Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Keterkejutan



Hari ini Dhafiena sudah berangkat ke sekolah lagi seperti biasanya. Namun kali ini dia berangkat lebih pagi dari sebelumnya.


" Tuh anak OSIS yang biasanya jaga gerbang pada kemana dah? Biasanya jam segini udah pada baris di depan eh." Gumam Dhafiena saat sudah sampai di depan gerbang sekolahannya.


Karena tidak begitu penting bagi Dhafiena, akhirnya Dhafiena memutuskan untuk langsung masuk saja. Toh bukan urusannya juga kan.


Baru juga tujuh langkah dari gerbang, tiba-tiba ada suara seseorang dari arah belakang Dhafiena.


" Mau kemana? " Tanya orang itu.


" Kelas. " Jawab singkat Dhafiena tanpa menoleh ke arah orang yang memanggilnya itu. Yah, dia adalah si OSIS resek, iya Praka.


" Sini dulu bentar! " Kata Praka to the point dengan tujuannya memanggil si Dhafiena.


" Apa sih? " Tanya Dhafiena menolah ke arah orang yang mengajaknya berbicara.


" Cek kuku tangan. " Jawab Praka.


" Ngapain liat kuku tangan gue segala? " Tanya Dhafiena lagi.


" Hari jum’at. " Jawab Praka kurang jelas.


Dhafiena diam saja sambil mengingat-ingat ada apa dengan hari jum’at.


Setelah beberapa detik kemudian, Dhafiena langsung mengingat tentang peraturan hari Jum’at di sekolahnya itu.


" Ya elah, Gua lupa belum potong kuku. Kan Lo juga tau kalo Gua habis sakit. " Kata Dhafiena pada Praka.


" Duduk sana. " Titah Praka pada Dhafiena.


" Mo ngapain nyuruh Gua duduk? " Tanya Dhafiena.


Tiba-tiba Praka langsung menarik tangan kanan Dhafiena untuk segera duduk di kursi yang dia maksudkan tadi.


" Eh eh, ngapain sih Lo? " Tanya Dhafiena yang merasa kesal pada Praka.


" Diem, biar Qia yang potong kuku tangan Lo. Daripada Lo di hukum guru BK. " Jawab Praka menjelaskan maksudnya.


" Ogah, udah Lo catet nama Gua aja gpp. Bodoamat mau di panggil guru BK. " Tolak Dhafiena langsung meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Praka hanya menggelengkan kepalanya saja melihat sikap Dhafiena itu.


" Assalamu’alaikum. " Ucap salam Dhafiena saat memasuki ruang kelasnya.


" Wa’alaikumsalam. " Jawab salam seseorang dari dalam kelas.


Ternyata di kelas sudah ada Angga, Dhimas, dan Meisie.


" Dhafiena. " Panggil ketiga orang itu bersamaan dengan nada sedikit kaget.


Dhafiena hanya mengagkat alis kanannya untuk menanggapi panggilan ketiga orang itu tadi.


" Astaga, lo kemana aja sih kok kemarin-kemarin gak masuk sekolah? " Tanya Meisie pada Dhafiena.


" Gak kemana-kemana. " Jawab Dhafiena.


" Lah, yang bener aja? Kemarin lo aja gak masuk tiga atau empat hari kan yah? " Tanya Dhimas yang bingung dengan jawaban Dhafiena.


" Iya bener. Lo gak kenapa-kenapa kan? " Tanya Angga yang ikut nimbrung.


" Assalamu’alaikum. " Ucap salam seseorang yang masuk kedalam ruang kelas.


Yah, itu adalah si ketua kelas, Jordan yang di belakangnya ada Laura, Stevanie, dan beberapa siswa lain.


" Eh, dah sembuh Dhafiena? " Tanya Jordan pada Dhafiena.


" Apa??? " Kaget mereka bersamaan. (Gila kagetnya bisa bareng-bareng gitu yak.. Canda kok hehe. Skip aja.)


Dhafiena hanya mengangguk untuk menanggapi pertanyan Jordan.


" Jadi lo gak masuk sekolah karena sakit? " Tanya mereka yang kaget tadi bersamaan lagi (Haduh, kenapa bisa barengan lagi dah?)


" Hm. " Jawab Dhafiena singkat.


" Emang sakit apaan? " Tanya Dhimas.


" Iya nih, sakit apa lo Dhaf? Kok gak kasih kabar ke kita sih? Di telfon juga gak bisa. ‘ Tanya Laura. 


" Tau tuh, sakit apa sih? " Tambah Stevanie yang ikut-ikutan bertanya.


" Cuma..." Belum juga selesai menjawab, tiba-tiba ada pemberitahuan dari pengeras suara.


" Selamat pagi, semua. Di mohon untuk ananda Praka dan Dhafiena segera menuju ruang bimbingan konseling sekarang juga. Terima kasih. " Kira-kira seperti itulah informasi yang di sampaikan dari pihak sekolah.


" Lo bikin masalah apa lagi, Dhafiena? Baru juga masuk sekolah, udah main ke ruang BK aja lo? " Tanya Laura.


" Gak tau lah. Ya udah gua kesana dulu, bye. " Jawab Dhafiena langsung meninggalkan ruang kelasnya dan langsung menuju ruang BK.


Saat sudah sampai di ruang BK ternyata sudah ada Si OSIS resek yang sedang berbincang-bincang dengan Guru BK. Siapa lagi kalau bukan Praka.


Tok tok tok


Dhafiena mengetuk pintu ruang itu dan langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari orang yang ada di dalam.


" Eh, kamu dah dateng, duduk dulu. " Ucap Bu BK pada Dhafiena.


" Hm. " Dhafiena hanya menjawab dengan sangat singkat.


" Jadi begini, mohon maaf kemarin para guru tidak menjenguk kamu saat sakit. Karena waktu itu sedang ada rapat di sekolah sebelah beberapa hari. " Kata Bu BK meminta maaf pada Dhafiena.


" It's okay. " Jawab Dhafiena.


" Baiklah, sekarang tolong Praka antarkan Dhafiena ke ruang guru terlebih dahulu! " Ucap Bu BK pada Praka.


" Baik, Bu. Kita permisi dulu. " Kata Praka sembari berpamitan.


" Iya, silahkan. " Kata Bu BK.


Praka dan Dhafiena melewati tangga untuk menuju ke ruang guru. Yakali bisa teleportasi kan. Hahaha:)


Setelah sampai di depan pintu ruang guru, ternyata-......


...…………………………………………...


Maaf banyak typo😅


~


Penasaran gak apa yang akan terjadi di ruang guru? Tunggu aja kelanjutannya yah😇


~


Jangan lupa like, komen, dan vote oke?🤗


....... ......