
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🐻❤❤...
"MENYINGKIR!! KUBILANG MENYINGKIR DASAR ORANG-ORANG BODOH!!".
"APA KALIAN TIDAK DENGAR! MENYINGKIR ATAU KUBUAT KALIAN TIDAK DAPAT MELIHAT DUNIA LAGI SIALAN!!!!".
Orang-orang Yang ada di rumah sakit itu langsung menyingkir begitu mendapati sang pemilik rumah sakit berlari dengan kesetanan sambil menggendong seseorang yang berlumuran darah.
Mereka terheran-heran saat melihat itu, terlebih disana juga ada menantu kedua Alexander yang menangis sambil berlari mengejar Axel, begitupun dengan anak-anaknya yang lain.
Mereka berpikir siapakah orang yang berlumuran darah itu? Apa itu anak bungsu tuan Axel? Pikir mereka.
"Axel! Cepat letakkan ia disini! Suster! Segera siapkan ruang operasi, SEKARANG!!".
Axel meletakkan tubuh kecil tak berdaya itu dengan perlahan, Bagas membawa tubuh kecil itu keruang operasi ia mengecup kening putranya.
Tes
Air mata Axel jatuh mengenai pipi berisi Alvaro.
"Daddy mohon bertahanlah".
Keyla jatuh meluruh begitu saja saat melihat pintu operasi tertutup rapat. Ia menatap kosong pemandangan yang ada didepannya.
"Hiks a Adek luka gara-gara ngelindungin Cia, hiks bagiamana ini?! Hiks mommy hiks mommy maaf!". Alicia berlutut dihadapan Keyla
"Tidak sayang, Ini bukan salahmu. Apa tidak mendengarnya, dia ingin menjadi pahlawan dengan melindungimu dan aku. Jangan salahkan dirimu".
Keyla membawa Alicia dalam dekapannya membiarkan ia menangis didalam pelukannya sementara ia hanya memandang pintu ruang operasi.
"Bajingan itu harus membayarnya!". Kevin berlalu dari sana, dia akan membuat orang yang membuat adiknya seperti ini menderita.
"Aku, aku akan mengikuti Kevin". Devan ikut pergi dari sana meninggalkan Keyla, Axel, Andrea, Liam dan juga Alicia.
Hening, suasana dilorong rumah sakit itu terasa sangat berat, pengap dan menyesakkan.
Didalam hati mereka terus berdoa semoga seseorang yang ada didalam sana dapat selamat dan kembali membagikan momen-momen menggemaskan dirinya.
BRAK!
"Kami membutuhkan darah dengan golongan O rhesus negatif sekarang!!".
Keyla bangkit, ia menuju kearah Axel dan mengguncang tubuh pria itu.
"Axel coba periksa di dunia bawah! Aku yakin pasti stok disana bisa membantu!". Ucapnya.
"Tenang honey aku sudah menghubungi Roy agar segera membawakan kantong darah yang dibutuhkan". Jawabnya Tak lama dari itu terdengar derap langkah kaki tergesa-gesa dari rumah sakit.
"Tuan hah hah hah s saya hah membawa stok darah hah yang anda bilang hah hah hah". Roy datang sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan akibat berlari.
"Kerja bagus".
Roy memberikan stok darah itu kepada suster yang ada di sana sembari tetap mengatur nafas.
"Bang Adek bakalan baik-baik ajakan?". Ucap Alicia lirih.
Grep
"Tentu saja! Adek itu anak yang kuat, ia pasti akan bertahan dan terus bersama kita". Andrea memeluk Alicia erat semabri mengelus rambut halus itu.
Puk
"Jangan menangis, baby akan tetap bersama kita Abang yakin akan itu". Liam membelai kepala kedua adiknya memberi semangat.
"Liam obatilah lukamu terlebih dahulu".
"Baik dad".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BUGH
CTAK!
BUGH
KRAK!
BUGH
"AAAAKKKKKHH!"
"HIKS I lepaskan aku hiks ampun hiks t tolong".
"Aaakhh BAJINGAN!!".
Bunyi pukulan dan raungan kesakitan terus terdengar didalam ruangan penyiksaan itu.
Di dalamnya ada beberapa pria dan seorang wanita yang sedang dipukuli dan dicambuk tanpa jeda sedikitpun, bahkan beberapa kali terdengar bunyi tulang yang patah akibat kerasnya pukulan yang mereka terima.
"KARENA BAJINGAN SEPERTIMU ADIKKU HARUS BERADA DI RUMAH SAKIT SIALAN!!!".
Kevin sedari tadi terus memberikan pukulan bertubi-tubi pada Reo yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.
Sedari Reo dibawa keruangan itu, ia sudah dipukuli selama lima jam oleh para dikediaman Alexander dan diberi istirahat saat ia akan kehilangan kesadarannya.
Tidak hanya itu, bahkan saat kesadaran Reo menipispun ada beberapa penjaga yang menggunakan tubuh Reo sebagai pemuas nafsu mereka itupun atas seizin dari Mateo.
Lain halnya dengan Syasa dan ayahnya Jordan mendapatkan perlakuan khusus dari Javier dan Alaric
Untuk Jordan, ia dibuat tak dapat beristirahat sedikitpun karena setiap sepuluh menit sekali Javier akan merobek perut pria itu, melakukan operasi dengan membongkar pasang organ-organ tubuh Jordan tanpa menggunakan anestesi hingga pria itu dapat merasakan bagaimana sakitnya saat tubuhnya dibedah.
Jika kesadaran Jordan akan habis maka Javier akan meminumkan ia sebuah pil yang dibuat khusus agar kesadaran seseorang tetap terjaga dalam keadaan apapun itu. Pil itu dibuat langsung olehnya dan sedang diedarkan di dunia bawa.
Untuk Syasa, Alaric akan membuat gadis itu melihat bagaimana Javier melakukan tindakannya terhadap sang ayah.
Jika ia menutup matanya, maka satu persatu jari-jarinya akan dipotong dan sekarang jari gadis itu hanya tersisa dua ditangan dan empat dikaki.
Ah dan untuk Bima sang ketua dari mafia MARVERNON, ia kini sedang diikat disebuah papan terdapat sebuah gergaji disetiap sudutnya.
pria itu mengeluarkan suaranya maka gergaji-gergaji itu akan bergerak dengan sendirinya bersiap akan memotong-motong tubuhnya.
Dan setiap semenit sekali akan ada seseorang yang mencabuti kuku-kukunya dan menjahitnya kembali.
"Alaric suruh Kevin berhenti, kini giliran para penjaga itu untuk melakukan tugasnya". Perintah Mateo.
"Hm".
Alaric menahan tangan Kevin yang akan kembali melayangkan pukulan pada Reo yang sudah mulai tak sadarkan diri itu.
"Berhenti, kini giliran mereka menggilirnya". Ucapnya.
"Cih, menjijikkan".
"Ah b bunuh saja ha aku ah hakh".
"Dalam mimpimu".
"Aaakhh hentikan!! Hentikan!! Hiks abang Alaric hiks tolong lepaskan Syasa hiks Syasa minta ampun". Ucapnya memohon Pada Alaric yang sedang menonton kakaknya Yang sedang memotong usus Jordan.
Syasa menutup matanya karena tidak tahan melihat pemandangan mengerikan yang ada dihadapannya. Perutnya terasa terlilit saat melihat organ-organ tubuh Jordan yang sudah tak tertata pada tempatnya.
CTAK
Tuk
"Aaakkhhhh". Teriak nya tiba-tiba saat Alaric sudah memotong jari tanganya yang kini tersisa satu.
"Hiks ampun ampun hik". Jeritnya
"Sudah kubilang kan jangan tutup matamu jika tak ingin Kehilangan jari tanganmu yang tersisa ini". Ucap Alaric dengan membelai wajah Syasa dengan jari yang baru saja ia potong.
"Hiks akh hiks iblis hiks kalian semua iblis".
"Hmm yah mungkin, hahahha".
Kembali, RUANGAN yang sangat akan rasa sakit itu kembali terdengar membuat para yang berjaga diluar merinding ketakutan. Dalam benak mereka, mereka tidak akan pernah berani untuk berkhianat pada keluarga ini jika tak ingin berakihir sama dengan orang-orang yang ada didalam.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
'ugh, gue dimana?'. Tubuh yang terlihat transparan itu menatap kearah sekitarana yang terasa asing dalam penglihatannya.
Yang diingatnya, ia tertembak saat menolong kakak perempuannya setelah itu gelap.
Alvaro, ah tidak lebih tepatnya Kenzie, ia meneliti setiap inci tubuhnya dan ia baru tersadar bahwa ini adalah tubuh pertamanya sebelum bertransmigrasi menjadi Alvaro.
'ini tubuhku sebelumnya, apa aku sudah mati kembali?".
Kenzie menatap sekilingnya dan ia baru sadar bahwa saat ini ia berada di dunianya yang pertama sebelum ia bertransmigrasi.
apa yang terjadi sebenarnya? tanyanya. Kenzie mulai menelusuri setiap daerah yang ia kenali dan tanpa sadar saat ini ia berhenti tepat pada sebuah rumah sederhana bercat silver yang saat ini sedang dikerumuni oleh warga.
Ia berjalan mendekat dan tanpa sadar menembus kerumanan orang-orang itu hingga ia dapat melihat apa yang sedang terjadi.
Saat ia masuk, ia dibuat mematung saat melihat kondisi rumah yang terlihat berantakan dengan sang tuan rumah selaku sang kepala keluarga yang sedang dibekuk eh pihak polisi.
'apa, apa yang terjadi? Kenapa ayah diperlakukan seperti itu? Ibu dan kakak dimana?'.
"Lepas! Lepaskan aku?! Kenapa aku juga ditangkap sialan? Yang membunuh anak sial itu bukan aku tapi ayahku!!!".
Kenzie kembali menoleh dan mendapati sang kakak yang juga sedang ditahan oleh seorang polisi wanita dan dibelakang nya terdapat sang ibu dengan tatapan yang tak terbaca.
'kasihan sekali, padahal anak itu masih kecil'.
'benar, aku tak menyangka ayahnya tega melakukan hal keji seperti itu, terlebih ini adalah anak kandungnya sendiri.
'Sungguh malang nasib anak manis itu'.
'Kudengar setiap hari anak itu selalu mendapatkan pukulan dari ayahnya dan puncaknya adalah hari ini'.
'aku juga mendengar hal itu, CK CK CK hanya karena anakmu tidak mendapat nilai bagus dia sudah memukulinya, bahkan sampai membunuhnya! Tega sekali'.
Kenzie menoleh menatap para warga yang sedang berbisik-bisik tentang seseorang. la menghiraukan itu dan kembali menatap wajah ibunya yang entah sejak kapan mata itu sudah berkaca-kaca.
'hiks akh maaf Kenzie hisk maafkan ibu, hiks ibu salah'.
Deg!!
Apa Kenzie tidak salah lihat? Ibunya, ibunya yang selama ini mengabaikannya kini menangisinya?.
'cih baru sekarang dia menangis? Kemarin-kemarin saat anaknya dipukul kemana saja! Kenapa baru sekarang menyesalnya!!".
'alah pasti itu hanya untuk mencari empati saja!".
'Ibu?'. Aluna mengangkat kepalanya saat mendengar suara putranya yang telah meninggal. la mengedarkan pandangannya kesegala arah guna mencari Di mana asal suara tersebut.
"Kenzie?, Hiks Kenzie?". Ucapnya.
Para warga dan polisi yang menangani kasus itu menatap heran pada Aluna yang terlihat aneh dan memanggil-manggil putranya yang sudah meninggal.
'ibu, Kenzie di sini'.
Mata Aluna melebar saat melihat sosok putranya yang berdiri diantara para warga.
Air mata wanita itu jatuh begitu saja. Ia mendekat pada sosok Kenzie yang dilihatnya dan berlutut.
"Hiks maaf, maafkan ibu nak, ibu hiks ibu adalah orang yang sangat jahat hiks, maafkan ibu karena selalu memandangnya dengan pandangan merendahkan hiks padahal aku adalah ibumu hiks orang yang sudah melahirkanmu hiks harusnya ibu membelamu hiks maafkan ibu karena selalu mencaci dirimu hiks maaf hiks maafkan ibu Kenzie". Tangisnya.
Para warga yang ada disna menatap Aluna dengan pandangan aneh. Mereka berpiki jika otak wanita itu pasti sudah tidak waras lagi hingga berlutut seperti itu dihadapan mereka.
'gila, dia sudah gila'
'biarlah itu adalah karma untuknya'
Kenzie tersenyum senang walau air mata kini tengah mengalir deras dipipinya. la senang karena ternyata ibunya sedih atas kepergian nya. Ibu yang selama ini ia harapkan kasih sayangnya, pelukan hangatnya.
Kenzie sangat senang! Dengan perlahan, tubuh Kenzie kini mulai memudar dan perlahan menghilang dengan ditangkapnya keluarga yang sudah membunuhnya.
Kembalilah nak, keluargamu kini sedang menunggu anak manisnya bangun dari tidur panjangnya.
Kini kau tak akan merasakan kesakitan lagi, sudah cukup segala rasa sakit yang kau terima, kini hanya akan ada kebahagiaan yang akan datang padamu.
Berbahagialah nak.
.
.
.
.
.
.
.
...Braking news!...
...Hari ini Indonesia digegerkan dengan adanya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh sebuah keluarga yang terletak di jlkota A. Diduga korban telah mendapatkan berbagai macam luka fisik yang didapatkan dari ayahnya dan serangan mental dari ibu dan kakak perempuannya Dikutip dari narasumber diberitahukan bawha korban...
...berinisial 'KA' telah mendapatkan perilaku kasar sejak ia masih usia balita hingga ia menginjak usia remaja....
...Dan puncaknya adalah hari ini, karena korban yang tak sengaja terlibat perkelahian kecil di sekolahnya, sang ayah dengan teganya langsung memukul korban dengan membabi buta sementara kakak dan ibu korban hanya melihat kejadian itu dengan santai hingga ayah korban mengambil sebuah tongkat dan memukul telak pada kepala korban hingga pecah....
.
.
.
.
.
..
.
.
THANK YOU❤❤❤❤