ALVARO EMILLIANO

ALVARO EMILLIANO
BAB 26



...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🐻❤❤...


Sudah terlewat dua hari dari kejadian Axel yang menghukum cambuk Syasa dan selama itu juga Alvaro tidak melihat Jesi dan juga Syasa. Entah kemana perginya mereka yang jelas varo tidak perduli sama sekali.


Hari ini adalah hari Senin, hari yang entah kenapa sangat dibenci oleh sebagian pelajar. Hari dimana upacara bendera dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan negeri.


Hari ini juga hari dimana Alvaro akan kembali bersekolah setelah beberapa chapter tidak masuk sekolah. Harusnya sih begitu, tapi orang yang dimaksud sekarang masih saja tertidur dalam dekapan sang ayah yang tidur tanpa mengenakan


atasan.


Ceklek


Pintu kamar terbuka menampilkan Keyla yang masih memakai Apron dan spatula yang berada di genggamannya. sepertinya ia baru saja selesai berperang dengan alat-alat dapur.


Keyla menggelengkan kepalanya saat sang suami dan anak bungsunya masih saja terlelap padahal hari ini Axel ada meeting pagi dan varo harus berangkat sekolah. Tapi lihatlah! Kedua orang berbeda usia itu masih saja terlelap tanpa memperdulikan sinar matahari yang menerpa mereka.


Plak!


"Akh!". Pekik Axel saat Keyla memukul lengan itu dengan spatula yang ia bawa.


"Bangunlah! Bukankah kau ada meeting pagi ini?, Baby juga hari ini ke sekolah. Jangan coba-coba untuk tidak membangunkannya, jika dia ngambek kita bisa didiami selama seminggu". Ujarnya.


"CK. Kau mengganggu tidurku dear". Axel bangun perlahan agar tak mengusik varo yang masih tenggelam dalam mimpinya dan mencuri kecupan singkat dari bibir Keyla.


Cup


"Morning Bae".


"Hmm morning, bersiplah dan segera turun untuk sarapan. Jangan lupa bangunkan juga baby". Axel hanya mengangguk tanpa niatan membalas ucapan Keyla yang sudah keluar dari kamar dan kembali kedapur.


Axel menyugar rambutnya kebelakang dan beralih menatap buntalan daging yang masih tertidur lelap disampingnya.


Cup


"Bangun baby saatnya untuk mandi". Axel mengangkat Alvaro dalam gendongan koalanya dan membawanya ke kamar mandi. Mereka akan mandi bersama seperti biasa.


"Uh~ dingin".


Alvaro melenguh pelan saat merasakan tubuhnya terkena air tanpa membuka matanya. Dia masih mengantuk jika kalian ingin tau.


Axel terkekeh pelan dan kembali membaluri tubuh Alvaro dengan sabun beraroma lembut dan menenangkan.


Beberapa menit pun berlalu dan acara mandi bersama mereka telah selesai bahkan, Axel telah berpakaian lengkap tinggal Alvaro saja yang belum.


Axel mulai membuka handuk yang melilit tubuh mungil varo dan mulai membaluri tubuh itu dengan minyak telon dan bedak bayi.


Axel melakukannya dengan lembut takut melukai tubuh halus Alvaro dan berakhir diceramahi habis-habisan oleh Keyla.


Alvaro yang diperlakukan seperti itu semakin terlelap dalam tidurnya.


"Haha apakah semengantuk itu hmm Sampai baby tidak ingin bangun?". Ucapnya sambil mencuri kecupan dibibir Alvaro


Setelah selesai, Axel membawa Alvaro yang masih tertidur keruang makan untuk memulai sarapan bersama dengan anggota keluarga yang lain.


Ting


Lift terbuka dan Axel keluar dari sana sembari mengelus punggung sempit Alvaro yang masih tertidur membuat anak itu semakin terlelap dalam tidurnya.


"Loh baby belum bangun juga?".


Axel menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaan lily. Dia mendudukkan dirinya di kursi yang bersebelahan dengan Keyla dan juga Davian, masih dengan Alvaro yang ia dudukkan dipangkuan nya.


"Baby ayo bangun, mommy masak sayur kesukaan baby loh". varo membuka sedikit matanya dan menatap Keyla yang memandang gemas padanya, ia juga merasakan tarikan lembut dipipi berisinya.


"Makan". Ujarnya dengan tangan yang ingin meraih nugget yang ada disamping piring sayur kesukaan nya.


Alvaro memakan nugget itu dengan mata yang tertutup rapat sembari mulut kecilnya mengunyah langsung 1 nugget ayam hingga membuat pipinya menggembung.


Keyla menghela nafas dia harus turun tangan langsung untuk menyuapi Alvaro karena jika tidak maka varo hanya akan memakan nugget saja.


"Baby ah~". varo membuka mulutnya pelan menerima suapan dari Keyla dengan senang hati apalagi tadi dia mengintip sedikit dia melihat nugget dan juga sayur kangkung kesukaannya ada di sendok yang varo terima.


Alicia terkekeh saat melihat varo yang makan seperti tupai yang menampung semua makanannya dimulut kecil itu, bahkan saat makanan yang ada dimulut kecilnya itu belum habis, ia sudah memasukkan satu potong nugget lagi dalam mulut kecilnya. Benar benar mirip🐿


Setelah sarapan, varo kini telah berpindah kedalam gendongan Kevin, mereka akan berangkat ke sekolah walaupun mata anak itu masih saja terpejam karena melanjutkan tidurnya.


"Baby sepertinya sangat mengantuk, sekolahnya besok saja yah". Mateo hendak mengambil tubuh Alvaro dari gendongan Kevin tapi varo malah mengeratkan pegangannya pada seragam Kevin dan menggeleng lemah tanda penolakan.


"Nggak mau, valo mau sekolah". Ujarnya dengan mata yang setengah terbuka.


"baby dari tadi tidur terus loh, besok saja yah sekolahnya". varo menggelengkan kepalanya lagi tanda menolak ucapan yang dilontarkan Alaric


"Mau sekolah~".


"Sudah biarkan saja. Kevin, Andrea dan Alicia jagalah baby dengan baik, jangan sampai kejadian seperti waktu itu terulang". Mereka yang disebutkan namanya oleh lily mengangguk


mantap mulai keluar dari mansion besar itu dengan Alvaro yang masih mengumpulkan sebagian nyawanya.


.




.



.


Suasana didalam mobil mewah itu terlihat hening yah ada dua kulkas di dalam mobil dan juga Alvaro yang sudah bangun tapi mulut kecilnya tersumbat botol susu kesukaannya.



Sedangkan Alicia? Gadis itu sedang sibuk dengan handphonenya, entah apa yang gadis itu lakukan sehingga membuat ia tersenyum dengan sedikit aneh?. Yah lupakan saja mungkin dia sedang sibuk dunia per\*\*\*ngian.



'zelo'



'yah tuan rumah?". varo menatap hologram yang ada didepannya dengan serius seperti ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.



'kamu belum bilang alasan kenapa kamu bisa kembali'. Zero terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Alvaro.



'senenarnya saat itu, saya dipanggil atasan untuk meng-upgrade sistem untuk bekerja lebih baik dan saya lupa untuk memberitahu tuan rumah'. Jawabnya dengan cicitan diakhir kalimat.



'upglade? Tapi kenapa kamu bilang padaku saat itu seakan-akan kamu tidak akan kembali!. Anjil sia-sia ail mata gue waktu itu'. Ujarnya dengan marah dan Zero hanya mampu menunduk tidak ingin menatap wajah varo yang menatap dengan wajah garang walaupun tidak ada seram-seramnya.



'uh maafkan saya tuan rumah'. Sial Alvaro sangat kesal! Dia kira saat itu Zero benar-benar tidak akan pernah kembali, dia bahkan sampai menangisi sistem sialan ini! Tapi nyatanya dia hanya pergi meng-upgrade dirinya!.



Huh sia-sia air matanya waktu itu hanya untuk menangisi sistem yang katanya tidak akan kembali!.



'Ma maafkan saya tuan rumah'. varo mengabaikan Zero yang terlihat menampilkan wujut manusianya dalam hologram dengan wajah memelas yang kentara.



Ngambek pokonya dia.



Terlalu sibuk berdebat dalam pikirannya bersama Zero, varo tidak sadar bahwa mobil yang mereka tempati telah sampai dihalaman sekolah dan merekapun mulai keluar dari dalam.



'OMG dedek emezh udah masuk sekolah



'woahhh imut banget! Pipinya pengen gue unyel-unyel



'hei lihat dia meminum susu menggunakan DOT!'. Seru salah satu siswa dengan nyaring membuat Alvaro tersadar.



Alvaro menatap sekelilingnya yang telah penuh dengan para siswa dan siswi yang menatap berbinar dirinya.



'kyaaa!! Gemes banget woy!"



'aaahhh maaaak pengen adek kayak varo!!!




Tuk



"Uh uh malu~". Ujarnya dan langsung menyembunyikan wajahnya diceruk leher Kevin yang sedang terkekeh.



'kyaaaaa imut bangettt!!!!"



"Aduh baby jangan gemes-gemes dong nanti kakak bisa khilaf nih". Ujar Alicia sambil menoel Noel pipi bulat Alvaro yang memerah malu.



"Jangan mengganggunya Cia, apa kau tidak lihat kalau wajahnya sudah sangat memerah". Ujar Andrea sambil menepis tangan Alicia yang masih menoel Noel pipi bulat varo.



"Khehe gemez banget!". Ujarnya.



"Wow, udah Dateng Lo". Seru Riki yang baru saja sampai bersama dengan Gilang.



"Hmm". Dehem Kevin dan Andrea.



"Kulkas banget dah, halo cil". Sapa Gilang pada varo yang masih menyembunyikan wajahnya.



varo menyembulkan kepalanya sedikit untuk melihat siapa orang yang menyapanya dan tatapnnya tak sengaja bertemu dengan mata tajam Rezav yang sepertinya baru sampai.



"Liatin siapa sih cil serius amat". varo langsung mengalihkan tatapannya saat mendengar suara Riki. Ia menatap wajah tampan Riki yang sedang tersenyum tengil padanya.



"Abang Liki selamat pagi". varo menyapa Riki dengan senyum manisnya membuat remaja tanggung yang disapa mematung untuk beberapa saat.



"Gila! Senyuman Lo cantik banget! Sampe silau mata gue". Ujarnya semangat.



Sret



"Eh?!". Tubuh Alvaro tiba-tiba saja berpindah dari gendongan Rezav membuat Kevin mendengus kasar tanda tidak suka.



varo menengok kebelakan untuk mencari tau siapa pelaku penarikan dirinya, dan yah dia adalah pemeran utama pria dalam novel yang varo tempati. Orang itu adalah Rezaven Alio Frank sang male lead.



"Abang Al?". Rezav menaikkan alisnya bingung saat varo memanggilnya dengan nama Al.



"Alio". Tunjuk varo pada nametag yang ada diseragam Rezav membuat sang empu mengerti.



Rezav tersenyum tipis, senyum yang tak pernah ia perlihatkan sebelumnya. membuat siswa siswi disana langsung terdiam.



Cup



"Hngh?". Rezav mengecup bibir tipis itu selama beberapa menit membuat varo kembali mematung dengan wajah yang total memerah malu.



'ambigu anjir. Autor



'uaakhh kenapa olang2 pada demen nyium. bibil gue anjing'. Batinnya



'saya juga tidak tau tuan rumah'. Zero.



'Kyaaaaaa!!!!!!



'anjing!!!



Para siswa yang tadinya terdiam kini kembali ngereog saat melihat adegn dimana Rezav yang mengecup bibir mungil Alvaro



Sedangkan Alicia? Oh my! Gadis itu sekarang tengah mematung dengan hidung yang mengeluarkan darah! Jangan lupakan handphone nya yang merekam kejadian barusan.



"cia bagi anying videonya". Teriak Rara dari kejauhan.



Stevana Rara satu-satunya sahabat Alicia. Mereka telah berteman selama 9 tahun lamanya dan Rara sudah mengetahui segala sesuatu tentang Alicia.



"Enak ajah!". Rara memandang Alicia dengan wajah garangnya dengan acang-ancang ingin mengambil handphone tersebut.



"Bagi anying!".



"Nggak yah!"



"Woy sini loh".



Dan yah hari itu disekolah dimulai dengan kericuhan yang disebabkan oleh most wanted sekolah dan juga pertengkaran dua sahabat yang tak pernah akur.



Dan satu hal lagi, disana tidak ada Syasa yang biasanya diperebutkan. Hari yang damai untuk Alvaro.



Tapi tidak tau kalau nanti!



.



.



.



.



.



..



.



.



.



THANK YOU❤❤❤