
Di rumah sakit
Di ruangan, Dhafiena berbincang-bincang bersama Bi Siti. Entah apa yang dibicarakan. Walau lelucon atau cerita dari Bi Siti tentang kampung halamannya dulu sebelum kenal dengan Pak Ferdi.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan rawat inap Dhafiena.
Ceklek
" Assalamu'alaikum. " Ucap salam orang itu.
Tampak anak muda berseragam Sekolah Menengah Pertama dengan tas yang di taruh di bahu kanan dan tangan kiri memegang hoodie warna hitam bertulis 2021 Generation
Kira-kira seperti itu yah maksudnya hoodie yang di pake orang yang tadi.
" Wa'alaikumsalam. " Jawab salam Dhafiena dan Bi Siti bersamaan.
Bi Siti nampak mengamati seseorang itu dengan cermat hingga tak sadar surah ada di depannya. Yah dia adalah Praka.
Praka menyalami tangan Bi Siti.
" Siapa ya? " Tanya Bi Siti pada Praka.
" Kenalin, Bi. Itu OSIS resek di sekolah. " Bukannya Praka, tapi Dhafiena lah yang menjawab.
" Hah? " Kata Bi Siti nampak kebingungan dengan jawaban Dhafiena.
" Udah, Bi. Gak usah di pikiran. " Sahut Dhafiena.
" Oh. Tadi mau dimasakin apa? " Tanya Bi Siti.
" Apa aja gpp, Bi. Emang ada bahan apa aja di rumah? " Jawab Dhafiena.
" Udah habis semua sih, ini nanti mau beli. Hehe. " Kata Bi Siti.
" Ya udah, Bibi belanja aja sekarang Mumpung masih pagi, ntar panas kalo siang. " Sambung Dhafiena.
" Kan Bibi harus jaga, Non. " Kata Bi Siti.
" Gpp kali, Bi. Nanti bisa panggil suster. " Jawab Dhafiena.
" Ya udah, Bibi pamit, dulu. " Kata Bi Siti.
Sebelum Bi Siti keluar, tiba-tiba ada seorang masuk, yang tak lain dan tak bukan adalah Bang Kevin.
" Weh, ngapain lagi, Bang kesini? " Tanya Dhafiena.
" Tuh HP ketinggalan. " Jawab Bang Kevin menunjuk handphonenya yang ketinggalan di meja.
" Bibi mau kemana? " Tanya Bang Kevin.
" Mau beli bahan buat masak atuh. " Jawab Bi Siti.
" Ya udah, buruan nanti keburu habis. Haha. " Sahut Bang Kevin.
Kemudian Bi Siti langsung keluar dari ruangan Dhafiena.
" Eh, ada lo? " Tanya Bang Kevin saat melihat Praka.
" Iya, Bang. " Jawab Praka.
" Ya udah, tolong jagain adek gua dulu. " Kata Bang Kevin meminta tolong.
" Ya, Bang. " Jawab Praka.
" Dhafiena bukan anak kecil lagi, gak perlu dijagain. " Protes Dhafiena.
" Udah, diem aja. Ga liat tangan sama kakinya tuh? " Sahut Bang Kevin.
Wah, sudah kalo kayak gitu.
" Udah biar Praka jagain bentar gpp kn? " Tanya Bang Kevin memastikan Praka.
Praka hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Ya udah, Abang berangkat dulu, Assalamu'alaikum. " Pamit Bang Kevin.
" Wa'alaikumsalam. " Jawab salam Praka dan Dhafiena bersamaan.
Karena pikir Bang Kevin, Praka adalah anak pemilik sekolah itu, jadi pasti gpp kalo ga masuk.
Keadaan kembali hening tak ada yang berbicara setelah Bang Kevin meninggalkan ruangan Dhafiena.
Disisi lain...
" Ini kemana sih, Dhafiena? " Tanya Stevani
" Tau tuh, kemarin janjinya suruh nunggu disini. Kok malah gak dateng. " Jawab Laura.
" Udah hampir satu jam kita disini. Si Dhafiena malah gak muncul juga. " Keluh Steveni.
Masih inget gak yang waktu itu? Kalo lupa baca aja lagi episode sebelumnya.
Kembali ke rumah sakit.
Terlihat Praka mengutak-atik handphone dan Dhafiena hanya meliat-liat ruangannya saja.
" Gak sekolah, Lo? " Tanya Dhafiena yang sudah mulai bosan.
" Gak. " Jawab singkat Praka.
" Handphone gue kemarin mana? " Tanya Dhafiena.
" Gak tau. " Jawab Praka singkat.
" Gimana sih, kan kemarin gue barengan sama Lo. Masak kagak tau sih? Cariin dong! " Protes Dhafiena.
" Ogah. " Sahut Praka.
Kembali hening dan kedua orang itu sudah bosan dengan dunianya. Hingga sama-sama melamun.
" Hm. " Sahut Praka.
" Pinjem handphone lo boleh gak? " Tanya Dhafiena.
" Buat? " Tanya balik Praka.
" Nonton film. " Jawab Dhafiena.
" Gak ada paketannya. " Sahut Praka.
" What? Tampang lo aja anak orang kaya, paketan aja gak punya? " Kaget Dhafiena.
" Kemarin mau beli, malah hujan. " Kata Praka.
" Terus bawa laptop gak? " Tanya Dhafiena lagi.
" Hm. " Jawab Praka sambil mengangguk.
" Udah sinii, gue pinjem bentar. " Pinta Dhafiena.
" Emang bisa? " Tanya Praka.
" Bis.... hehe gak bisa juga sih. " Jawab Dhafiena melihat kedua telapak tangannya yang masih di perban.
" Ya udah gak usah. " Sahut Praka.
" Ye, pelit amat lu. Buruan pake wifi rumah sakit aja. " Kata Dhafiena.
Karena malas berdebat, ya sudah Praka mengambil laptop dari tasnya.
" Film apa? " Tanya Praka saat sudah berada di dekat Dhafiena.
" Emmmm,,,,, film sunyi yang tahun 2019 itu aja. " Jawab Dhafiena.
" Suka film horor? " Tanya Praka sambil mengetik judul film yang di pilih Dhafiena.
" Hm. " Jawab singkat Dhafiena.
" Mau kemana lo? " Tanya Dhafiena saat Praka hendak menuju sofa.
Praka menjawab dengan mengarahkan dagunya ke sofa.
" Duduk sini aja, gue ga bisa megangin laptop nih. " Kata Dhafiena menunjuk kursi di sebelahnya.
" Gue yang megang laptopnya gituu? " Tanya Praka.
" Laptopnya tarus di sini aja. Lo duduk sini biar bisa liat. " Jawab Dhafiena.
Laptop di taruh di atas kaki Dhafiena dan Praka duduk di kursi sebelah brankar Dhafiena.
Film mulai berputar. Awal mula Angga Yunanda yang memerankan sebagai Alex bersekolah di sekolah baru yang mana ketika kelas satu akan di jadikan babu. Konon katanya dulu ada murid yang sampai bunuh diri karena di bully oleh kakak kelas.
Hingga akhirnya sampailah pada saat munculnya hantu di atas gedung dan menyebabkan salah satu kakak kelas yang terbawa pengaruh bunuh diri. Temannya di buat melongo karena melihat itu.
Sedangkan Alex dapat melihat ada beberapa arwah di atas gedung.
Sampailah saat seorang kakak kelas yang masih berenang di kolam renang saat malam hari melihat sebuah penampakan. Dan.....
" WUAAAAA......... " Teriak kencang Dhafiena karena terkejut bukan main.
Praka yang di sampingnya juga ikut kaget gara-gara teriakan Dhafiena.
Dhafiena yang ketakutan segera menyingkirkan laptop dan langsung turun. Akhirnya......
BRUK
" Aduh,..... " Ringis Dhafiena kesakitan karena terjatuh. Mungkin lupa kalo dirinya sedang sakit.
Praka langsung menghampiri Dhafiena yang terjatuh.
" Kalo takut gak usah liat. " Kata Praka yang mulai dengan nada datarnya.
" Gue bukan takut, cuma kaget aja. " Protes Dhafiena.
" Serah. " Kata Praka.
" Siniin tangan lo. " Titah Praka mengulurkan tangannya.
" Tangan gue sakit mau lo apain? Lo patahin? " Tolak Dhafiena.
" Nuduh aja lo. Udah kelamaan. " Kata Praka langsung mengangkat Dhafiena kembali ke tempat semula.
" Maaf jadi ngerepotin lo. " Kata Dhafiena.
" Santai aja. " Balas Praka.
" Sejak kapan lo bisa santai. Waktu itu aja lo narik tangan gue ampe kemarahan tau gak. " Sindir Dhafiena.
" Hah? " Praka bingung dengan kata Dhafiena.
Dhafiena menceritakannya waktu kejadian itu.
" Maaf gak sengaja, lagian salah lo sendiri. " Kata Praka.
" Kok salah gue sih. Udahlah capek gue. " Putus Dhafiena.
" Istirahat aja. " Kata Praka.
" Lo ko mau jagain gue sih? " Tanya Dhafiena.
Praka kembali menjawab dengan gelengan.
……………………………………
Maaf lama nggak update, soalnya baru mikir lanjutannya biar seru. Lagipula author juga lagi ngerintis bisnis gitu hehe. Do'akan lancar yah reader's.
Maaf banyak typo.