Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Hari Pertama di Sekolah Baru



...Kata keluarga saya, kejujuran adalah hal penting dan harus diutamakan....


...~Dhafiena~...


...…………………………………...


....


Citttttttttt....


Anggap aja suara mobil yang di rem mendadak dan...


Dukhh...


Kepala Dhafiena terbentur dashboard mobil Bang Kevin.


"Aduh, kenapa sih, Bang berhentilah mendadak?" Tanya Dhafiena meringis kesakitan sambil mengusap jidatnya.


"Salah siapa ngagetin. Nih bener mau ke SMP aja?" Tanya Bang Kevin pada Dhafiena.


"Iya, disana kan ada Laura sama Stevani. Biar bareng sama mereka aja." Jawab Dhafiena.


"Kenapa gak langsung SMA aja biar cepet selesai?" Tanya Bang Kevin.


"Yah, kalau aku masuk SMA di umur yang seharusnya masih SMP, mana bisa nyambung ntar. Yang ada dikucilkan disana abang aku yang ganteng." Jawab Dhafiena cepat.


"Bentar abang telfon kepala sekolah dulu kalo gitu." Kata Bang Kevin kemudian mencari kontak kepala sekolah SMP yang akan dimasuki Dhafiena.


Setelah beberapa menit kemudian...


"Oke, kita langsung ke SMP aja." Kata Bang Kevin yang diangguki Dhafiena.


Kemudian Bang Kevin meluncurkan mobilnya menuju ke SMP, garis bawahi yah Smp bukan SMA. Bisa gawat juga kalo malah ke SMA.. 😅


Di tengah perjalanan tiba-tiba....


"Eh... eh... eh..., Bang." Panggil Dhafiena tiba-tiba.


"Apaan, jangan bilang berubah pikiran mau langsung ke SMA?" Tanya Bang Kevin penuh curiga.


"Elah, kagak kali bang." Sahut Dhafiena dengan cepat.


"Terus apa lagi?" Tanya Bang Kevin lagi.


"Emang abang tau, sekolah Laura sama Stevan ada dimana? " Tanya Dhafiena pada abangnya yang masih fokus menyetir.


"Tahu dong, di SMP Perjuangan kan? " Tebak Bang Kevin.


"Hm, bener juga." Ucap Dhafiena.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil Bang Kevin berhenti di depan gerbang sekolah.


"Makasih, Bang. Turun dulu yah. Assalamu'alaikum." Pamit Dhafiena turun dari mobil.


"Oke. Wa'alaikumsalam, belajar yang rajin." Nasihat Bang Kevin yang diangguki Dhafiena.


Kemudian Bang Kevin melajukan mobilnya menuju suatu perusahaan atau kantor tempat ia bekerja.


Sedangkan Dhafiena...


"Wah, gerbang dah ditutup nih. Kalo manjat, masak iya murid baru mau manjat pagar. Apa kata dunia nanti?" Gumam Dhafiena berada di depan gerbang sekolah yang sudah ditutup.


"Ada apa, neng?" Tanya pak satpam yang tiba-tiba saja lewat.


"Ya mau masuk lah, Pak. Masak iya mau cari botol bekas." Jawab Dhafiena cepat.


"Hehe neng murid baru yah, masalahnya saya ga pernah liat?" Tebak Pak Satpam.


"Pak satpam tahu aja." Kata Dhafiena sambil mengangguk.


"Kenapa jam segini baru datang? Kan udah telat. Pelajaran juga sudah dimulai dari tadi." Ucap Pak Satpam.


"Yaelah, Pak. Kepo amat, kaki saya pegel nih, dari tadi berdiri mulu. Lagian saya gak tahu kalo udah masuk daritadi." Keluh Dhafiena.


"Yah duduk atuh kalo capek mah." Kata Pak Satpam.


"Kagak ada kursinya, Pak." Sahut Dhafiena.


"Buruan Pak, bukain gerbangnya! " Perintah Dhafiena pada Pak satpam.


"Nanti dihukum gimanaa, mending balik aja dulu lah. Besok dateng lagi kesini pagi-pagi biar gak telat. Ya kali murid baru telat. Sejarah dari mana tuh?" Ucap Pak satpam.


"Sejarah dari saya barusan." Jawab Dhafiena.


"Astagfirullah." Pak satpam tadi mengucapkan istighfar.


Kira-kira seperti itu perdebatan antara Dhafiena dan Pak satpam.


Tiba-tiba ada seorang cowok memakai almamater OSIS, datang menghampiri dua insan yang sedang berdebat. Sepertinya dia anggota OSIS yang sedang patroli.


"Ada apa ini?" Tanyanya to the poin.


"Ini nak, ada murid baru telat." Jawab Pak satpam.


"Bukain aja gerbangnya Pak!" Perintah Cowok tadi pada Pak satpam.


"Baiklah, Nak." Jawab Pak satpam membukakan gerbang.


"Terimakasih, Pak." Kata Dhafiena pada Pak satpam.


"Ikut!" Kata singkat dari cowok tadi.


Sedangkan Dhafiena hanya diam mematung, karena berusaha mencerna maksud perkataan sang cowok beralmamater tadi. Itu cowok bicara sama pak satpam atau sama dia.


"Sudah ikut saja, neng." Kata pak satpam membuyarkan lamunan Dhafiena.


"Oke." Kata Dhafiena berjalan mengikuti cowok tadi.


Kemudian mereka berhenti di depan pintu ruang BK, terlihat dari nama yang tertera di bagian atas pintu.


tok tok tok


"Masuk." Kata seseorang dari dalam ruangan itu.


Kemudian cowok tadi masuk diikuti Dhafiena dibelakangnya.


"Ada apa, Nak?" Tanya seorang guru perempuan di sana.


"Ada murid baru terlambat, Bu." Ucapnya sopan.


Dhafiena lamgsung duduk di depan guru tadi.


"Apa benar kamu murid baru?" Tanyanya.


"Hm." Jawaban singkat dari Dhafiena sambil mengangguk pasti.


"Kenapa terlambat datang?" Tanya guru tadi.


"Tadi salah arah, Bu." Jawab Dhafiena.


"Salah arah?" Katanya memastikan perkataan Dhafiena.


"Hm, tadi salah arah ke SMA." Jelas singkat Dhafiena jujur.


"Jamu nggak bohongkan?" Tanya Bu guru tadi.


"Kata keluarga saya, kejujuran adalah hal penting yang harus di utamakan. Jadi buat apa saya bohong. " Kata Dhafiena.


"Baiklah, ibu percaya." Kata Guru tadi.


"Sebelumnya perkenalkan, nama Ibu Riska, guru Bk di sekolah ini." Ucap Bu guru tadi mengenalkan dirinya. Yah ternyata namannya Riska.


"Siapa juga yang tanya coba?" Kata Dhafiena dalam hati.


"Kamu boleh ke ruang kepala sekolah dulu. Buat menanyakan ruang kelas. Dan untuk keterlambatan kamu, ibu kasih toleransi untuk hari ini tidak jadi dihukum." Ucap Bu Riska sedikit panjang × lebar.


"Baik, Bu." Sahut Dhafiena.


"Nak Praka, Bisa kamu antarkan dia ke ruang kepada sekolah?" Tanya Bu Riska pada Cowok yang bernama Praka.


"Bisa." Lagi-lagi jawaban singkat dari Praka.


Kemudian Praka keluar dari ruang BK di ikuti Dhafiena dari belakang. Di sepanjang koridor hanya ada meraka berdua. Karena jam pelajaran sedang berlangsung.


"Gila, nih orang dari tadi diem-diem bae." Gumam Dhafiena dalam hati.


Setelah beberapa saat kemudian, Praka berhenti di depan pintu ruang kepala sekolah.


Tapi tidak dengan Dhafiena, dia hanya menunduk sambil membenarkan jilbab yang dikenakannya.


Brukh...


Tiba-tiba Dhafiena menabrak Orang di depannya karena tak melihat jalan dengan benar.


"Aduh." Satu kata keluar dari mulut Dhafiena, karena jidatnya sedikit kesakitan saat menabrak punggung seseorang. Yang tak lain dan tak bukan adalah Praka.


"Kalo berhenti tuh bilang-bilang. Ketabrak kan jadinya." Omel Dhafiena oada Revan. Namun dihiraukan nya.


tok tok tok


"Masuk." Ucap Pak kepala sekolah.


"Ini Pak, ada murid baru." Kata Praka sopan.


"Oh kamu Dhaf. Kamu di kelas VIII B. Tolong antarkan Dhafiena ke kelasnya sekalian ya nak Praka!" Ucap Pak Kepala sekolah.


"Baikalah, saya permisi. " Kata Praka berjalan keluar dari ruang kepala sekolah. Dhafiena kembali mengikuti dari belakang.


Tak butuh waktu lama, Dhafiena dan Praka sudah berada di depan pintu kelas VIII B.


Tok tok tok


Kemudian keluar sekarng guru dari dalam kelas.


"Ada apa, Praka?" Tanya Seorang guru perempuan.


"Ini ada murid baru, Bu." Jawab Praka.


"Baiklah, kamu boleh kembali ke kelas." Kata Bu guru.


Kemudian Praka meninggalkan Dhafiena di sana. Ya kali mau ikut ke kelas Praka, kan beda kelasnya.


"Tunggu disini sebentar, nanti saya panggil lagi." Kata Bu guru yang di angguki Dhafiena.


"Anak-anak, mohon perhatiannya sebentar. Kita kedatangan murid baru." Kata Bu guru yang membuat satu kelas menjadi gaduh.


"Cowok apa cewek, Bu? "


"Semoga cecans.*


"Semoga cogan."


"Kira-kira siapa yah murid barunya?"


"Semoga ga ikut gengnya Ratu."


Kira-kira seperti itulah suara dari para pelajar yang ada di ruang jelas VII B.


"Sudah tenang dulu. Silahkan masuk nak!" Kata Bu guru tadi melihat ke arah Dhafiena yang masih di depan pintu.


Kemudian...


………………………………


Nih author kasih panjang ceritanya. Mumpung hari sabtu. 😅


Ayolah para readers semua, masak cuma jadi pembaca gelap aja. Tolonglah kasih like, komen, dan vote, nggak susah kan. Atau pilih salah satu juga boleh. 😢


Hargailah karya author yah. Hanya dengan dukungan kalain author jadi semangat buat up part selanjutnya. 😔


Sebelumnya author mau minta maaf sama readers semua. Maaf kalau ceritanya nggak bagus, nggak menarik, trus ngebosenin lah. Soalnya author juga lagi belajar bikin novel. Jadi mohon dimaklumi ya. 🤗


Dan mohon maaf kalau banyak typo dalam cerita ini. 😁


Kalian juga bisa follow ig author yah


👉 ad_rmdh


………………………



Thank you so much buat readers yang masih setia nunggu kelanjutan cerita ini.


🙏