
Keesokan harinya di SMP Perjuangan terlihat semua siswa-siswi sedang berkumpulnya dilapangan utama, tempat dimana biasanya digunakan untuk upacara.
"Ini kenapa sih kita disuruh kumpul kesini?" Tanya Angga sedikit nyolot pada teman-temannya.
"Upacara kali." Sahut Dhimas yang berada didekatnya.
"Lo lupa ini hari apa? Upacara aja hari senin." Serobot Meisie yang mendengar perbincangan Angga dan Dhimas.
"Dih ngapa lu ikut-ikutan aja." Sinis Dhimas dengan mata menyipit melihat Meisie dibelakangnya.
"Suka-suka gua dong, kenapa lo yang sewot." Balas Meisie tak terima dengan ucapan Dhimas.
"Udah-udah lu berdua kayak anak kecil aja tau ga?" Gertak salah satu siswa dari kelas sebelah yang berada dideket mereka.
"BISA DIEM GA LU?" Teriak Dhimas dan Meisie bersamaan dan kompak.
Cie cie cie... Uhuy... Aseeekkk...
Sontak beberapa siswa-siswi yang mendengar teriakan mereka berdua lantas menertawakannya.
"Apa sih lo pada, ga ada cie cie-an!" Ucap Meisie dengan tegas.
"Udah deh, lu berdua ribut mulu. Lama-lama gua nikahin lu berdua sekalian." Ucap Jordan yang jengah mendengarkan anak-anak kelasnya berulah seperti itu.
"Nikah sama dia? Ga sudi kali gua mah." Sahut Meisie dengan cepat sambil melotot ke arah Dhimas dan Jordan bergantian.
"Dih, lu pikir gua mau nikah sama lu? Kagak kali, pede amat lu jadi orang." Udah Dhimas tak mau kalah.
"Udah-udah ah jangan ribut kayak gitu bisa ga sih kalian ini? Cuma gara-gara masalah kecil ga usah dibesar-besarin. Ga malu apa diliatin orang-orang tuh?" Laura dan Stefhani datang lalu menceramahi mereka yang ada ribut disana. Saat hendak ke lapangan, mereka berdua sudah melihat ada perdebatan diantara teman-temannya. Walau mereka kurang tau apa yang teman-temannya ributkan.
"Lagipula cuma mau apel aja ribet banget kalian." Tambah Stefhani.
"Oh jadi ini mau apel, kirain ngapain." Ucap Angga sembari menganggukkan kepalanya.
"Tau nih, tadi gua sebenarnya mau bilang itu malah ni dua curut adu mulut." Sahut Jordan yang sebenarnya ingin mengatasi alasan semua siswa-siswi berkumpul dilapangan.
"Lagian-..." Belum selesai dengan ucapannya Dhimas, tiba-tiba terdengar suara dari mikrofon depan yang memberi intruksi untuk segera merapikan barisan sesuai urutan kelas masing-masing.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap salam salah satu guru kesiswaan di SMP Perjuangan sebagai awal pembukaan apel pagi hari ini.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab salam seluruh peserta apel dan guru serta staff sekolahan.
"Alhamdulillah kita semua masih bisa berkumpul pada kali ini dalam keadaan sehat walafiat. Langsung saja akan saya sampaikan inti dari apel ini agar kalian bisa segera memulai kegiatan *** hari ini." Dilanjut ucap syukur dari Pak Wisnu.
"Buset dari dulu nih guys masih disiplin aja dah heran gue." Sewot Mita yang diangguki Meisie.
"Tau tuh, kirain tadi ada apel bisa buat ngurangin jam pelajaran, eh ternyata kagak dong huuuh." Tambah Angga yang suka mengeluh.
"Udah deh diem dengerin ada pengumuman apa biar cepet kelar. Kalo lo pada kagak diem nanti ada ceramah dadakan." Kata Jordan memperingatkan teman-temannya.
"Siap pak bos." Sahut satu kelas bersamaan dengan suara pelan.
"Langsung saja bapak sampaikan. Untuk 1 bulan ke depan sekolah kita ada pertukaran guru dari sekolah luar kota. Tetapi hanya beberapa pelajaran saja, tidak semua ada pertukaran dengan guru luar. Untuk pembagiannya sebagai berikut;
kelas 7A-7C dan kelas 8A-8C : mapel Penjaskes
kelas 7D-7F dan kelas 9A-9C : mapel IPS
Kelas 8D-8F dan kelas 9D-9F : mapel Prakarya
Kegiatan pertukaran guru dimulai hari ini sampai 1 bulan kedepan lamanya. Bapak harap semua siswa bisa menghormati dan bisa bekerja sama untuk menyukseskan kegiatan pertukaran guru tahun ini. Ada yang ingin ditanyakan anak-anak?" Pengumuman inti apel pagi sudah disampaikan oleh Pak Wisnu.
"Beuh pertukaran guru? Gua kira cuma ada pertukaran pelajar deh." Ucap Laura sedikit heran dengan pengumuman kali ini.
"Gurunya yang mana, Pak?" Tanya salah satu siswa kelas sebelah dengan suara nyaring.
"Oke, silahkan Pak/Bu maju kedepan sebentar!" Kemudian Pak Wisnu menoleh kebelakang dimana disana terdapat tiga guru dengan seragam yang berbeda.
"Yang disebelah kanan itu Bu Fira sebagai guru Prakarya, yang tengah Bu Indi sebagai guru IPS dan yang disebelah kiri ada Pak Ardan sebagai guru penjaskes." Setelah ketiga guru itu maju kedepan, Pak Wisnu segera mengenalkan beliau pada anak didiknya.
"Karena matahari sudah mulai naik tinggi, apel hari ini kita sudahi. Sekian, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Akhirnya apel hari ini selesai juga. Setelah semua siswa-siswi menjawab salam Pak Wisnu, semua langsung membubarkan diri menuju kelas masing.
"Eh kita gak usah ke kelas aja guys." Intruksi dari Jordan sebagai ketua kelas mengarahkan pada teman-temannya.
"Eh iya juga ya, untung kita masih lengkap disini semua." Ucap Meisie.
"Eh tapi daritadi gua ga liat Dhafiena tuh, mana orangnya?" Sahut Dhimas pada teman-temannya, sedari tadi dia belum melihat keberadaan Dhafiena.
"Iya, Dhafienanya kemana Ra, Ni?" Tanya Mita pada Laura dan Stefhani.
"Kita juga ga tau. Tadi kita kesini agak lama juga karena nunggu Dhafiena di kelas. Kirain dia bakal telat atau apa gitu, ternyata ga datang sampai sekarang." Jawab Laura menjelaskan.
"Ya udah kita buruan ke lapangan basket aja, takutnya nanti Pak Ardan udah nungguin disana." Saran Jordan segera menuju ke lapangan basket diikuti kawan-kawannya dibelakang.
Kemudian setelah selesai pemanasan, semua kembali berkumpul di depan Pak Ardan.
"Okey anak-anak, sebelumnya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap salam Pak Ardan untuk memulai kegiatan *** hari ini.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab salam anak-anak dengan kompak dan semangat.
"Saya perkenalkan diri saya sekali lagi. Nama saya Ardan guru dari SMP Pelita Nusantara. Disini saya akan berperan sebagai guru penjaskes kalian selama satu bulan kedepan." Pak Ardan kembali mengenalku dirinya.
"Iya Pak, selamat datang di SMP Perjuangan. Semoga bapak betah mengajar kami semua disini." Lanjut Jordan mewakili teman sekelasnya dan dibalas anggukan okeh Pak Ardan.
"Baik kalau begitu, untuk hari ini ada siswa/siswi yang absen?" Tanya Pak Ardan sambil membuka buku daftar peserta didik VIII B.
"Ada satu Pak, atas nama Dhafiena." Jawab Jordan.
"Sepertinya tidak asing dengan nama itu, tapi dimana saya pernah mendengar namanya?" Batin Pak Ardan merasa mengenal dengan pemilik nama tersebut.
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...
...Maaf banyak typo😄...
...Jagan lupa like, komen, share, dan vote ya☺...
...Makasih buat yang udah setia nungguin kelanjutan cerita ini😊...
...~•~...
...Gimana lanjut ga nih?...
.... ...
...Setelah episode ini sepertinya akan ada pembenaran dan InsyaAllah ada revisi dulu di beberapa episode sebelumnya. Untuk info up episode baru akan di infokan lewat ig Al ya. Buat yang mau tanya-tanya atau mau tau info seputar cerita ini bisa DM dan pantau instagram Al ya di ...
...@ad_rmdh...
.......
... Terimakasih readers semuanya. Jangan lupa do'ain Al biar bisa cepet selesai revisinya...
..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_...