
Setelah pertemuannya dengan Allana di kafe waktu itu, hari-hari Kendra selalu dibayangi oleh wajah Allana yang nampak sedih. Suara tangisan Allana dan apa yang dikatakannya saat di mobil sellau terngiang-ngiang di telinga. Kendra berusaha fokus dengan pekerjaannya sebagai office boy meskipun hatinya diselimuti rasa gundah gulana.
"Ken, apa kamu benar-benar menyukai Nona Allana?" tanya Abimanyu hati-hati.
"Aku sangat mencintainya, hanya dia wanita yang aku inginkan di dunia ini sebagai pendamping hidupku," jawab Kendra.
"Apa kamu sudah benar-benar melupakan Mona?" tanya Abimanyu
"Tentu saja! Untuk apa aku harus mengingat gadis yang menginginkan kematian aku. Aku bahkan tidak ingin mengenalnya lagi," tutur Kendra.
"Baguslah! Kalau kamu memang serius dengan Nona Allana aku pasti akan membantu kamu. Apalagi, Nona Allana bukan gadis biasa, sangat cocok dengan latar belakang kamu. Oh iya Ken, aku mendapat pesan dari orang perkebunan, senjatanya sudah siap kirim. Apa kamu akan mengeceknya dulu?"
Senjata??? Senjata apa maksudnya? Astaga ternyata Kendra bisa merancang senjata. Dia juga menjual senjata rakitannya ke berbagai negara, tapi kenapa dia bisa dibodohi ini oleh pacar dan sepupunya, batin Aldrich yang berada dalam tubuh Kendra.
"Ken, apa kamu dengar apa yang aku katakan tadi?" Abi pun mengulang pertanyaannya kembali.
"Kamu saja yang memastikannya! Aku ingin pergi ke rumah sakit," sahut Kendra.
"Rumah sakit? Mau apa kamu ke sana? Apa kamu sakit?" tanya Abimanyu panik.
"Aku tidak sakit," elak Kendra.
"Lalu kamu mau apa ke sana?" tanya Abimanyu heran.
"Aku hanya ingin melihat istriku bekerja. Biasanya hari Sabtu begini, dia kerja setengah hari. Sudahlah, aku pergi dulu. Oh iya, aku pinjam mobil kamu," Kendra menengadahkan tangannya meminta kunci mobil pada Abimanyu.
Setelah mendapatkannya, dia pun langsung bergegas pergi menuju rumah sakit Keluarga Mahardika yang kini di pegang oleh Allana.
Tidak begitu jauh jarak yang harus ditempuh, sehingga tidak butuh waktu lama mobil yang dibawa oleh Kendra susah memasuki parkiran rumah sakit. Dia hapal benar dengan satpam yang menjaga parkiran. Karena saat dulu masih menjadi Aldrich, dia sering mengantar jemput Allana.
Kendra yang memakai jaket hoodie dan topi hitam serta masker yang menutup wajahnya, membuat orang-orang tidak mengenalinya. Namun , badannya yang atletis tetap saja membuat para wanita melirik padanya. Kendra pun mendaftar ke bagian pendaftaran untuk bertemu dengan Allana.
"Permisi, Mbak! Saya punya janji dengan Dokter Allana. Apa masih ada di ruangannya?" tanya Kendra.
"Jam praktek Dokter Allana sudah selesai Mas. Mungkin sekarang sedang bersiap untuk pulang," jelas resepsionis.
"Begitu ya, kalau begitu saya permisi." Kendra langsung pergi menuju ke ruang praktek Allana.
Dia nampak begitu bersemangat karena akan bertemu dengan kekasih hatinya. Namun, sepertinya terjadi hal yang tidak dia harapkan. Kendra melihat Richard rekan kerja Allana masuk ke dalam ruang praktek istrinya. Dengan langkah seribu, Kendra pun langsung masuk ke dalam ruangan Allana.
Brak
Allana dan Richard yang sedang berbincang langsung terkaget saat mendengar suara pintu yang dibuka dengan kencang.
"Hey, kamu punya sopan santun tidak? Kenapa masuk ke ruangan dokter tidak mengetuk pintu?" sentak Richard.
Kendra yang sudah diselimuti hawa panas namun bukan panasnya api, dia tidak memperdulikan apa yang Richard katakan. Tetapi langsung menuju ke arah Allana yang masih bengong melihat orang yang baru masuk ke ruangannya.
"Kenapa sayang, apa kamu kangen mengelus pipiku?" tanya Kendra dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Kamu ...!"
"Iya maaf, aku telat datang menjemput kamu. Ayo kita berangkat!" ajak Kendra dengan mendekat ke arah Allana lalu berbisik, "Ayo ikut kalau tidak ingin aku cium di sini,"
Mendengar ancaman Kendra, entah kenapa Allana merasa tidak bisa menolaknya. Akhirnya dia pun mengikuti apa yang Kendra katakan.
"Dokter Richard, maaf sepertinya aku harus keluar. Adiknya Tuan Kendra sedang kambuh penyakit ayannya," pamit Allana lalu pergi mengikuti Kendra yang menarik tangannya.
Siapa lelaki itu? Kenapa bisa dekat dengan Allana? Baru saja suaminya meninggal, sekarang sudah ada saingan baru yang menantang untuk aku singkirkan, batin Richard.
Richard pun langsung pergi keluar dari ruangan Allana karena orang yang dia tuju sudah pergi meninggalkannya.
Sementara Kendra yang masih menarik tangan Allana, dia langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke arah Allana dan sukses membuat Allana menubruk dadanya. Pria tampan itu tersenyum dan mencium pucuk kepala wanita yang dicintainya.
"Lana, ternyata kamu senang sekali memeluk aku dan aku juga sangat senang berada di dekatmu," ucap Kendra pelan sehingga hanya mereka yang mendengar apa Kendra katakan.
"Kamu salah! Aku tidak sengaja melakukannya," elak Allana.
"Tidak apa kalau kamu tidak mau mengakuinya. Ayo kita jalan-jalan, sekarang kan malam Minggu. Apa kamu mau main ke dunia fantasi? Atau kita nongkrong di roof top Mizy cafe?"
Mendengar dua tempat yang pernah dia datangi dengan suaminya saat berkencan, membuat Allana menatap Kendra lekat. Dia bingung kenapa Kendra bisa tahu kalau dia menyukai kedua tempat itu.
"Ken, apa kamu sahabatnya Dika? Apa dia pernah bercerita tentang aku sama kamu?" tanya Allana dengan suara yang bergetar
"Iya, dia menitipkan kamu sama aku. Dia juga ingin aku yang menjaga kamu seumur hidupku." Bohong Dika
"Aku tidak percaya. Sudahlah, Aku mau pulang."
"Lana, aku traktir makan bakso yang ada di perempatan rumah kamu. Apa kamu mau?"
"Tidak! Aku pulang."
Allana pun langsung menuju ke mobilnya yang sudah ditunggu oleh pengawal pribadinya. Dia memang sengaja menyuruh pengawalnya untuk. menunggu di luar demi kenyamanannya dalam bekerja.
Kendra hanya diam mematung melihat kepergian Allana. Dia semakin bertekad untuk segera menyelesaikan masalah si pemilik tubuh agar dia bisa secepatnya kembali bersama dengan kekasih hatinya.
Tunggu aku Lana, aku pasti kembali padamu. Kita jaga dan besarkan anak kita bersama-sama.
...~Bersambung~...
Jangan lupa dukungannya ya kawan! Budayakan klik like setelah membaca ya, agar Author lebih semangat lagi untuk update.