
Terimah kasih buat kalian semua yang udah mau baca ceritaku dan maap kalau ceritaku kurang nyambung, kurang rapi atau sebagainya.
Tolong kasih tau Autor ya dikomentar apa aja yg harus di perbaiki❤Autor sayang kalian semuanya😇❤❤❤
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🐻❤❤...
"Baby mau apa?". varo menggelengkan kepalanya pelan dengan senantiasa memeluk tubuh tegap Juan.
"Baby mau ice cream?". Gelengan kembali varo berikan sebagai respon atas tawaran Andrea.
Mereka saat ini tengah berada di ruangan khusus yang dibuat oleh Axel untuk kenyamanan para putra dan keponakannya.
Di ruangan itu terdapat banyak sekali fasilitas mewah serta lengkap yang sengaja di buat jikalau mereka bosan.
Andrea, Kevin, Rezav, Kenzo, dan juga Juan sedari tadi berusaha untuk membujuk buntalan daging itu dengan berbagai macam hal yang disukai olehnya.
Namun buntalan uwu itu tidak merespon mereka dengan baik, entah apa yang terjadi padanya. Padahal tadi ia bersemangat sekali untuk ke sekolah.
Dan yang membuat mereka kesal adalah Alvaro sedari tadi tidak ingin lepas dari Juan! Dan itu membuat para manusia es lainnya kesal dan juga cemburu.
"valo mau pulang". Cicitnya pelan.
Jika itu adalah orang lain maka mereka pasti tidak dapat mendengar apa yang baru saja dikatakan Alvaro karena suara anak itu teredam karena wajahnya yang ia sembunyikan di dada bidang Juan.
"Baby mau pulang sekarang? Bukannya baby ingin sekali ke sekolah tadi?". varo terdiam saat mendengar perkataan Kevin.
Memang benar dia tadi sangat senang saat akan ke sekolah walaupun kantuk yang mendera. Tapi entah kenapa sekarang ia menjadi malas ke sekolah karena dan juga perasaannya tidak enak. Seperti sesuatu hal yang terjadi dan itu membuatnya takut.
"Mau Daddy". Cicitnya lagi.
'tuan rumah ada apa?. Zero bertanya dalam pikirannya namun lagi-lagi tidak direspon olehnya.
Dia menjadi malas berbicara sekarang, dia hanya ingin cepat-cepat pulang dan bertemu serta bermanja-manja sang Daddy.
"Baiklah kita pulang". Putus kevin cepat saat melihat wajah murung adiknya itu.
Kevin dengan segera mengangkat tubuh kecil Alvaro dan membawanya dalam gendongan koalanya.
"Abang juan ikut?". Tanyanya pada juan yang tersenyum kecil padanya.
"Yah mereka akan ikut". Bukan, bukan Kevin yang menjawab melainkan Andrea. Lagian teman-temannya yang lain juga berencana untuk ke mansion mereka untuk bermain.
Itu cuman alasan sih, sebenarnya mereka hanya ingin menemani Alvaro saja. Kangen katanya.
"Mau sama bang Lea". Andrea maksudnya tapi yah udayah.
Andrea menerima dengan baik tubuh Alvaro walaupun ia harus menanggung malu saat mendengar panggilan yang diberikan Alvaro padanya.
Dia bahkan ditertawakan oleh keluarganya saat Alvaro memanggilnya dengan nama 'lea' karena nama itu terkesan seperti dia merupakan seorang anak perempuan dengan tutur kata yang halus padahal diakan cowok yakan.
Saat Andrea bertanya pada varo kenapa dia memanggilnya begitu dia hanya bilang seperti ini
"Nama Abang susah tau nyebutnya, jadi valo singkatin ajah jadi Abang Lea". Gitu tuh.
Au ah gelap!
₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩
Mereka saat ini sudah berada di parkiran yang terlihat sangat sepi yang hanya terlihat berbagai jenis kendaraan yang sudah tentu harganya mehong
"Sepi banget". Ujar varo pelan.
Ya ialah sepi wong orang belum pada pulang
Merak kemudian masuk kedalam Mobil mereka masing-masing dan hanya Juan yang memakai motor sport.
Dalam perjalan itu hanya di selimuti keheningan, tidak ada celotehan yang berarti karena sang empu yang biasanya berceloteh kini tengah tertidur pulas dalam gendongan Andrea hingga mereka mulai memasuki kawasan mansion utama keluarga Alexander.
"Loh kalian sudah pulang? Baby kenapa?". Keyla yang sedang berada diruang tamu berdiri saat melihat anak dan juga keponakannya telah pulang sekolah padahal masih belum jadwal mereka untuk pulang.
"Nggak tau Mom, baby tiba-tiba ajah minta pulang dan ingin bertemu Daddy". Jawab Andrea.
Keyla menghela nafas pelan, dia berpikir mungkin varo hanya sedang dalam mood yang buruk hingga anak itu meminta pulang.
"Hah, yasudah kalian ganti baju dulu, Mommy akan membuatkan kalian cemilan sekalian menghubungi Daddy kalian". Mereka semua mengangguk mengerti dan mulai memasuki kamar untuk berganti pakaian.
Rezav, Kenzo dan juga Juan sudah sering main ke mansion ini saat sebelum Syasa di adopsi oleh keluarga Alexander jadi jangan kaget jika mereka mempunyai pakaian mereka sendiri di mansion mewah itu, tapi setelah keluarga itu mengadopsi Syasa mereka jadi jarang berkumpul bareng kecuali di sekolah.
Andrea meletakkan Alvaro dalam kamar Axel dan juga Keyla dan kemudian la kembali ke kamarnya dan berganti pakaian tak lupa menutup pintu itu.
Selang menit, pintu kembali terbuka dan masuklah Keyla. Keyla melangkah mendekati Alvaro yang masih terlelap tanpa mengganti seragam sekolahnya. Mungkin Andrea sedang terburu-buru hingga lupa untuk mengganti pakaian Alvaro.
Keyla dengan telaten membuka pakaian Alvaro tanpa mengganggu tidur varo sekalipun, setelahnya ia mengantikan pakaian Alvzro dengan piama bermotif singa.
Keyla membumbuhi kening sempit itu dengan kecupan tak lupa juga dengan pipi gembul itu membuat Alvaro menggeliat seperti ulat. Canda!
Alvaro mulai menggeliatkan badannya, mungkin varo terganggu atas kecupan yang Keyla berikan.
Mata indah itu mulai terbuka secara perlahan, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah senyum teduh Keyla.
"Mommy". Keyla tersenyum lembut sambil mengelus rambut halus itu dengan sayang sesekali mengecup pucuk kepala Alvaro.
"Mommy, Daddy sudah pulang?".
"Sebentar lagi Daddy mu akan pulang". varo mengangguk anggukan kepalanya dan kemudian mengangkat kedua lengan kecilnya kehadapan Keyla, kode agar ia di gendong.
Melihat itu, Keyla dengan senang hati langsung menggendong tubuh kecil itu. dengan erat.
Grrwwll
"Eh?!". Alvaro menunduk malu saat perutnya berbunyi hingga membuat Keyla terkekeh melihat betapa merahnya wajah putra bungsunya ini.
"Baby lapar yah?, Kheheh perutnya sampai berbunyi seperti ini? Besar sekali bunyinya hahaha". Wajah Alvaro semakin memerah saat mendengar Keyla menertawakannya.
'pelut sialan!!. Makinya dalam hati
"Mommy valo malu~".
"Hahahah baiklah-baiklah, ayo kita kebawah untuk memberi makan singa kecilnya mommy ini".
◇◇◇◇◇◇◇◇◇
"Nah ayo dimakan sayang". Alvaro menganggukkan kepalanya sedang saat melihat makanan yang disajikan Keyla untuknya.
"Sama-sama sayang". Alvaro mulai memakan makanan dengan lahap hingga sedikit belepotan membuat Keyla tersenyum.
"Kami pulang". Sebuah suara terdengar dari luar dapur membuat Alvaro menghentikan suapannya.
'kayak kenal suaranya'. Batinnya.
'itu adalah Jesi dan juga Syasa tuan rumah'. Seru Zero dengan tiba-tiba.
'oh mereka sudah datang rupanya'. Batinnya dan kembali memakan makannya begitupun dengan Keyla yang dengan telaten kembali membersihkan wajah cemong Alvaro.
Sementara itu di ruang tamu, Andrea, Kevin, Kenzo, Rezav dan juga Juan tengah bermain PS 5 bersama tanpa menghiraukan Jesi dan juga Syasa yang baru saja datang.
Jika kalian bertanya dari mana saja mereka berdua maka jawabannya adalah rumah sakit.
Jesi menemani Syasa yang dirawat di rumah sakit selama beberapa hari ini tanpa pulang ke mansion menjenguk anak-anaknya yang lain.
Syasa yang mendapatkan luka cambuk harus dirawat dengan intensif akibat banyaknya luka yang ia dapatkan. Dan selama itu juga Jesi selalu berada disamping sang anak.
"Abang Andre kenapa nggak jenguk Syasa di rumah sakit? Abang udah nggak sayang lagi sama Syasa?". Syasa berjalan. mendekati Andrea yang masih sibuk dengan game nya tanpa memperdulikan dirinya yang baru saja pulang dari rumah sakit.
Andrea yang namanya disebut hanya melirik acuh pada Syasa dan kembali melanjutkan permainannya.
"Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab pertanyaan adikmu ANDREA!". Lagi, Andrea tidak juga merespon ucapan yang dilontarkan untuknya.
"ANDR-"
"Oh sudah pulang rupanya". Perkataan Jesi dipotong oleh Axel yang baru saja pulang dengan Mateo dan juga Alexo yang berada dibelakangnya.
"Kak Axel". Ujar jasi pelan.
"Hm".
"Baby! Daddy pulang sayang!". Seru Axel heboh.
"Daddy!!!". Axel membuka lebar tangannya menyambut tubuh montok Alvaro yang sedang berlari kearahnya dengan wajah yang belepotan karena ia langsung berlari dari ruang makan saat mendengar suara Daddy-nya.
Keyla berada dibelakang anak itu dengan sedikit berlari mengejar putranya takut varo terjatuh. Ia juga membawa sebotol susu kesukaan Alvaro di tangannya.
Hap
Axel menangkap tubuh varo yang melompat padanya dan mengecup wajah bulat itu dengan brutal.
"Hahahaha Daddy hahaha Daddy geli hahaha". Tawanya saat Axel mengecup wajahnya dengan brutal.
Mateo yang berada di belakang Axel pun maju dan menggelitik tubuh kecil itu. hingga tawa Alvaro semakin menguar keras.
Jesi yang melihat itu semakin kesal pada Alvaro.
'Gara-gara Alvaro, tidak ada yang menjenguk Syasa sekalipun di rumah sakit! Mereka bahkan tidak menanyakan keadaan Syasa sedikitpun. Batinnya.
"Mami, Syasa mau ke kamar". Ujar Syasa pelan sambil memegang tangan Jesi.
"Hah~, baiklah ayo sayang".
'Lihat saja! Aku akan membalasnya nanti ALVARO".
'tidak akan aku biarkan itu terjadi nona'.Zero.
<0_0>
"Daddy kak Syasa dali mana saja kok baru pulang sekalang?". Tanyanya pada Axel yang sedang memeluknya.
"Hm dia dari jalan-jalan bersama dengan mami". Jawab Axel asal.
'heuu boong banget. Batin Alvaro..
"valo nggak di ajak?".
"Memangnya baby mau jalan-jalan juga?". Tanya Axel mengalihkan pembicaraan.
"valo boleh?". Tanyanya dengan memiringkan kepalanya.
"Tentu saja!". Bukan, itu bukan Axel yang menjawab, melainkan Mateo yang berada di belakang Axel.
Mereka semua saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga begitupun dengan Rezav, Kenzo dan juga Juan.
Mereka sedari tadi memperhatikan percakapan yang terjadi antara Axel dan juga Alvaro dengan tenang.
"Baby ingin jalan-jalan kemana? Singapura?, Korea?, China? Jepang?,Newzeland? Atau ke Eropa? Ah maroko juga bagus!". Seru Alicia dengan semangat.
"Uh~ valo mau ketaman saja! Kita piknik belsama di sana, pasti selu~". Ujarnya dengan mengangkat salah satu tangannya antusias.
"Hm ide bagus". Ujar Alaric.
"Iyakan, pasti selu sekali~". Mereka yang ada disana tersenyum saat melihat keantusiana satu-satunya bayi yang ada di sana.
"Apa kami boleh bergabung?". Tanya Rezav tiba-tiba.
"Tid-".
"Eum boleh! Semakin banyak Olang pasti lebih selu lagi".
Balum sempat Axel menjawab, varo telah memotong ucapannya membuat Rezav tersenyum mengejek pada Axel.
'sialan'. Desisnya.
Keyla tertawa saat melihat wajah muram Axel yang jarang sekali dilihatnya karena biasanya suaminya itu pasti selalu memasang wajah datar begitupun anggota keluarga yang lain dan itu benar-benar membuat Keyla bersyukur atas kehadiran Alvaro.
"Eh ini apa melah-melah?". Semua mata langsung tertuju pada Alvaro yang berada dalam pangkuan Axel. Mereka melihat di sana sebuah titik merah yang tepat berada pada dada kiri Alvaro.
Tak lama dari itu terdengar suara tembakan yang menembus kaca rumah keluarga Alexander.
DOR!
PYAR
AKKH!!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
THANK YOU❤❤❤