
Setelah mendengar apa yang kakeknya katakan, Adrian pun berencana untuk mengumumkan kematian Kendra. Dia yakin, jika kakeknya tahu kalau cucu kesayangannya sudah meninggal. Maka sudah pasti harta warisan Kendra akan berpindah padanya.
Dia pun mulai menyusun rencana agar apa yang dikatakannya nanti langsung dipercaya oleh orang lain. Adrian segera menghubungi Monika agar segera datang ke kantornya.
"Hallo Monik! Aku tunggu di kantor pas jam makan siang," ucap Adrian saat panggilan teleponnya sudah tersambung.
"Aku sedang syuting, Sayang. Kalau nanti malam saja bagaimana? Sekalian kita bermain sebentar. Rasanya sudah lama kamu tidak menyirami ladang gandum aku," ucap Monika dengan nada yang menggoda.
"Monik, aku sedang serius. Aku tidak mau tahu, kamu harus datang ke kantor pas jam makan siang." Adrian langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia yakin, Monika pasti datang saat dia memasang ekspresi marah.
"Huh ... punya pacar arogan sekali. Sangat berbeda-beda dengan Kendra yang penurut. Sekarang aku yang harus menuruti semua keinginan Adrian," sungut Monika setelah Adrian memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah dia memasukkan ponselnya ke dalam tas, Monika pun langsung bergegas untuk menemui sutradara dan meminta ijin keluar. "Bang, aku gak bisa lanjut syuting, kepalaku pusing sekali. Aku gak bisa fokus kalau pusing begini," keluh Monika.
"Ya sudah, kita break dulu syuting hari ini. Monika, kamu cepat periksa ke dokter agar bisa bisa syuting lagi," suruh sutradara.
"Baik, Bang! Terima kasih, aku pulang duluan."
Setelah Monika memberitahu sutradara dan asistennya, dia pun langsung bergegas menuju ke kantor Adrian. Saat sampai di lobby, dia berpapasan dengan Kendra yang akan ke luar membeli kopi di kafe depan. Monika sedikit mengerutkan keningnya karena merasa familiar dengan mata orang yang berpapasan dengannya.
Kenapa aku merasa seperti melihat mata Kendra? Tapi tidak mungkin dia selamat, tebing itu sangat curam dan sudah pasti dia tenggelam bersama mobil yang dinaikinya, batin Monika.
Sementara Kendra langsung membuang mukanya, saat Monika melihat ke arahnya dan seolah-olah ingin melucuti penyamarannya. Dia pun bergegas membeli kopi pesanan Adrian dan beberapa cemilan yang diinginkan sepupunya itu.
Setelah mendapatkannya, Kendra langsung kembali ke kantor Adrian. Namun, saat dia akan masuk ke dalam kantor Adrian, samar-samar dia mendengar pembicaraan Adrian dan Monika.
"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Monika.
"Kamu cukup berpura-pura sedih dan bilang kalau Kendra mengkhianati kamu. Sebenarnya, selama ini Kendra menyimpang dan menjadikan kamu sebagai tameng agar semua orang tidak tahu kalau dia sudah menyimpang." Adrian menarik napas sejenak.
"Sehingga saat kita berlibur, dia bersama pacar lelakinya dan akhirnya jatuh dari tebing saat mereka berdua sedang berpesta minuman haram dan bermain-main di dalam mobil," tutur Adrian.
Mendengar apa yang Adrian katakan, hati Kendra terasa sakit. Dia pun segera mengetuk pintu untuk memberikan pesanan sepupunya itu. Setelah dipersilakan masuk, Kendra langsung memberikan pesanan Adrian tanpa bicara sepatah kata pun.
Aldrich yang berada dalam tubuh Kendra, terus berusaha menetralkan perasaan si pemilik tubuh yang bergejolak dengan amarah. Dia bisa mengerti dengan perasaan Kendra yang begitu sakit hati dengan apa yang dilakukan Adrian padanya.
Setelah keluar dari kantor Adrian, Kendra pun segera menuju ke kantor kakeknya. Dia berpura-pura akan membawa pesanan kakeknya. Namun sayang, ternyata Tuan Dirga sedang meeting di luar dengan klien. Akhirnya, Kendra meminta Abimanyu agar mempertemukannya dengan Tuan Dirga tanpa sepengetahuan siapa pun.
"Bagaimana, Abi? Apa Kakek mau bertemu denganku?" tanya Kendra.
Kendra dan Abimanyu pun bergegas pergi menuju restoran yang sudah disepakati dengan Tuan Dirga. Namun, tanpa mereka sadari Adrian melihat Abimanyu seperti tergesa-gesa pergi bersama dengan seseorang yang memakai masker. Entah kenapa, Adrian merasa curiga sehingga dia pun langsung mengikuti ke mana Abimanyu pergi.
Sesampainya di restoran, Abimanyu pun langsung masuk ke ruang private yang sudah dipesan oleh Tuan Dirga. Di sana, nampak Tuan Dirga bersama dengan asistennya sedang duduk menunggu kedatangan Abimanyu yang memintanya bertemu karena akan membicarakan soal Kendra.
"Kakek, maaf aku lama sampainya," ucap Abimanyu dengan membungkukkan sedikit badannya.
"Tidak apa, duduklah! Siapa orang yang kamu bawa, Abi?" tanya Tuan Dirga menelisik penampilan Kendra yang memakai masker, hoodie dan topi hitam untuk menyamarkan identitasnya.
"Kakek, dia-dia ...." Abimanyu langsung menghentikan ucapannya saat ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tempat mereka berada.
"Adrian ada apa kamu ke sini?" tanya Tuan Dirga saat melihat Adrian masuk bersama dengan Monika.
"Aku mau makan siang, tadi melihat Abimanyu masuk ke sini bersama Om Handoko. Jadi aku berpikir untuk makan siang bareng dengan kalian," kilah Adrian. "Oh, iya Abi, siapa orang yang bersama kamu? Kenapa dia berpakaian seperti itu?"
"Dia temanku, aku sedang ada misi untuk mencari keberadaan Kendra. Kenapa memangnya, apa kamu tahu di mana Kendra?" Abimanyu langsung bertanya balik pada Adrian.
"Aku hanya tahu kalau dia pergi bersama pacar lelakinya," jawab Adrian.
"Apa katamu? Kamu jangan sembarangan memfitnah orang! Aku tahu betul siapa sahabatku," Abimanyu yang geram langsung mencengkeram jas mahal Adrian membuat Tuan Dirga angkat bicara.
"Sudah hentikan! Aku tidak mau melihat keributan. Abi, nanti kamu temui aku di ruang kerja. Sekarang aku pulang," seru Tuan Dirga. "Abi, biarkan Adrian makan siang dulu!"
Abimanyu pun langsung mengikuti Tuan Dirga keluar ruangan. Namun, saat Kendra akan keluar, Adrian langsung melepas topi yang dipakai oleh Kendra. Untung saja Kendra segera menghindar sehingga Adrian tidak berhasil saat dia mencoba untuk melepaskan masker yang dipakai oleh Kendra.
Merasa sangat penasaran dengan sosok yang bersama dengan Abimanyu, Adrian pun segera mengikuti Kendra. Membuat Kendra segera pergi menghindari Adrian. Sampai akhirnya dia masuk ke sebuah mobil mini Cooper berwarna putih yang kebetulan tidak terkunci.
Adrian terus celingukan mencari keberadaan Kendra. Namun dia tidak bisa menemukannya sehingga Adrian memutuskan untuk kembali. "Sial! Ke mana perginya orang itu? Benar-benar membuat aku penasaran," gumam Adrian.
Sementara Kendra yang bersembunyi di bawah kursi penumpang, dia merasakan mobilnya berjalan menjauh dari restoran. Kendra pun segera bangun dan duduk di kursi belakang. Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna saat dia melihat dari kaca spion kalau yang membawa mobil adalah kekasih hatinya, Allana.
Untung saja tadi aku dikejar Adrian sehingga bisa masuk ke mobil ini. Biarlah Allana membawa aku ke mana pun dia mau. Aku akan bersembunyi agar dia tidak menyadari keberadaan aku.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...