Again My Life

Again My Life
Bab 29 Keyakinan Kendra



Sepulang dari taman buah, Allana dengan damai tertidur di mobil. Kendra hanya melirik wanita yang dicintainya itu, kemudian dia pun fokus melihat ke arah jalan. Hari ini, dia merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu berdua dengan Allana.


"Tidurlah sayang, aku akan menjagamu dan anak kita. Meskipun sekarang kamu melihat aku dalam tubuh orang lain, tapi hatiku tetap sama seperti dulu."


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, akhirnya mobil Kendra sampai di rumah Allana. Kendra tidak langsung turun dari mobil, dia hanya menatap lekat Allana yang sedang tertidur. Sampai akhirnya, ada suara orang yang mengetuk kaca jendela mobilnya.


Melihat Andrea yang mengetuk kaca mobil, Kendra pun segera menurunkan kaca mobilnya. Dia langsung tersenyum ramah pada Andrea. Membuat Andrea termenung untuk sepersekian detik karena merasa senyuman itu sangat tidak asing di penglihatannya.


Bukannya dia pewaris Argantara Group yang sering jadi bahan perbincangan karena bertunangan dengan artis, batin Andrea.


"Maaf, Om. Baru antar Lana jam segini. Tadi Lana ingin makan buah yang langsung dipetik dari pohonnya," jelas Kendra.


"Iya, Om tahu. Apa Lana tidur?" tanya Andrea.


"Bangunkan saja, dia suka marah kalau digendong," suruh Andrea.


"Baik, Om!" sahut Kendra.


Kendra pun perlahan mendekati Allana. Lalu berbisik pada ibu hamil yang kelelahan itu, "Lana, bangun! Sudah sampai rumah."


"Dika gendong aku, aku ngantuk sekali," gumam Allana.


Kendra pun melihat ke arah Andrea untuk meminta ijin. Setelah Andrea menganggukkan kepalanya, Kendra langsung ke luar mobil dan membuka pintu mobil yang ada di samping Allana. Ibu hamil yang tidak mau diganggu tidurnya hanya diam saja saat Kendra menggendongnya dengan gaya bridal style.


Ada hubungan apa di antara mereka? Apa mungkin Lana sudah mulai membuka hatinya pada pria lain. Aku harus memastikan dulu pemuda itu, sebelum mereka berhubungan lebih lanjut. Aku tidak mau kalau sampai Allana sakit hati karena seorang lelaki, batin Andrea.


Andrea pun mengikuti langkah kaki Kendra yang langsung menuju kamar Allana yang ada di lantai atas. Meskipun dia merasa heran karena Kendra tidak bertanya dulu di mana kamar Allana, tak urung Andrea mengikuti Kendra dari belakang.


Setelah Kendra membaringkan Allana di tempat tidur, Andrea pun mengajak pemuda tampan itu untuk berbincang di ruang tengah. Mitha mamanya Allana yang baru datang dari dapur, merasa kaget melihat kedatangan seorang lelaki muda ke rumahnya.


"Loh, ada tamu. Bukankah ini Kendra tunangannya Monika, artis yang sedang naik daun itu?" tanya Mitha meyakinkan.


"Iya, Tan. Tapi itu dulu, aku sudah putus dengan Monika karena dia memilih untuk bersama sepupuku," jelas Kendra.


"Begitu ya, sekarang dia digosipkan sedang dekat dengan lawan mainnya. Cewek cantik memang bebas cari cowok," ucap Mitha.


"Udah Mah! Papa mau bicara dengan Kendra. Lebih baik Mama bawakan minuman dan cemilan untuk menemani Papa main catur dengan Kendra," suruh Andrea.


"Iya, Pah! Kendra jangan sungkan ya, Tante ke dapur dulu," pamit Mitha.


"Iya, Tan!" sahut Kendra.


Andrea terus menelisik penampilan pemuda yang ada di depannya. Kalau dilihat dari badannya, Kendra memang lebih berisi dari Dika menantunya. Tapi masalah wajah sepertinya sebelas dua belas. Karena soal cantik dan tampan itu relatif, beda orang beda penilaian. Namun, yang membuat Andrea heran, kenapa putrinya terlihat dekat dengan pemuda yang ada di depannya.


"Kendra, boleh Om tanya sesuatu?"


"Iya, Om silakan!"


"Apa hubungan kamu dengan Allana?"


"Untuk saat ini, masih pendekatan Om. Tapi untuk rencana kedepannya, aku ingin menikah dengan Lana dan membesarkan bayi kami bersama-sama," jawab Kendra yang sukses membuat Andrea melotot.


"Apa maksud kamu bayi kami? Apa Allana berselingkuh denganmu saat masih menikah dengan Dika?" tanya Andrea kaget.


Karena memang itu anak aku. Maafkan Papa sayang, bukan maksud papa untuk tidak mengakui kamu.


Tak berselang lama, Mitha datang dengan nampan di tangannya. Meskipun dia memiliki pembantu rumah tangga lebih dari satu orang, tetapi semua makanan dan minuman suaminya, dia yang menyiapkan sendiri.


"Ayo, diminum Nak Kendra!" suruh Mitha setelah dia menyimpan minuman dan beberapa cemilan.


"Terima kasih, Tante!"


Obrolan mereka pun berhenti sesaat sampai Mitha pergi, barulah Andrea bertanya kembali. "Apa kamu yakin, aku akan merestui hubungan kalian?"


"Aku sangat yakin, karena aku tahu, bagi Om kebahagiaan keluarga adalah yang utama. Om juga bukan orang tua yang egois, yang suka memaksakan kehendak pada anak-anaknya."


"Ternyata kamu pinter ngomong, tapi baiklah, untuk saat ini kamu boleh mendekati putriku tapi aku tidak akan membiarkan seorang pun mempermainkan perasaannya."


"Makasih Om, atas kesempatannya. Aku akan berusaha agar tidak mengecewakan Om dan Lana." Kendra terlihat begitu meyakinkan di mata Andrea sehingga pria paruh baya itu tersenyum samar di depan Kendra.


Lihat saja, kalau kamu berani menyakiti hati putriku. Akan aku pastikan, kamu menyesalinya seumur hidupmu. Aku tidak akan biarkan Lana terpuruk untuk yang kedua kalinya setelah dia ditinggal oleh Dika, batin Andrea.


...***...


Hari-hari pun terus berlalu, setiap hari Kendra bekerja begitu giat. Dia bahkan sering melewatkan jam makan siangnya saat pekerjaannya sedang tanggung, sehingga Abimanyu selalu datang di saat jam makan siang hanya untuk menyuapi bayi besarnya. Abimanyu lebih memilih menyuapi Kendra dibandingkan dia harus menemani Kendra di rumah sakit.


"Ken, bagaimana persiapannya? Tinggal beberapa hari lagi presentasi tender," tanya Abimanyu.


"Sudah sembilan puluh persen. Tinggal finishing aja," jawab Kendra dengan mata yang tidak lepas dari objek yang ada di depan matanya.


"Hebat kamu Ken! Semoga sukses ya! Nanti kalau gol, jangan lupa traktir aku."


"Sip, nanti aku traktir batagor Bandung langganan aku dan Lana," ucap Kendra dengan tersenyum manis.


"Kira-kira aja, Ken. Aku setia nemenin kamu di sini buat dapatkan tender yang nilainya fantastis, masa hanya ditraktir batagor," keluh Abimanyu dengan memasang wajah cemberut.


"Lalu mau kamu apa?"


"Motor sport aja," tawar Abimanyu.


"Boleh, tapi nanti kalau kamu nikah. Hitung-hitung hadiah pernikahan," goda Kendra. Dia sampai menghentikan pekerjaannya sesaat karena menahan tawa melihat reaksi Abimanyu yang terlihat kesal padanya.


"Kamu kan tahu kalau aku jomblo, mana mungkin aku menikah bulan depan kalau calonnya aja gak ada," gerutu Abimanyu.


"Makanya cari calon istri. Kita sudah tidak muda lagi. Kamu jangan terlalu fokus mengurus aku, pikirkan juga kehidupan pribadi kamu. Karena kita pasti tua yang sudah pasti membutuhkan seseorang yang selalu ada bersama kita," ucap Kendra dengan merangkul pundak Abimanyu.


"Aku akan mencari pasangan setelah kamu menikah dan bahagia bersama dengan pasangan kamu. Itu sudah menjadi tekad aku semenjak Kakek membawaku dari panti asuhan dan meminta aku untuk menjaga kamu."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih!...