Again My Life

Again My Life
Bab 41 Kontraksi



"Yang benar saja, Ken! Kamu menyuruh aku cari jus dan rujak saat aku sedang kerja. Sementara kamu malah asyik tiduran," protes Abimanyu dengan menyimpan pesanan Allana di atas meja.


"Maaf ya, aku merepotkan!" kata Allana dengan tersenyum manis.


"Iya, gak papa Bu Dokter!" sahut Abimanyu kikuk.


Plak!


Kendra langsung memukul tangan Abimanyu saat melihat asistennya itu tersenyum manis pada Allana. Membuat Abimanyu menciut saat melihat sorot mata Kendra yang tajam seakan ingin mencongkel matanya yang tadi sempat terpaku melihat senyuman Allana. Namun, perang mata itu langsung berakhir saat mendengar Allana mengeluh kesakitan setelah mencicipi rujak serut yang dibawa oleh Abimanyu.


"Lana, kamu kenapa?" panik Kendra.


"Ken, perutku sakit. Kayaknya kontraksi. Bisa kamu panggilkan dokter kandungan ke sini?" Allana terus saja meringis menahan sakit di perutnya.


"Abi, cepat panggilkan dokter kandungan. Anakku mau lahir," suruh Kendra panik.


Abimanyu pun setengah berlari menuju ke dokter kandungan. Sementara Kendra langsung mengelus lembut perut Allana. Dia terus saja mengajak bayi yang ada di dalam kandungan Allana untuk bicara.


"Sayang, sabar ya! Jangan bikin Mommy kesakitan. Om Abi sedang memanggil dokter," ucap Kendra


Tangannya terus saja mengelus lembut perut buncit Allana. Membuat ibu hamil itu merasa sedikit nyaman. Sampai akhirnya dokter kandungan datang untuk memeriksa keadaan Allana.


"Maaf, Tuan! Bisa Anda menunggu di luar sebentar. Saya mau memeriksa keadaan bayinya. Pakah sudah siap untuk keluar atau belum?"


"Baik, Dok!" sahut Kendra dam Abimanyu.


Setelah kepergian Kendra dan Abimanyu, Dokter pun segera memeriksa Allana. Dokter tersebut memasukan jari telunjuknya ke organ inti Allana untuk melihat sudah mencapai pembukaan berapa. Sampai akhirnya diketahui kalau Allana sudah mencapai pembukaan lima. Dokter pun menyuruh Allana untuk pindah ke ruang bersalin.


"Dok, tolong beritahu keluargaku!" pinta Allana setelah dokter itu selesai memeriksa.


"Baik, Bu!" sahut dokter itu.


Tidak berapa lama kemudian, Allana pun dipindah ke ruang bersalin. Kendra yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti ke mana dokter itu membawa Allana. Dia sangat khawatir dengan dengan keadaan wanita yang dicintainya.


"Lana, bertahanlah! Aku akan menemani kamu," ucap Kendra saat Allana baru saja sampai di ruang bersalin.


"Do'akan aku dan anakku agar selamat," pinta Allana.


"Doaku selalu bersama kamu," ucap Kendra.


"Dok, kenapa tidak cepat bantu istriku keluarkan bayi kami," tanya Kendra.


"Sabar, Tuan. Ayo Bu Lana tarik napas dalam-dalam lalu keluarkan lewat hidung," suruh dokter.


"Dok, cepat keluarkan bayiku. Aku ingin melihat bayiku," suruh Kendra


"Ayo Bu Lana sudah terlihat rambutnya!" suruh Dokter.


"Sayang bertahanlah!" Kendra terus mengelus rambut Allana dengan sesekali mengecup kening wanita hamil itu.


Namun di mata Allana, dia melihat Dika yang sedang menemaninya. Dia pun tersenyum melihat ke arah Kendra dengan tangan yang mencengkram erat tangan Kendra saat terjadi kontraksi.


"Dika sakit," keluh Allana.


"Sabar sayang. Kamu pasti baik-baik saja!" Kendra pun berusaha menguatkan hati Allana agar kuat saat melahirkan.


Setelah tiga kali mendorong bayinya agar keluar, barulah bayi mungil itu keluar dengan bantuan perawat yang ikut mendorong dari atas. Kendra sampai menitikkan air mata saat melihat bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki.


"Terima kasih sayang. Kamu wanita yang hebat," ucap Kendra lalu mengecup kening Allana.


"Dika, aku ngantuk. Temani aku tiduran," pinta Allana.


"Jangan tidur sayang! Kamu harus memberikan IMD pada bayi kita."


"Baiklah, asal kamu jangan pergi dari sisiku lagi. Aku tidak bisa jika harus hidup tanpa kamu."


"Aku akan bersama kamu dan anak kita, cepatlah pulih!" Kendra mencium kening Allana lama. Membuat Dokter dan perawat yang menangani Allana hanya melongo.


Mereka tahu tentang kisah direktur rumah sakit yang ditinggalkan oleh suaminya untuk selama-lamanya. Tapi mereka merasa heran saat Allana terus saja memanggil Dika pada Kendra yang mereka kira sebagai kekasih barunya Allana.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....


...Terima kasih....