
...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah...
...Minal 'Aidin wal-Faizin...
...Mohon Maaf Lahir dan Batin...
...(Maaf telat ngucapin)...
.......
Author mau minta maaf, atas segala kesalahan author yah. Yang di sengaja atau tidak.
.......
Maaf kalo lama nggak update karena lagi fokus sama dunia nyata dulu.
.......
Maaf kalo banyak kesalahan dalam novel author. Soalnya author juga lagi belajar buat novel, jadi di maklumi aja yah, readers.
Maaf kalo banyak typo juga.
.......
...Author mewakili semua tokoh pemeran dalam novel ini juga mohon maaf atas segala kesalahn mereka yah....
...~~~...
" Lo ko mau jagain gue sih? " Tanya Dhafiena.
Praka kembali menjawab dengan gelengan.
Akhirnya Dhafiena memutuskan untuk istirahat saja.
Tak lama kemudian...
Cklek
Pyar
Kedua suara itu bersahutan, hingga membuat sang penghuni ruangan terkejut.
" Eh maaf ya, Dek. Saya tidak sengaja. " Kata orang yang membawa nampan tadi yang ternyata adalah suster.
" Tidak apa-apa, sini masuk aja. " Kata Dhafiena.
" Maaf menganggu waktu istirahatnya juga. " Lanjut suster itu.
Setelah sedikit berbincang-bincang, suster tadi segera keluar dari ruangan Dhafiena setelah urusannya selesai.
" Woy. " Panggil Dhafiena.
" Hm. " Sahut Praka.
" Panggilin suster tadi dong, tolong yah! " Titah Dhafiena.
" Suruh ngapain? " Tanya Praka.
" Udah panggilin aja. " Jawab Dhafiena.
Akhirnya Praka memanggil suster tadi.
" Ada apa saya di suruh kesini? "Tanya suster yang baru saja datang.
" Cuma mau minta tolong sih, tolong kupasin buah boleh kan, Sus? Hehe " Tanya Dhafiena.
" Oh boleh buah mana? " Kata suster mempersilahkan.
" Buah apel aja, Sus. Mau buka sendiri belum bisa tangannya hehe. " Kata Dhafiena.
" Mending suster balik aja, tadi masih ada kerjaan kan? " Tanya Praka.
" Kok lo ngusir sih. " Kesal Dhafiena.
Praka tak menghiraukan kata-kata Dhafiena dan langsung menyuruh suster kembali saja. Sang suster juga menurut saja. Karena tadi juga masih ada kerjaan.
" Ih, gimana sih lo. Kok susternya malah disuruh pergi sih? " Tanya Dhafiena.
" Udah, biar gue yang kupasin buahnya. " Jawab Praka.
Dhafiena hanya menganggukkan kepalanya saja.
Praka langsung mengambil. buah yang diminta Dhafiena dan langsung di kupaskan.
Tak butuh waktu lama, Praka langsung menyodorkan buah yang sudah di kupas dan sudah ia potong menjadi dadu.
" Nih. " Kata Praka.
" Makasih. " Jawab Dhafiena berusaha menerima buah yang ada di piring dengan baik, supaya tak jatuh.
(Tahu kan maksud author? Oke skip.)
Praka duduk sambil memainkan handphonenya saja. Entahlah sedang apa itu orang, author pun tak tau.
Dhafiena mencoba memegang garpu, tapi tetap aja kesusahan. Taulah, tangannya masih diperban, jadi agak susah.
Saat sudah hampir terangkat, jatuh lagi. Begitulah sampai tiga kali. Nah sekarang buahnya sudah hampir bisa Dhafiena makan, sebelum garpu sampai didepan mulut Dhafiena, eh malah jatuh garpunya.
Kluntink
" Sialan, susah amat sih. " Batin Dhafiena merasa kesal sendiri.
Praka yang melihat Dhafiena diam-diam daritadi menahan tawanya.
" Apa lo, mau ngetawain kan? " Tebak Dhafiena sangat tepat.
" Hehe, enggak ko. " Elak Praka sambil cengengesan.
" Nih, ambil buat lo. Makan aja nih. " Kata Dhafiena mengembalikan piring yang berisi buah kepada Praka
" Lah, tadi lo yang minta buahnya. Ko di balikin ke gue? " Tanya Praka.
" Udah, cepet ambil. Gue gabisa makannya. " Jawab Dhafiena.
Praka menerima piring yang di berikan Dhafiena, dan mengambil garpu yang jatuh tadi. Tak lupa Praka mengganti garpu yang akan digunakan.
" Aaaaaa... " Kata Praka menyodorkan garpu yang ada sepotong buah pada Dhafiena.
" Apaan sih? " Tanya Dhafiena.
" Katanya tadi mau makan. Udah nih gue yang suapin, ntar kelaperan lagi lo. " Jawab Praka.
Oke skip, lanjut aja gak usah kelamaan debatnya yah. Biar ga ribet, dan author ga kelamaan ngetiknya, hihi.
Akhirnya Dhafiena makan buah di suapin oleh si Praka. Alias sang OSIS resek itu.
Mereka juga sambil ngobrol. Sesekali juga ketawa.
" Uhuk uhuk uhuk... " Karena keasikan ketawa, sampe-sampe, si Dhafiena kesedak buah yang di makan.
" Hahaha, makanya kalo makan jangan ketawa mulu, rasain tuh. " Kata Praka menyodorkan air putih pada Dhafiena.
Dhafiena langsng meminum saja.
" Salah lo sih, bikin orang ketawa aja. Rasain nih. " Sahut Dhafiena.
Bugh
Dhafiena memukul lengan kiri Praka cukup keras sih.
" Santai dong, sakit nih jadinya. " Keluh Praka.
" Aelah, lemah amat lu jadi cowo. " Sahut Dhafiena.
" Gue mau nanya boleh? " Tanya Praka.
" Hmm. " Jawab Dhafiena.
" Lo ngapain sih, kalo di sekolah selalu buat onar? " Tanya Praka.
" Kepo luh. " Sahut Dhafiena.
" Ye di tanya juga. " Sewot Praka.
" Buat hiburan, puas lo. " Kata Dhafiena.
" Hiburan darimana coba? Yang ada lo kena hukuman terus tuh. " Sambung Praka.
" Ya serah gue lah. " Dhafiena tetep ngeyel.
#In the School
" Ini kemana sih, Dhafiena? " Tanya Laura.
" Tau ah, di chat ga di bales, di telfon juga gak bisa. " Jawab Stevani.
" Udahlah, mungkin ada urusan kali. " Tambah Dimas.
" Iya, bener kata Dimas tuh. " Kata Angga.
Mereka melanjutkan berbincang-bincang sampe waktu istirahat.
...---------------------------...
...Maaf ga bisa panjang-panjang. Sebenarnya mau author cepetin alurnya. Pada setuju nggak? Langsung komentar atau DM ke ig author aja yah kalo ada yang ingin ditanyain. (@ad_rmdh)...