Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Dipanggil ke Ruang Guru



"Pada rapat." Jawab Jordan.


"Oke-oke." Jawab Dhafiena menuju kursinya.


"Gimana nih, kalo belum gajian trus Bu Setta bayar pake apa?" Tanya Wahyu pada teman sekelasnya.


"Iya juga ya, gimana nih. Apa kita bayar sendiri-sendiri aja?" Sahut Jordan.


"Nggak usah, dah gue bayar. Tenang aja lah." Jawab Dhafiena santai.


"Beneran?" Tanya teman sekelasnya bersamaan.


"Hm." Jawab Dhafiena singkat.


"Thank you, bestie." Kata teman sekelasnya bersamaan.


"You are welcome." Jawab Dhafiena.


•••


Beberapa saat kemudian...


"Ini kita cuma diem aja gitu? Gak ngapa-ngapain?" Tanya Meisie yang tak bisa hidup kalau tak ada kegiatan. Hehehe.


""Gimana kalau kita ngadain konser aja?" Usul Laura yang di angguki Stevani.


"Konser gimana?" Tanya sang ketua kelas, Jordan.


"Nyanyi-nyanyi gitu lah." Jawab Stevani.


"Boleh, daripada bosen nungguin guru sampe jam selanjutnya." Sambung Meisie yang di angguki satu kelas.


"Kalian pengen kagak dengerin suara Dhafiena kalo nyanyi?" Tanya Laura.


"Bagus banget suaranya, MasyaAllah." Tambah Stevani.


"Kok kalian berdua tau?" Tanya Roni.


"Kita gitu loh. " Jawab Stevani dengan bangga.


"Oke kalo gitu. Bolehlah." Kata Jordan.


Sedangkan Dhafiena tak menyimak pembicaraan di kelasnya. Yah dia tidur sambil mendengarkan musik lewat handsetnya.


"Nih anaknya malah tidur lagi." Kata Laura pada teman lamanya.


"Bentar, gue bangunin dulu." Sahut Stevani.


Stevani menggoyang-nggoyangkan lengan Dhafiena. Karena tak bangun-bangun, dia menarik kabel handset yang dikenakan Dhafiena.


"Apaan sih, Stev?" Tanya Dhafiena yang baru bangun tidur.


"Tidur aja lo. Liat tuh anak-anak sekelas!" Perintah Stevani pada Dhafiena.


"Napa lo liat-liat?" Tanya Dhafiena melihat teman-temannya yang ternyata melihat dia dengan sedikit kesal.


"Beuh ngegas langsung ya betina." Sahut Wahyu.


"Kita konser aja yuk, bosen nih gue kagak ngapa-ngapain." Kata Meisie.


"Konser apaan?" Tanya Dhafiena.


"Kita-kita mau dengerin lo nyanyi, Dhaf." Kata Roni.


"Emang gurunya belum dateng dari tadi?* Tanya Dhafiena lagi. "


"Belum, masih lama kayaknya." Jawab Jordan.


"Oke juga ide meraka, dah lama kagak nyanyi di kelas kayak gini. Hahaha...* Batin Dhafiena


"Gimana, Dhafiena? Kok malah diem aja." Tanya Chika teman sekelasnya.


"Oke lah. Mulai sekarang aja." Sahut Dhafiena.


"Yes." Teriak satu kelas.


"Meja tengah di gabungin agak ke depan, buat panggung nya." Kata Stevani yang langsung dijalankan oleh siswa laki-laki.


"Kursi-kursi di tata di depannya aja yah. Buat para penonton." Sambung Meisie yang langsung di angguki teman-teman lainnya.


"Tolong ambilin sapu di belakang itu dong!" Perintah Dhafiena pada Jordan.


"Nih." Kata Jordan setelah mengambil sapu dan diberikan pada Dhafiena.


"Makasih. " Ucap Dhafiena menyerahkan sapu pada Stevani dan Laura.


"Nyanyi apaan nih?" Tanya Dhafiena.


"Terserah lo deh, Dhaf." Jawab teman sekelas bersamaan.


"Paduan suara kalian? Sampai barengan gitu jawabnya." Ucap Dhafiena terkekeh.


"Langsung aja ya." Kata Stevani.


"Baiklah pemirsa sekalian, diharapkan tenang. Sebentar lagi acara sudah di mulai." Sambutan dari Laura kayaknya seorang host yang memulai acara.


"Karena semua sudah duduk di kursi yang telah disediakan, kita langsung saja mulai. Silahkan Nona Dhafiena." Sambungnya dengan lagak sebagai host pembawa acara benaran, bedanya kali ini menggunakan sapu sebagai mic. Hahaha.


"Thanks." Jawab Dhafiena sebelum memulai menyanyi.


(*・∀・*)V


🎵 Justin Bieber - Nothing Like Us 🎵


🎶Lately I've been thinking, thinking 'bout what we had


I know it was hard, it was all that we knew, yeah


Have you been drinking to take all the pain away?


I wish that I could give you what you deserve


🎶Cause nothing can ever, ever replace you


Nothing can make me feel like you do


You know there's no one, I can relate to


And know we won't find a love that's so true


🎶There's nothing like us, there's nothing like you and me


Together through the storm


There's nothing like us, there's nothing like you and me


🎶Together


🎶I gave you everything, baby, everything I had to give


Girl, why would you push me away? yeah


Lost in confusion, like an illusion


You know I'm used to making your day


🎶But that is the past now, we didn't last now


I guess that this is meant to be, yeah


Tell me was it worth it? We were so perfect


But baby I just want you to see


🎶There's nothing like us, there's nothing like you and me


Together through the storm


There's nothing like us, there's nothing like you and me


🎶Together


🎶There's nothing like us, there's nothing like you and me


Together through the storm


There's nothing like us, there's nothing like you and me


(*・∀・*)V


Dhafiena menggunakan sapu sebagai mic nya. Sedangkan Stevani menggunakan sapu sebagai gitar. Mereka berdua ada di atas panggung. Tepatnya di atas meja tapi duduk di depan.


Di saat selesai Dhafiena menyanyi, ada siswi perempuan yang mengetuk pintu ruang kelas VIII B.


tok tok tok


ceklek


"Ada apa?* Tanya satu kelas bersamaan kecuali Dhafiena.


"Wah, kompak amat kelas Kak Meisie." Celoteh adik kelas, ternyata Siska.


"Ini lagi pada ngapain kakak-kakak?" Tanya Siska.


"Konser dong." Jawab Jordan.


"Boleh ngikut kagak, Kak?" Tanya Siska.


"Kagak pelajaran, lo?" Tanya Laura.


"Jamkos, Kak. Gurunya sakit." Jawab Siska.


"Boleh sini langsung masuk aja." Sahut Stevani.


"Makasih, Kakak." Kata Siska yang sudah berada di dalam kelas VIII B.


"Kenapa kesini?" Tanya Meisie.


"Oh iya, hampir lupa, yang namanya siapa tadi yah. Dhaf,,, Dhaf,,,* Kata Siska mengingat-ingat nama.


"Dhafiena." Sambung satu kelas bersamaan.


"Hahahah, iya itu kak Dhafiena disuruh ke ruang guru nemuin Bu Setta." Kata Siska cengengesan.


"Oke, kalian lanjutkan aja konsernya. Gue nemuin Bu'Set bentar." Kata Dhafiena beranjak dari ruang kelas.


Dhafiena menuju ruang guru untuk nemuin Bu Setta.


Sedangkan dikelas melanjutkan konser....


......……………………………......


Segini dulu buat hari ini, maaf banyak typo.