
Ketika Kendra sedang mengharu biru bersama dengan Allana atas kelahiran bayi mereka, tiba-tiba pintu ruang bersalin ada yang membukanya dengan kasar. Nampak Andrea dan Mitha begitu tergesa-gesa ingin melihat keadaan anak dan cucunya.
"Lana, bagaimana keadaan ... mu?" tanya Andrea yang tadinya begitu bersemangat, menjadi memelankan suaranya saat melihat Kendra sedang menemani Allana memberikan IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
Merupakan proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari pucuk buah kembar ibunya sendiri dengan tidak disodorkan ke pucuk buah kembar. Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui.
"Papa, cucu papa laki-laki," ucap Allana.
"Syukurlah! Sejak kapan Kendra di sini?" tanya Andrea dengan menelisik Kendra.
"Dari sebelum lahiran, Om. Sampai sekarang aku belum pulang karena ingin menemani anak dan istriku," ucap Kendra tanpa sadar. Pemuda itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena bisa mendampingi Allana saat melahirkan anak mereka.
"Terima kasih sudah mendampingi Lana melahirkan," ucap Andrea.
"Sudah menjadi kewajiban saya Om. Saya senang berada di sisi Lana, saat dia sedang berjuang untuk anak kami."
Andrea sedikit merasa heran, kenapa Allana membiarkan Kendra melihatnya memberikan ASI pada putranya? Bukankah mereka bukan suami-istri? Tetapi dia hanya diam, memperhatikan interaksi antara putri dan lelaki muda itu.
Sementara Mitha istrinya langsung menghampiri putrinya dan melihat cucu pertamanya yang terlihat menggemaskan. "Lana, mau diberi nama siapa? Apa kamu sudah menyiapkan nama?"
"Keano saja, Mah. Keano Wiratama Putra. Dia seperti angin sejuk yang hadir untuk keluarga Wiratama dan Putra. Di tengah gejolak masalah yang terjadi pada keluarga Putra," ucap Allana dengan memandang wajah tampan putranya.
"Aku suka namanya, iya kan Bang Ano?" celetuk Kendra.
Lagi-lagi Andrea dan Mitha hanya saling berpandangan. Mereka bingung, kenapa lelaki yang belum lama terlihat dekat dengan Allana, sikapnya seperti ayah kandung cucunya. Padahal setahu mereka Kendra belum lama masuk dalam kehidupan Allana.
Saat Allana sudah selesai memberikan ASI pada putranya, Mitha langsung mengambil alih cucunya. Dia jadi teringat pada masa-masa saat Allana dan Elvano masih bayi. Ditambah lagi dengan adik iparnya yang sama-sama masih bayi juga. Sehingga di saat bersamaan harus merawat tiga bayi sekaligus.
"Papa masih kecil sudah ditunjuk untuk pegang perusahaan. Yang terpenting itu, akhlaknya dulu yang dibangun agar jadi anak baik," sanggah Mitha. Dia terkadang kesal pada suaminya. Karena di kepalanya hanya di penuhi dengan bisnis bisnis dan bisnis.
"Papa, jangan memaksa putraku untuk menjalankan bisnis Papa kalau dia tidak menginginkannya. Aku akan memberikan kebebasan pada Keano untuk memilih jalan hidupnya." Allana pun langsung bereaksi dengan sikap papanya.
"Iya, Papa tidak akan memaksa Keano. Tapi Papa akan memaksa kamu untuk secepatnya mencari ayah untuk putramu. Jangan lupa Lana, seorang anak sangat membutuhkan figur seorang ayah sebagai pahlawan dan sosok yang akan diteladani," ucap Andrea.
"Om, tidak usah mencari! Aku papinya, aku yang akan menjadi papi Keano satu-satunya. Setelah Lana setuju, secepatnya aku akan menikahi dia," serobot Kendra.
Pancinganku langsung berhasil. Ayolah Lana, jangan sia-siakan kesempatan bagus ini. Aku menyukai Kendra, sama saat aku menyukai Dika. Mereka seperti satu orang dalam dua versi yang berbeda, batin Andrea.
"Papa, aku masih butuh waktu untuk meyakinkan hatiku. Lagipula, aku baru saja lahiran. Aku belum memikirkan hal sejauh itu."
"Tidak apa, Lana. Aku menunggu kamu sampai mengatakan kata iya padaku," ucap Kendra.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....
...Terima kasih....
Yuk kepoin juga karya keren yang satu ini