
Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, kini Kendra dan Allana sedang menikmati sarapan di kedai soto langganan Allana dan Dika dulu. Meskipun awalnya Allana sempat kaget saat Kendra membawanya ke sana. Tetapi akhirnya, dia segera menetralkan kekagetannya.
"Gimana, masih enak rasa soto di sini?" tanya Kendra saat dia baru selesai makan.
Allana hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban pertanyaan Kendra. Mulutnya masih penuh dengan kuah soto dan lontong. Setelah makanannya dilahap habis, barulah Allana bicara.
"Masih Dik, eh Ken. Sorry, aku biasanya ke sini bareng Dika," jelas Allana.
"Tidak apa. Kalau kamu mau panggil aku Dika juga, aku tidak keberatan." Kendra mengambil tissue lalu mengelap sudut bibir Allana dengan tissue.
"Biar aku saja," Allana pun langsung mengambil tissue dan mengelap bibirnya sendiri.
"Lana, kalau kamu belum bisa menerima aku sebagai pasangan, aku tidak keberatan menjadi teman atau sahabat kamu. Aku minta, kamu jangan sungkan lagi jika menginginkan sesuatu. Aku pasti akan berusaha memenuhinya," ucap Kendra dengan menatap lekat Allana.
"Ken, kenapa kamu begitu ingin berada di sekitarnya aku. Kenapa kamu tidak mencari gadis yang masih lajang bukan wanita hamil seperti aku?" tanya Allana.
"Alasan aku hanya satu, karena aku mencintai kamu."
"Apakah itu sebuah ungkapan? Tapi aku minta maaf karena tidak bisa menerima cinta kamu," ucap Allana.
"Tidak apa, aku akan menunggumu!" tegas Kendra.
"Aku tidak menyangka kalau kamu begitu keras kepala. Semoga saja kamu sabar menghadapi sifat buruk aku," ucap Allana.
"Aku sudah mengenal kamu luar dan dalam, jadi aku tidak akan kaget lagi. Kalau makannya sudah, ayo kita jalan!" ajak Kendra.
Tanpa menjawab ucapan Kendra, Allana pun langsung beranjak pergi menuju ke mobil. Sementara Kendra membayar soto pesanannya. Setelah dia membayar semuanya, Kendra pun segera menghampiri Allana yang sedang menunggunya seraya menyender pada mobil Kendra.
"Lana, apa ada yang kamu inginkan lagi?" tanya Kendra.
"Aku hanya ingin makan buah naga dan Strawberry yang di petik langsung olehku sendiri," ucap Allana.
"Apa itu artinya, kamu ingin mengajak aku jalan-jalan?" tanya Kendra.
"Maksud kamu?"
"Tidak maksud apa-apa, ayo kita ke taman buah Mekarsari. Kamu bisa metik sendiri dan makan langsung di tempat sepuasnya," ajak Kendra.
"Tapi itu kan jauh."
"Tidak apa, mumpung hari libur."
Setelah keduanya sepakat, Kendra pun melajukan mobilnya membelah kota Jakarta menuju ke arah kota Bogor. Beruntung jalanan tidak macet sehingga mereka bisa sampai tepat waktu.
"Ken, Biar aku saja!" ujar Allana.
"Tidak apa Lana, tadi kamu terlihat kesusahan."
Setelah Kendra berhasil membuka sabuk pengaman Alana, dia pun kemudian membuka sabuk pengamannya sendiri dan langsung turun dari mobil. Keduanya kini menuju ke tempat observasi buah strawberry yang tidak jauh dari tempat Kendra memarkirkan mobilnya karena dia mengambil tiket drive thru
Tiket Garden Drive Thru merupakan atraksi berkeliling kebun dengan kendaraan roda empat pribadi bersama keluarga, mengunjungi beberapa wahana kebun buah Mekarsari, belajar budidaya buah salak, dan memetik buah yang sedang panen.
Allana begitu senang saat melihat buah strawberry yang berwarna merah tapi asam manis itu nampak segar di penglihatannya. Dia sudah tidak sabar ingin segera memetiknya. Setelah sebelumnya meminta ijin pada petugas yang berjaga di sana, dia pun dengan semangat memetik buah strawberry yang sudah terlihat merah dan besar.
"Wah anak Papa sepertinya tidak sabar inin makan strawberry," goda Kendra saat melihat Allana yang tidak mau berhenti memetik buah yang rasanya asam itu.
"Istrinya pasti sedang ngidam ya, Mas." Petugayang berjaga ikut menimpali.
"Iya, Pak. Kami sengaja datang ke sini karena istri saya ingin makan buah naga dan strawberry yang dipetik langsung," jelas Kendra.
"Istri Anda begitu beruntung, kebetulan hari ini sedang panen buah naga. Mas bisa langsung saja ke sana. Tempatnya tidak jauh dari bangunan yang ada air terjunnya," ucap petugas itu memberi tahu.
"Benarkah, Pak? Terimakasih untuk informasinya." Kendra pun segera menghampri Allana agar segera menyudahi acara memetik buah strawberry.
"Sayang, katanya ingin buah naga. Kata Bapak petugasnya, hari ini mau dipanen. Ayo kita ke sana sebelum kehabisan," ajak Kendra.
Kesempatan banget Kendra panggil aku sayang, tapi ... sudahlah Lana! Dia dan Dika bukan orang yang sama meskipun aku selalu merasa familiar, batin Allana.
"Ayo!" Allana pun langsung menyuahi panen dadakannya.
Setelah mereka membayar strawberry yang dipetikna, pasangan muda mudi itupun kembali naik ke mobilnya, karena jarak tempuh yang lumayan jauh jika kita berjalan kaki.
Saat sampai di sana, benar saja yang petugas itu bilang. Beberapa orang nampak sedang memetik buah naga, sehingga Allana pun cepat-cepat turun dari mobil.
"Pak, jangan dihabiskan buah naga-nya. Aku mau memetik juga," teriak Allana yang takut kehabisan.
Petugas itu pun melihat ke arah Allana dan langsung menghentikan pekerjaannya. "Neng, Mau petik buah naga?" tanyanya.
"Iya, Pak!"
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...