Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Nubruk Lantai



Pagi hari yang cerah, saatnya memulai aktivitas. Namun tidak dengan satu gadis yang masih terlelap di bawah selimutnya.


"WOY, DEK. BANGUN UDAH SIANG. CEPET BUKA PINTUNYA!" Teriak Bang Kevin dari luar kamar Dhafiena.


"KALO GAK DI BUKA, ABANG DOBRAK SEKARANG JUGA LOH YA." Teriaknya lagi.


"ABANG HITUNG SAMPAI TIGA YAH." Ancam nya.


"SATU... DUA.... TIG..." Belum juga selesai bicara, udah kebuka aja pintunya.


BRUKH...


Alhasil bang Kevin nubruk lantai.


"Aduh, ternyata gak dikunci. Tau gitu gak di dobrak tadi." Gumam Bang Kevin pelan.


"BUAHAHAHAHAHAHHAHAHA...." Tawa Dhafirna pecah seketika.


"Gak usah ngetawain deh." Tegur Bang Kevin yang sudah berdiri.


"Hahaha, salah siapa kurang kerjaan. Kan kasihan lantainya kejatuhan abang." Sahut Dhafiena.


"Heh yang kasihan tuh orangnya bukan lantainya." Sewot Bang Kevin.


"Serah adek lah." Sahut Dhafiena.


"Dari kapan kamu bangun?" Tanya Bang Kevin.


"Sejak pintunya ke buka." Jawab Dhafiena santai.


"Udahlah mending kamu sekarang mandi sana, terus sarapan langsung ke sekolah. Abang mau ke kantor sekarang." Kata Bang Kevin pada Dhafiena.


"Siap, Bang." Sambung Dhafiena.


Bang Kevin kelaur dari tempat dia terjatuh kemudian turun tangga dan langsung ke halaman depan untuk mengendarai mobilnya menuju kantor.


Sedangkan Dhafiena setelah selesai mandi kemudian dia bersiap-siap ke sekolah. Dia kemudian turun ke bawah untuk sarapan.


"Ini, Non sarapannya. Tapi cuma nasi goreng adanya. Soalnya sayur-sayuran habis, baru beli nanti." Sambut Bi Siti saat Dhafiena sudah duduk di kursi.


"Iya, Bi. Gakpapa, sans aja." Sahut Dhafiena.


"Minumnya susu coklat apa teh?" Tanya Bi Siti.


"Emmmm...." Dhafiena nampak berfikir.


"Buah nanas masih ada kan, Bi?" Tanya


"Masih kalau buah Nanas." Jawab Bi Siti.


"Ya itu bikin jus nanas aja, Bi." Sahut Dhafiena.


"Eh kok jus nanas?" Tanya Bi Siti.


"Kenapa, Bi?" Tanya balik Dhafiena.


" Nggak boleh kalau pagi minum jus nanas, kan kecut. Nanti perutnya sakit." Nasihat Bi Siti.


"Nggak kok, Bi. Tenang aja." Kata Dhafiena supaya Bi Siti tak mengkhawatirkan dirinya.


Setelah perdebatan kecil itu, akhirnya berhasil juga rayuan Dhafiena.


"Makasih, Bi." Kata Dhafiena saat menerima jus nanas dari Bi Siti.


"Kalau ada apa-apa bukan salah, Bibi ya." Ucap Bi Siti.


"Iya, Bi. Siapa juga yang mau nyalahin Bibi." Sahut Dhafiena.


"Ya udah makannya pelan-pelan aja." Nasihat Bi Siti.


"Siap, Bi." Sambung Dhafiena.


"Eh, Non. Ini udah siang juga, apa nggak telat nanti sekolahnya?" Tanya Bi Siti.


"Gak papa kali, Bi. Sekali-kali gitu." Jawab Dhafiena.


"Nanti jadi berkali-kali dong." Sambung Bi Siti.


"Gitu juga gakpapa kok, Bi." Celoteh Dhafiena.


"Ya udah kalo gitu, Bibi ke belakang dulu." Pamit Bi Siti yang di anggun Dhafiena. Karena dia sedang makan jadi tidak menjawab dengan perkataan.


Setelah selesai sarapan...


"Allhamdulilah, kenyang. Enak juga kalo pagi-pagi gini minum seger-seger kayak gini. Emang mantap pisan jus nanas bikinan Bibi." Gumam Dhafiena.


"Bibi aku berangkat dulu." Pamit Dhafiena.


"Iya, mau di anter Pak Ferdi?" Tanya Bi Siti.


"Enggak usah, kan nanti nganterin Bibi beli belanjaan dapur." Jawab Dhafiena.


"Kan nanti siang atau sore masih bisa." Sahut Bi Siti.


"Enggak, kalo belinya nanti-nanti. Siang makan apa, Bibi." Kata Dhafiena.


"Iya, deh Non. Tapi hati-hati ga usah ngebut di jalan." Nasihat Bi Siti.


"Siap, Bi. Assalamu'alaikum." Ucapan salam Dhafiena.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab salam Bi Siti.


Di halaman depan...


"Iya, Non." Kata Pak Ferdi.


"Makasih, Pak. Saya berangkat dulu." Pamit Dhafiena.


"Eh eh eh, Non. Kok naik sepeda, biar saya yang nganter aja." Kata Pak Ferdi.


"Gak usah, Pak. Saya lagi pengen naik sepeda aja." Sahut Dhafiena.


"Kan ini udah siang, panas. Nanti pasti juga dihukum kalo telat." Ucap Pak Ferdi.


"Gakpapa." Serobot Dhafiena.


"Kan ada sepeda motor, kenapa pake sepeda ontel?" Tanya Pak Ferdi.


"Biar sehat lah, Pak. Lagipula nggak dibolehin abang. Saya berangkat sekarang, Pak." Jawab Dhafiena.


"Assalamu'alaikum." Ucap salam Dhafiena yang sudah keluar dari pekarangan rumah.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan, Non." Nasihat Pak Ferdi sedikit teriak.


Di jalan...


"Udah lama nggak naik sepeda, capek juga ternyata." Gumam Dhafiena sambil mengusap dahinya yang sedikit berkeringat.


"Wah dah siang lagi, kena hukum nanti." Tambahnya sambil mengayuh pedal sepeda dengan pelan tapi pasti.. Eaaa 🤓


"Biarlah, toh juga kemarin-kemarin belum kena hukum. Hihihi...." Lanjut gumam Dhafiena sedikit cengengesan.


Tak lama kemudian...


"Gerbangnya dah di tutup nih." Kata Dhafiena yang sudah berada di sekolah, lebih tepatnya di depan gerbang.


"Pak satpam, bukain gerbangnya dong." Pinta Dhafiena saat melihat Pak satpam yang sedang berjalan menuju pos satpam.


"Weh si eneng, jam segini baru dateng." Kata Pak Satpam menuju gerbang.


"Hehehe Iya nih, Pak. Biasa jalan sini macet." Sahut Dhafiena.


"Lho si eneng naik sepeda ini?" Tanya Pak Satpam sambil menunjuk sepeda yang di naiki Dhafiena.


"Ya iyalah, Pak. Ya kali saya naik sepeda terbang." Jawab Dhafiena.


"Ayo dong, Pak bukain!" Rengek Dhafiena.


"Himana ya, kalo di bukain nanti saya yang kena marah." Kata Pak Satpam.


"Nggak bakal, Pak. Ayo bukain." Sahut Dhafiena.


"Hmmm... ya udah saya bukain, tapi nanti ke ruang BK dulu ya." Kata Pak satpam.


" Siaplah, Pak. Makasih." Kata Dhafiena yang sudah masuk ke dalam sekolah.


"Sepedanya taruh disini aja, neng." Kata Pak satpam menunjuk samping pos satpam.


"Jagain sepeda saya ya, Pak." Sahut Dhafiena yang sudah memarkirkan sepedanya.


"Siap, neng." Kata Pak satpam.


"Bye bye, Pak Satpam." Kata Dhafiena melambaikan tangan kanannya sambil berjalan menuju ruang BK.


tok tok tok


"Masuk." Kata Bu Riska.


"Assalamu'alaikum, Bu." Salam dari Dhafiena.


"Wa'alaikumsalam, lho kamu ngapain jam segini kesini. Terus masih pakai tas lagi. Jangan-jangan kamu terlambat ya?" Tebak Bu Riska.


"Ibu ma tau aja. Saya nggak di suruh duduk, Bu?" Kata Dhafiena santai.


"Duduk aja." Sahut Bu Riska.


Kemudian Dhafiena duduk di depan meja Bu Riska.


"Jadi bener kamu murid baru waktu itu, dan sekarang terlambat?" Tanya Bu Riska lagi.


"Hm." Jawab Dhafiena singkat.


"Ya Allah, ini udah jam 08:30 kamu baru sampai di sini? Kemana aja kamu? Jangan alasan kalau salah arah lagi." Tanya Bu Riska bertubi-tubi.


"Mana ada Bu. Masih inget aja." Jawab Dhafiena.


"Terus kenapa terlambat?" Tanya Bu Riska.


"Ya karena......


...……………………………...


...Maaf typo....


...Maaf nih ya di gantung, tunggu kelanjutannya, jangan lupa selalu dukung author, thanks semua....


...~...


...Kemarin-kemarin belum muncul kan si Praka, ayo ikuti terus cerita ini, sebentar lagi bakal muncul tuh si Praka....


...~...


...✨...