Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Gagal Ngelapor Kena Sendiri



Saat ini Dhafiena sudah berada di ruang guru, lebih tepatnya di hadapan bu Setia.


"Apa yang membuat Ibu Setta yang terhormat memanggil saya kesini?" Tanya Dhafiena dengan nada yang dibuat-buat.


"Apa benar tadi kamu yang membayar makanan anak-anak kelas VIII B saat di kantin?" Tanya Bu Setta.


"Memangnya ada apa?" Bukannya menjawab, lagi-lagi Dhafiena bertanya balik.


"Cukup kamu jawab saja." Sahut Bu Setta.


"Hm." Jawab Dhafiena singkat.


"Kenapa kamu bayar, bukannya tadi kamu bilang saya yang harus nraktir?" Tanya Bu Setta lagi.


"Bu'Set mau tau alasan saya?" Tanya Dhafiena balik yang membuat Bu Setta melotot.


"Hey nama saya Setta. Bukan Buset." Kata Bu Setta kesal.


"Terserah saya mau manggil apaan lah. Orang saya aja ga masalah tuh manggil ibu kayak gitu." Sahut Dhafiena santai.


"Sungguh murid baru ini, bikin darah tinggi saja. Untung saja dia genius, kalau tidak pasti sudah ku jemur di tengah lapangan." Gumam Bu Setta dalam hati.


"Ibu memaki saya?" Tanya Dhafiena seolah mengetahui apa yang dikatakan Bu Setta dalam hati. Padahal ia hanya menebak saja.


"Ti... tidak. Saya tidak mengatakan apapun." Jawab Bu Setta gugup.


"Sudahlah lupakan saja. Kembali ke point utama. Saya membayarkan makanan anak-anak di kantin karena saya tau, Ibu belum gajian bukan?" Tebak Dhafiena, padahal dia sudah tau tadi di kelas saat mendengarkan audio dari Meisie.


"Iya saya belum gajian. Apa perlu saya ganti uang kamu?" Kata Bu Setta sedikit bingung.


"Bagaimana dia bisa tahun kalau saya belum gajian?'" Batin Bu Setta heran.


"Tidak perlu. Kalau gitu saya permisi dulu Bu'Set." Pamit Dhafiena keluar dari ruang guru.


"Terimakasih, Nak." Teriak Bu Setta.


Tiba-tiba datang Pak Rohan di hadapan Bu Setta.


"Ada apa lagi, Bu? Apakah tadi murid barunya?" Tanya Pak Rohan pada Bu Setta.


"Iya dia murid baru tadi pagi." Jawab Bu Setta.


"Apakah ada masalah kembali dengan dia?" Tanya Pak Rohan pada Bu Setta.


"Tidak, saya hanya memastikan perkataan Ibu kantin tadi." Jawab Bu Setta.


"Perkataan apa? Ibu kantin akan membuat kita hidup bersama sampai akhir hayat?" Tanya Pak Rohan.


"Apaan sih, Pak. Bukan, tadi traktiran anak-anak kelas saya sudah dibayarkan sama dia." Jawab Bu Setta.


"Oh, saya kira." Sahut Pak Rohan.


"Sudahlah, Pak. Saya ada urusan, permisi." Pamit Bu Setta meninggalkan Pak Rohan.


Saat Dhafiena berjalan sudah dekat dengan ruang kelasnya, dia langsung berhenti. Karena melihat tiga siswi yang sedang mengintip ruang kelasnya.


"Mau ngapain tuh orang. Dandanan udah kayak Mak Lampir gitu, eh bukan mak Lampir tapi badut aja kali nyebutnya. Mukanya tebalnya kayak cat tembok 7 cm. Trus juga, ngapain ngintip kelas orang." Gumam Dhafiena bersembunyi di balik tangga sambil mengintip tiga siswi yang sedang membicarakan sesuatu.


"Eh, kita laporin aja kelas ini. Enak banget nyanyi-nyanyi kayak gini. Kagak di hukum lagi." Kata salah satu siswi bernama Ratu.


"Iya, ayo kita laporan ke BK aja sekarang, biar satu kelas kena hukum sama Bu Rika yang galak itu." Sahut siswi satunya bernama Annabella.


"Sekarang aja, tuh lagi asyik joget. Gue pengin cepet-cepet liat mereka di hukum di tengah lapangan." Sambung siswi bernama Erika.


"Ya udah ayo sekarang." Kata sangat ketua geng, si Ratu.


Setelah mereka pergi meninggalkan tempat itu, Dhafiena segera menuju kelasnya dan....


Brak...


Dhafiena langsung mendobrak pintu ruang kelasnya. Untung engsel nya tidak lepas.


"Dhafiena, bikin jantungan aja tau gak." Kata Laura mendekat ke arah Dhafiena.


"Maap maap." Kata Dhafiena.


"Kita pikir tadi Bu Rika, bikin takut aja lo." Sahut Jordan.


"Yah maaf, tapi mungkin sebentar lagi dateng. Palingan ini lagi OTW." Kata Dhafiena.


"HAH???" Teriak satu kelas bersamaan karena terkejut.


"Gak usah bohong deh, Dhaf." Sahut Wahyu.


"Gak percaya ya udah, buktiin aja." Kata Dhafiena santai.


" ok gitu sih, Dhaf. Emang bener Bu Rika OTW kesini?" Tanya Stevani memastikan.


"Yah beneran, gue kagak boong." Jawab Dhafiena.


"Kok gitu, sih." Sahut Meisie.


"Kalo kalian kagak mau dihukum, mending sekarang beresin meja kursi kayak tadi!" Perintah Dhafiena.


"Udah deh kita beresin, kagak mau di cap jelek gue gara-gara ini. Bisa turun jabatan dari ketua kelas ntar." Ucap Jordan.


Semua langsung membereskan meja kursi seperti keadaan semua. Mereka sudah duduk dengan tenang.


"Cepet semua buka buku paket matematika halaman berapa aja langsung kerjakan. Biar kagak ketahuan!" Perintah Dhafiena yang di setujui teman-teman sekelasnya.


Semua langsung mengerjakan asal-asalan, karena sudah terdengar langkah seseorang di koridor depan kelasnya.


"Coba aja kalau mau main-main sama gue. Sok-sokan mau bikin temen-temen sekelas gue dihukum. Silahkan coba saja kalo bisa." Gumam Dhafiena dalam hati saat melihat ke arah jendela di sampingnya terlihat tiga orang siswi yang mengikuti Bu Rika dari belakang. Mereka terlihat cengar-cengir karena pikir mereka rencananya akan berhasil.


Bu Rika langsung masuk kedalam kelas dan terkejut. Yang di belakang Bu Rika juga tak kalah terkejut, sampai melongo malahan.


Karena mereka tadi melaporkan kalo Kelas VIII B sedang joget sambil nyanyi-nyanyi.


"Tamatlah riwayat kita." Mungkin mereka berbicara seperti itu dalam hati mereka


"Apa-apaan ini, katanya kelas VIII B sedang buat keributan, joget-joget di kelas. Lah ini buktinya mereka fokus mengerjakan tugas. Kalian malah keluyuran berarti" Gumam Bu Rika dalam hati.


"Ada apa, Bu Rika datang kesini?" Tanya Jordan selaku ketua kelas.


"Sebenarnya saya kemari karena mendapat laporan, kalo kelas ini sedang bikin keributan. Tapi kalian sedang mengerjakan tugas semua." Jawab Bu Rika.


"Di kibulin sama mereka kali, Bu." Sahut sangat badboy, yah siapa lagi kalo bukan Wahyu bin Abimanyu, wkwk becanda.


"Jadi kalian bohongin, Ibu?" Tanya Bu Rika dengan wajah marah pada Ratu dan kawan-kawan yang sudah ketakutan di sebelahnya.


"Bu... Bukan, Bu. Beneran kita bertiga tadi ngeliat kelas ini sedang joget semua muridnya, Bu." Jawab Anabella.


"Tadi saya ngeliat ini orang juga ikut nyanyi sambil berdiri di atas meja, Bu." Sambung Ratu menunjuk salah satu siswa yang berada di pojok depan, dekat dengan pintu.


"Coba saya liat, kamu apa benar-benar lagi mengerjakan." Kata Bu Rika mendekat ke arah siswa yang di tunjuk si Ratu.


"Ini, Bu saya lagi ngerjakan tugas sama teman sebelah saya ini. Kami sedang diskusi. Ini bukunya, Bu." Kata siswa yang di tunjuk Rika, dengan bat name Angga menyodorkan dua buku tulis.


"Ini bener Dhimas, buku kamu?" Tanya Bu Rika memastikan.


...……………………………………...


...Tunggu kelanjutan yah, terus dukung author supaya semangat buat ngelanjutin ini....


...✨...


...Terimakasih semuanya....


...🙏...


...Maaf banyak typo....