Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Belum Gajian



...Kalau mau halu boleh kok setinggi-tingginya, asalkan halunya dalam dunia fiksi aja yah....


...Jangan sampai halu ketinggian di dunia real, bisa gawat kalau kayak gitu....


...~author~...


...……………………………………...


Setelah sampai di kantin...


"Gila rame amat ini kantin. Tuh penghuni kelas kita aja udah pada disini semuanya." Gumam Laura pelan, namun masih bisa di dengar oleh Dhafiena dan Stevani.


"Ya iyalah, kalian aja lama banget." Sahut Dhafiena.


"Ye maap maap." Kata Laura dan Stevani bersamaan.


"Duduk dimana nih kita?" Tanya Laura.


" Bentar..... " Kata Stevani melihat seisi kantin dan...


"Aha... Tuh di pojok tempat kita biasanya untung nggak ada yang nempatin." Ucap Stevani saat melihat tempat biasanya dia dan Laura makan.


"Ya iyalah, mana ada yang mau nempatin. Bisa-bisa kalian baku hantam kan?" Sahut Dhafiena cepat.


"Hehehe... Udah yuk sana langsung aja." Ajak Laura pada Dhafiena dan Stevani.


Kemudian ketiga gadis itu melangkah ke tempat yang ada di pojok kantin.


"Widih ada neng cantik nih.*


"Duduk sini aja, semeja sama abang."


"Hey, kasih jalan dong. Tuh calon istri gue mau lewat."


"Trio bidadari nih."


"Mau makan apa cantik, sini abang yang pesenin."


Kira-kira seperti itulah ocehan para siswa laki-laki dan masih banyak lagi. Namun ketiga gadis tadi tak menanggapinya.


"Pesen apa kalian, biar gue aja yang pesenin." Tawar Stevani pada Dhafiena dan Laura yang sudah duduk di kursi kantin.


"Bakso sama es jeruk aja." Kata Dhafiena.


"Gue samain kayak Dhafiena aja." Sahut Laura.


"Oke, kalo gitu sama semua." Kata Stevani melangkah memesan makanan.


Tiba-tiba datang seorang siswa laki-laki dan siswi perempuan menghampiri meja Dhafiena dan kawan-kawan.


"Hai, kita boleh duduk disini bentar nggak?" Tanya siswa laki-laki tadi yang di angguki Dhafiena.


"Kenalin, gue Jordan ketua kelas VIII B, sekalian ngewakilin anak-anak kelas VIII B ngucapin makasih yah." Kata Jordan.


"Buat?" Tanya Dhafiena.


"Tadi di kelas." Kata Jordan menjawab Dhafiena.


"Kenalin juga, gue Meisie. Gue paling tau berita trend di sekolah ini. Kalo lo mau tanya-tanya tentang berita trend juga boleh." Ucap Meisie.


"Dasar tukang gosip lu. Ini ratu gosip, Dhaf." Sahut Jordan.


"Apaan sih lu, sewot amat jadi orang." Kata Meisie.


"Udah-udah kalian ini." Kata Laura heran.


"Oh ya, makasih banget lho, Dhaf. Gara-gara lo, kita satu kelas di traktir ama wali kelas sendiri untuk yang pertama kalinya. Apalagi tuh guru killer nya gak ketulungan." Kata Meisie pada Dhafiena.


"Santai aja lah. Jadi kalian baru kali ini di traktir Bu'Set?" Tanya Dhafiena.


"Hah? Bu'Set?" Tanya Jordan dan Meisie bersamaan.


"Iya, Bu'Set... ta kan namanya." Jawab Dhafiena santai.


"Bisa aja lo, hahaha." Kata Meisie sambil tertawa.


"Ya udah kalo gitu, kita balik ke meja kita ngelanjutin makan yah. Bye bye." Pamit Jordan yang di ikuti Meisie.


Tak lama kemudian Stevani datang membawa pesanan yang tadi.


Tak menunggu waktu la, ketiga gadis itu langsung makan dengan tenang.


Dhafiena memakan makanannya dengan mendengarkan bacaan Qur'an menggunakan handsetnya.


 ---------------


Disisi lain yaitu ruang guru,,, Bu Setta nampak lesu setelah dari kelas VIII B, yang tak lain dan tak bukan adalah kelas Dhafiena.


"Kenapa, Bu? Kok mukanya di tekuk gitu." Tanya Pak Rohan selaku guru fisika yang menyukai Bu Setta sedari dulu. Hahahha.


"Nggak ada apa-apa kok, Pak." Jawab Bu Setta berbohong.


"Nggak usah sungkan kalo ada masalah cerita sama saya aja, Bu. Saya siap mendengarkan curhatan dari Bu Setta kok." Kata Pak Rohan menawarkan diri untuk mendengarkan curhatan dari Bu Setta.


"Saya juga siap menerima Bu Setta apa adanya dalam kehidupan saya nantinya." Lanjut kata Pak Rohan menggoda Bu Setta. Eaaaa.... 🤣


Sedangkan yang di goda malu-malu meong, eh maksudnya malu-malu kucing. 🐱


"Ada-ada saja, Pak Rohan ini." Sahut Bu Setta malu-malu guys. ☺


"Tadi ada murid baru, Pak. Kalau dia benar menjawab semua pertanyaan di papan tulis saya penuhi keinginan nya." Kata Bu Setta memulai curhatannya. Hahahaha 😂


"Keinginan apa, Bu? Keinginan supaya ibu bersama saya selamanya?" Tanya Pak Rohan.


"Apaan sih, Pak. Itu satu kelas VIII B minta di traktir. " Jawab Bu Setta.


"Waduh, gimana, Bu? Saya juga nggak punya uang ini." Sahut Pak Rohan.


"Iya terus kenapa? Saya kan nggak minta bantuan, Pak Rohan." Kata Bu Setta yang membuat Pak Rohan cengar-cengir.


Disisi lain, ada yang merekam suara kejadian itu. Ternyata dia adek kelas sekaligus anak buah Meisie bernama Siska.


Siska langsung mengirim pesan suara pada Meisie untuk laporan gosip ternyata. Wkwkwkwk.


(*)(*)(*)


📩 Siska_tengil


: Kak, ini ada berita terbaru dari ruang guru. Wali kelas kakak kan itu?


📩 Meisie_rtg


: Oke, thnks infonya. Iya itu Wali kelas gue. Jangan lu sebarin!


📩 Siska_tengil


: Siap, Kak. 👌


(*)(*)(*)


Siswa yang diketahui bernama Siska langsung meninggalkan ruang guru dan menuju kelasnya.


..................


Kembali ke meja Dhafiena dkk.


"Gue pergi dulu, kalian langsung ke kelas aja. Ntar gue nyusul." Kata Dhafiena.


"Mau kemana lu?" Tanya Laura.


"Ada urusan bentar." Jawab Dhafiena meninggalkan kedua sahabatnya.


Laura dan Stevani kembali ke kelas sesuai permintaan Dhafiena.


Tak lama kemudian Meisie datang ke kelasnya.


"Dari mana aja lu baru masuk? " Tanya Jordan sang ketua kelas dengan muka sok galak.


"Biasa dari kantor manggil guru." Jawab Meisie.


"Lah mana gurunya?" Tanya Wahyu, siswa yang di tertawakan tadi pagi.


"Bentar napa, ini gue juga mau ngomong." Sahut Meisie sedikit kesal.


"Gue bawa dua berita sekaligus." Ucap Meisie.


"Apaan?" Tanya teman satu kelas.


"Berita yang pertama adalah..................................................................................……………………………………..... nungguin yah... " Kata Meisie menjeda kalimatnya yang membuat satu kelas kesal padanya.


"Yang bener lo kalo ngomong. Gua turunin jabatan lo nanti." Sahut Jordan.


"Hari ini kita free class... Guru kelas 8 pada rapat semua. Dan berita kedua paling heboh..." Kata Meisie dengan cepat yang membuat satu kelas bersorak gembira.


"Berita kedua adalah..." Belum sempat Meisie selesai bicara, sudah disambar langsung oleh Wahyu.


"Tunggu... ✋" Kata Wahyu sambil mengangkat tangan kanannya.


"Apalagi?" Tanya Meisie.


"Katanya berita kedua paling heboh kan?" Tanya Wahyu yang di angguki Meisie.


"Kayaknya ada yang kurang...." Kata Wahyu melihat sekeliling kelasnya.


"Muridnya kurang satu, siapa nih?" Tanya Wahyu.


"Dhafiena, belum masuk dia. Tadi ada urusan sebentar. Bentar lagi pasti balik." Kata Laura.


"Yaudah kita tunggu dulu. Jangan biarin satu orang nggak tau berita ini." Lanjut kata Meisie.


 •••


Sedangkan Dhafiena menuju Ibu kantin.


"Buk, tadi berapa jumlah semua pesenan kelas VIII B? " Tanya Dhafiena pada Bu Kantin.


"Totalnya 250.000,-. Tapi katanya yang bayar Bu Setta. " Jawab Bu kantin.


"Udah saya tf aja, Buk. Mana no.rekening ibuk?" Kata Dhafiena menanyakan no. rekening untuk tf.


Setelah selesai tf ibu kantin langsung mengecek.


"Ini kelebihan uangnya, Nak." Kata Bu kantin setelah mengecek hpnya Dhafiena.


"Buat Ibuk aja." Sahut Dhafiena.


"Terimakasih, Nak." Jawab Bu kantin.


"Sama-sama, Buk. Saya permisi." Pamit Dhafiena yang di angguki Bu kantin.


Dhafiena berjalan menuju kelasnya...


"Ini nih yang di tunggu." Sambut Wahyu saat Dhafiena masuk kelas.


"Hm?" Tanya Dhafiena.


"Gue ada berita terbaru buat kelas kita." Kata Meisie.


"Yaudah buruan ngomong, gue dah ada disini juga." Kata Dhafiena.


"Nih dengerin baik-baik. Jangan ada yang berisik!" Perintah Meisie yang di angguki teman sekelasnya sambil mengeluarkan handphone dari saku roknya.


📲


Dalam rekaman di handphone Meisie terdengar suara...


"Kenapa, Bu? Kok mukanya di tekuk gitu." Tanya Pak Rohan.


"Nggak ada apa-apa kok, Pak." Jawab Bu Setta berbohong.


"Nggak usah sungkan kalo ada masalah cerita sama saya aja, Bu. Saya siap mendengarkan curhatan dari Bu Setta kok." Kata Pak Rohan menawarkan diri untuk mendengarkan curhatan dari Bu Setta.


"Saya juga siap menerima Bu Setta apa adanya dalam kehidupan saya nantinya." Lanjut kata Pak Rohan .


"Ada-ada saja, Pak Rohan ini." Sahut Bu Setta .


"Tadi ada murid baru, Pak. Kalau dia benar menjawab semua pertanyaan di papan tulis, saya penuhi keinginan nya." Kata Bu Setta memulai curhatannya. Hahahaha 😂


"Keinginan apa, Bu? Keinginan supaya ibu bersama saya selamanya?" Tanya Pak Rohan.


"Apaan sih, Pak. Itu satu kelas VII B minta di traktir." Jawab Bu Setta.


"Waduh, gimana, Bu? Saya juga nggak punya uang ini." Sahut Pak Rohan.


"Iya terus kenapa? Saya kan nggak minta bantuan, Pak Rohan." Kata Bu Setta .


📲


Satu kelas menahan tawanya supaya tak berisik sesuai perintah Meisie.


Setelah rekaman selesai semua langsung tertawa terbahak-bahak.


"PHFUUUUFFF.... BUAHAHAHHAHAHAHHA...." Tawa mereka pecah seketika, namun tidak dengan Dhafiena, ia hanya tersenyum mendengarkan rekaman itu.


"Sapet dari mana, Sie?" Tanya Wahyu.


"Biasalah, Siska." Jawab Meisie.


"Untung tadi dah gue bayar, kasihan juga belum gajian." Kata Dhafiena dalam hati.


"Ini mana gurunya?" Tanya Dhafiena.


………………………………


Apa yah kira-kira yang akan dilakukan murid kelas VIII B itu?


Tunggu kelanjutannya yah....


 ……………………………


Jangan lupa kalo dah baca tinggalkan jejak dengan cara ✅


klik like ❤


komen 📃


vote ⭐⭐⭐⭐⭐


dan jadikan favorit yah.



Maaf banyak typo dalam cerita ini. 😅


Ig : ad_rmdh


 ……………………………


Kalau kalian pada tanya kenapa itu baru SMP boleh bawa hp?


~


Jawabannya adalah karena itu kan sekolah elite, jadi maklumin saja yah readers.


Author : Kan ini juga cuma fiksi aja lah yah. Jadi boleh lah kalau mau di khayalin kayak apa aja.