
"Jadi? Anak siapa yang kau bawa sekarang Axel?". Keyla bertanya kepada Axel yang ada di sofa seberang yang terbatasi meja kecil itu. Axel masih menggendong Alvaro, padahal dia bisa saja menaruhnya di sofa panjang yang ada di situ
"Aku menemukan anak ini saat sedang membasmi para penghianat perusahaan". Axel menjelaskan dengan ogah-ogahan.
Keyla yang mendengar penjelasan Axel hanya dapat menautkan alisnya bingung.
Tidak cukupkah Syasa untuk keluarga mereka? Hingga dia harus memungut anak lainnya'. Batinnya
"Apa Syasa saja tidak cukup untukmu?". Keyla bertanya pelan kepada Axel takut menyinggung suaminya.
"Aku tidak suka dengan anak itu". Jawaban Axel membuat Keyla menghela napas pasrah.
Dari awal saat syasa datang sebagai anak bungsu Alexo(adik Axel), Axel sudah menyuarakan ketidak sukaannya, apalagi melihat sikap anak itu yang semena-mena terhadap orang lain walaupun ditutupi dengan wajah polosnya itu membuat Axel benar-benar muak.
"varoku lebih baik darinya, dan lebih menggemaskan". Mendengar jawaban sarkas Axel, Keyla jadi penasaran dengan wajah anak yang saat ini digendong oleh suaminya itu. Karena sedari tadi Axel selalu menyembunyikan wajah alvaro didada bidangnya sehingga Keyla tidak dapat melihat wajahnya.
"Baiklah. Tapi, apa aku boleh melihat wajahnya?". Axel terlihat mengangguk pelan, dan setelahnya mengangkat badan Alvaro pelan untuk dihadapkan kepada keyla.
Setelah posisi Alvaro sudah menghadap ke keyla, Axel mengangkat wajah Alvaro yang masih tertidur nyenyak itu dengan mengapitnya menggunakan dua jarinya agar Keyla dapat melihat wajahnya dengan benar.
Deg
Keyla yang melihat wajah varo tertegun. Wajah itu sangat cantik dan menggemaskan, padahal dia adalah anak laki-laki tapi kenapa bisa wajahnya sangat indah.
Keyla berdiri dari duduknya dan berjalan menuju sofa yang diduduki Axel, menggeser meja kecil itu pelan setelahnya berjongkok dan menggapai wajah bulat Alvaro dengan kedua tangannya.
"A apa benar anak ini laki-laki bukan perempuan?". Keyla bertanya kepada Axel dengan terbata, terlalu kagum dengan wajah varo sehingga membuatnya tidak percaya.
"Tentu saja. Mulai sekarang dia adalah putra bungsuku". Axel menjawab dengan bangga. Dia melihat kearah Keyla yang saat ini memainkan pipi alvaro yang tertidur.
"Eung.." oh sepertinya varo akan terbangun. Dia mungkin terusik karena ada yang memainkan pipi bulatnya.
Mata indah itu mulai terbuka, mengerjap pelan menyesuaikan cahaya. Setelahnya mata itu terbuka dengan segarnya menatap polos pada keyla yang ada didepannya.
Keyla yang melihat mata indah itu terbuka membuat ia semakin terpesona akan keindahan mata biru bulat besar itu. Sangat cantik batinnya.
'Siapa dia Zelo?'. varo bertanya pada Zero saat melihat ada wanita cantik yang sedang menatapnya.
'Dia adalah istri dari Axel Alexander. Keyla Stefy Alexander tuan rumah'.
'Hmm ok. He he he akan aku buat kau menjadi babu kedua dengan keimutanku'. Smirk varo dalam hati.
"Eh siapa?". varo memulai aktingnya dengan bertanya pelan dengan mata yang melihat kemana saja asal tidak bersitatap dengan keyla.
"Hei liat aku hmm". Keyla kembali memegang pipi bulat Alvaro dengan kedua tangannya agar varo melihat kepada dia sepenuhnya.
"Hai baby, mulai sekarang aku adalah mommy mu okay". Keyla mengelus pelan pipi bulat itu. Sangat halus dan lembut seperti mocci.
varo hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti.
"Baby dengarkan aku. Mulai sekarang varo akan tinggal di sinih, menjadi bagian dari keluarga kami. Jadi mulai sekarang panggil aku Daddy dan dia Mommy, apa kamu mengerti baby?" Axel memberikan pengertian pada varo yang terlihat tidak mengerti.
"Benalkah? Apa valo sekalang sudah punya kelualga?". varo bertanya dengan mata berbinar menatap Axel dan Keyla bergantian.
'Aseeekkk bakal aku buat kalian semua yang ada di sinih menjadi babu ku' batin nista Alvaro.
"Iya dan sekarang coba panggil mommy"
"Mommy". varomemanggil keyla dengan ceria bahkan kedua tangannya terangkat untuk memeluk Mommy barunya itu.
"Ahh putra ku sungguh cantik dan menggemaskan". Keyla membalas pelukan Alvaro dengan perasaan gemas.
'Akan aku bialkan kalian memanggilku cantik, karena sekalang aku sedang senang'
"Baby tidak ingin memanggilku daddy juga?". Axel bertanya pada varo dengan nada yang terdengar menyedihkan tapi wajahnya masih tetap datar.
'Jijay anjil'.
varo melepaskan pelukan Keyla, setelahnya berbalik melihat Axel yang saat ini juga menatapnya. Ia mengangkat tangannya tanda ingin di gendong. Axel yang melihat itu dengan senang hati langsung mengangkat varo kegendongannya menggunakan satu tangan saja.
'Apa aku selingan itu?'. varo terlihat linglung karena Axel yang menggendongnya hanya menggunakan satu tangannya saja tapi setelahnya ia tersadar. Ia malupakan sesuatu yang penting.
"Daddy valo lapal mau mam". varo memegang perut ratanya. Dia belum makan sedari tadi. Dan sekarang cacing diperutnya sudah berdemo.
"Hmm apa baby lapar?". Axel bertanya pada varo setelah mencuri satu kecupan kecil dihidung bengir itu.
"Iya valo lapal sekali he he he". varo menyengir lebar menjawab pertanyaan Axel.
"Kalau begitu ayo makan baby kebetulan mommy tadi habis memasak makan siang". Keyla mengambil alih badan varo dan menggendongnya, setelahnya berjalan kearah dapur yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Ayo cepat mommy valo udah lapal baget tau". varo mengerucutkan bibirnya sambil memegang perutnya.
Keyla hanya terkekeh pelan mendengar keantusiasan varo, setelahnya dia mengecup seluruh wajah mungil Alvaro. Mulai dari pipi, hidung, kelopak mata,dagi bahkan dagu ian tak terkecuali dia bahkan juga mencuri kecupan dari bibir semerah cery itu.
'Omg bibil seksoy gue nggak suci lagi'. varo hanya dapat membatin karena bibirnya di cium oleh Keyla
Tapi, setelah mereka memasuki dapur mata varo langsung berbinar cerah karena melihat banyaknya makanan yang ada dimeja makan. Dia jadi tidak sabar mencicipi semua makanan itu.
Jika kalian bertanya dimana Axel. Saat Keyla mengambil varo dari kendongannya dia langsung saja pergi kekantornya. Katanya ada yang harus dia ambil disanah.
Masing-masing anggota keluarga Alexander memiliki asisten pribadi. Itu dialakukan agar ada yang membantu mereka baik itu dari hal besar maupun kecil.
Memang didalam mension besar itu ada pembantu, tapi jangan salah asisten pribadi mereka sudah dilatih dan juga sudah sangat profesional dalam berbagai hal.
Sekarang varo telah terbungkus handuk putih lembut. Ia sudah selesai mandi lebih tepatnya varo dimandikan oleh Keyla. Awalanya dia ingin mandi sendiri tapi Keyla memaksa ingin memandikannya hingga dia terpaksa mengiakan.
'******-jalangkan dimandiin sama bidadali cantik' batinnya.
"Nah baby ayo berbaring telentang". varo hanya menuruti permintaan Keyla. Dia sudah menggunakan bokser tadi tinggal memakai baju dan celana saja.
Keyla membaluri badan varo dengan minyak telon agar hangat setelahnya menaburkan bedak bayi dan memakaikan varo hoodie berwarna baby blue dan celana putih diatas lutut. Sungguh varo sangat menggemaskan saat ini.
"Astagah putra mommy sungguh mengemaskan". Keyla menangkup pipi bulat varo dengan kedua tangannya sehingga membuat bibir varo mengerucut kecil karena pipinya yang terhimpit. Setelahnya ia mengecupi seluruh wajah menggemaskan Alvaro.
"Ishh mommy udah". varo berusaha melepaskan tangan mommynya itu dari kedua pipinya.
"Baiklah-baiklah maafkan mommy yah baby". varo hanya mengangguk saja dengan bibir yang dikerucutkan.
'Sial kayaknya gue bakal dipellakuin kayak bayi nih. Eh tapi nggak apa-apa juga sih, gue kan nggak pelnah ngelasain ini. Dulu gue selalu mendapatkan pellakuan kasal dali oltu. Saat mendapatkan semua ini aku jadi melasa senang'. Ian melamun sambil mengingat kehidupan dia yang sebelumnya sebelum meninggal.
"Baby kenapa melamun hmm?" Keyla menyentuh bahu kecil Alvaro untuk menyadarkannya.
"Eung nggak kok mommy. Oh iya mommy daddy kemana?". varo terlihat mengalihkan pertanyaan agar Keyla tidak bertanya lebih dalam tentang apa yang dia lamunkan.
"Ah benar ayo kita kebawah daddy dan para abangmu akan segera pulang". Keyla menggendong tubuh Alvaro saat ian ingin turun dari kasur king size milikya.
"Eh abang? valo punya abang sekalang?". varo bertanya dengan kepala yang sengaja dimiringkan agar terlihat imut.
Bagaimanapun dia harus bertingkah imut agar Keyla semakin terjerat pada keimutannya
"Ia baby sekarang punya tiga abang".
"Apa abang akan menelima valo? Bagaimana jika abang nggak suka sama valo?". varo menundukkan kepalanya sedih.
"Hei baby liat mommy". Keyla mengangkat dagu varo agar ia daat melihat wajah putranya itu.
"Mereka pasti akan menyukai baby karena baby sangat menggemaskan. Mommy yakin mereka akan menerima varo untuk masuk dikeluarga ini". Keyla tersenyum lembut, mengecup mata bulat varo yang menatapnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
"Benalkah?". Keyla mengangguk mantap. Setelahnya memasuki lif dan menekan angka satu karena kamarnya berada dilantai tiga.
Saat mereka sampai kebawah, mereka melihat Axel sudah datang kembali dengan wajah datar khasnya dan diikuti dua orang yang juga berwajah datar.
'Zelo apa meleka beldua itu anak-anak si Axel dan Keyla ini?'.
'Benar tuan mereka adalah anak-anak Keyla'
'Siapa nama meleka beldua? Dan bukankah meleka beltiga?'. varo bertanya nama mereka berdua kepada zero.
'Yang sebelah kanan adalah anak kedua yang bernama Davian Brian Alexander dan disebelahnya adalah anak ketiga namanya Kevin Antonio Alexander. Untuk anak pertama dia sedang berada dijerman saat ini namanya adalah Devan Xavier Alexander '. Zero menjawab secara rinci pertanyaan Alvaro.
'Hmm baiklah ini adalah saatnya buat gue untuk belaksi. Liat saja meleka pasti akan menjadi babuku yang selanjutnya'.
"Mommy itu daddy. Tulunkan valo mommy valo ingin pelgi ke daddy". Alvaro memberontak kecil dalam gendongan Keyla, dia harus melancarkan aksinya saat ini.
"Baiklah-baiklah". Keyla menurunkan varo dengan tidak rela, tapi putra manisnya itu ingin menemui suami datarnya jadi dia hanya bisa mengalah untuk sementara.
"Daddy!!". Alvaro berseru senang, dia berlari menujuh kearah dimana Axel sekarang berdiri membelakanginya. Dia sedang berbincang dengan putra keduanya Davian.
Axel yang mendengar teriakan Alvaro segera menolehkan pandangannya begitupun dengan Davian dan Kevin . Mereka melihat kearah varo yang sedang berlari kecil dengan kaki-kaki pendeknya.
Deg
Jantung Davian dan Kevin berdetak cepat saat melihat makhluk menggemaskan sedang berlari menuju kearah daddy nya dengan kaki-kaki pendeknya itu.
"Baby jangan berlari".
Hup
Axel menangkap badan kecil Alvaro saat dia hampir saja terjatuh karena tersandung kakinya sendiri. Dia mengangkat badan Alvaro dan menggendongnya dalam gendongan koala.
"Daddy valo kangen". varo memeluk badan besar daddy barunya itu saat melihat bagaimana wajah datar itu menatapnya marah..
"Siapa yang menyuruhmu berlari hmm...kau hanpir saja jatuh tadi". Axel memandang datar wajah varo yang menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jari mungilnya itu didada bidangnya
Davian dan Kevin yang melihat bagaimana wajah makhluk menggemaskan yang sedang berada dalam gendongan ayah mereka sedang murung dengan wajah yang ditekuk dan bibir mungilnya yang mengerucut itu hanya dapat menggeram gemas dan menggigit pipi bagian dalam mereka untuk melampiaskan kegemasannya.
"Maaf valo hanya senang melihat daddy datang hung". Bibir varo tambah mengerucut saat menjawab pertanyaan Axel.
"Iya tapi jang-"
"Dad dia siapa?".
thank you yang udah mau baca
see you next chap