jelas Dhafiena merebahkan tubuhnya di tempat tidur abangnya itu.
"Bang, nanti aku bakal kerja di kantor juga atau gimana?" Tanya Dhafiena sambil berpikir.
"Terserah adek. Kalo mau dikantor juga gapapa, nanti kerja sama abang." Jawab bang Kevin sambil mengelus kepala adek tercinta.
"Gajinya berapa, bang?" Tanya Dhafiena yang sebenarnya hanya penasaran dengan gaji karyawan disana, kantor abangnya.
"Ya beda-beda, tergantung posisi atau jabatan yang dipegang.
...
…………………………………
Segini dulu yah, maaf kalo nggak seru ceritanya. Soalnya Author bingung mau milih tema apa lagi. 🙂
Dan juga maaf banyak typo. 🙏
Jangan lupa untuk selalu dukung author yah. 🤗
Thanks.✨