Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Gara-gara Orang Tak Ada Akhlak



...Mohon maaf sekali telat update yah readers....


.......


...Kemarin belum bisa update karena baru ke rumah saudara lagi sakit, sama ada urusan dulu....


.......


...Jadi baru bisa update sekarang....


...- - - - - - - - - - - - -...


...Oh iya, author mau minta tolong sama readers. Kalau sudah membaca karya ini budayakan memberikan like, komen, dan vote yah. Soalnya karya ini author ikutin You Are A Writer Season 5. Jadi author minta dukungan dari readers....


...…………………………...


...Yuk langsung di simak saja, Ok?...


...(〃∀〃)ゞ...


...- - - - - - - - - - - - -...


Tiba-tiba saja ada mobil yang melaju cukup kencang di belakang motor yang di kendarai Praka.


Dan......


SRET


Terdengar suara motor milik Praka di srempet mobil itu.


" Innalillah. " Ucap Praka dan Dhafiena bersamaan. Entahlah, mereka berdua reflek saja karena terkejutnya.


BRUKKK


Yah betul, itu adalah suara Praka dan Dhafiena yang terjatuh dari atas motor.


" AAAAAAaaaaa..... " Teriak Dhafiena yang terkejut.


DUG DUG DUG


Setelah jatuh, terdengarlah suara orang terguling di atas jalanan yang masih basah karena hujan. Mungkin itu si Dhafiena.


DUK


Itu adalah suara kepala Dhafiena yang terbentur di trotoar.


Sedangkan Praka jatuh tertimpa motornya.


Sang pemilik mobil yang mengetahui bahwa baru saja menyrempet seseorang segera keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri korbannya.


" Astagfirullah, Adek gakpapa? " Tanya pemilik mobil pada Praka.


Huh masih aja tanya, udah jelas jatuh, pasti sakitlah masih di tanya lagi. Dasar pengendara mobil tak ada akhlak emang. Jadi kesel sendiri kan.


" Iya, saya tak apa-apa. " Jawab Praka sambil berusaha berdiri.


" Biar saya bantu. " Kata orang tak ada akhlak itu, hihi.


Setelah motor Praka di bawa ke pinggir jalan, teringatlah dengan Dhafiena.


" Astagfirullah. " Kaget Praka saat melihat Dhafiena yang sudah terkapar pingsan di pinggir jalan, tepatnya di dekat trotoar gitu kayaknya. Soalnya author gak ada di tempat kejadiannya, jadi kurang tabu kronologisnya.


Praka segera menghampiri Dhafiena.


" Hey hey, bangun. " Panggil Praka dengan menggoyangkan lengan Dhafiena.


" Hey cepet bangun. " Kata Praka lagi sambil menepuk-nepuk pipi Dhafiena.


" Aduh gimana nih gak bangun-bangun juga lagi. " Gumam Praka.


" Jidatnya berdarah juga itu? " Lanjutnya saat melihat kepala Dhafiena yang sedikit berdarah.


" Dek ini pacarnya kenapa? " Tanya orang tak ada akhlak itu.


" Eh, bukan. Dia bukan pacar saya. " Bantah Praka.


" Terus siapanya? Temen? Saudara? " Tanya orang itu.


" Cuma temen. " Jawab Praka.


" Ya udah ayo bawa ke rumah sakit cepet. " Kata orang itu panik sendiri karena melihat kondisi Dhafiena itu.


" Motor kamu biar nanti saya hubungi orang bengkel buat di benerin, ayo bawa ke mobil saya temen kamu ini! " Titah orang itu.


Praka mengangkat Dhafiena menuju mobil. Pintu mobil di bukakan sang pemiliknya.


Saat sudah di mobil, Praka menempatkan kepala Dhafiena di pahanya. ( Kayak di pangku gitu lho maksudnya ) Kalo gak paham ya udah.


Praka merasa kalo badan Dhafiena sangat dingin. Ia teringat kalo ada jaket di tas miliknya. Segeralah Praka mengambil jaketnya dan menaruh di depan badan Dhafiena. Kenapa gak daritadi ingetnya coba.


" Agak cepet dikit, Pak! " Teriak Praka karena tiba-tiba Dhafiena sedikit kejang-kejang gitu keknya.


" Iya, dek sabar. Ini udah cepet. Tolong jangan panggil saya, Bapak. Saya masih muda. " Kata Orang tak da akhlak itu lho.


Akhirnya sampai juga mereka di rumah sakit. Praka segera keluar dari mobil sambil menggendong Dhafiena di bawa masuk ke rumah sakit itu.


" DOK, DOK. CEPAT TOLONGIN TEMEN SAYA. " Teriak Praka cukup kencang.


" KALO NGGAK CEPET, SAYA BAKAR RUMAH SAKIT INI!!! " Tambahnya dengan nada dingin yang membuat Para Dokter dan Suster berlarian membawa brankar rumah sakit dengan sedikit berlarian.


Kebetulan apa bukan, nggak tau yah. Pendonatur terbesar rumah sakit itu keluarga Praka. Jadi gitulah bisa apa aja. Orang kaya mah bebas, sultan gitu lho.


Daripada rumah sakitnya di bakar. Lebih baik cepet-cepet datang menghampiri.


Setelah meletakkan Dhafiena di brankar rumah sakit, langsung saja di dorong ke ruang IGD.


Praka menunggu di luar, dan langsung di hampiri orang tak da akhlak tadi. Maaf kita sebut itu saja, karena belum tahu siapa namanya bukan?


Oke, lanjut aja.


" Dek, sudah saya bayar semua administrasinya. " Kata orang penabrak tadi.


" Hm. " Jawab singkat Praka.


" Gimana keadaan pacar kamu tadi? " Tanya Orang itu, bener-bener ga ada akhlak itu orang. Tadi udah dibilangin juga.


" Itu tadi temen saya, bukan pacar saya. " Kata Praka sedikit keras sambil menekan kata-katanya.


" Iya iya, maaf lupa. " Kata orang itu.


" Perkenalkan saya, Jodi. " Kata orang itu mengenalkan dirinya.


" Praka. " Sahut Praka.


Di sisi lain....


" Tuan, ini Non Dhafiena belum pulang dari siang tadi. " Kata Bi Siti memberitahu Bang Kevin.


Bang Kevin baru saja pulang dari kantor gitu ceritanya.


" Belum pulang? " Kata Bang Kevin mengulangi.


" Iya, nomornya juga gak aktif dari pagi. " Kata Bi Siti.


" Aduh kemana sih tu anak. Apa ke rumah temennya? " Gumam Bang Kevin.


" Tuan, tuan. " Panggil Pak Ferdi tiba-tiba masuk rumah sambil teriak-teriak.


" Kenapa, Pak? " Tanya Bang Kevin.


" Itu huft.... si Non huft.... Dhafiena... " Kata Pak Ferdi terbata-bata.


" Dhafiena kenapa? " Tanya Bang Kevin.


" Iya, si Non kenapa? " Tanya Bi Siti panik.


" Kata tetangga tadii, ada yang ngeliat si non pas hujan-hujan di bonceng temennya, terus tiba-tiba.... " Jawab Pak Ferdi belum selesai sudah di potong Bi Siti.


" Terus gimana? " Tanya Bi Siti.


" Terus tiba-tiba ada mobil di belakang Non Dhafiena, akhirnya yang naik motor jatuh. Tapi katanya tadi langsung di bawa ke rumah sakit. " Penjelasan Pak Ferdi.


" Innalillahi. Tapi kok bisa jatuh? " Kata Bi Siti.


" Di srempet tadi katanya. " Sahut Pak Ferdi.


" Ya sudah, Bibi sama Bapak jaga rumah, biar aku ke rumah sakit. " Kata Bang Kevin mengambil muncul mobil di atas meja.


" Oh iya, mungkin di bawa ke rumah sakit terdekat. Tadi di jalan deket jembatan tua itu tuan. " Kata Pak Ferdi yang di angguki Bang Kevin.


Bang Kevin keluar rumah dan langsung naik ke mobil, dan segeralah meluncur menuju rumah sakit.


Bang Kevin mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Untung saja jalanan sudah mulai sepi. Kalau tidak, sudah dapat di pastikan kalau Bang kevin akan mendapatkan sumpah serapah dari para pengendara lain.


Akhirnya sampai juga Bang Kevin di rumah sakit.


" Sus, ruang IGD ada dimana? " Tanya Bang Kevin pada suster di meja resepsionis.


" Lewat sini nanti belok ke timur ruangan nomor 3,Tuan. " Jawab Suster itu dengan ramah.


Siapa coba yang gak kenal sama Bang Kevin. Pengusaha muda yang sudah sukses.


Bang Kevin langsung menuju ruang IGD sesuai arah yang di katakan sang suster tadi.


Bang Kevin sedikit berlarian hingga sampailah juga di ruang IGD. Terlihatlah dia pemuda di depan ruangan itu.


" Kamu? " Tanya Bang Kevin karena terkejut.


......…......


...…...


...Maaf banyak typo....


...…...


...…...


Kalau ada yang ingin di tanyakan, bisa kok tanya di kolom komentar atau kalau ingin usul di bikinin part yang tema apa, langsung saja DM ke instagram author yah. 👉 @ad_rmdh. Sertakan juga "Bad Girl but Genius ". Di tunggu yah.


...-...


...-...


...Oh iya, kalian mau nggak seumpama kita buat grup chat gitu, kan bisa buat silaturahmi dan menambah banyak teman juga pastinya. Nanti kita bisa ngobrol bareng-bareng di grup chat itu. Ini juga usulan dari.............


...(gak usah di sebut nama orangnya yah.)...


...Yuk yang setuju bilang di kolom komentar atau DM ke ig author saja yah. @ad_rmdh...


.......


.......


.......