Again My Life

Again My Life
Bab 37 Tuan Dirga Pensiun



Keesokan harinya, Tuan Dirga langsung mengadakan rapat darurat para pemegang saham. Tentu saja hal itu membuat Handoko sangat terkejut. Dia tidak pernah menyangka bosnya akan bertindak tanpa memberitahu kepadanya terlebih dahulu.


"Selamat siang semuanya! Terima atas kehadirannya dalam rapat darurat ini. Saya sengaja mengundang kalian semua, karena mulai hari ini saya menyatakan mengundurkan diri dari posisi presiden direktur dan akan digantikan oleh cucu saya Kendra Argantara." ucap Tuan Dirga saat dia memimpin rapat darurat para pemegang saham.


Semalam dia terus berpikir, bagaimana caranya agar perusahan yang dia bangun bisa selamat dari niat jahat Handoko, tanpa membuat asistennya itu merasa curiga kalau dia sudah mengetahui semua niat jahat Handoko.


"Maaf Tuan saya menyela. Bagaimana bisa Tuan Kendra menjadi presiden direktur? Sementara dia baru saja bergabung dalam perusahaan belum lama ini," ucap salah satu pemegang saham.


"Benar Tuan, apa yang dikatakan oleh Tuan Seno. Apa tidak sebaiknya Tuan menunggu sampai kasus yang menimpa Tuan Adrian selesai," timpal Handoko.


"Tidak, Han. Kesehatanku kurang baik. Lagipula mau nanti ataupun sekarang, perusahaan ini tetap akan dipegang oleh Kendra." Tuan Dirga menghela napas sejenak sebelum dia melanjutkan ucapannya.


"Aku tidak meminta persetujuan kalian. Aku hanya memberitahu tentang pengunduran diriku dan pengangkatan Kendra sebagai pengganti aku. Di kemudian hari, jika ada hal yang ingin kalian sampaikan, kalian bisa menghubungi Kendra."


Sial kenapa kakek tua itu mengambil keputusan tiba-tiba. Sebenarnya apa yang telah terjadi padanya. Apa kasus Adrian sangat mempengaruhi keputusannya? Aku harus cari cara agar bisa menggagalkan pengangkatan Kendra sebagai presiden direktur, batin Handoko.


"Baiklah, Tuan! Jika itu sudah jadi keputusan Tuan. Mau tidak mau, setuju tidak setuju, tetap saja kami harus menyetujuinya. Karena meskipun kita menggunakan polling tetap saja saham yang kami miliki jauh dibawah Tuan Dirga dan Tuan Kendra," ucap Karno pasrah.


"Iya benar apa yang dikatakan oleh Tuan Karno. Kami hanya bisa menerima keputusan Tuan meskipun sebenarnya kurang setuju dengan apa yang Tuan putuskan," timpal Seno.


"Terima kasih atas pengertiannya!" sahut Tuan Dirga.


"Kakek, apa kakek yakin dengan keputusan Kakek?" tanya Kendra yang sedari tadi diam.


"Kakek sangat yakin. Kakek ingin istirahat menikmati hari tua kakek. Biar Handoko juga bisa istirahat. Kasian dia terus berada di sisi Kakek sampai lupa berumah tangga," sindir Tuan Dirga


"Maksud Tuan, saya istirahat?" tanya Handoko kaget.


"Mulai saat ini, Kamu akan memegang perusahaan cabang yang ada di pulau K. Hitung-hitung sebagai kompensasi kamu telah mengabdi padaku selama ini. Aku dengar gadis di sana cantik-cantik, Semoga kamu segera menemukan jodoh yang baik di sana," ucap Tuan Dirga.


Aku hanya menginginkan Mirabella sebagai istriku. Tapi dia malah memilih putra Anda karena memiliki kekayaan yang berlimpah dan sekarang malah menikah dengan bule, batin Handoko.


"Baiklah, rapat kali ini saya tutup. Sebagai perayaan pengangkatan Kendra sebagai presiden direktur sekaligus perpisahan saya, saya mengundang kalian semua untuk makan siang di restoran Family," ucap Tuan Dirga.


"Abi, apa sudah siap tempatnya?" tanya Tuan Dirga lagi.


"Sudah Tuan, Silakan!" sahut Abimanyu.


Semua orang pun membubarkan diri dan berpindah menuju ke restoran bintang lima yang sudah dibooking oleh Abimanyu. Sesuai arahan Tuan Dirga, Abimanyu pun sudah menyiapkan menu yang akan dihidangkan dan tidak menyertakan minuman beralkohol dalam acara makan-makan


Namun, saat mereka sedang menikmati makan siang gratis di restoran mewah, tiba-tiba Kendra mengerutkan keningnya saat melihat Allana bersama dengan Richard dan seorang dokter perempuan lain yang makan siang di restoran yang sama dengannya.


Ingin sekali Kendra menghampiri Allana dan membawa wanita hamil itu keluar dari sana. Rasanya dia tidak tahan melihat Richard, yang terus memandang lekat pada wanita yang dia cintai. Sampai akhirnya, Kendra pun mendatangi meja Allana.


"Sayang, kebetulan ada di sini. Ayo aku kenalkan pada Kakek!" ajak Kendra.


"Ken, kamu di sini juga?" tanya Allana kaget.


"Iya, aku sedang makan siang bersama dengan Kakek. Ayo menemuinya!" Kendra langsung membawa Allana pergi menuju ke mejanya.


"Hey Tuan! Anda jangan asal ajak orang begitu saja," sentak Richard.


"Sudah Rich, aku ke sana sebentar," ucap Allana.


Kendra hanya tersenyum miring menanggapi ucapan Richard. Mana mungkin Kendra mau berdebat di restoran mewah. Sama saja dengan mempermalukan perusahaan Argantara Group.


Saat sampai di tempat kakeknya, semua orang begitu kaget melihat kedatangan Kendra dengan seorang wanita cantik. Apalagi saat mereka melihat perut Allana yang membuncit. Membuat semua orang yang tidak mengenal siapa Allana berspekulasi sendiri.


"Kakek, kenalkan ini Allana. Calon istriku," ucap Kendra langsung memperkenalkan Allana pada Tuan Dirga.


"Bukankah Anda putri Tuan Andrea AP Wiratama?" tanya Tuan Dirga.


"Iya Tuan, kenalkan saya Allana. Temannya Kendra," ucap Allana dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Tuan Dirga.


"Apa??? Nona putri Tuan Andrea???"


Semua orang begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mereka pun menjadi yakin untuk mendukung Kendra. Karena menurut pemikirannya, jika Argantara Group bisa bergandengan dengan perusahaan milik Tuan Andrea, maka perusahaan itu akan sukses di kemudian hari.


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik Like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih....