Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Tempat Sampah



Keesokan harinya, Dhafiena dan kawan-kawan sudah berada di kelas.


"Ayo semua kelapangan udah di tunggu Pak Santo." Kata Jordan di depan kelas.


"Oke." Jawab dari teman-teman.


Sesampainya di lapangan...


"Baiklah, ini sudah lengkap semua kan?" Tanya Pak Santo.


"Sudah, Pak." Jawab para murid-murid melas VIII B kompak.


"Oke, sekarang silahkan Dhafiena memimpin teman-temannya untuk pemanasan, setelah itu lari satu kali keliling lapangan. Kalau sudah di lanjut dengan materi hari ini." Perintah Pak Santo pada Dhafiena.


"Oke, Pak." Jawab Dhafiena.


"Kalau gitu saya tinggal sebentar ambil laptop dulu." Kata Pak Santo yang di 'Iya kan' murid-murid.


"Okeh man-teman. Untuk mengawali kegiatan pagi ini, berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing, mulai!" Titah Dhafiena.


Semua langsung menunduk. Beberapa saat kemudian...


"Berdo'a selesai. Langsung aja rentangan ke dua tangan!" Perintah Dhafiena.


Semua langsung merentangkan kedua tangan.


Tiba-tiba...


Tuk


"Aduh, siapa yang ngelempar kerikil ke kepala gue?" Tanya Wahyu.


"Gue napa? Udah di suruh buat baris rapi kayak yang lain, lo enak-eanakan berdiri di situ sambil ngeliatin si Mita. Suka lo ama Mita?" Kata Dhafiena, dan memang benar tadi dia yang ngelempar kerikil ke kepala Wahyu.


"Ng.... Nggak. Mana ada." Jawab Wahyu yang salah tingkah sendiri.


"Cieeee.... Salting nih ye." Teriak satu kelas bersamaan.


"Diem semua. Kalo lo ngeliatin gue sekali lagi. Gue colok tuh mata lo nanti, ya nggak, Fien? " Ancam si Mita melotot pada Wahyu.


"Yoi, ntar gue ambilin linggis dulu di gudang." Sahut si Dhafiena.


"Hahahahahaha..." Tawa satu kelas VIII B.


"Sadis amat, neng. Mau ambil mata pake linggis?" Kata Si Dhimsum, eh Dhimas maksudnya.


"Diem, lo." Sahut Wahyu.


"Atau mau gue potong tangan lu aja? Tangan? Atau kuping lu?" Tanya Mita dengan nada seriusnya.


"Ya Allah cuma ngeliat sebentar, eh malah digituin, sadis amat dah." Sewot Wahyu dengan nada sok melas.


"Gue bacok juga lu lama-lama, berisik banget dah." Mita yang sudah malas meladeni satu temannya ini lama-lama jengah juga.


"Beuh mau dibacok ga tuh?"


"Mita otewe berubah jadi pembunuh sekarang."


"Cantik sih, tapi sadis."


Begitulah komentar teman lainnya.


Setelah selesai dan berbaris dengan rapi, saat itu juga Pak Santo sudah kembali ke lapangan sambil membawa laptop dan speker kecil.


"ISTIRAHAT DI TEMPAT..................................... SAMPAH!!!!!" Teriak Dhafiena dengan lantang, memimpin teman-temannya untuk mendengarkan penjelasan materi dari Pak Santo. Namun intruksi nya membuat teman-temannya tertawa.


"BUAHAHAHAHAHAHAHAHHA...." Tawa satu kelas terdengar dengan jelas di lapangan itu.


"Heh? Apa-apaan itu tadi. Intruksi salah. Yang benar 'ISTIRAHAT DI TEMPAT GRAK' bukan di TEMPAT SAMPAH." Koreksi Pak Santo.


"Iya deh, maap salah dikit Pak." Sahut Dhafiena.


"Baiklah, sekarang kita akan praktik senam irama bersama-sama." Kata Pak Santo yang di angguki murid-muridnya.


Setelah 30 menit dengan senam irama bersama. Kini waktunya istirahat.


Dhafiena dkk sudah di kantin.


"Pesen apa kalian?" Tanya Laura.


"Biasa, bakso aja sama jus jeruk." Jawab Dhafiena.


"Samain aja semua biar gampang, gue nambah cilok." Sahut Stevani.


"Oke deh, tunggu sebentar ya." Kata Laura.


Setelah memesan makanan dan minuman, tak lama akhirnya datang juga. Mereka fokus memakan makanan sampai selesai.


"Oh iya, nanti jam trakhir kita praktik prakarya di lab." Pemberitahuan dari Laura.


"Emang udah di kasih tau?" Tanya Dhafiena.


"Kemarin udah di bilangin Bu Salwa di grup." Jawab Stevani.


"Hah? Kok gue kagak tau ya?" Kata Dhafiena bingung.


"Kan lo belum masuk grup, bentar gue tambahin dulu deh, mana nomor lo." Kata Laura mengambil handphone.


Setelah selesai memberikan nomornya, Laura langsung memasukkan Dhafiena ke semua grup kelasnya.


"Udah." Kata Laura selesai dengan aktivitasnya.


"Terus kita mau masak apaan? Gue nggak bawa bahan apa-apa?" Tanya Dhafiena.


"Tenang, kita kemarin dah beli di supermarket kok bahan-bahannya. Tinggal praktek aja nanti." Jawab Stevani.


" Hm, oke lah. " Kata Dhafiena.


" Praktik apaan ntar? Emang kita satu kelompok?" Tanya Dhafiena lagi.


"Cuma buat makanan atau minuman gitu dari buah sih katanya Bu Salwa, kelompoknya bikin sendiri." Jawab Stevani.


_________________________


Segini dulu yah, author bingung mau bikin lanjutannya. Dan maaf telat update juga. 🤠


Maaf banyak typo. 🙃


Thnks buat readers yang udah dukung author sampai sekarang. 🙏