Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Praktikum



Jam terakhir pun telah tiba, semua siswa-siswi kelas VIII B sudah berada di lab untuk praktikum.


"Buah apaan yang kalian beli?" Tanya Dhafiena.


"Banyak, coba lo liat ada apa aja, Stev!" Jawab Laura memerintah Stevani.


"Ada buah melon, nanas, apel, anggur, mangga, kiwi, alpukat, jeruk, sama apa ini juga masih ada lagi." Kata Stevani menyebutkan nama-nama buah yang di bawanya.


Tiba-tiba Bu Salwa masuk ruang lab.


"Assalamu'alaikum, selamat siang semua. " Sapa Bu Salwa pada anak didiknya.


"Wa'alaikumsalam. Siang, Bu." Balas sapa siswa kelas VIII B.


"Ini sudah membawa bahan-bahannya kan?" Tanya Bu Salwa.


"Sudah, Bu." Jawab murid kelas VIII Bu kompak


"Oke, hari ini kita buat minuman saja biar mudah dan tidak terlalu memakan waktu ya." Kata Bu Salwa yang di 'iya' kan murid-murid di lab.


"Kalau gitu silahkan sekarang di mulai, dan jangan lupa kalau sudah kalian bikin presentasi dulu nanti!" Perintah dari Bu Salwa.


"Siap, Bu." Jawab Jordan yang di ikuti lainnya.


Mereka semua tak perlu repot-repot membawa alat-alat yang digunakan praktikum, cukup bahan-bahan saja yang mereka bawa, karena peralatan sudah tersedia dari sekolah. Enak kan?


"Kita bikin minum apa nih?" Tanya Laura.


"Banyak yang di blender deh kayaknya." Kata Stevani.


"Mending kita bikin minum biasa aja deh." Sahut Dhafiena.


"Maksudnya gimana?" Tanya Laura.


"Yah pokoknya yang beda dari lainnya. Tuh mereka semua pake blender semua. Kemungkinan mereka bikin juice terus di apain gitu kali. Kita bikin es buah atau apa gitu terus di buat spesial aja. Gimana?" Tanya Dhafiena.


" Boleh juga tuh. " Jawab Stevani.


"Okelah. kalau gitu kita tambahin nata de coco sama apa gitu." Usul Laura.


"Ya udah, gue ke kantin dulu buat beli bahan tambahan. Kalian mending potongin dulu buahnya!" Perintah Dhafiena.


"Oke." Kata Laura dan Steveni bersamaan.


"Eh iya, kalian bisa kan kupas kulit buah nanasnya?" Tanya Dhafiena.


"Tenang aja, kemarin kita belinya yang udah di kupas sama dipotong kok." Jawab Stevani.


"Sip lah, gue ke kantin bentar yah, bye." Pamit Dhafiena pada teman sekelompok nya.


"Bu, saya izin ke kantin beli esbatu sebentar." Kata Dhafiena meminta izin ke Bu Salwa.


"Iya." Kata Bu Salwa mengizinkan Dhafiena.


Di kantin....


"Hallo, mbak." Sapa Dhafiena pada penjual kantin.


"Eh iya, mau beli apa?" Tanya Mbak Yeyen.


"Beli es batu, nata de coco, sirup cocopandan yang botol kecil, sama susu putih, Mbak." Jawab Dhafiena menyebutkan beberapa bahan yang di belinya.


"Tunggu sebentar yah." Kata Mbak Yeyen.


"Nih, emang buat praktik ya ini?" Tanya Mbak Yeyen menyerahkan sekantong plastik bersisi barang yang di beli Dhafiena.


"Iya, Mbak. Semua berapa? " Kata Dhafiena.


"Semuanya Rp. 43.500,- aja." Jawab Mbak Yeyen.


"Nih, Mbak. Saya balik ke lab dulu, byebye." Kata Dhafiena menyodorkan uang dan beranjak dari kantin menuju lab.


Di lab...


Brak...


" HOLLA HOLLA, I AM COMEBACK, DAH SELESAI BELUM NIH? " Teriak Dhafiena sambil mendobrak pintu di lab.


"Eh monyet eh monyet." Kaget Wahyu.


Prang...


"Astagfirullah." Kaget Bu Salwa.


"Eh apa tadi yang jatuh?" Tanya Bu Salwa.


"Hehehe maaf Bu nggak sengaja gelasnya jatuh, Bu. Dhafiena sih, ngagetin aja." Jawab Mita sambil cengengesan.


"Tuh kan, Dhaf. Lain kali jangan kayak gitu, teman-teman kamu pada kaget kan. Haduh." Kata Bu Salwa.


"Hehehehe, maap, Bu." Sahut Dhafiena cengar-cengir.


"Kalo gitu itu di bereskan dulu, terus di lanjutkan lagi!" Perintah Bu Salwa yang di angguk Mita.


"Mit, maap ya. Kagak sengaja tadi. Hehe." Kata Dhafiena pada Mita.


"Santai, gue juga tadi gak fokus jadi kaget, alhasil gelas yang gue pegang jatuh." Sahut Mita.


"Dah selesai belum nih?" Tanya Dhafiena pada Sahabatnya itu.


"Udah semua, tinggal nyusun di gelas aja sih." Jawab Laura.


"Ya udah, sekarang kita masukin buah-buahan sama nata decoco dulu!" Perintah Stevani.


"Bentar gue buka dulu bungkus nya." Kata Dhafiena membuka bungkus nata de coco.


"Dah tinggal kasih sirup, susu putih, sama es batu." Kata Laura.


"Dah siap." Ucap Dhafiena, Laura, dan Stevani bersamaan.


" Bentar, gue bikin presentasi dulu. " Kata Dhafiena.


"Oh iya, nih kertasnya." Sambung Laura menyerah kertas dan bolpoin.


Sepuluh menit kemudian...


"Sudah selesai semua anak-anak?" Tanya Bu Salwa.


"Sudah, Bu." Jawab penghuni lab.


"Baiklah sekarang kumpulkan hasil kelompok masing-masing di meja depan, lalu maju per kelompok untuk presentasi sesuai dengan nomor kelompoknya!" perintah Bu Salwa.


 


# Kelompok 1: Meisie dkk



# Kelompok 2 : Jordan dkk



# Kelompok 3 : Mita dkk



# Kelompok 4 : Dhimas dkk



# Kelompok 5 : Dhafiena dkk



 


( Anggap ya jadi kayak gitu yah biar mudah.


Jadi kepengin nih. Ahahaha...)


Semua siswa menunggu giliran kelompoknya untuk presentasi.


Setelah selsai presentasi siswa-siswi kelas VIII B membersihkan lab terlebih dahulu, kemudian pulang ke rumah.


"Eh enak banget tadi es buah kelompok kita." Kata Stevani.


"Iya, allhamdulillah enak." Balas Dhafiena.


"Punya kelompok si Dhimsum juga enak, kayak Milkshake gitu rasanya." Tambah Laura.


"Ya emang itu milkshake buah namanya." Sahut Dhafiena.


"Baru tau gue, milkshake dari buah juga ada ternyata." Kata Laura dengan nada sedikit heran.


"Dasar KUDET lo." Ejek Stevani.


"Hahaha, kudet katanya." Sambung Dhafiena cengengesan.


"Apalagi tu?" Tanya Laura.


"Bener-bener kudet lo, Ra." Jawab Stevani.


"Kudet apaan sih, dari tadi ditanya juga." Kata Laura.


"KURANG UPDATE. Hahahahhaha...." Kata Stevani dan Dhafiena bersamaan sambil menekan kata KURANG UPDATE di selingi dengan canda tawa.


"Kalian, ihhh..." Kata Laura cemberut.


"Udah-udah, gue mau pulang duluan, dah di jemput." Pamit Dhafiena pada kedua sahabatnya.


"Hati-hati di jalan." Kata Laura dan Stevani bersamaan.


.............,............................................


Maaf kalau kurang menarik ceritanya. 😣


Author masih pemula, jadi tolong kasih saran yah. 🙂


Maaf juga banyak typo. 🙏


Terimakasih buat readers yang setia menunggu kelanjutannya. ✨


InsyaAllah mulai update seperti jadwal biasanya. 🤗