ALVARO EMILLIANO

ALVARO EMILLIANO
BAB 6



SELAMAT MEMBACA


"Andrea". Devan menatap datar andrea yang juga menatapnya datar. Dalam hatinya dia memaki karena baby nya bertemu dengan salah satu adik sepupunya. Seharusnya hanya mereka saja yang tau keberadaan Alvaro, jika sudah begini pasti keluarga besar Alexander juga akan tau keberadaan Alvaro.


Sial Devan tidak akan membiarkan hal ini terjadi, terlebih sang nenek jika mengetahui ada anak menggemaskan berada di keluarga mereka, pasti dia akan langsung merebut Alvaro.


'Tidak. Itu tidak akan terjadi. Alvaro hanya milikku'. Batin Devan


"Abang dev kenal sama abang ini?". varo memiringkan kepalanya bertanya pada devan yang masih bertatapan dengan andrea datar.


"Hmm".


Alvaro mengerucutkna bibirnya saat mendengar jawaban dari devan yang hanya berupa deheman pelan.


'Issshh abang jawab yang benaarr~~". varo merengek sambil menghentak-hentakan kaki pendeknya kelantai. Perilakunya itu tudak luput dari pandangan Andrea.


"Baby ayo kita pergi sekarang, bukankah tadi varo ke sini karena ingin bermain hm?". Devan menggendong varo dalam gendongan koala hendak pergi dari hadapan andrea.


"Aku tidak tau jika mommy Keyla punya anak lagi".


Pernyataan Andrea membuat langkah devan yang akan pergi terhenti. Dia berbalik dan menatap datar pada wajah menyebalkan adik sepupunya itu.


"Hm". Deheman singkat dari devan andrea dapatkan sebagai jawaban. Itu membuat andrea berdecih pelan mendengar jawaban devan.


'Sialan'. Maki Andrea dalam hati


♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Andrea saat ini sudah sampai di mansion utama keluarga Alexander. Mansion megah yang hampir setiap sisinya memiliki pengamanan yang sangat ketat.


Mansion besar ini di isi oleh pasangan ekhem tua Alexander dan anak-anaknya. Yang pertama adalah Mateo Alexander, kakak Axel.


Mateo memiliki dua anak laki-laki yang bernama Javier Ladarian Alexander dan Alaric Zalma Alexander. Istri dari Mateo telah meninggal saat usia Javier baru menginjak 6 tahun.


Selanjutnya adalah ayah dari Andrea yaitu


Alexo Alexander anak bungsu pasangan tua Alexander. Alexo mempunyai 4 orang anak terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan.


Anak pertama bernama Liam Parviz Alexander,


yang kedua adalah Andrea, yang ketiga


Alicia Aussie Alexander dan yang terakhir Syasa


liony Alexander.


Keluarga Axel tidak tinggal di mansion utama karena tidak ingin melihat wajah busuk Syasa anak bungsu Alexo (-Keyla).


Saat Andrea telah memasuki mansion dia melihat ada kakak pertamanya Liam sedang duduk di sofa dengan syasa disampingnya.


Liam yang menyadari ada yang melihat dirinya langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Andrea. Syasa yang melihat abang pertamanya mengalihkan tatapannya pun juga ikut, saat dia melihat andrea mata bulat coklat karamel itu langsung berbinar senang.


"Abang Andre". asa (nama panggilan Syasa) berlari kecil menuju ke arah andrea dan langsung memeluknya.


Andrea hanya menatap datar kearah Syasa yang memeluk tubuhnya. Jika di lihat-lihat anak yang aku temui tadi lebih cantik dan menggemaskan, anaknya juga sangat polos berbeda dengan Syasa. Sial seharusnya aku menanyakan namanya dulu tadi. Batin Andrea.


"Abang Andre mana sepatu pesanan Syasa?". Syasa menatap berbinar Andrea berharap sepatu keluaran baru yang dia inginkan langsung ada dihadapannya saat ini. Dia sangat yakin akan hal itu karena sebelumnya mereka pasti tidak akan menolak apapun permintaannya terutama mamanya.


"Aku tidak membelinya". Jawaban Andrea membuat senyuman Syasa langsung luntur begitu saja.


"Kok gitu sih?". Syasa menghentak-hentakkan kakinya menatap nyalang pada Andrea dan dibalas tatapan dingin oleh Andrea membuat nyalinya ciut seketika.


"Belajarlah berhemat Syasa". Ucapan Andrea membuat Syasa membelalakkan matanya. Selama ini mereka tidak pernah mempermasalan apapun yang dibelinya, tapi kenapa sekarang dia di suruh menghemat.


"Kenapa begitu. Uang kita kan bayak, untuk apa Syasa harus berhemat!! Sebelumnya kan tidak". Tanpa sadar syasa menaikkan nada bicaranya kepada Andrea sehingga membuat andrea mengeluarkan aura yang tidak mengenakkan.


Syasa bergetar ketakutan saat merasakan aura kelam yang berasal dari Andrea. Matanya langsung berkaca-kaca, bibirnya bergetar ketakutan.


"Ma maaf a abang". Syasa langsung menangis deras. Andrea hanya mendengus kasar saat melihat air mata syela, dia melewatinya begitu saja dan berjalan menuju kakak pertamanya yang sedari tadi melihat drama antara dirinya dan syasa.


Syasa yang melihat Andrea melewatinya langsung jatuh terduduk, badannya masih gemetar ketakutan.


'Si sial. Ini Ada apa sebenarnya? Kenapa sekarang dia tidak menuruti keinginanku?. Kemarin mereka masih menuruti semua kemauanku tapi sekarang? Sial sial sial sial'. Batin syasa kesal.


Liam menatap datar Adik pertamanya. Dia dari tadi melihat drama unfaedah. yang dilakukan oleh andrea dan adik angkatnya selama sebulan ini.


"Kau sudah melihatnya kan bang". Andrea duduk di sebelah Liam. Liam hanya berdehem pelan sebagai jawaban.


"Bagaimana menurutmu?".


"Dia indah". Andrea menganggukan kepalanya setuju dengan jawaban abangnya itu.


"Apa dia anak bungsu Mommy Keyla?".


"Aku juga tidak tau. Tadi saat aku bertanya pada Bang Devan dia hanya menatapku datar". Alvaro menjelaskan dengan wajah datarnya.


Mereka tidak menyadari jika syasa medengar pembicaraan mereka. Dalam hatinya syasa bertanya-tanya siapa yang dibicarakan oleh mereka.


Kalian pasti tau kan siapa yang dimaksud oleh Andrea dan Liam?. Yap dia adalah Alvaro. Tadi sebelum Devan datang dan berteriak memanggil Alvaro, Andrea sempat mengambil foto Alvaro. Jangan kalian kira Alvaro tidak menyadarinya, dia malah sangat menyadarinya tapi dia hanya pura-pura tidak tau saja.


Ting


Bunyi nontifikasi dari Hp Liam terdengar. Dia langsung membaca pesan itu. Pesan itu berisi tentang Alvaro, tadi sebelum Andrea datang dia langsung menyuruh Asisten pribadianya mencari tau tentang varo makanya dia dari tadi hanya fokus menatap ponselnya tanpa mengindahkan keberadaan Syasa.


"Dari siapa bang?". Andrea bertanya pada liam yang terlihat serius membaca rentetan kata yang ada di handphone nya.


"Rangga". Andrea mengangguk singkat dan ikut membaca rentetan kata-kata yang ada di handphone Liam. Rangga adalah nama asisten pribadi Liam.


"Jadi dia adalah anak angkat daddy dan mommy". Monolog Andrea sedangkan Liam hanya berdehem pelan.


"Besok aku akan ke mansion mereka". Perkataan Liam membuat Andrea langsung mengalihkan pandangannya pada Liam.


"Aku ikut". Liam mengangguk pelan menyetujui.


♡♡♡♡♡◇


Sementara itu, di mansion keluarga Axel Alexander saat ini tengah riweh karena ilangnya Alvaro.


Tadi saat pulang dari mall Alvaro langsung tertidur dalam gendongan Devan. Tapi belum sampai satu jam dia tertidur, dia terbangun karena merasa ingin buang air kecil dan langsung menuju ke dapur untuk menuntaskan urusannya


kebetulan dia juga lapar.


Saat Devan ingin memeriksa Alvaro apa masih tidur atau belum dia langsung kalang kabut saat tidak melihat Alvaro yang tadi dia tidurkan dikamar miliknya. Devan langsung berteriak memanggil semua orang untuk mencari keberadaan Alvaro.


Mansion sebesar ini dan Alvaro yang mungil itu maka akan susah untuk mencarinya.


Sementara orang yang dicari saat ini sedang berada dibawah meja makan sambil memakan Ice cream coklat kesukaannya ditemani botol susu berisi susu coklat favoritnya.


Dia makan dengan nikmat menghiraukan segala kegaduhan yang ditimbulkan olehnya. Dia masih asik memakan ice cream dan menyedot susu coklat nya.


Axel yang baru pulang dari Kantornya bertanya kepada salah satu pelayan yang sedang mondar mandir seperti mencari sesuatu. Dia juga melihat para pekerja lain yang sedang resah entah karena apa.


Putra kesayangan bapake hilang.-Autor


"Ada apa ini?". Pengawal yang tadi langsung terkaget saat mendengar suara tuan besarnya.


"A anu tuan. Tu tuan m muda menghilang". Pengawal itu menjelaskan dengan terbada dan keringat sebiji jangung terlihat di dahinya.


Axel yang mendengar hal tersebut langsung murka. Dia langsung membanting tas berisi Laptopnya, dia harus segera mencari anak bungsunya.


Axel mencari mulai dari ruang tamu, tapi dia tidak menemukan Alvaro putranya itu pasti tidak akan pergi jauh jadi dia langsung menuju ke arah dapur.


'Hmm enaak. Axel samar-samar mendengar sebuah suara yang diketahui sebagai Alvaro. Dia melangkah menuju ke arah meja makan, dia yakin suara tadi berasal dari meja makan.


"He he he enak banget". Ah sekarang Axel yakin jika putranya sekarang berada di bawah meja makan karena suara tadi yang terdengar samar kini terdengar lebih jelas.


Axel berjongkok dan langsung mengangkat taplak meja. Dapat dia lihat disana Alvaro sedang makan ice cream dan juga ditemani sebotol susu.


Oh astagah lihatlah wajah bulat itu kini telah belepotan, dia sedikit terkekeh saat melihat itu. Sungguh putranya ini sangat menggemaskan.


"Apa yang baby lakukan di sini hm?".


Alvaro yang sedari tadi fokus memakan ice cream langsung mengangkat kepalanya. Di sana dia melihat Axel yang sedang berjongkok dan menatapnya.


Alvaro melongo melihat kearah Axel dengan mata bulatnya. Pipinya yang belepotan ice cream itu terlihat memerah karena terlalu banyak memakan ice cream, bibir kecilnya sedikit terbuka. Sungguh itu adalah pemandangan yang sangat menggemaskan.


'Anjil sejak kapan dia ada di situ'. Batinya


'....'. Zero


"Daddy?". Axel mengeluarkan badan Alvaro dari bawak meja dan menggedongnya dengan gendongan koalanya. Dia terkekeh pelan sambil membersihkan wajah bulat varo yang belepotan dengan tisu basah.


"Nakal banget sih". Alvaro memiringkan kepalanya bingung dengan perkataan Axel.


'Lah gue nakal kenapa coba'.


"Astagah baby?! Kamu dari mana saja sayang?". Keyla datang dari arah ruang tamu bersama dengan Davian, Devan dan juga Kevin. Keyla menghampiri varo sambil berlari.


Saat sampai dihadapan Axel, Keyla langsung merebut badan varo dan mengecupi seluruh wajah bulat yang telah bersih itu. Dia sangat khawatir saat tadi devan bilang kalau Alvaro menghilang.


"Ihh mommy udah". varo memalingkan wajahnya menghindari ciuman maut dari mommy nya itu.


"Baby tadi pergi kemana? Kami mencari baby kemana-mana". Davian yang juga sama khawatirnya dengan Mommy nya bertanya dengan lembut ke arah varo yang memandangnya dengan mata biru bulat besarnya.


"valo ndak kemana-mana kok. valo dali tadi di sini. Tadi kan valo tidul eh tiba-tiba valo lasa pipis jadi valo bangun telus-telus valo lapal jadi valo langsung tulun kebawah mau cali mam buat makan. Pas sampai bawah valo liat ada ice cleam di kulkas jadi valo makan itu ajah". valo menjelaskan dengan panjang kali lebar kepada mereka semua.


Mereka yang mendengar jawaban varo hanya dapat menghela napas lemah. Mereka sibuk mencari bocah menggemaskan ini tapi apa?! bocah itu malah enak-enakan makan ice cream. Astagah untung sayang batin mereka semua


"Apa yang sedang kalian lakukan di dapur?" Suara seseorang masuk kependengaran mereka semua. Mereka langsung menengok kebelakang dan melihat ada dua orang yang salah satunya varo ingat.


Dia adalah-


Thans udah mau baca 👋