Again My Life

Again My Life
Bab 44 Syukuran



Benar apa kata orang, kalau sudah jodoh takkan lari gunung dikejar. Meskipun awalnya Allana selalu menolak Kendra. Namun akhirnya dia luluh juga dengan ketulusan cinta yang Kendra berikan padanya. Apalagi melihat kasih sayang Kendra pada putranya, membuat dia semakin yakin akan menjadikan Kendra ayah dari anaknya.


Hari ini, semua orang nampak berbahagia. Allana dan Keano sudah pulang dari rumah sakit. Sehingga keluarga Wiratama mengadakan pesta penyambutan pada anggota baru dalam keluarganya. Tak terkecuali Kendra dan Abimanyu yang diundang oleh Andrea.


"Ken, aku gak nyangka mansion Keluarga Wiratama megah sekali. Kalau kita mengelilingi dengan berjalan kaki. Sudah pasti bikin gempor," ucap Abimanyu saat baru tiba di mansion.


"Kamu ingin tahu berapa luas mansion ini dan apa saja yang ada di sini?" tanya Kendra dengan tersenyum tipis.


"Memang kamu tahu? Kayak udah lama kenal aja sama Keluarga Wiratama." Abimanyu merasa sangsi dengan apa yang dikatakan oleh Kendra.


"Tentu saja aku tahu. Aku kan calon menantu keluarga ini," jawab Kendra enteng.


"Sombong! Enak kamu bisa dapatkan pujaan hati. Lah aku, jomblo terus ...," gerutu Abimanyu.


"Makanya aku nyuruh kamu buat cari pasangan. Aku kan udah bilang berkali-kali."


"Aku pasti akan cari pasangan setelah kamu bahagia dengan istrimu. Adrian, Monika dan Om Handoko sudah mendekam di balik jeruji besi karena keserakahannya. Sekarang tinggal melihat kamu menikah," ucap Abimanyu yang tiba-tiba berubah sendu.


"Sudah yuk! Istri dan anakku pasti sudah menunggu di dalam," ajak Kendra dengan merangkul sahabatnya.


Ada rasa sedih di hati Kendra karena orang yang sangat diharapkan oleh Tuan Dirga dan Abimanyu sebenarnya sudah tiada. Jiwa Dika yang berada dalam tubuh Kendra pun bertekad untuk membuat kedua orang yang sangat menyayangi Kendra yang asli merasa bangga padanya.


Suasana riuh di dalam mansion, mendadak hening dengan kedatangan dua pemuda tampan yang memasuki ballroom. Mereka menjadi pusat perhatian semua saudara dan kerabat Keluarga Wiratama. Apalagi sebagian dari mereka merasa penasaran dengan laki-laki yang kini sudah bisa merebut hati Nona muda Keluarga Wiratama.


"Selamat malam semuanya, maaf saya datang terlambat." Kendra begitu tenang menghadapi tatapan dari orang-orang yang ada di sana.


Bagaimana tidak, saat dulu dia masih menjadi Dika. Dia mengenal semua keluarga Allana dan teman dekat keluarganya. Sehingga tidak ada kecanggungan yang dia rasakan sekarang.


"Sini Nak Kendra! Lana sedang menyusui Ano di kamar. Sebentar lagi dia datang," ajak Mitha yang sedang mengobrol bersama sahabatnya.


"Iya Tan. Oh iya, ini sahabat saya, Abimanyu, Dia yang selalu menemani kemana pun saya pergi," ucap Kendra.


"Aby Tan." Abimanyu pun menyapa satu persatu orang yang sedang duduk bersama dengan Mitha.


Tidak lama kemudian, Allana datang dengan menggendong Keano. Dia langsung tersenyum saat melihat Kendra sudah ada di sana. Semenjak kejadian di rumah sakit tempo hari, Ibu muda itu sudah tidak bersikap dingin lagi pada Kendra atau yang lainnya. Dia kembali menjadi Allana saat masih bersama dengan Dika.


"Bagaimana keadaan jagoan Papi? Apa rewel?" tanya Kendra.


"Dia selalu anteng setiap kali kamu datang, Ken. Padahal tadi terlihat gelisah," tutur Allana.


"Pasti Ano sangat merindukan Papi. Sabar ya sayang, tidak lama lagi, Papi dan Mommy pasti bersama-sama menjaga Ano." Kendra pun kembali mencium pucuk kepala putranya.


"Percaya diri sekali Anda Tuan Kendra," goda Allana.


"Harus, kalau aku minder bagaimana aku bisa mendapatkan wanita secantik Mommy Allana." Kendra balik menggoda Allana yang sukses membuat pipi wanita cantik itu menjadi merona.


Mereka terus saja saling menggoda, tanpa sadar semua sorot mata sedang menatap padanya. Sampai akhirnya, Andrea berbicara. " Ken, bisa temui Om di ruang kerja?"


"Bisa Om." Kendra pun langsung berjalan mengikuti Andrea yang membawanya ke ruang kerja yang ada di lantai bawah.


Sampai di sana, Andrea langsung mengajak Kendra untuk duduk di sofa. Kini keduanya saling berhadapan untuk membicarakan suatu hal. Andrea terus saja menatap dalam pemuda yang ada di depannya. Dia ingin meyakinkan hati, kalau pilihannya tidak salah untuk menjadikan Kendra sebagai menantunya.


"Ken, sekali lagi Om bertanya, Apa kamu serius pada Lana?" tanya Andrea membuka obrolan.


"Tentu saja serius, Om."


"Om butuh bukti bukan hanya sekedar ucapan. Untuk itu Om minta, kamu datang bersama dengan orang tua kamu untuk membuktikan keseriusan kamu pada putri Om."


"Bukan hal yang sulit. Aku pasti datang untuk melamar Lana secepatnya."


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan. Klik lika, comment, vote, rate, ,gift dan favorite....


...Terima kasih....


Yuk kepoin juga karya keren yang satu ini