Again My Life

Again My Life
Bab 14 Kakek Sakit



Seperti apa yang telah direncanakan sebelumnya, Kendra pun berencana akan mengajukan pengunduran diri ke HRD. Dengan langkah panjang, Kendra menuju ke ruang HRD yang berada di lantai lima. Dia sudah yakin akan menyesuaikan masalah Kendra satu persatu


Kendra pun langsung menuju ke kubik HRD yang bagian absensi. Dia kenal dengan orang-orang staf yang ada di perusahaan kakeknya. Apalagi, selama bekerja sebagai office boy, dia dikenal di tajin dan ramah pada semua orang.


"Permisi, Mbak!" sapa Kendra.


"Arga, ada perlu apa ke sini?" tanya Ranti, staf HRD bagian absensi karyawan. "Apa tugasnya sekarang rolling lagi?" lanjutnya.


"Tidak, Mbak! Aku ke sini mau memberikan surat pengunduran diri pada Mbak," ucap Kendra.


"Kenapa mendadak sekali? Apa kepala bagian kamu sudah tahu?" tanya Ranti.


"Aku belum memberitahunya. Aku di suruh Pak Abimanyu untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Mbak," jelas Kendra.


"Pak Abi ini selalu bikin keputusan yang tiba-tiba. Kemarin suruh memasukkan kami, sekarang kamu disuruh keluar sama dia. Memang gak ribet apa bikin hapus data batu itu," gerutu Ranti.


Kendra hanya tersenyum menanggapi ucapan Ranti. Dia bisa memakluminya, karena memang dia yang salah asal masuk dan keluar begitu saja.


"Maafkan atas ketidaknyamanannya, Mbak!" pinta Kendra.


Ranti yang mendengar apa yang Kendra katakan langsung menatap Kendra lekat. "Sudahlah! Mau bagaimana pun, aku hanya karyawan biasa. Berbeda dengan Pak Abi yang orang kepercayaan bos besar."


"Tapi, aku sangat menyayangkan keputusan kamu untuk keluar. Kamu kerjanya rajin, cepat tanggap, ramah lagi. Kalau kamu mencukur jenggot dan kumis kamu serta melepas kacamata tebal itu, aku yakin kamu cakep," lanjutnya.


"Maaf, Mbak! Apa aku sudah boleh keluar? Soalnya ada hal lain yang harus aku kerjakan. Tadi Pak Abi menyuruh aku untuk segera menemuinya," ujar Kendra yang tidak sepenuhnya berbohong.


"Baiklah, tapi kamu pamit dulu sama rekan kerja dan leader kamu," suruh Ranti.


"Baik, Mbak! Saya permisi," pamit Kendra.


Kendra pun langsung bergegas ke ruangan khusus untuk office boy. Nampak di sana dan teman-temannya sedang berkumpul menunggu briefing pagi dari leader-nya. Mereka semua menyambut kedatangan Kendra dengan baik.


"Dari mana saja? Untung saja Mbak Berta belum datang," tanya Andi.


"Tadi aku ke HRD menyerahkan surat pengunduran diri. Aku ke sini mau pamit pada kalian semua, karena mulai hari ini aku sudah tidak bekerja lagi di sini. Aku juga minta maaf jika ada salah," ucap Kendra pada teman-temannya yang sedang berkumpul.


"Yah, kenapa kamu keluar? Aku nanti gak ada teman," keluh Andi.


"Pasti ada, aku harus fokus dengan skripsi-ku jadinya disuruh resign," jelas Kendra.


"Oh ... sukses ya, Ga." Andi mepuk pundak Kendra pelan sebgai tanda dia memberi dukungn pada teman kerjanya itu.


"Makasih ya! Aku seperti harus pergi sekarang, Pak Abi menelponku." Kendra pun langsung beranjak pergi menuju ke ruangan Abi.


Benar saja, Abimanyu sudah menunggunya. Tadi Tuan Dirga meminta Abimanyu untuk mempertemukannya dengan Kendra. Makanya dia mengatur waktu agar Kendra bertemu di ruangannya agar Adrian tidak mengetahuinya.


"Iya maaf! Tadi aku pamit dulu pada teman kerjaku," kilah Kendra.


"Duduklah! Sebentar lagi Kakek datang ke sini. Tadi di ruangannya masih ada tamu," ucap Abimanyu.


Kedua sahabat itu larut dalam obrolan. Sampai akhirnya Tuan Dirga datang sendiri ke ruangan Abimanyu. Dengan sigap, Abimanyu pun segera menutup tirai ruangannya. Agar staf lain tidak ada yang melihat.


"Abi, apa Kendra sudah datang?" tanya Tuan Dirga.


"Sudah Kek! Dia seang ke toilet," jawab Abimanyu.


"Apa anak itu baik-baik saja?" tanya Tuan Dirga cemas.


"Baik, Kek!" sahut Abimanyu bersamaan dengan Kendra yang datng setelah dari kamar mandi.


Seraya membenarkan sabuknya, Kendra pun bertanya pada Abimanyu, "Apa Kakek sudah datang? Sudah hampir jam makan siang, aku mu ke rumah sakit."


"Kendra!" panggil Tuan Dirga.


Mendengar ada suara yang memanggilnya, Kendra pun langsung mendongakkan kepalanya melihat ke arah asal suara. Hati Kendra merasa sedih melihat mata kakeknya yang penuh dengan kecemasan.


Dengan refleks, Kendra pun langsung mendekat ke arah kakeknya. "Kakek, maafkan aku!" ucapnya.


"Kamu ke mana saja? Apa benar apa yang Abimanyu katakan, kalau Adrian berusaha mencelakai kamu?" tanya Tuan Dirga.


"Iya, Kek! Aku di dorong dari atas tebing hingga jatuh dan terbawa ombak ke tengah lautan. Untung Ada kapal pesiar milik Keluarga Wiratama yang menolongku," jelas Kendra.


"Apa??? Adrian setega itu sama kamu? Ah ... dadaku sakit sekali!" Tuan Dirga langsung memegang dadanya dan hampir terjatuh kalau saja Kenra tidak menahannya.


"Kakek ... Kakek kenapa? Abi, ayo kita bawa ke rumah sakit saja!"


Abimanyu langsung meminta tandu pada bawahannya dan menyuruh assisten kakeknya menyiapkan mobil. Dia dan Kendra langsung saja membawa Tuan Dirga ke rumah sakit terdekat.


Kini keduanya sedang menunggu di depan IGD, setelah tadi Tuan Dirga langsung mendapatkan tindakan dokter karena serangan jantung yang menyerangnya.


"Abi, aku titip Kakek. Tidak mungkin aku di sini. Pasti Adrian akan menyadari keberadaanku. aku akan melihat Kakek dari jauh dan menemuinya saat Adrian tdak ada," ucap Kendra.


"Jangan khawatir! Aku pasti akan menjaga Kakek!"


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungnya ya kawan! Klik like, comment, vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...