
Setelah kepergian Handoko, Kendra pun melangkahkan kaki menuju ke meja kerja kakeknya. Lalu dia membuka sebuah laci rahasia yang dibukanya dengan menggunakan sidik jari. Kendra tersenyum saat mendapati sebuah berkas yang terdapat stempel sebagai tanda berkas itu dari detektif Bagas.
"Aku jadi penasaran, isinya apa?" gumam Kendra.
Perlahan Kendra pun membuka berkas yang dia pegang dengan tangan kirinya. Dia begitu kaget saat melihat isi dari berkas itu. Kendra tidak menyangka kalau kakeknya akan menyelidiki kejadian yang menimpa dirinya beberapa bulan yang lalu.
"Ini kan saat kejadian waktu di klub malam. Tapi saat aku menyobek kertas tidak ada di sini," gumam Kendra.
Kendra begitu asyik membaca berkas di tangannya sampai akhirnya suara ponsel menyadarkannya untuk menyimpan kembali berkas itu dan segera mengangkat panggilan telepon dari Abimanyu.
"Hallo, Abi kenapa?" tanya Kendra saat dia sudah menerima panggilan telepon itu.
"Kamu di mana, Ken?" tanya Abimanyu.
"Ada di ruangan Kakek, kenapa?" tanya Kendra heran.
"Cepat ke ruangan Adrian! Monika mengamuk, Adrian kepergok sedang ciuman dengan sekretarisnya," panik Abimanyu.
"Apa? Mengamuk? Biarkan saja, kalau bisa kamu rekam lalu viralkan videonya." Kendra hanya bicara asal, tapi tidak bagi Abimanyu. Dia pun segera mengarahkan kamera di ponselnya.
Kenapa aku gak kepikiran buat video-in kejadiannya. Padahal yang paling seru bagian tadi saat sekretaris Adrian di tarik rambutnya dan Adrian dijewer kupingnya. Berasa melihat ibu tiri yang sedang menyiksaanak tirinya," kekeh Abimanyu dalam hati.
Setelah mendapatkan rekaman video saat Monika ngamuk di ruangan Adrian, Abimanyu pun segera menghubungi satpam. Dia benar-benar tidak peduli dengan apa yang terjadi pada cucu presdir tempatnya bekerja.
"Abi apa Monica masih mengamuk?" tanya Kendra yang baru datang ke tempat kejadian.
"Lagi dirayu sama Adrian," jawab Abimanyu.
"Lalu ke mana sekretarisnya Adrian? Memangnya dia tidak bekerja?" tanya Kendra.
"Bekerja, sepertinya dia sedang di kamar mandi, membereskan pakaiannya yang berantakan dan rambutnya yang acak-acakan," jawab Abimanyu.
Kendra pun masuk ke dalam ruangan Adrian. Dia melihat Adrian sedang merayu seorang wanita cantik, yang baru saja memberantakan meja Adrian. Kendra hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum remeh.
"Kalian pasang yang hebat. Wow keren sekali kamu Monik, bisa mengamuk di perusahaan orang. Apa kalian begitu senang untuk mempermalukan diri kalian sendiri?" tanya Kendra dengan suara lantang.
Mendengar suara yang sudah tidak asing baginya, Monika punlangsung menoleh ke arah asal suara. Dia sangat terkejut saat mendapati Kendra berdiri di depannya dengan gagah. Entah kenapa, dia merasakan aura yang berbeda saat melihat Kendra yang sekarang berdiri di depannya.
"Kendra ...." lirih Monika.
"Kenapa kaget? Apa kamu sangat terkejut melihat aku masih hidup? Tenang saja, aku sudah tidak tertarik padamu. Jadi kamu jangan khawatir tentang perjodohan kita. Semuanya dibatalkan." Kendra tersenyum miring saat melihat wajah Monika yang berubah pucat.
Sepertinya Adrian tidak pernah memberitahu tentang Kendra yang sudah kembali. Sehingga Monika begitu syok melihat Kendra berada di depannya dengan keadaan sehat wal'afiat.
"Ken, waktu itu aku tidak tahu menahu. Semua rencana Adrian. Aku tidak pernah bermaksud untuk membunuh kamu," ucap Monika ketakutan saat Kendra terus mendekat ke arahnya.
"Kamu yakin? Lalu kenapa kamu harus terlibat. Kenapa kamu menjadi salah satu bagian dari orang yang sudah mencelakai aku?" tanya Kendra dengan dada yang bergemuruh hebat.
"Itu aku ... itu aku ... Aku dirayu oleh Adrian agar ikut rencananya," jawab Monika dengan tubuh yang bergetar mendapat tatapan tajam dari Kendra.
Tambah seru nih, batin Abimanyu.
Dia terus mengarahkan kameranya. Abimanyu tidak ingin kehilangan moments penting di mana Monika dan Adrian terjebak dan akhirnya tanpa sadar mengakui kejahatan mereka. Namun saat dia sedang asyik menonton sinetron live. Tiba-tiba dari arah pintu, datang Handoko dengan muka yang sangat masam.
"Apa yang kalian lakukan di sini? tanya Handoko.
"Biasalah Paman, kalau cowok ganteng kayak Adrian pasti direbutin cewek cantik. Tinggal Paman pilih salah satu dari mereka untuk jodoh Adrian," ucap Kendra asal.
"Ini perusahaan, Kalian dilarang membuat keributan di sini," tegas Handoko.
"Baik, Om. Kalau begitu aku permisi!" Kendra langsung menarik Abimanyu yang masih merekam kejadian yang terjadi di sana.
Kendra tersenyum samar saat keluar dari ruangan Adrian. Sungguh hiburan yang luar biasa melihat pertikaian sepupunya itu. Tanpa harus dia membalas dendam. perlahan karma itu pasti datang pada orang yang selalu berbuat jahat pada orang lain.
Saat sampai di ruangannya, Kendra langsung bertanya pada Abimanyu. "Abi, apa kamu sudah mendapatkan rekamannya?"
"Sudah dong! Aku sudah amankan dengan mengcopy sebanyak mungkin." Abimanyu tersenyum bangga karena dia berhasil mendapatkan bukti penting agar bisa menjerat Adrian dan Monika ke meja hijau.
"Bagus! Kamu memang bisa diandalkan," puji Kendra.
"Oh iya, Ken. Tuan Elvano mengundang untuk makan malam di rumahnya. Katanya, sekalian memberikan hasil rekaman yang kamu inginkan," ucap Abimanyu.
"Sungguh? Ini kesempatan bagus agar bisa lebih dekat dengan Allana." Kendra tersenyum lebar membayangkan dia berada di tengah-tengah keluarga Wiratama. "Kapan dia menghubungi kamu?"
"Tadi pagi sebelum melihat ada anoa yang ngamuk di perusahaan. Padahal Monik cantik seksih tapi Adrian tetap saja selingkuh," ucap Abimanyu.
"Yang cantik itu Lana, Monik gak ada ada apa-apanya." Kendra terus saja tersenyum saat mengingat Allana.
"Ck! Aku pikir hanya sama Monik kamu akan tergila-gila tapi pada dokter cantik pun kamu sangat tergila-gila." Abimanyu mencebikkan bibirnya. Dia tidak suka dengan sifat Kendra yang satu ini. Selalu memuja wanita yang dicintainya dengan cara yang berlebihan.
"Lana dan Monik beda. Monik tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Lana," bela Kendra.
"Iya, aku tahu. Lana kamu itu kan putrinya milyuner sedangkan Monik? Pasti tahu lah bagaimana keluarganya."
"Sudahlah ayo kerja! Aku sudah tidak tahan untuk segera pulang dan bertemu dengan Lana," ajak Kendra.
Kendra pun langsung fokus kembali dengan pekerjaannya. Begitupun dengan Abimanyu yang langsung kembali ke ruangannya. Namun, sebelum di memulai pekerjaannya, Abimanyu langsung mengunggah video yang tadi dengan akun bodong di media sosial.
Dia sangat puas karena bisa membalas apa yang dilakukan Monika dan Adrian pada Kendra. Setelah semuanya ter-upload, Abimanyu pun langsung fokus kembali pada pekerjaannya.
Rasakan kamu Monik! Apa yang akan kamu lakukan jika video tadi tersebar. Aku yakin nama baikmu pasti akan tercoreng. Ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang kamu lakukan pada Kendra, batin Abimanyu.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan masukin ke favorit ya....
...Terima kasih!...