
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🐻❤❤...
BRAK!!!
"Astaga!!"
"Huwaaaaa adeeeekkkkkkk~"
Alicia sebagai pelaku pendobrakan pintu itu masuk dan langsung menubruk tubuh kecil Alvaro dengan mendorong Axel hingga pria itu tersungkur dilantai.
Alicia memeluk erat tubuh Alvaro, bahkan ia kini sedang menggesek-gesekan pipinya pada pipi bulat Alvaro.
"Huwaa kangen banget! Adek lama banget bangunnya", Ucapnya merengek
"Ung kwngen kwkak juga~". Alvaro menjawab dengan susah payah karena keadaan pipinya yang masih diunyel-unyel oleh Alicia.
Tak
"Alicia lepaskan dulu pelukanmu, Varo harus makan dulu". Seru Keyla sembari menjitak kepala gadis itu.
"Aaaa sakit mommy!". Ujarnya sembari mengelus keningnya yang baru mendapatkan jitakan sayang dari Keyla.
"Eh? Daddy ngapain dilantai? Mau ngemis yah?". Tanyanya saat melihat Axel yang masih berdiam diri dilantai.
"Hah, memangnya siapa yang membuat ku bisa sampai seperti ini?". Jawabnya acuh membuat Alicia meringis pelan. Sial, ia terlalu bersemangat tadi!.
"Hehehehe maaf Dad".
"Kakak kok udah pulang ajah? Kan belum waktunya pulang?". Alvaro bertanya dengan penasaran, pasalnya sekarang baru jam sepuluh pagi yang seharusnya masilah waktu belajar.
"Ah yah, eumm itu anu eh a ada rapat disekolah, ja jadi pulang cepat", jawabnya terbata apalagi saat melihat tatapan tajam Keyla membuat gadis itu gelagapan takut ketahuan bahwa ia tengah membolos.
Nyatanya, walaupun sekolah itu merupakan milik keluarga Alexander, mereka tidak pernah membenarkan jika anak-anak mereka membolos kecuali ada hal mendesak. Pengecualian untuk Alvaro- ekhem Untuk Kevin dan Andrea, mereka sudah meminta izin sebelumnya pada Axel.
"Jangan berbohong Cia, Daddy tau kalau tidak ada rapat disekolah saat ini".
"Sorry Dad, a aku hanya terlalu senang saat mendengar bahwa Adek udah sadar". Sesalnya.
"Maaf diterima", Axel tersenyum sembari mengelus rambut halus Alicia. Dia sebenarnya memaklumi tindakan Alicia, karena jika itu dia maka iapun akan melakukan hal yang sama.
Yah yah benar, kau bahkan sampai meninggalkan ruang rapat yang seharusnya kau hadiri itu.\=_\=
"Eumm kenyang". Keyla berhenti menyuapi Alvaro saat Varo memalingkan kepalanya.
"Baiklah saatnya untuk minum obat". mulai membuka bungkus obat khusus untuk Alvaro dan memberikannya pada Varo yang diterima olehnya dengan wajah merenggut.
"Uhh, obatnya besal-besal!". Ucapnya kesal, walaupun begitu ia tetap menelan obat itu.
"Uwaah pahit!". Keyla dengan sigap langsung memberikan segelas air pada Alvaro yang diterima baik oleh sang empu dan langsung meminumnya hingga tandas.
"Uhh masih pahit mulutnya". Serunya lagi saat masih merasakan pahit.
Alicia yang mendengar itu tentu langsung mengeluarkan sebuah permen Dengan rasa jeruk dan diberikan pada Alvaro.
"Ini permen agar rasa pahitnya hilang".
"Uwaahh makasih kakak><". Alvaro dengan cepat memasukkan permen yang sudah dibuka bungkusnya oleh Axel itu kedalam mulutnya.
Setelah meminum obat tadi, Alvaro kini telah tertidur pulas dalam dekapan Axel, sedangkan Alicia sudah disuruh pulang kerumah untuk mengganti pakaiannya karena gadis itu datang dengan masih memakai seragam lengkap.
"Terimakasih sudah bertahan sampai saat ini".
Axel mengelus pipi chubby Alvaro dengan lembut, sesekali ia juga membubuhi pucuk kepala Alicia.
Ceklek
"Dad-"
"Sstt adikmu baru saja tertidur". Devan mengangguk sebelum masuk kedalam ruangan itu tak lupa menutup pintu.
"Aku senang, baby bisa bertahan". Ucapnya setelah sampai dihadapan sang ayah yang mendekap tubuh kecil adiknya.
"Hmm Daddy pun begitu".
"Apa yang lain juga sudah tau?". Tanyanya sembari mengelus pipi adiknya.
"Yah, aku sudah memberitahu mereka semua, mungkin sebentar lagi mereka akan sampai". Jawabnya.
Tak berselang lama, mereka bisa mendengar suara derap langkah yang saling bersautan seperti orang berlari.
BRAK!!
Lagi dan lagi kini pintu tak bersalah itu kembali didobrak dengan sangat keras membuat kaget mereka yang ada didalam.
Oh lihatlah, engsel pintu itu bahkan hampir terlepas dari tempatnya.
"Ungh hiks ugh belisik hiks Valo mau bobo". Alvaro bergerak gelisah dalam tidurnya, bahkan anak itu mulai menangis merasa tidurnya telah diganggu.
"Sst tidak apa-apa sshh~ baby bobo lagi yah". Axel menimang tubuh kecil itu berusaha untuk membuat Alvaro kembali tertidur.
Sementara Axel menenangkan Alvaro, Devan justru kini memarahi orang-orang yang menjadi pelaku pendobrakan pintu itu dengan Suara kecil takut membuat adiknya kembali bangun jika ia memarahi mereka dengan suara besar.
"Kalian ini! Apa kalian tidak bisa santai saja saat membuka pintu! Kalian hampir membuat Alvaro terbangun!".
"Maaf bang, kita nggak tau kalau Adek lagi tidur". Sesal Kevin.
Davian, Kevin, Andrea, dan Liam menundukkan kepala mereka merasa bersalah karena sudah membuat adik mereka hampir saja terbangun, sementara Javier dan Alaric hanya menatap datar Devan.
Javier dan Alaric langsung saja masuk kedalam tanpa menghiraukan Devan yang masih memarahi yang lainnya.
"Dimana papa kalian boy?". Tanya Axel pada Javier dan Alaric.
"Sedang dalam perjalanan kemari". Jabwab Alaric.
"Bagaimana dengan Alexo?".
"Sedang menyelesaikan urusannya dengan mami ". kali ini Javier yang menjawab.
Javier berbaring disamping Axel dan ikut mendekap tubuh Alvaro yang sudah kembali tertidur.
"Dad, dimana Mommy?".
"Dia keluar sebentar untuk mengambil keperluan baby".
"Loh ramay sekali?". Keyla yang baru saja sampai bersama Alicia itu dibuat terkejut melihat Anak-anak nya sudah berkumpul semua diruang inap Alvaro.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
"Baby senang sekali sepertinya?". Alvaro tersenyum sambil memeluk boneka beruang pemberian Devan.
"Valo seneng kalena hali ini Valo bisa pulang hehe", ujarnya kelewat semangat, bahkan pipi bulatnya ikut merekah merona bagaikan buah peach.
Alvaro sekarang sudah diperbolehkan untuk pulang setelah dirawat selama lima bulan satu Minggu dirumah sakit.
"Uhh gemasnya".
Liam yang berada disebelah Alvaro tak dapat menahan rasa gemasnya hingga ia langsung mendekap tubuh kecil itu kekanan dan kekiri.
Keyla tersenyum, dia dengan telaten memasukan semua barang-barang Alvaro didalam sebuah bag berukukan sedang.
"Mommy susu?", Keyla mengambil botol susu Alvaro yang sudah diseduh itu dan langsung memberikannya pada sang empu yang diterima baik olehnya.
"Makasih Mommy".
"Sama-sama baby".
Liam mengacak-acak rambut halus Alvaro merasa gemas melihat tingkah menggemaskan Alvaro, bisa-bisa ia melahap habis makhluk menggemaskan yang ada dihadapannya ini.
"Baby sudah siap?". Axel datang dan langsung membawa Alvaro dalam gendongan koalanya.
"Siap Daddy-hihihi". Serunya seraya terkikik geli.
"Baiklah! Saatnya kita pulang. Ayo honey". Ucapnya dengan tangan kanan menggendong Alvaro sementara tangan lainnya bertengger apik di pinggang ramping Keyla.
Biarlah Liam yang membawa paperbag Alvaro Selama diperjalanan pulang, Alvaro tak henti-hentinya tersenyum karena sebentar lagi dia akan berkumpul dengan seluruh anggota keluarganya.
Memikirkannya saja sudah membuat senyum itu kembali berkembang membuat pipi bulatnya semakin membulat.
"Kenapa baby sangat menggemaskan hmm". Keluh Keyla saat melihat senyum manis Alvaro yang tak pernah luntur sedari mereka keluar dari rumah sakit.
"Valo memang menggemaskan mommy". Jawabnya dengan bangga, karena memang bagaimanapun ia memang menggemaskan.
Axel yang sedari fokus menyetir melepaskan tawanya saat mendengar jawaban penuh percaya diri dari permatanya itu.
Walau apa yang dikatakan Alvaro memang benar adanya. Tidak ada satupun yang menandingi kegemasan Alvaro, tiada siapapun yang mampu
menyangkal hal itu.
Tak lama mereka telah sampai ke mansion utama Alexander. Butuh 20 menit waktu yang dibutuhkan mereka untuk Sampai di mansion karena jarak gerbang dan rumah utama yang lumayan jauh, itupun dengan menggunakan mobil.
Mungkin jika kalian berjalan kaki butuh waktu 1 jam? Maybe.
"Nah ayo kita masuk".
"Kok sepi?". Tanya Alvaro heran karena tidak melihat seseorang pun disana. Biasanya dipintu ini ada beberapa bodyguard yang berjaga.
"Ayo".
Axel tak menjawab pertanyaan Alvaro, ia dengan sigap langsung menggendong tubuh mungil itu dan membawanya masuk kedalam.
Ceklek
Pintu besar itu Axel buka menampilkan keadaan mansion yang gelap gulita, tidak ada cahaya sedikitpun disana dan itu membuat Alvaro takut.
"D Daddy, k kenapa gelap begini? Valo t takut". Ucapnya dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Axel.
"Hmm tidak apa-apa, coba lihat dengan seksama". Axel menjauhkan kepala Alvaro dari ceruk lehernya, ia mengarahkan kepala itu untuk
menghadap kedepan.
Alvaro mau tak mau mengikuti instruksi yang diberikan Daddy nya itu, dia memfokuskan pandangannya hingga matanya terfokus kedepan.
CTAK
"Selamat datang baby!!"
Lampu tiba-tiba saja menyala hingga ruangan yang tadinya gelap itu kini telah bercahaya menampilkan banyaknya pernak pernik yang indah.
Seluruh anggota keluarganya berkumpul menyambut kedatangannya.
Mata bulat itu kini berkaca-kaca merasa apa yang telah dilakukan oleh keluarganya ini. Seumur hidupnya, baru kali ini disambut dengan begitu hangatnya.
Ia bahagia, sangat bahagia. Bahagia karena disini kehadirannya sangat diterima, kehadirannya dianggap anugrah, kehadirannya disambut dengan suka cita.
Mereka merubah pemikirannya tentang dirinya yang awalnya ia kira adalah bencana, pemikiran tentang kehadirannya lah yang membuat keluarganya sengsara.
Alvaro bahagia, dia berlari dan langsung memeluk semua anggota keluarganya itu dengan tangisan bahagia.
"Telima". Ucapnya dengan senyuman manisnya.
"Apapun untuk permata keluarga kami".
Karena nyatanya, kehadiran seorang adalah anugrah, tak peduli dengan cara apa anak itu hadir didunia ini, anak adalah sebuah hadiah yang diberikan Tuhan kepada manusia, yang kehadirannya merupakan karunia terindah.
Di dunia ini, tak sedikit Anak-anak yang menjadi sasaran keegoisan orang tuanya. Bahkan tak sedikit pula kasus bunuh diri yang dilakukan oleh banyaknya remaja karena tak kuat menghadapi kenyataan pahit dunia.
Namun terlepas dari itu semua, semua anak adalah anugrah yang harusnya diterima dengan lapang karena sejatinya mereka juga adalah bagian dari diri orang tua mereka.
Untuk kalian yang diluar sana, untuk kalian yang merupakan korban keegoisan orang tuanya, hei jangan menyerah karena hal itu! Karena sejatinya kalian tidak lah sendirian. Masih ada orang di luaran sana yang mungkin bersyukur akan kehadiranmu tanpa kamu sadari.
Ingat! Jangan membebani dirimu dengan segala masalah yang ada! Percayalah pada satu hal bahwa, akan ada masanya kau bisa mendapatkan kebahagiaanmu sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...END...
• Terimah kasih yang udah mau baca❤
• Cerita alvaro udah selesai tapi tenang aja bakalan ada bonus extra part kok
•see you