
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🐻❤❤...
Pagi ini kediaman utama keluarga Alexander sedang ramai-ramainya karena sibungsu kesayangan Alexander itu sedang ingin bermain.
Terlihat berbagai macam ekspresi yang dikeluargakan oleh masing-masing dari mereka membuat para maid dan penjaga yang melihatnya meringis geli.
Disana ada Keyla dan juga Alicia yang sedang menahan tawa oh dan jangan lupakan pakaian yang mereka berdua kenakan, terlihat seperti pakaian polisi?.
Entahlah mungkin iya.
Salain mereka ada juga Alaric, Javier dan juga Liam yang terlihat memakai pakaian khas seorang penjahat, ekspresi mereka terlihat sangat tertekan.
Ada juga Davian dan Devan yang memakai pakaian penjaga, Alexo yang memegang balon (ia mendapatkan peran sebagai tukan balon keliling), dan juga Mateo yang sedang merekam kejadian langka ini.
jarang-jarang aku melihat ekspresi mereka saat ini, oh God!, Ini sangat menyenangkan, Batinnya.
Jika Kevin? Hmm remaja itu kini sedang terduduk dengan wajah yang cemong akibat bedak serta memakai....... apa itu?
Popok?!.
"Bwaahahahahahhaah anjir bang!! Hahahah muka loh lucu banget hahahah anjing!!". Pecah sudah tawa Alicia saat melihat wajah Kevin yang persis seperti bayi Kunti.
"Baby-kenapa harus memakai ini? Kenapa bukan Andrea saja?". Protesnya yang mengundang
delikan tajam dari Andrea.
"No! No! Abang halus tetap pakai ini!, Daddy dot Valo mana?". Tolaknya. Ia menatap kearah Daddy nya menanyakan letak dot yang selama ini ia pakai.
"Ini sayang". Kevin mendelik pada Axel yang dibalas tatapan mengejek oleh daddynya itu.
"Abang pakai ini yah-". Ucapnya sembari berusaha memasukkan dot kedalam mulut Kevin.
Kevin menatap ngeri pada empeng yang dipegang oleh Alvaro, ia dengan cepat berdiri dan langsung berlari menjauh dari Alvaro
"Thh Abang?! Kenapa lali??!!".teriaknya.
Alvaro dengan capat menoleh kearah Axel dan sedikit berlari menuju kearah pria itu.
"Daddy, Daddy! Ayok kejal Abang!. Anaknya aku kabul Daddy! Ayo kita kejal". Serunya sambil menarik-narik ujung baju yang dikenakan Axel.
Sedangkan Axel, pria itu terkikik dan langsung mengangkat tubuh kecil putranya.
"Bukankah itu tugas seorang polisi? Kenapa baby tidak menghubungi mereka saja agar mereka bisa melakukan tugasnya?", Alvaro terlihat berpikir sejenak sebelum mengangguk pelan tanda setuju.
"Daddy minta handphone nya dong". Ucapnya yang dengan senang hati langsung memberikan apa yang putranya minta.
'Tululu tululu', ujarnya lucu membuat mereka yang ada disana terkekeh gemas akan kelakuan bayi mereka.
"Ekhem. ya halo, ada yang bisa kami bantu?", Jawab Keyla.
"Halo, halo! Pak polisi!. Kamu bisa bantuin anaknya aku?", Tanya dengan serius.
"Iya siap siap siap". Jawab Keyla setelah puas terkikik.
"anaknya kenapa?". Keyla kembali bertanya.
Alaric, Javier, Liam, Devan, Davian dan Mateo yang sedari tadi diam akhirnya tertawa saat mendengar jawaban Alvaro.
"Emang kenapa? Kok lari?", Tanya Keyla kembali.
"Kenapa bapak telpon polisi?", Timpal Alicia.
"Halus dikulung dong!". Jawabnya tak nyambung membuat mereka kembali terkikik melupakan Kevin yang entah bersembunyi dimana sekarang.
"Kalau dikurung, kurungnya dimana?". Timpal Andrea tiba-tiba.
"Kalau dikurung berarti harus duduk dong?". Tanya Alexo.
"Emh nggak dia, dia harus duduk di, di--
"Batu", Seru Davian tiba-tiba.
"Eum ia batu!".
"Oh gitu yah, ok pak kami datang!".
Ninu ninu ninu ninu
Alvaro tertawa saat melihat Keyla dan juga Alicia yang mulai mencari Kevin yang sedang bersembunyi sedangkan Axel dan Mateo beserta yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
"Daddy tulun, hehehe". Alvaro berjalan kearah Alexo dan meminta balon yang pria itu genggam
sedari tadi. dia sangat menikmati perannya.
"Pap- eh salah, eumm paman Valo beli balonnya lima yah, walnanya beda-beda". Ucapnya yang langsung dituruti oleh Alexo.
"Ini sayang". Alvaro tersenyum senang dan langsung berlalu dari sana menuju kehalaman belakang.
"Mau kemana baby?", Tanya mereka serempak
"Mau beltemu Delon, Valo mau main baleng sama Delon!", Jawabnya dan langsung berlalu dari sana.
Delon itu singa jantan peliharaan Davian. Saat sampai dihalaman belakang Alvaro langsung memanggil singa jantan itu dari kejauhan.
"Delon main yuk". Teriaknya.
Sesaat setelah Alvaro yang berteriak memanggil Delon, singa jantan yang memiliki ukuran besar itu langsung berlari menuju Alvaro
"Kyaahahahahha, Delon geli hahahah geli". Singa besar itu menubruk tubuh kecil Alvaro, tidak menindih sepenuhnya karena singa besar itu tau jika ia menindih tubuh kecil itu ia bisa kehilangan temannya.
Tawa merdu itu terdengar hingga kedalam saat Delon menjilati wajah mungil Alvaro.
"Ahahahahaha Delon sudah ahahhaha kita halus Cali Abang Keke!". Serunya dengan menjauhkan wajah singa jantan itu dari yang terasa sedikit lengket.
Aum?. Sianga jantan itu memiringkan kepalanya sambil menatap pada teman kecilnya.
"Iya Abang Keke nya kabul soalnya padahal kan Valo tadi masih mau main!, Pokoknya halus bisa nangkap Abang Keke Okey?". Seakan mengerti jika Delon sedang bingung, Varo langsung menjelaskan maksud dari ucapnnya.
Delon terlihat termenung sesaat sebelum mengangguk dan mengikuti Alvaro yang berjalan kearah sebuah keran untuk mencuci wajahnya yang terasa lengket.
"Delon, ayo sekarang kita Cali Abang Keke nya! Pokoknya halus sampai ketemu!".
Ggggrrrrrrrr
Singa jantan itu mengaum setuju dan mulai mencari dimana keberadaan Kevin saat ini.
Ggrrr!
Geramnya sekali lagi membuat seseorang yang bersembunyi tak jauh dari sana mematung dengan wajah pucat pasi nya.
'mati aku!' batinnya.
.
.
.
.
.
THANK YOU❤❤❤