
"Dek." Panggil bang Kevin.
"DEK." Bang Kevin memanggil Dhafiena sambil menepuk bahunya agak keras, karena tak mendapat jawaban adeknya.
Dhafiena yang terkejut seketika langsung menoleh ke belakang.
"Kamu ngapain sih di sini? Mana ngelamun lagi sambil hujan-hujan." Tanya bang Kevin.
"Gak ngapa-ngapain." Jawab Dhafiena yang langsung kembali ke meluruskan pandangannya seperti semula.
"Kalau gak ngapa-ngapain, kenapa malah ngelamun dibawah hujan gini? Nanti kamu bisa sakit loh." Tegur bang Kevin.
"Biarin." Lagi-lagi Dhafiena menjawab dengan sangat singkat.
"Kok biarin sih? Nanti kalo sakit gimana?" Sahut bang Kevin yang ikut duduk disebelah Dhafiena.
"Emang kenapa kalo aku sakit?" Tanya balik Dhafiena.
"Ya kan...," belum selesai dengan ucapannya, tiba-tiba Dhafiena langsung menyahut dengan nada datar tapi pelan,
"takut direpotin aku ya?"
"Eh, nggak gitu maksud abang dek," Bang Kevin langsung kelabakan dengan pertanyaan Dhafiena. "Kalo kamu sakit nanti gak bisa sekolah, di rumah cuma tiduran, pokoknya gak enaklah. Abang minta maaf ya? Abang gak ada maksud direpotin sama kamu kok." Bang Kevin berusaha meluruskan kesalahpahaman tersebut.
"Abang minta maaf ya, dek?" Lanjutnya.
Hening tak ada sahutan dari Dhafiena.
"Kamu mau kan maafin abang? Ya ya ya?" Bujuk Bang Kevin.
"Hm." Ya, singkat lagi jawaban dari Dhafiena.
"Kamu kenapa sih? Kalo ditanyain jawabnya singkat, kalo nggak, malah nggak dijawab gitu?" Tanya bang Kevin sambil menyandarkan kepalanya dibahu sangat adek.
"Dek...dek...adek kenapa sih? Ditanyain abang juga malah diem aja daritadi?" Karena tidak mendapat jawaban dari Dhafiena, bang Kevin langsung menoleh ke arah Dhafiena.
"Kalo kamu kayak gini terus, abang jadi sedih loh." Kata Bang Kevin.
Seiring berjalannya waktu, hujan mulai mereda.
"Kamu kok ngelamun terus sih dek daritadi? Mikirin apa sih?" Tanya bang Kevin dengan posisi tegak sambil menepuk bahu adeknya kembali.
"Apa?" Sahut Dhafiena yang tersadar dari lamunannya dan mengarahkan pandangannya pada sang abang.
"Loh, kok malah nanya ke abang sih? Kamu ini loh yang kenapa, daritadi diajak abang bicara gak nyaut." Kata bang Kevin menjelaskan.
"Aku gapapa kok, Bang." Sambung Dhafiena sembari menyender di lengan sang abang.
"Kalo ada apa-apa cerita ke abang aja ya, dek!" Pinta bang Kevin sambil mengelus kepala adeknya itu.
Beberapa detik kemudian,
"Momy." Hanya satu kata yang keluar dari bibir Dhafiena.
"Oh, jadi adek abang ini lagi kangen sama Momy ya?" Tanya bang Kevin yang paham akan maksud Dhafiena, walau hanya dengan satu kata.
"Ya udah, kapan-kapan kita jenguk mereka ya!" Lanjut bang Kevin.
"Besok aja, bang." Sahut Dhafiena dengan cepat.
"Bukannya besok kamu harus sekolah ya?" Tanya bang Kevin pada Dhafiena.
"Ya gak usah masuk aja." Jawab Dhafiena simpel.
"Oke deh, InsyaAllah besok kita jenguk Momy sama Papi." Ucapan bang Kevin.
"Beneran?" Tanya Dhafiena memastikan.
"Iya." Jawab bang Kevin.
"Makasih, abang." Ucap terimakasih Dhafiena sambil memeluk bang Kevin.
"Iya, sama-sama. Btw ini apa dek?" Sahut bang Kevin, lalu menunjuk mini box di depan mereka.
"Salad buah." Kata Dhafiena.
"Abang mau dong, boleh gak?" Tanya bang Kevin yang ingin memakan salad buah juga.
"Makan aja, dikulkas juga masih banyak kok. Tadi aku buat banyak sama bibi." Jawab Dhafiena.
"Ya udah, yuk ke dalam. Nanti makannya di dalem aja. Sekarang kita ganti baju dulu. Biar gak kedinginan." Sambung bang Kevin.
Kemudian mereka berjalan beriringan ke dalam rumah. Setelah selesai ganti baju, Dhafiena dan bang Kevin menonton film action bersama sambil memakan cemilan dan salad buah tadi.
"Bang," Panggil Dhafiena yang menyandar dibahu abangnya.
"Kenapa hm?" Sahut bang Kevin sambil mengalihkan pandangannya dari tv ke sangat adik.
"Abang," Dhafiena memanggil abangnya kembali.
"Why?" Tanya Bang Kevin.
"Bang Kevin," Lagi-lagi Dhafiena memanggil abangnya itu.
"Astagfirullah, apa dek? Kenapa?" Tanya Bang Kevin gemas dengan adiknya itu.
"Gapapa, cuma manggil doang." Jawab Dhafiena sambil cengengesan.
"Ihh kamu nih ya, kirain kenapa. Eh malah becandaan." Kata Bang Kevin mencubit pipi Dhafiena.
...-.-.-.-.-.-.-...
...Jangan lupa like, komen, share, dan vote. ...
...Maaf kalau masih banyak typo. ...
...Tunggu kelanjutannya ya! ...
...-.-.-.-.-.-.-...