
"Ugh kepala gue sakit banget anjing". Seorang remaja berperawakan mungil yang tersadar dari pingsannya dengan memegang kepalanya yang berdenyut
"Heh di mana ini anj*ng pelasaan gue udah mati kenapa gue nggak keakhilat malah di tempat kotol kayak gini?".
Ting
Ting
Ting
'Selamat jiwa anda terpilih untuk masuk kedalam novel. Anda dipilih untuk menghancurkan plot cerita yang mengalami perubahan pada beberapa bagian sehingga menimbulkan ending yang tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan'.
Tiba-tiba saja muncul suara aneh didalam kepala remaja yang sedang melongo ditempatnya karena mendengar suara yang tidak ada wujudnya itu.
'Tuan rumah?'.
Lagi suara itu muncul dan membuat kesadaran remaja mungil tersebut kembali.
"Heh lo siapa anjil? Kelual nggak?". Pemuda itu mengambil ancang-ancang untuk bertarung.
'Maafkan saya tuan rumah. Saya adalah sistem 01 yang akan menemani anda dalam melakukan misi'. Suara itu kenbali muncul tapi kali ini dia memperlihatkan dirinya dengan menampilkan sebuah hologram tentang tubuh yang saat ini ditempati oleh KENZIE ARGANANTA.
...STATUS TUBUH...
...NAMA: ALVARO EMILLIANO....
...KETAMPANAN : -10%/100%...
...KEIMUTAN :5%/100%...
...DAYA TARIK:-10%/100%...
...KECERDASAN :10%/100%...
...POIN:50.000...
...+1000 (hadiah pemula)...
...MISI-...
...HADIAH MISI-...
...(hadiah akan di terima saat Misi telah diselesaikan)...
"Hei apa-apan itu kenapa ketampanan dan daya talikku minus?". kenzie yang saat ini berada dalam tubuh seorang gelandangan bertanya pada sistem yang berada di pikirannya dengan kesal.
'Anda dapat menambahkan itu tuan rumah. Tapi poin anda akan berkurang'. Sistem menjawab dengan nada datar khasnya.
"Huh kalau begitu tambahkan semuanya menjadi 50% ketampanan, 75% keimutan, 80% daya talik dan 90% keceldasan."
'Setiap 1% akan menggunakan 100poin apa anda setuju?'.
"Yah lakukan. Karena aku akan memelankan lotus putih yang sangat mudah lapuh. Bukankan itu akan sangat selu." kenzie yang saat ini berada dalam tubuh Alvaro tersenyum dengan penuh arti.
'Status di upgrade'. Tiba-tiba saja tubuh kenzie mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
Setelah cahaya itu hilang, terpampanglah seorang remaja mungil dengan mata bulat berwarna birunya, bulu mata yang lentik, pipi yang seakan ingin tumpah, bibir ceri merah merona, satu dimpel yang ada dipipi kanannya saat terseyum, dan tubuh mungilnya yang memiliki tinggi 150cm itu. Sungguh dia terlihat sangat menggemaskan sekarang ini.
Tidak ada lagi badan kurus kering, kulit kusam, dan lebam yang ada di tubuh itu. Kini penampilannya telah berubah total sangat indah, cantik dan mengemaskan.
"Hmmm lasanya sudah lebih baik. Tapi kenapa suala gue jadi cadel gini?. Huh sudahlah, Tunjukkan status saat ini".
'Baik tuan rumah'.
...STATUS TUBUH...
...NAMA: ALVARO EMILIANO...
...KETAMPANAN: 50%/100%...
...KEIMUTAN : 75%/100%...
...DAYA TARIK: 80%/100%...
...KECERDASAN : 90%/100%...
...POIN: 1720...
...+1000 (hadiah pemula)...
...-28000...
...Misi-...
...Hadiah-...
...(Hadiah akan diterima saat Misi telah diselesaikan)...
"He he he dengan begini, gue bisa ngelakuin apapun sesukaku, mereka pasti tidak akan bisa memalahi apalagi memukul anak yang manis sepeltiku". Alvaro tersenyum senang dengan penampilannya saat ini.
Ting
'Tuan misi pertama telah diterima'.
"Hmm baiklah tampilkan misi". varo (kita panggil varo aja yah) mulai melihat hologram yang tadinya menampilkan status sekarang tengah menampilkan misi apa yang harus dia lakukan.
Ting
...MISI PERTAMA TELAH DITERIMA...
...Menarik perhatian seorang mafia yang saat ini tengah menghabisi penghianat disebuah gang di daerah xxX...
...Hadiah...
...- point +100...
...-pewangi alami tubuh...
...- keimutan 5%...
...Terima...
...-Yes/yes...
"Hei kenapa pilihannya yes/yes?". varo bertanya saat melihat keanehan di status misi pertamanya.
"Entahlan tuan rumah saya juga tidak tau". Sistem itu menjawab dengan menampilkan emotikon wajah Flat di layar hologram.
"Huh baiklah ayo lakukan misinya". varo berseru semangat sambil mengangkat tangannya yang terkepal keatas.
(^-^)/
Disinilah varo sekarang, disebuah gang sepi yang tidak jauh dari tempatnya bangun pertama kali.
Dapat varo lihat didepannya sedang terjadi aksi penembakan masal yang dilakukan oleh banyak pria yang memakai pakaian serba hitam, dan hanya ada satu pria yang duduk dikursi. 'sepeltinya dia adalah bosnya' batin varo.
'Oi zelo apa plia yang duduk itu adalah targetku?'. varo bertanya dalam pikirannya kepada sistem yang diberi nama 'Zero' beberapa waktu lalu.
'Benar tuan, dia adalah target misi pertama tuan rumah'.
'Hmm baiklah ayo kita belaksi'. varo mulai memundurkan langkahnya secara perlahan-lahan dan kebetulan dibelakangnya ada ranting pohon kering dan dengan sengaja varo menginjaknya dengan keras agar terdengar oleh orang-orang itu.
KREAK!
"SIAPA DI SANAH". Salah satu dari pria berbadan besar yang berjaga disanah melihat kearah Alvaro berdiri saat ini.
"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI BOCAH?!!". Para pria berbadan besar disana mulai berjalan menuju kearah varo, begitupun pria yang duduk dikursi.
varo dengan sengaja membuat kakinya terkilir hingga jatuh, matanya berkaca-kaca. 'Anjil sakit banget' batin varo. Hei padahal dia yang merencanakannya.
"Tuan yang namanya terkilit itu memang sakit'. Zero berseru saat melihat kelakuan rendom tuan rumahnya.
'Diamlah'.
"Apa yang kau laukan di sini".
'Anjing, goblok, bang* at, babi, sialan, setan, keget asu'. Suara dingin itu berhasil membuat varo terkejut.
Pria itu mengangkat alisnya saat melihat badan kecil varo tersentak. Dia sebenarnya penasaran bagaimana bisa anak ini berada di gang sepi seperti ini seorang diri.
"Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab". Lagi pria itu berbicara dengan nada dinginnya karena melihat Alvaro hanya diam sambil menundukkan kepalanya.
"Ma maaf, valo tadi hanya ingin jalan-jalan saja, telus valo liat ada kucing cantik masuk kesini jadi valo ngikutin eh valo malah liat om-om lagi main tembak-tembakan valo kan jadi penasalan". Suara lembut itu terdengar gugup saat menjelaskan bagaimana bisa dia ada disini.
'Sial sualanya terdengal sangat menakutkan'. Batin varo
"Tatap lawan mu saat berbicara bocah! Apa kau tid-".
Deg
Pria itu mematung saat varo mengangkat wajahnya sehingga dia bisa melihat mata bulat dengan bulu mata lentik itu sedang melihat kearahnya dengan berkaca-kaca, hidung mancung tapi bengir itu memerah di ujungnya begitupun dengan Pipi bulatnya juga sedikit memerah dan bibir tipis semerah ceri itu dipoutkan oleh pemiliknya. Benar-benar menggemaskan.
"M maaf hiks valo nggak sengaja liat om-om main tembak-tembakan. Hiks liat-liat ini kaki valo jadi keseli eh kedele ish kesileo". Setetes air mata jatuh dari mata bulat itu, sekarang varo juga menggembungkan pipinya sehingga pipi yang awalnya memang sudah bulat itu semakin membulat.
"Keseleo". Pria itu meralat ucapan Alvaro yang salah.
"Ish iya yang itu kesileo". 'He he he ayo kau harus menjadi babu pertamaku'. Batin nista Alvaro
Pria itu mengangkat tubuh kecil Alvaro dan memposisikannya kedalam gendongan koalanya.
"Siapa namamu?". Pria itu bertanya sambil menghapus jejak air mata yang ada dipipi bulat varo.
"Alvalo".
"Alvalo?". 'Kau salah menyebutkan namaku bodoh'
"Ishh bukan tapi 'Alvalo"".. Pria yang menggendong varo itu nengerutkan alisnya, bingung dengan jawaban varo. Bukankah dia sudah benar?
"Iya Alvalo?". Apakah anak yang digendongannya ini cadel?
"Ishh bukaaaannn". varo mengentak-hentakkan badannya digendingan koala pria datar yang menggendongnya.
"Cadel?". varo hanya mengangguk dengan wajah tertekuk, alisnya nyaris bertaut bibirnya mengerucut dia ngambek.
Pria yang menggendongnya hanya mengangguk singkat tapi setelah itu dia tersenyum tipis membuat anak buahnya mematung tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Bos datar mereka tersenyum!!!
"Axel alexander. Mulai sekarang kau menjadi putra bungsuku". varo hanya memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti padahal dalam hatinya dia sedang bersorak kemenangan.
'Babu peltama didapatkan yess'.
(^-^)/
Alvaro sekarang tengah berada didalam mobil mewah dengan pria yang tadi mengklaim dirinya sebagai putra bungsunya.
Dia sekarang tengah bersandar nyaman dalam dekapan pria yang memangkunya.
'Zelo apa misinya belhasil?'. varo bertanya pada zero tentang keberhasilan misi pertamanya
'Misi pertama telah berhasil dilakukan. Status open".
Ting
...STATUS TUBUH...
...NAMA: ALVARO EMILIANO...
...KETAMPANAN: 50%/100%...
...KEIMUTAN : 75%/100%...
...DAYA TARIK:80%/100%...
...KECERDASAN : 90%/100%...
...POIN: 1820 +1000...
...(hadia pemula) +100...
...MISI :...
...1 HADIAH MISI...
...-PEWANGI ALAMI TUBUH...
'Apakah pewangi tubuh telah diterapkan?'.
'Pewangi tubuh langsung diterapkan saat misi telah selesai dilakukan tuan rumah'. Zero menampilkan emotikon bahagia pada hologram di hadapan Alvaro.
'Hmm bagus. Sekarang aku akan tidur belekting menjadi anak polos telnyata cukup melelahkan'.
Alvaro sudah tertidur nyenyak sekarang, Axel yang menyadari itupun tersenyum dengan tulus untuk pertama kalinya kepada orang lain.
Axel mengusap-usap punggung sempit remaja mungil yang ada dipangkuannya agar Axel tertidur dengan nyaman. Dia memperhatikan wajah mungil yang sedang nemplok didada bidangnya sekarang ini. Pipi bulat itu terhimpit oleh dadanya sehingga bibirnya mempout kecil.
"Tuan kita telah sampai". Ah Axel terlalu sibuk memperhatikan wajah menggemaskan putra barunya, dia bahkan tidak sadar kalau sudah sampai di mension tempatnya tinggal.
Axel keluar dengan hati-hati takut membangunkan putra bungsunya yang masih nyenyak tertidur.
Dia berjalan dengan penuh wibawa masuk kedalam mension yang selama 3 tahun ini ditempatinya bersama istri dan anak-anaknya. Dapat dia lihat semua perkerja yang ada didalam mension ini telah berbaris menanti kedatangannya.
"Selamat datang Tuan besar". Para pekerja itu berseru kompak. Tapi, karena suara mereka Alvaro jadi terbangun.
"Eung belisik, valo mau tidul". varo menggeliat dalam gendongan Axel
'Belisik banget ajil gue mau tidul nyenyak aja susah benel dah'.
"Stt tidurlah lagi baby". Axel menepuk-nepuk punggung dan bokong varo pelan agar Alvaro bisa tertidur kembali. Setelahnya dia menatap tajam para pekerja yang sudah membuat bungsunya terganggu.
Para pekerja yang melihat tatapan tajam majikannya hanya dapat menelan ludah gugup.
"Anak siapa yang kau bawa Axel?". Suara lembut namun tegas itu menarik atensi Axel yang semula menatap tajam para pekerjanya dan beralih kesamping melihat seorang wanita berumur 42 tahun.
Walupun sudah berumur tapi wajhnya masih tetap cantik, bahkan tidak ada satupun kerutan diwajah ayunya.
"Kayla". Wanita yang bernama Kayla itu hanya menatap datar wajah suaminya yang juga menatapnya dengan wajah datarnya.
"Anak siapa yang kau bawa Axel? Apa itu anak selingkuhanmu?"
.
.
.
.
see you the next chap