ALVARO EMILLIANO

ALVARO EMILLIANO
BAB 12



Pagi ini di mansion Axel sedang terjadi kegaduhan hanya karena seonggok daging yang demamnya nggak turun-turun dari semalam.


Yah benar, anak kesayangan bapak Axel saat ini sedang demam tinggi. Demam varo dari semalam belum turun-turun padahal sudah d berikan obat penurun panas oleh Bagas semalam, tapi apa Demamnya tidak turun berkurang saja tidak.


varo yang sedang demam itu sangat rewel, dia akan menangis saat merasakan tubuhnya tidak nyaman dan sedikit sakit dan juga apa kalian tau! Alvaro bahkan menangis sangat kencang saat tau kalau tangannya di infus. Butuh satu jam untuk mereka berusaha mendiamkan Alvaro.


Semua anggota keluarga sangat khawatir saat melihat demam varo yang tak kunjung mereda.


"Sayang ayo makan yah, biar sedikit yang penting perutnya keisi oke". Keyla sedari tadi berusaha untuk menyuapi Alvaro bubur, namun sang empu malah menyembunyikan wajahnya di ketiak sang


kakek.


"Ayo baby di makan yah buburnya". John juga berusaha membujuk varo yang sedari tadi menyembunyikan wajahnya.


"Nggak mau makan mommy~ lasanya aneh hiks". Suara Alvaro terdengar parau karena sakit.


"Sedikit saja sayang ayo". Mereka semua yang ada di sana menghela napas lelah saat mendapat gelengan dari varo.


"Apa baby mau di suntik lagi?". Kali ini Axel yang angkat bicara. Dia berkata dengan tegas dengan mengancam varo menggunakan suntikan.


Mendengar ancaman Axel membuat badan Alvaro tersentak kaget. Apa saja akan dia lakukan asal tidak disuntik.


"Hiks daddy jahat~". Alvaro mengeluarkan kepalanya yang sedari tadi bersembunyi diketiak kakeknya.


Dia menatap Axel dengan puppy eyes nya dan wajah yang sudah memerah karena demam, menambah kesan menggemaskan yang melekat pada dirinya.


Ugh


Ah Axel tidak bisa jika ditatap seperti ini oleh permatanya, dia kan jadi tidak tega. Tapi dia harus tegas agar permatanya ini mau memakan makannya biar sedikit.


"Jangan menatap daddy seperti itu. Makan saja makananmu oke. Nanti jika baby sudah sembuh, daddy janji akan mengajakmu jalan-jalan". Axel memalingkan wajahnya agar tidak melihat wajah menggemaskan putra bungsunya itu. Dia harus tegas ingat!


"Uh uhh".


Alvaro menekuk wajah bulatnya ngambek. Dia merasa agak kesal saat Axel berbicara dengannya menggunakan nada tegas seperti tadi. Sepertinya dia sudah mulai tergantung pada keluarga barunya ini.


Axel sebenarnya ingin sekali tertawa saat melihat wajah merenggut putranya itu. Ingin rasanya dia memakan habis pipi bulat kemerahan itu.


Keyla kembali mencoba menyuapi Alvaro dan beruntungnya varo tidak lagi menolak suapan bubur dari Keyla.


Mereka semua tersenyum saat melihat varo menerima suapan Keyla setelah ditegur oleh Axel tadi.


"Ugh udah". varo kembali meneggelamkan kepalanya diketiak sang kakek saat merasa sudah kenyang.


Keyla menghela napas kasar saat varo hanya memakan 4 suapan saja.


"Opa, valo mau main di lual~". varo menatap sang kakek dengan mata melasnya. Dia bosan dikamar terus jika kalian mau tau!.


"Hmm cucu opa mau main keluar? Baiklah". John menggendong tubuh mungil varo dalam gendongan koalanya dan berjalan keluar menuju taman belakang mansion.


Axel, Keyla, Dan Lily mengikuti John dari belakang. Jika kalian bertanya kemana yang lainnya maka saat Ini Davian dan Alaric sedang pergi ke kampus sedangkan Kevin dan Andrea mereka pergi ke sekolah, untuk Javier dia pergi ke


kantor.


Sebenarnya mereka tidak ingin pergi tadi pagi. Tapi, Lily dengan segala kekuasaannya mengancam mereka jika tidak segera berangkat maka jangan harap mereka dapat melihat dan bertemu dengan Alvaro selama setahun penuh.


varo saat ini tengah menatap hamparan bunga yang ada di taman belakang mansion. Dia duduk di pangkuan opa rasa sugar daddy nya itu.


Dia tidak hanya berdua dengan opanya, ada oma dan juga mommynya disana menemani dirinya. Katanya sih tidak mau ditinggal varo duduk anteng dengan menyedot susu dalam botol dot kesukaannya.


"Mommy abang Kevin kapan pulangnya?". Pertanyaan varo membuat mereka yang awalnya sibuk menatap wajah indah Alvaro tersentak pelan.


"Hmm mungkin sekitar jam dua siang". Keyla mengusap kening varo pelan, dapat dia rasakan kini suhu badannya sudah turun tidak sepanas tadi.


"Lama banget~". varo mengerucutkan bibirnya kesal, pasalnya hampir semua orang dirumah ini pergi keluar. Tadinya sih Axel nggak pergi tapi tiba-tiba saja dia mendapat telfon dari sekretarisnya yang ada dikantor jika ada meeting mendadak.


"Hey sayang jangan sedih begitu, kan ada mommy, opa dan oma disini menemani baby". Lily mengambil alih tubuh varo dari suaminya itu dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Ugh.. valo juga pengen skolah kayak abang vin sama Abang Lea". Maksudnya itu Kevin dan Andrea.


"Baby ingin sekolah?". varo mengangguk semangat sebagai jawaban dari pertanyaan Keyla.


Lily, Keyla dan John saling menatap satu sama lain. Mereka sebenarnya ingin melarang tapi melihat tatapan berbinar pada mata bulat seindah langit itu membuat mereka tidak tega.


"Eumm begini saja. Nanti baby tanya sama Daddy dibolehin nggak kesekolahnya. Kalau daddy nggak ngebolehin baby homeschooling saja yah".


"Eum". varo menganggukkan kepalanya semangat saat mendengar perkataan Keyla.


'Kalau ngebujuk daddy itu gampang hehehehe. Batinnya.


TING!!! TING!!! TING!!!.


Alvaro tersentak kaget saat mendengar bunyi nyaring di dalam kepalanya dan itu membuat kepalanya pusing.


'Sistem error!! Warning!! Sistem error!!"


Dilinggggg!!!


"Zelo ada apa?". Kening varo mengkerut saat tidak medapat jawaban dari zero.


Ding


'Uhh pesan apa?' Alvaro bertanya dengan penasaran. Dia menumpukkan kepalanya dipundak Lily tidak ingin dicurigai kalau saat ini dia sedang berbincang dengan zero.


'Saya menerima perintah dari atasan untuk kembali karena anda sudah merubah hampir 50% dari cerita saat ini, karena itu saya diperintahkan untuk kembali'.


Alvaro terdiam untuk beberapa waktu saat mendengar jawaban Zero.


Pandangannya tiba-tiba saja kosong karena mendengar hal itu. Hei dia sudah terbiasa dengan adanya zero dan sekarang dia akan kembali keatasannya dan meninggalkan dirinya sendirian?.


'Anda sekarang tidak sendirian tuan rumah'. Lamunan Alvaro buyar saat dia melihat sebuah hologram yang menampilkan sebuah sosok yang


tersenyum padanya.


'Siapa?'. varo menatap lekat pada sosok yang ada di dalam hologram itu.


'Ini saya tuan rumah. Anda sekarang tidak sendirian lagi. Anda sekarang sudah memiliki keluarga baru yang sangat menyayangi anda jadi jangan bersedih seperti ini'. Tangan zero terulur menembus hologram untuk mengelus pipi


bulat kemerahan Alvaro.


Mata varo berkaca-kaca saat merasakan usapan dari tangan zero. Satu isakan lolos saat melihat zero mulai terlihat memudar dan hilang dari pandangannya.


'Hiks telima kasih kalena sudah menemaniku Zelo'. varo tambah menenggelamkan kepalanya di bahu sang oma.


o(T~To)


Sementara itu, di salah satu sekolah terkenal yang tentunya milik keluarga Alexander SHS A. (Senior high school A.).


Kini Kevin dan Andrea sedang berjalan keluar kelas menuju keparkiran. Mereka ingin segera pulang kerumah karena ingin segera menemui adik kesayangan mereka.


Yah Andrea dan Kevin itu sekelas. Mereka sekarang berada dikelas 11 A. Berbeda dengan Syasa yang masih kelas 10, Syasa berada di kelas 10 B.


Saat mereka hampir sampai di parkiran, mereka dikagetkan dengan keberadaan Syasa yang tersenyum manis dan Alicia yang menatap jengah kelakuan Syasa.


"Abang Andre Syasa kangen~". Syasa berlari dan langsung memeluk tubuh tegap andrea.


Kevin yang berada disebelah Andrea memasang wajah datarnya saat melihat drama yang saat ini ada didepannya. Dia berjalan menuju kearah Alicia yang berdiri disamping mobilnya.


"Halo bang". Kevin menganggukkan kepalanya menjawab sapaan Alicia. Alicia itu tipe cewek tomboy dan sedikit blak-blakkkan.


Kevin membuka pintu mobil Sportnya, saat hendak ada sebuah tangan yang menahan lengannya dan ternyata dia adalah Alicia. Kevin menaikkan alisnya bingung dan dibalas senyum menyebalkan dari sepupu perempuannya itu.


"Bang langsung pulangkan?. Gue ikut yah, mau ketemu Adek baru".


Shitt


'Bagaimana dia bisa tau?. Sialan!". Batin Kevin.


"Kau tau dari mana?". Alicia tersenyum penuh arti dan seenak jidatnya langsung masuk kedalam mobil Kevin, tapi sebelum itu dia memanggil Andrea untuk segera masuk.


"Bang Dre masuk cepetan gue udah nggak sabar buat ketemu dedek emes". Kevin memijat keningnya saat melihat kelakuan Alicia


Dia menoleh kearah Andrea yang menghempas pelukan Syasa dan berjalan cepat kearahnya dan langsung masuk kedalam mobilnya. Syasa yang ditinggalkan tentu sangat kesal.


Dia mengejar Andrea dan juga ikut masuk kedalam mobil Kevin.


'Sialan!".


Dalam perjalanan pulang menuju kemansion Axel, Syasa terus menerus berusaha untuk menarik perhatian Kevin yang sedang menyetir dan berhenti saat mendapat bentakkan dari Kevin.


'Sial kenapa jadi seperti ini'. Syasa menggigit kuku jarinya kesal memikirkan sikap para anggota keluarga yang mengadopsinya mulai berubah.


"Bang cepatan elah. Gue udah nggak sabar mau ketemu baby nih".


Lamunan Syasa buyar saat mendengar perkataan Alicia Keningnya mengkerut tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini.


Dia melihat kearah Andrea yang terlihat tersenyum tipis dan Kevin yang berdecih tidak suka pada perkantaan alicia.


'Sebenarnya ada apa ini? Baby? Siapa yang


mereka maksud?'. Batinnya.


Selang beberapa menit mereka akhirnya sampai di mansion. Alicia turun pertama, dia sepertinya sangat antusias ingin bertemu dengan adik barunya.


"Ayo bang cepetan". alicia menarik Kevin paksa untuk segera masuk kedalam diikuti Andrea dibelakangnya meninggalkan Syasa yang menatap mereka dengan nanar.


Saat mereka masuk, mereka diperlihatkan dengan pandangan Alvaro yang sedang tertidur dikarpet bulu yang berada didepan TV dengan Serial Doraemon yang terpasang.


Alicia yang melihat itu langsung berteriak heboh membuat kaget seisi mansion itu.


"OMG!!!! CUTE BANGET ADEK GUE KYAAAAA!!!!". Alicia langsung berlari menuju kearah Alvaro yang terbangun dengan wajah linglung masih dengan pecifer yang menempel dibibir mungilnya.


"Ululululu Imut banget kyaa>_< cocok banget jadi uke". Alicia menguyel-uyel pipi Alvaro yang masih linglung karena terbangun dari tidurnya.


Syasa yang baru masuk mematung ditempatnya saat melihat ada orang asing yang berada di mansion ini. Terlebih wajah itu, wajah itu lebih indah dari wajah miliknya.


"Astagah!. Alicia kapan kau datang! Berhenti memainkan pipi varo". Keyla datang dari dapur dengan membawa cemilan. Dia terlihat sangat kaget karena keberadaan Alicia bukan karena orang asing itu.


varo? Nama itu seperti tidak asing di pendengara Syasa. Mata Syasa langsung terbelalak lebar saat tau!. Itu adalah nama orang yang dipanggil Baby oleh Liam!!.


'Sial. Sial! Sialan!!!!