
Mobil melaju memasuki jalan tol, Allana memutar musik kenangannya saat bersama dengan Dika. Namun, ketenangannya menjadi terganggu saat dia menyadari ada seseorang yang sedang duduk di kursi belakang seraya menatapnya sendu. Hampir saja Allana menghentikan mobilnya karena kaget, tapi orang itu langsung bicara sebelum Allana melakukannya.
"Jangan berhenti, Lana! Kita sedang berada di jalan tol. Tolong bawa aku pergi jauh, tadi aku dikejar oleh orang yang akan membunuhku," ucap Kendra.
"Apa? Kenapa kamu mau dibunuh? Apa kamu melakukan kesalahan?" tanya Allana dengan melihat Kendra dari kaca spion.
"Tidak, orang itu menginginkan harta warisan aku. Dia berusaha untuk melenyapkan aku," jawab Kendra sendu.
Kenapa hampir sama dengan Dika. Dulu Dika juga diberi racun oleh pamannya karena dia ingin perusahaan milik Om Al yang ada di London. Sekarang Kendra, kenapa mereka begitu serakah menginginkan milik orang lain dengan menghalalkan segala cara, batin Allana.
Saat Allana sedang termenung, Kendra pun kembali mengajaknya berbicara. "Lana, bisakah kita mampir di rest area? Perutku lapar sekali, kamu bisa membelikannya dengan Drive thru agar tidak usah menunggu aku makan."
"Kamu numpang tapi kenapa ngelunjak?" tanya Allana.
"Aku tidak ngelunjak, aku hanya benar-benar lapar. Ayolah, Lana! Beri aku makan," rengek Kendra.
Allana yang memang tadi mampir ke restoran untuk membeli makanan bekal dia di jalan, akhirnya memberikan makanan yang tadi di belinya pada Kendra. "Makanlah! Setelah itu,aku akan menurunkan kamu di pintu keluar tol."
Kendra langsung menelan ludahnya kasar, tega sekali istrinya akan menurunkan dia di pinggir jalan. Mana tadi dia lupa tidak meminta uang ganti pada Adrian. Kendra pun kembali memasang wajah melas pada Allana sebelum dia bicara.
"Lana, aku tidak punya. Tadi aku lupa meminta uang pada Abi. Bisakah kamu membawa aku ke mana pun kamu pergi? Aku benar-benar tidak tahu jalan pulang."
Astaga nih orang menyusahkan sekali, tadi minta makan sekarang minta ikut bersamaku. Aku kan mau pergi ke villa, nanti bagaimana kalau aku bertemu dengan orang yang aku kenal. Mereka pasti salah paham, batin Allana.
Saat Allana sedang larut dalam pikirannya, justru Kendra sedang asyik menikmati makanan bekal Allana. Dia menghabiskan semua makanan yang Allana berikan padanya tak bersisa.
"Makasih, Lana. Makanannya enak sekali. Ternyata selera kamu tidak berubah dari dulu," ucap Kendra seraya memakan salad buah milik Allana.
"Kamu memakan salad buah aku?" tanya Allana saat sadar.
"Iya, bukannya tadi kami memberikannya padaku? Ya aku memakannya." Kendra bicara dengan entengnya. Membuat Allana semakin gemas ingin mencubit bibir seksih itu.
"Kendra ...," geram Allana.
"Iya sayang, kenapa kamu memanggil aku? Apa kamu mau?" tanya Kendra dengan berpindah ke kursi depan dan akan menyuapi Allana.
"Jangan begitu sayang, bukankah kita sudah saling bertukar saliva. Kalau satu sendok sepertinya tidak jadi masalah," ucap Kendra enteng.
Kenapa mulutku jadi lemes begini. Apa Kendra semasa hidupnya suka sekali menggoda perempuan? Ah ... aku harus bisa menghentikannya, Allana pasti tidak akan suka tapi kadang aku tidak bisa mengendalikan diri saat menjadi pribadi Kendra.
Allana yang merasa kesal pada Kendra, dia memilih untuk bungkam. Sampai saat keluar tol pun, dia masih diam dan melupakan niat awalnya untuk menurunkan Kendra di pinggir jalan. Allana dan Kendra sama-sama terdiam sampai mobil yang Allana bawa sudah memasuki halaman villa milik keluarganya.
"Terima kasih, Lana. Kamu sudah membawaku ke sini lagi. Aku sangat rindu tempat ini," ucap Kendra.
Astaga! Kenapa aku lupa di sampingku ada makhluk jadi-jadian putri duyung, bukannya tadi aku mau menurunkan dia di pinggir jalan? Karena kesal aku jadi melupakannya, batin Allana.
"Turun! Kamu tidak gratis tinggal di villa aku. Sebagai bayarannya, kamu cuci mobilku. Lihat sudah berdebu," suruh Allana.
"Baiklah tuan putri. Kanda akan melakukan apapun yang tua putri minta," ucap Kendra dengan tersenyum lebar.
Kendra pun langsung keluar dari mobil Allana. Dia langsung meminta Mang Ujang untuk menyiapkan peralatan untuk mencuci mobil. Setelah mendapatkannya, Kendra pun langsung mencuci mobil Allana dengan senang hati.
Gak apa aku mencuci mobil, asalkan selalu dekat denganmu, apapun akan aku lakukan. Allana, hatiku tidak pernah berubah baik dulu maupun sekarang. Hanya kamu yang aku cintai. Hanya kamu wanita yang aku inginkan untuk jadi pendamping hidupku.
Lain Kendra lain pula dengan Allana. Ibu hamil itu langsung menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas. Dia membiarkan begitu saja Kendra yang sedang mencuci mobilnya. Karena lelah, Allana pun langsung memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.
Saat hari sudah malam, nampak sepasang anak manusia yang sedang tidur terlelap sambil berpelukan. Setelah tadi Kendra selesai mencuci mobil, dia pun langsung mencari Allana ke kamarnya. Benar saja, wanita yang dicintainya itu sedang terlelap tidur. Dia pun langsung bergabung ikut tidur bersama Allana seraya memeluknya.
Kala keduanya masih terlelap tidur, terdengar suara pintu kamar ada yang mengetuk. Allana yang merasa terganggu dengan suara berisik di luar, dia pun langsung bangun dari tidurnya. Namun, betapa kagetnya dia saat mendapati dirinya sedang memeluk Kendra.
"Apa yang kamu lakukan???!!!" pekik Allana kaget.
...~Bersambung~...
...Dukung terus ya kawan! Klik like, comment, vote rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...