
"Oh iya, kalian boleh langsung pulang. Karena hari ini guru-guru ada rapat lagi." Kata Bu Idda menginformasikan pulang pagi.
Penghuni kelas itupun langsung bersorak kegirangan karena bisa pulang pagi. Kapan lagi bisa pulang cepet kayak gini.
Kemudian Bu Idda langsung keluar dari ruang kelas VIII B dan langsung menuju aula untuk mengikuti rapat guru.
‘’Woy ini pada langsung pulang semua gitu?" Tanya Wahyu dengan berteriak di depan kelas.
‘’Gak gue mau ke kantin dulu, laper." Jawab Angga yang di angguki Dhimas.
‘’Ya udah ayo buruan. Ikut Gak lo, Dan?" Tanya Wahyu pada Jordan.
‘’Gak, gue ada urusan." Tolak Jordan.
‘’Sok sibuk lo." Ejek Dhimas.
‘’Iri lo?" Tanya Jordan.
‘’Ngapain iri coba." Jawab Dhimas.
‘’Udah ayo buruan." Ucap Angga keluar kelas di ikuti Dhimas, Wahyu dan beberpa anak lannya.
Ke Dhafiena dan kawan-kawan...
‘’Ke kantin dulu yuk, laper bat dah gue." Kata Laura yang di angguki Stevani.
‘’Ikut gak lo, Dhaf?'’ Tanya stevani pada Dhafiena.
‘’Yuk lah berangkat." Jawab Dhafiena.
Kemudian Dhafiena, Laura, dan Stevani berjalan menuju kantin untuk makan.
Setelah sampai di kantin mereka langsung duduk di tempat biasa mereka tempati.
‘’Mau pesen apaan kalian" Tanya Laura.
‘’Somay pedes sama Jus mangga aja gue." Jawab Stevani.
‘’Lo, Dhaf?" Tanya Laura pada Dhafiena.
‘’Empek-empek sama jus jeruk ajalah.‘’ jawab Dhafiena.
‘’Oke gue pesenin dulu yah." Pamit Laura pada kedua sahabatnya itu.
Penghuni kantin pada melirik ke arah meja Dhafiena dkk itu sambil berbisik-bisik.
‘’*Itu yang tadi pagi di kejar anak OSIS kan? l‘’
‘’Iya bener banget."
‘’Eh tapi dia bukannya murid baru itu yah?"
‘’Iya, gila bener tadi dah. Nggak jatuh sama sekali pas lari pake sepatu roda tadi."
‘’Anak sky kali."
‘’Sky apaan, beda jauh itu mah."
‘’Tau tuh sepatu rodaan di samaan sama sky."
‘’Hehhe, maklum kagak tau gue."
‘’Cih, tebar pesona banget tuh mubar. "
‘’Sok kecantikan lagi."
‘’E*mang cantik kali."
"Kalo iri ya bilang aja kali."
Kira-kira begitulah bisik-bisik penghuni kantin. Ada yang memuji ada juga yang menghujat. BIASALAH. Hehehe.
Tak lama kemudian, Laura sudah kembali dengan membwa pesanan sahabatnya dan juga dirinya.
‘’Tuh pada berisik banget dah, sampe ngelirik ke kita lagi." Kata Dhaiena.
‘’Biasalah, biarin aja---," Belum selesai Stevani bicara. Kantin mulai riuh lagi karena kedatangan para most wanted.
‘’Praka duduk sini bareng aku aja."
‘’OMG, Bang Praka ganteng banget guys."
‘’Calon imam gue lewat tuh yang tengah."
"Beuh kak Praka bikin dedek meleyot.“
" Dih si alay."
"Makin ganteng aja mereka."
Kira-kira begitulah ocehan lebay bin alay dari para penghuni kantin menurut Dhafiena. Maybe…
‘’Woy bisa diem gak? Berisik banget dah." Teriak Stevani yang juga merasa kesal karena sikap para siswi-siswi yang lebaynya minta ampun deh.
Seakan-akan penghuni kantin itu tuli, masih saja tetap memuji para most wanted itu.
‘’Kak Hamdan itu loh damage nya, beuh…"
‘’Hampir pingsan gue kalo liat Galaksi, ihhhh."
‘’Tambah cool aja yang tengah itu."
"Boleh dong nanti pulang bareng."
"Duduk sini aja kalian!"
BRAK
Tiba-tiba Dhafiena menggebrak meja yang dia tempati. Akhirnya pandangan para penghuni kantin tertuju pada meja Dhafiena dkk.
"Kalo makan tuh diem, kalo mau teriak-teriak tuh sana di lapangan yang luas." Kata Dhafiena setelah menggebrak meja tadi.
"Hhhuuuuuuu…" Terdengar lah pada menyoraki Dhafiena. Sedangkan yang di soraki mengangkat bahunya acuh.
Kemudian mereka melanjutkan acara makannya yang tertunda.
Sedangkan Praka dkk juga sudah memesan makanan.
Namun masih saja ada yang berbisik-bisik mengenai kejadian tadi pagi dan juga Praka.
Laura tak sengaja melihat lengan tangan Dhafiena yang sedikit memerah.
"Hm." Sahut Dhafiena.
"Tangan lo kenapa?" Tanya Laura.
Sontak, Stevani yang sedang meminum jus mangga langsung berhenti, dan melihat lengan Dhafiena.
"Iya, Dhaf. Ini kenapa tangan lo? Bisa merah kek gitu lagi." Tanya Stevani juga.
"Gara-gara tuh cowok nyebelin tadi pagi." Jawab Dhafiena dengan menunjuk ke meja Praka dengan dagunya.
"Yang mana?" Tanya Laura.
"Yang tengah itu tuh." bJawab Dhafiena.
Seharusnya Dhafiena sudah tau namanya lho. Karena modelannya Dhafiena acuh tak acuh, yah jadi gitulah. Dia tak tau nama cowok nyebelin itu.
"Yang tengah? Praka maksud lo?" Kata Stevani memastikan.
"Mungkin."Jawab Dhafiena mengangguk.
"Emang tuh trio most wanted nyebelinnya minta ampun. Gue sama Laura kalo mau bolos sering gak jadi gara-gara tiga orang resek itu." Kata Stevani memberitahu.
"Tapi tangan lo di apain sampe merah kek gitu lagi? Pasti sakit kan?" Tanya Laura.
"Tadi pagi gue berangkat pake sepatu roda kan. Lah pas di gerbang di cegat anak OSIS sama Bu Riska. Terus gue di kejar tuh sama beberapa anak-anak OSIS. Gue ngumpet di belakang tangga dah aman. Pas mau ke kelas gue malah di tarik tuh sama orang nyebelin." Penjelasan dari Dhafiena.
"Oh jadi mereka nantangin nih, enak aja main tarik tarik sampe tangannya merah kek gitu." Sewot Stevani yang sudah menahan amarah.
Jadi tangan Dhafiena itu emang agak memerah yah gara-gara di tarik Praka tadi pagi.
Laura dan Stevani langsung berjalan menuju meja Praka dkk.
BRAK
Stevani menggebrak meja Praka dkk itu. Semua pandangan mata tertuju pada sumber suara.
" Eh apaan nih, main nggebrak meja aja. " Kata Hamdan yang terkejut.
"Laura sama Stevani ngapa tuh, kok keknya marah gitu yah."
"Hm, gak tau juga sih."
"Udah kita liat aja."
"Si cantik mau ngapain tuh?"
Begitulah bisik-bisik beberapa anak.
"Punya sopan santun gak lo, main gebrak meja aja." Sewot Galaksi.
"Bukan kita yang gak punya sopan santun, tapi tuh temen lo yang gak punya etika." Sahut Stevani melirik Praka dengan sinis.
"Apaan sih maksudnya? Yang jelas kalo ngomong." Tanya Hamdan yang tak tau maksud dia siswi di depannya itu.
"Gue tau kalian ini OSIS, tapi gak gitu juga caranya nanganin masalah." Kata Stevani sambil meredam amarahnya.
"Maksud lo apaan sih?" Tanya Galaksi yang kebingungan.
Sedangkan Praka melanjutkan makannya tanpa menoleh ke arah siswi yang sedang marah-marah itu.
"Tuh kasih tau temen lo! Kalo njalanin tugasnya sebagai OSIS tuh yang bener, gak usah kasar juga." Sambung Laura yang sedari tadi diam, melirik ke arah Praka.
Hamdan dan Galaksi saling pandang. Seolah mengatakan Kenapa sama Praka emangnya?
Setelah itu Stevani menarik tangan Laura dan beranjak pergi menuju mejanya tadi.
Kalau kalian tanya kenapa Dhafiena diam saja? Jawabannya adalah karena Dhafiena memasang handset sebelum dua sahabatnya itu menuju meja Praka dkk.
Jadi dia tidak tau apa yang terjadi di kantin.
Anak-anak yang masih di kantin juga bingung dengan arah pembicaraan Stevani dan Laura itu.
Sebelum sampai di mejanya, Stevani dan Laura berhenti karena teriakan seseorang.
"Emangnya kenapa sama Praka?" Tanya Galaksi dengan berteriak.
"Tanya aja sama orangnya." Jawab Stevani tanpa menoleh ke arah sumber suara yang mengajak berbicara.
Kemudian Stevani dan Laura kembali melangkah menuju mejanya.
Di meja Praka dkk….
"Tuh orang maksudnya apaan coba?" Tanya Galaksi.
"Lo bikin masalah apa sama mereka, Ka?" Tanya Hamdan pada Praka.
Sedangkan Praka hanya menjawab dengan mengangkat bahunya, tanda acuh.
"Gini nih punya temen kek kulkas. Di tanyain bukannya njawab, eh ini malah." Sindir Hamdan.
Di sisi lain…
"Oasti maksud Laura sama Stevani yang tadi lagi kita liat di lapangan tadi kan?" Tanya Erika.
"Iya, emang sih tangannya si cewek baru itu agak merah kayaknya. Soalnya tuh ya, nariknya lumayan kenceng juga tadi." Tambah Annabella.
"Biarin aja, salah siapa sok cari muka depan anak-anak. Cantikan juga gue 100%." Sambung Ratu.
"Tau tuh sok cakep banget." Kata Erika.
"Gimana kalo kita kasih pelajari aja sama tuh siswi baru? Kalian inget gak yang waktu itu kita ngelapor ke Bu Riska kalo kelas VIII B lagi ribut semua, eh malah kita yang kena. Terus pas di lapangan ada cewek itu juga ikut ngetawain kita. Gue curiga keknya dia deh yang bikin kita jadi gagal ngelapor." Ucap Ratu panjang lebar.
"Oh iya iya, gue inget. Tapi apa bener itu dia?" Tanya Erika memastikan.
"Iya bener itu orangnya, gak mungkin kalo gue salah liat." Jawab Ratu.
"Oke kita kasih pelajaran aja. Enak aja gara-gara tuh orang kita di jemur di lapangan sama Bu Riska." Setuju Bella.
"Ayo sekarang keburu pulang orangnya nanti." Kata Ratu.
……………………………………………………
Ayo di like, comen, dan vote.
Jangan lupa terus tunggu kelanjutannya yah.
Maaf banyak typo.