Bad Girl But Genius

Bad Girl But Genius
Cemburu atau ...



"Emang gue peduli? Kagak tuh." Sahut Praka sambil tersenyum mengejek.


"Orang gila, tanya-tanya sendiri, jawab jawab sendiri." Sindir Dhafiena yang sudah menurunkan tangannya dari posisi hormat.


Dhafiena hendak meninggalkan lapangan untuk mengecek sahabatnya yang ada di UKS, namun dicegah oleh si resek Praka.


"Mau kemana lo? Hukumannya masih 10 menit lagi." Tanya Praka menghadang jalan Dhafiena.


"Bukan urusan lo. Lo aja yang lanjutin nih hukuman, gue mah ogah." Jawab Dhafiena yang langsung lewat samping kanan Praka.


Setelah mengecek kondisi Laura di UKS, dan katanya gak jadi kumpul-kumpul karena Laura masih sakit dan sudah pulang duluan bersama Stefhani. Akhirnya Dhafiena pulang sendiri. Namun yang bikin Dhafiena terkejut adalah Praka menghampirinya dan menarik tangannya menuju ke motornya.


"Ih apa sih lo? Lepasin gue mau pulang." Berontak Dhafiena berusaha melepaskan tangan Praka dari lengannya.


"Udah gak usah protes, kita udah ditunggu Abang lo. Buruan naik!" Kata Praka memberitahu alasannya menarik lengan Dhafiena.


"Ga mau, ntar lo jatohin lagi kayak waktu itu." Tolak Dhafiena.


"Ga bakal, udah buruan jangan lama-lama!โ€œ Sahut Praka yang sudah naik ke motornya.


Tak mau berdebat, akhirnya Dhafiena mengalah dan langsung naik ke motor Praka.


"Pegangan biar ga jatoh lagi!" Kata Praka sedikit menoleh ke belakang.


"Hm." Deheman Dhafiena sebagai tanda mengiyakan perintah Praka.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua tiba di sebuah rumah terlihat mewah dengan tampilan sederhana tapi elegan.


"Katanya ditunggu Abang gue, kok malah kesini sih? Rumah siapa lagi ini?โ€œ Tanya Dhafiena menarik lengan hoodie Praka.


"Rumah orangtua gue, udah yuk masuk aja." Jawab Praka.


Setelah turun dari motor, Praka langsung menarik tangan Dhafiena yang masih terbengong-bengong menuju pintu utama rumah.


"Assalamu'alaikum." Ucap salam Praka saat memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam." Jawab orang yang ada di ruang tamu.


Terlihat seorang perempuan dan laki-laki, abang Dhafiena dan ya entahlah Dhafiena tidak tau siapa permpuan itu.


Setelah Dhafiena disuruh duduk, Praka pamit untuk ke kamarnya ganti pakaian. Kemudian, bergabung lagi dengan ketiga orang di ruang tamu.


"Kenalin ini Anita kakaknya Praka, Fi." Kata bang Kevin pada Dhafiena.


"Hai kak Nita, kenalin aku Dhafiena." Kemudian Dhafiena menyalami Kak Nita.


"Iya, aku Kakaknya Praka sekaligus sekertaris Abang kamu di kantor." Sahut Kak Nita menyambut uluran tangan Dhafiena.


"Wedew, pinter dah Abang gue kalo cari sekertaris, beuh MasyaAllah cans bat dah." Kata Dhafiena yang membuat gelak tawa.


"Bisa aja kamu." Kata Kak Nita tersenyum manis.


"Btw ini kok sepi banget, Kak?" Tanya Dhafiena.


"Mama, Papa, sama El lagi keluar kota ada kerjaan disana." Jawab Kak Nita.


Sedangkan Dhafiena hanya mengangguk sebagai tanda ia sudah paham.


Malam harinya, bang Kevin dan Dhafiena masih dirumah Nita dan Praka.


"Yuk ke cafe cari makan!" Ajak bang Kevin.


"Ayo-ayo aja sih kalo aku." Kata Kak Nita.


"Masa aku pake baju ini sih?" Tanya Dhafiena.


"Ya udah ikut kakak ke kamar ambil baju buat kamu aja yuk." Jawab Kak Nita.


Setelah Dhafiena sampai di kamar Kak Nita, ia diberi sebuah baju celana kulot panjang warna hitam, dan hoodie warna navy serta jilbab pashmina warna hitam.


"Pake ini aja kamu mau ga? Masih baru kok, belum sempet kakak pakai soalnya." Tanya Kak Nita menyerahkan sepakat pakaian.


"Iya gapapa kak, besok aku cuci dukung terus kembaliin ke kakak deh." Jawab Dhafiena menyetujui.


"Ah kamu kayak sama siapa aja, ga udah dikembaliin. Dah ini buat kamu kok." Kata Kak Nita.


"Ya udah Iya deh kak, makasih banyak." Ucap terimakasih Dhafiena.


"Sama-sama." Sahut Kak Nita.


Setelah Dhafiena selesai berganti pakaian, dia kembali ke ruang tamu karena sudah ditunggu bang Kevin, kak Nita, dan Praka.


Praka terus melihat ke arah Dhafiena yang sedang berjalan menuju ke arah mereka tanpa berkedip.


Sontak Praka langsung melihat ke arah lain.


"Cie bajunya couplean nih ya." Goda bang Kevin.


Seketika Dhafiena langsung melihat baju yang dikenakan Praka. Dan, perfect baju mereka samaan. Praka memakai jeans hitam dipadukan dengan hoodie navy.


"Eh enggak kali, aku aja ga tau kalo si resek pake hoodie yang sama kaya Fifi ko. Ini bajunya aja dikasih sama kak Nita." Bela Dhafiena.


"Iya, itu emang sebenarnya aku sama praka couple hoodienya. Dan aku belum sempet buat make. Tapi gapapalah, kalian kan cocok banget tuh." Sahut Kak Nita.


"Ih enggak ada cocok-cocokan tau." Kata Dhafiena.


"Ya udah, langsung berangkat sekarang aja biar gak kemaleman." Biar tak terjadi perdebatan, bang Kevin langsung saja mengajak untuk berangkat.


Setelah dari cafe, mereka berempat pergi ke pusat kota yang cukup ramai dengan anak-anak muda.


Mereka memutuskan untuk duduk di rumput-rumput hijau yang bersih.


Kak Nita sedang membeli makanan. Karena rasa bosan, Dhafiena memilih untuk jalan-jalan sambil menyusul Kak Nita.


"Udah kak belinya?" Tanya Dhafiena tiba-tiba disamping Kak Nita.


"Eh kamu, bikin kaget aja. Udah nih yuk kesana." Jawab Kak Nita mengajaknya kembali ke tempat semula.


Namun terlihat Praka sedang berbincang-bincang dengan seorang perempuan cantik.


"Gak ah kak, kita kesana foto-foto dulu aja yuk!" Tolak Dhafiena beralasan tak mau kembali menghampiri bang Kevin dan Praka.


"Eh kenapa?" Tanya Kak Nita bingung.


"Gapapa kok, Kak. Pengen foto bareng kakak, yuk kesana sekarang." Jawab Dhafiena menarik tangan Kak Nita ke arah tempat foto.


Jarak antara tempat bang Kevin dan Praka dengan tempat foto hanya berjarak beberapa meter saja, cuma terhalang dengan jalan. Jadi posisinya berseberangan.


Kak Nita bingung sendiri dengan Dhafiena yang tiba-tiba mengajaknya foto dadakan hanya berdua. Namun setelah melihat ke arah bang Kevin dan Praka ia jadi tau alasan Dhafiena demikian.


"Oh, jadi karena ngeliat Praka sama tuh cewek, Dhafiena jadi ngajakin foto." Batin kak Nita tersenyum.


"Kakak panggil mereka dulu ya, kita foto bareng-bareng." Kata Kak Nita pada Dhafiena.


"Eh gak usah, Kak. Kita berdua aja yang foto." Tolak Dhafiena dengan cepat.


Karena lagi sepi, langsung saja Kak Nita berteriak memanggil bang Kevin dan Praka untuk menghampirinya dan Dhafiena.


"KEVIN, PRAKA, AYO SINI KITA FOTO DULU." Teriak Kak Nita yang terdengar oleh bang Kevin dan Praka.


Langsung saja bang Kevin dan Praka menghampirinya.


"Ih kok malah dipanggil sih, kak." Protes Dhafiena.


"Udah gapapa, yuk foto bareng-bareng biar seru." Kata Kak Nita.


Bang Kevin dan praka menghampiri Dhafiena dan Kak Nita. Terlihat Praka tersenyum tipis melihat Dhafiena yang sedikit cemberut.


Setelah foto berempat, kemudian bang Kevin foto berdua dengan kak Nita, lalu Dhafiena berdua dengan kak Nita.


"Ayo kamu foto dulu gih sama Praka ya, dek!" Perintah bang Kevin setelah sekian kalinya membujuk Dhafiena yang tak mau foto berdua dengan Praka. Namun akhirnya karena bujukan Kak Nita, Dhafiena mau foto dengan Praka dengan terpaksa.


Kemudian mereka berempat menuju cafe kecil lagi untuk singgah istirahat sejenak. Terlihat Dhafiena berjalan ke samping cafe itu dan melihat pemandangan kosong. Jelaslah, karena disana hanya terdapat lahan kosong. Kemudian kak Nita menghampirinya.


"Fifi kenapa?" Tanya Kak Nita menyentuh pundak Dhafiena.


"Gapapa kok, Kak." Jawab Dhafiena.


"Ga usah bohong sama kakak! Cewek yang tadi ngobrol sama Praka itu,---


..._-_-_-_-_-_-_-_-_-_...


...Siapa ya cewek itu tadi?๐Ÿค”...


...Penasaran kelanjutannya? Tungguin part selanjutnya ya! ๐Ÿ˜‰...


...Maaf banyak typo๐Ÿ“...


...Jangan lupa like, komen, share, dan vote. Karena itu gratis kagak bayar๐Ÿ˜„...


...Lanjut ga nih?...


..._-_-_-_-_-_-_-_-_...