ALVARO EMILLIANO

ALVARO EMILLIANO
EXTRA PART " HILANG? "



...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🐻❤❤...


"Mom! Dad!! Adek hilang!!!!". Teriakan itu menggelegar mengagetkan semua orang Yang ada dimansion besar itu.


Mereka semua tergopoh-gopoh berlari menuju ke lantai tiga dimana letak kamar sibungsu berada.


"Cia ada apa sayang?". Keyla bertanya sambil terengah-engah karena habis berlari.


"Adek nggak ada dikamar nya mom! Bagaimana ini? Apa Adek di culik?". Alicia mengacak-acak rambutnya membuat rambut yang sudah kusut itu bertambah kusut.


"Apa yang kalian lakukan! Cepat cari putraku sampai ketemu!". Amuknya.


"B baik tuan!". Para penjaga yang ada disana langsung bergegas membubarkan diri.


"Baby tidak ada di manapun dad!". Kevin yang baru saja datang dari memeriksa seluruh rumah itu berseru panik karena adiknya tidak ada di manapun.


"Alaric hubungi Mateo, tanyakan padanya apa Vero ada bersamanya?".


"Hum".


"Halo, ad-". Belum selesai perkataan Mateo, Alaric sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Apa Alvaro ada bersamamu?".


"Tidak, dia tidak ada bersamaku. Memangnya ada ap-".


Bilp


perkataan Mateo terpotong oleh Alaric yang langsung mematikan teleponnya membuat pria diseberang sana. mengumpat karena ketidak sopanan putra bungsunya itu.


"Bagiamana dengan Alexo?".


"Aku sudah menghubungi papi dan dia bilang Alvaro tidak ada bersamanya". Jawab Andrea.


"Sialan!".


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


"Ihh lucu~ pipinya Tuing tuing gitu~". Seorang gadis kecil sedari tadi tak dapat mengalihkan perhatiannya dari orang yang ada didepannya.


Ia sedari tadi tak berhenti memainkan pipi bulat seorang remaja yang tertidur dikamar abangnya itu.


"Oh? Ah iya Lina kan punya itu". Serunya tiba-tiba.


Dia segera berlari keluar dari kamar Abangnya itu untuk kembali ke kamarnya yang berada disamping kamar abangnya.


Tak berselang lama dia kembali dengan membawa sesuatu dijari mungilnya dan memasukkannya kedalam mulut orang yang ada dikasur abangnya itu.


"Uwaa~ lucu sekali~". Serunya saat barang itu mengenyot benda yang ada di mulutnya.


Pecifier


"Elina apa yang kau lakukan dikamarku?".


Gadis bernama Elina itu tersentak kaget saat mendengar suara abangnya. Dia dengan cengiran khasnya langsung berbalik menghadap abangnya itu.


"Umm Lina nggak ngapa-ngapain kok bang, hehe, kalau gitu Lina pergi dulu dadah Abang". Ucapnya dan langsung berlari dari kamar abangnya.


"Ada apa dengan anak itu?".


Abang dari Elina itu menatap anep kepergian adiknya, dia berbalik untuk melihat remaja yang berada di kasurnya. Saat berbalikadia dibuat mematung dengan apa yang ia lihat.


Dikasurnya remaja yang tertidur itu sedang mengenyot pecifier, pasti itu ulah adiknya. Oh astaga, itu terlihat sangat menggemaskan.


Pria itu menutup mulutnya dengan tangannya, terlihat semburat merah dari kedua pipinya begitupun dengan telinganya.


"Hah kau sangat menggemaskan, ingin rasanya aku memakanmu". Ucapnya.


Dia terus memandangi remaja itu dengan sesekali mengusap pipi bulat bersemu itu dengan jarinya. Sangat lembut dan halus, batinnya.


"Eumh uh~".


Remaja yang tertidur itu menggeliat pelan dengan mata bulat yang memperlihatkan netra birunya yang indah.


"Good morning".


"Eum, pagi uhh". Jawabnya tanpa sadar setelah melepas benda yang menyumpal mulut kecilnya.


Pria yang sedari tadi memperhatikan remaja itu terkekeh gemas melihat wajah bengong remaja itu.


"Eh Abang El? Uh kok Abang di sini?". Tanyanya setelah tersadar.


"Ini dirumahku by". Jawabnya.


Alvaro, yah remaja itu Alvaro menatap Rezav yang sedang tersenyum padanya, dalam benaknya dia bertanya-tanya kenapa dia bisa berada di sini. Setaunya semalam dia tidur di kamarnya kenapa dia bisa berada dirumah kakak kelasnya itu?.


"Aku membawamu", Jawabnya enteng.


Rezav langsung saja mengangkat tubuh kecil itu dalam gendongannya dan membawanya kedalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi.


Alvaro yang diperlakukan seperti itu merasa aneh walaupun ia sering melakukannya bersama sang Daddy tetap saja akan aneh rasanya, terlebih orang yang bersamanya saat ini adalah sang male lead dan juga teman Abang-abangnya.


Setelah Rezav acara membasuh muka dan juga menggosok gigi selesai, Rezav langsung membawa Alvaro kelantai bawah untuk sarapan yang kebetulan ayah dan ibu beserta adiknya sudah ada disana menunggu dirinya.


"Abang El, Valo bisa jalan sendili". Cicitnya.


Rezav tak menjawab dan tak pula menuruti perkataan Alvaro. Pemuda itu tetap menggendong Alvaro tanpa sepata kata sedikitpun.


'anjil lah!. Batinnya kesal


"Ah Varo sudah bangun, ayo kita sarapan bersama! Hari ini mama masak banyak". Evelyn berujar dengan semangat saat melihat putranya datang bersama Alvaro yang berada digendongannya.


Wanita itu merasa gemas dengan Alvaro yang menatap malu-malu padanya, bahkan pipi bulat itu bersemu sehingga sang empu langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher putranya.


"Kakak cantik!". Elina berseru semangat memanggil Alvaro yang berada di gendongan abangnya.


"Tuan putri, kakak itu laki-laki bukan perempuan jadi dia tampan ok".


Elina menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan ucapan ayahnya. menunjuk Alvaro yang sudah duduk di kursi dengan jemari kecilnya.


"Kakak cantik!". Ucapnya lagi.


"he's a man princess".


"Eum eum kakak cantik!!". Stefan menyerah, dia menatap Evelyn yang terkikik geli.


"Mama Lina benarkan". Ucapnya mencari pembelaan.


"Iya sayang". Lina tersenyum lebar sambil menatap sang ayah yang terlihat kesal padanya.


"Varo suka apa? Biar mama ambilkan?".


Alvaro terdiam sambil menatap menu yang ada dimeja dan mulai menunjuk pada udang goreng tepung dan juga beberapa potong wortel.


"Valo mau itu boleh?". Tanya sambil menatap Evelyn dengan malu-malu.


"Tentu saja!". Jawabnya semangat dan mulai mengambil makanan yang tadi ditunjuk oleh Alvaro.


Rezav yang berada disebelah Alvaro terkekeh gemas dan langsung mencuri kecupan di ujung bibir remaja mungil itu.


Wajah Alvaro memerah saat menerima perlakuan Rezav padanya, dia begitu malu apa lagi Rezav menciumnya didepan Keuda orang pemuda itu berserta adiknya yang masih berusia 5 tahun!!.


'gila!! Huwaaa mommy mau pulang-hiks". Batinnya.


.


.


...****************...


.


Setelah acara sarapan selesai, Rezav langsung membawa Alvaro keluar untuk berjalan-jalan mumpung cuaca hari ini sedang cerah setelah beberapa hari hujan deras mengguyur kota.


Rezav membawa Alvaro kesebuah taman yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Di Taman itu banyak sekali stand makanan dan juga ramai pengunjung karena hari libur.


"Abang El Valo mau itu!". Tunjuknha semangat pada penjual martabak yang ada disana.


"Mau itu?". Tanyanya yang dibalas anggukan semangat Alvaro.


Rezav tersenyum penuh arti sebelum menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Varo.


"Give me a kiss then i buy it for you". Ucapnya sambil menunjuk pada bibir tebalnya.


Chup


"S sudah". Jika kalian berharap Varo mencium Rezav pada bibirnya maka kalian salah!.


Varo mencium tepat di pipi pemuda itu setelahnya berlari menuju ketempat penjual martabak meninggalkan Rezav yang mematung.


"Why he so cute? Hah~ aku ingin memilikinya". Ucapnya dengan wajah yang memerah.


"Abang El? Ayo!!". Teriak Alvaro saat melihat Rezav yang masih terdiam ditempatnya.


"Mine". Batinnya sambil berjalan menuju Alvaro yang melambaikan tangan padanya tanpa memperdulikan tatapan takut orang-orang yang ada disana.


Orang-orang yang ada disana merasa takut saat melihat tatapan penuh obsesi yang dilayangkan Rezav pada makhluk menggemaskan yang datang bersama pemuda itu sebelumnya.


"Makan pelan-pelan by". Ucapnya sambil membersihkan sudut bibir Alvaro.


"Hehe ini enak! Valo suka". Cengirnya.


"Hei, mau menjadi milikku?".


" Hah ?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


THANK YOU❤❤❤