Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Tingkah Aneh



Setelah dari bioskop, Bang Kevin mengantar Kak Nita balik.


*Malam Harinya


"Wah makanan kesukaan Bang Kevin ya, Bi menu malam ini?" Tanya Dhafiena seraya mendudukkan dirinya ke kursi.


"Iya, Non Fiena. Besok ganti makanan kesukaan kamu kok, tenang lagi." Balas Bibi.


"Tumben panggilnya Non Fiena, Bi?" Tanya Dhafiena lagi.


"Hehehe..." Sedangkan Bibi hanya tertawa mendapat pertanyaan dari Dhafiena.


"Ada apa nih rame-rame?" Tiba-tiba Bang Kevin datang dan langsung nimbrung ke obrolan mereka.


"Gak apa-apa." Jawab Dhafiena singkat dengan nada agak berbeda dari biasanya.


Sedangkan Bang Kevin hanya meng-oh-kan saja setelah mendengar jawaban adiknya itu.


Setelah makan selesai, dan saat Dhafiena hendak ke atas untuk kembali ke kamarnya, tiba-tiba Bang Kevin memanggilnya.


"Dek." Panggil Bang Kevin.


"Hm?" Sahut singkat Dhafiena.


"Sini dulu bentar, gak biasanya langsung ke kamar." Lanjut Bang Kevin.


"Aku capek, mau istirahat." Lagi-lagi Dhafiena hanya menjawab singkat tanpa menoleh ke arah abangnya.


Tanpa menunggu respon Bang Kevin, Dhafiena langsung meneruskan langkah kakinya menuju kamarnya.


"Kenapa tuh Adek, gak biasanya jawab begitu kalo diajak ngobrol?" Tanya Bang Kevin pada dirinya sendiri.


Beberapa menit kemudian, Bang Kevin mengetuk pintu kamar Dhafiena.


tok tok tok...


"Dek, abang boleh masuk bentar gak?" Tanya Bang Kevin didepan kamar Dhafiena.


Tidak ada sahutan dari dalam


"Dek, dek Fiena." Panggil Bang Kevin sekali lagi.


Karena tidak ada jawaban, Bang Kevin langsung membuka pintu kamar Dhafiena yang untungnya tidak terkunci.


Namun, ternyata di dalam kamar kosong, tidak ada siapapun. Tetapi hanya terdengar suara air di kamar mandi.


"Mungkin lagi dikamar mandi, ya udah kesini nanti aja lah." Gumam Bang Kevin yang kemudian keluar dari kamar sang adek menuju kamarnya.


Sedangkan Dhafiena yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung ke meja belajar untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.


Beberapa saat kemudian, dia nampak kebingungan.


"Hmm, kok laper lagi ya? Padahal tadi kan aku udah makan." Katanya sambil berfikir.


"Ke dapur aja deh, siapa tau ada makanan." Lanjutnya, kemudian turun ke bawah menuju dapur. Saat hendak membuka kulkas, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seseorang.


"Non, cari apa?" Tanya Bi Siti.


"Eh bibi, bikin kaget aja. Ini aku lapar lagi bi, padahal tadi kan udah makan." Jawab Dhafiena.


"Hehe, lagipula tadi non makannya cuma sedikit, jadi laper lagi deh sekarang." Kata Bi Siti.


"Oh gitu ya, Bi?" Tanya Dhafiena.


"Iya, Non. Kalo gitu mau makan apa? Biar bibi masakin lagi." Usul Bi Siti menawarkan.


"Emm, eggak usah kayaknya. Bibi kan udah seharian kerja, pasti capek. Mending bibi istirahat aja ya!" Dhafiena tak ingin merepotkan Bi Siti. Apalagi ini udah malem, jadi waktunya buat istirahat, sedangkan Bibi sudah bekerja seharian. Mulai dari bersih-bersih rumah, masak, dsb.


Sedangkan Bi Siti hanya tersenyum setelah mendengar penuturan Dhafiena.


"Oh iya, Bi. Salad buah yang waktu itu masih ada nggak, Bi?" Tanya Dhafiena.


Karena tadi belum sempat membuka kulkas, jadi dia tidak tahu, apakah salad buahnya masih atau tidak.


"Kayaknya udah habis, Non. Di kulkas tinggal buah-buahan, sayur, daging, sama minuman botol, Non." Jawab Bi Siti mengingat-ingat apa saja yang masih ada di dalam kulkas.


"Karena buah-buahannya masih, mending buat salad buah sendiri aja deh Bi kalo gitu." Sambung Dhafiena yang ingin memakan salad buah. Karena sudah salad buah yang sudah jadi habis, lebih baik buat lagi. Bahan-bahannya juga ada semua. Pikirnya begitu.


"Bibi mau nggak?" Tanya Dhafiena sembari mengeluarkan buah-buah yang ada di kulkas. Seperti melon, mangga, anggur, jeruk, kiwi, semangka, nanas, dan apel.


"Salad buah itu yang ada kuahnya putih-putih itu kan, Non?" Tanya Bi Siti memastikan.


"Hehe, bibi lupa namanya. Bibi mau sih, Non. Tapi bibi gak suka sausnya itu, jadi buat bibi nanti buahnya aja ya!" Lanjut Bi Siti.


"Okedeh, Bi. Aku buatin sekalian ya. Nanti punya bibi nggak usah dikasih sausnya itu." Kata Dhafiena.


"Buahnya biar bibi yang potongin ya, Non." Pinta Bi Siti yang ingin mencuci dan memotong buah-buahan.


"Iya, Bi. Biar aku buat sausnya dulu." Balas Dhafiena.


Tiba-tiba terdengar suara petir disertai hujan yang deras.


"Biasanya kalo lagi hujan gini, orang-orang sukanya bikin makanan yang hangat-hangat gitu ya, Bi." Kata Dhafiena seketika.


"Iya, Non. Tapi kalo kita, bikin makanan yang seger-seger." Kata Bi Siti menimpali perkataan Dhafiena.


Setelah selesai memotong buah dan membuat sausnya, Dhafiena langsung menyusun buah-buahan tersebut dalam mangkuk dan mini box.


"Bibi mau pake buah apa aja?" Tanya Dhafiena hendak mengambilkan buah-buahan untuk Bi Siti.


"Melon, kiwi, sama apel aja, Non. Tapi jangan banyak-banyak ya!" Jawab Bi Siti sambil menunjuk buah yang diinginkannya.


"Oke, Bi." Sahut Dhafiena yang langsung menyiapkan buah yang dipilih Bi Siti ke dalam mangkuk yang sudah disiapkannya.


"Punya bibi gak usah dikasih apa-apa ya, Non!" Pinta Bi Siti yang di iyakan oleh Dhafiena.


Setelah menyiapkan porsi yang dipesan bi Siti, Dhafiena lanjut menyiapkan porsi yang akan di makannya sendiri.


Karena sisa potongan buah masih banyak, akhirnya Dhafiena memilih untuk menaruh di dalam mini box yang akan dimasukannya ke dalam kulkas supaya terasa lebih segar saat dimakan nanti. Tak lupa juga ia menambahkan topping diatas salad buah yang sudah diberi saus dengan rasa coklat, keju, blueberry, stoberi, dan greentea. Diatasnya lagi ditambahkannya beberapa potongan buah supaya hidangan salad buah yang dibuatnya terlihat menarik.





"Ini bi, yuk dimakan." Kata Dhafiena meletakkan potongan buah untuk bi Siti dan untuknya sendiri setelah menaruh salad buah di mini box ke dalam kulkas.


Setelah selesai memakan makanan yang dibuatnya tadi, bi Siti membereskan dapur kemudian kembali ke kamarnya, sedangkan Dhafiena membawa 2 mini box salad buah ke luar.


Dhafiena berjalan keluar rumah menuju teras, dan duduk di kursi depan teras. Hujan sudah mereda, jadi Dhafiena melanjutkan makannya.


Setelah menikmati satu mini box salad buah, ia tiba-tiba menerawang dengan pandangan lurus kedepan. Angin malam ini, berhembus dengan sedikit kencang, hingga akhirnya hujan kembali turun. Namun hal itu tak sama sekali mempengaruhi Dhafiena dengan pandangan kosongnya.


*Di dalam rumah


Bang Kevin kembali lagi menuju kamar Dhafiena.


tok tok tok...


"Dek kamu didalam kan? Abang boleh masuk gak?" Tanya bang Kevin sambil mengetok pintu kamar Dhafiena.


Namun, tak ada sahutan dari dalam. Hingga akhirnya bang Kevin langsung masuk ke kamar Dhafiena.


Terlihatlah suasana yang sama seperti waktu bang Kevin masuk tadi. Terlihat sepi dan tak berpenghuni. Kemudian bang Kevin berjalan sambil mengecek apakah adeknya berada di dalam atau tidak.


Namun nihil, di kamar tersebut sama sekali tidak ada orang selain dirinya. Lalu bang Kevin keluar dari kamar Dhafiena dan kembali mencari adeknya itu.


Dan saat melewati jendela ruang tamu, tak sengaja ia melihat bayangan seseorang diluar sana. Karena pemasaran, bang Kevin langsung keluar rumah menuju tempat bayangan tadi.


"Loh itu kan adek? Ngapain disana, mana hujannya deres banget lagi." Tanya bang Kevin pada dirinya sendiri. Ia langsung lari menuju tempat Dhafiena berada.


"Dek, kamu ngapain disini? Nanti bisa sakit loh." Kata bang Kevin yang sudah berada di samping Dhafiena.


..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...


...Maaf baru bisa up sekarang ya temen-temen.🙏...


...~•~...


...Maaf banyak typo😄...


...Jagan lupa like, komen, share, dan vote ya☺...


...Makasih buat yang udah setia nungguin kelanjutan cerita ini😊...


...~•~...


...Gimana lanjut gak?...


..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...