
"Sudah sejak lama aku memendam persaan ini kepadamu, hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Karena Krish sepertinya menaruh perasaan terhadapmu, mau tidak mau aku arus segera mengungkapkannya . Aku tidak mau kamu di ambil orang lain. Aku marah , cemburu , emosi setiap melihat kamu dengan orang lain Win" ungkapnya
aku yang kaget hanya bisa diam mencernanya,,
" win" panggilnya
" bisa kah kmu menerima ku, hidup bersamaku, sudah senang kita hadapi bersama " lanjutnya
" kata - kata mu seperti kamu mau menikahi ku saja mas" ledekku
" kalau itu yang kamu mau,maka akan aku lakukan sekarang juga win" sahutnya
" mas ini ada saja pernikahan itu persiapannya gak sebentar mas. Eemmm...Aku akan mencoba menjalaninya mas" jawabku
" maksudmu kamu menerima ku..?"
" iya mas " sambil menganggukkan kepala
Cup cup cup bertubi - tubi dia menciumku. Ini pertama kalinya dalam hidupku menjalin hubungan dengan seseorang.
" kenapa kamu murung sayang?" tanyanya
" bukannya aku murung mas atau gk suka gitu tapi aku takut , kita dari kalangan berbeda mas, bahkan kamu banyak digilai wanita diluaran sana. Banyak wanita yang cantik yang baik aku takut kamu nanti bosan dan berpalig dariku disaat aku sunggung sangat mencitaimu dan takut kehilanganmu" kata ku
" benarkah,,setakut itukah kamu..!?"
" kok malah diledekin gitu siihhh,kan wajar kalau aku ada pikiran gitu" sambil menccibikkan bibirku
" jangan menggodaku dengan bibirmu itu win"
" ya kan aku seneng kalau kamu takut kehilanganku, sangat mencintaiku cemburu. Itu tandanya kamu beneran sayang sama aku" sambil memeluk pinggangku
" tapi mas apa gakpapa kita menjalin hubungan dikantor, nanti yang lainnya gimana,apa gk jadi omongan mas? " tanyaku khawatir
" gak usah dipikirin sayang ,siapa yang mau ngomongin kita kan aku yang punya perusahaan ini" jawabnya
Kami saling berpandangan dan dia memelukku dengan erat. Sungguh rasanya begitu senang saat cinta kita terbalaskan. Tidak kemudian suara ketukan pintu terdengar
Tok tok tok permisi pak, P'Singto memanggil
Aku melepaskan pelukanku dan berjalan membuka pintu,
" selamat pagi phi" sapaku
" pagi" kenapa pintunya di kunci segala
" gak ada apa-apa" sahut britgh
" aku semakin curiga,ada bau - bau cinta di dalam sini" goda P'Singto
" kalau tidak ada keperluan cepat keluar" sarkasn britgh
" kau tega dengan ku Brii, aku baru saja datang sudah kau usir lagi.!! " jawabnya
" itu salahmu sendiri"
" aahhh sudah - sudah kenapa jadi ribut sih" jawabku
" ini laporan dari cabang lain, semua berjalan sesuai rencana, dan sudah aku awasi dengan baik agar tidak ada kesalahan" jawab P'Singto
" bagus, nanti akan aku periksa kamu bisa istirahat biar kantor aku yang hendle "
" aaahhhh.. sungguh menyenangkan akhirnya aku bisa tidur nyenyak, baiklah aku akan pulang " sambil membungkukkan badan untuk undur diri
" win " ssmangat , kata P'Singto
" heii yang boleh panggil win hanya aku saja ..!!" bright sambil ngegas
" hahahahahaha,,,udah mulai bucin win dia" ledeknya lagi
Aku hanya bisa geleng- geleng kepala melihat kelakuan mereka seperti anak kecil. P'Singto keluar dengan wajah meledek bright,tapi dia tak menggubrisnya dia lebih fokus dengan berkas didepannya. Setelah P'Singto keluar, kami pun memulai aktifitas bekerja seperti biasanya. Hingga jam pulang kami masih membereskan berkas yang belum slesai. Tepat jam 9malam aku ingin ijin keluar membeli makan karena sudah kelaparan tapi di tahan oleh bosku
" Pak saya mau ijin keluar cari makan dulu" ijinku
" tunggu sebentar lagi ini hampir slesai, setelah ini kita sekalian pulang" bright
" baik pak, saya rapikan dulu berkasnya"
" haahh,,aku yang gelagapan langsung mengelak,siapa yang liatin situ, pd bener!!" segera aku bereskan semua dan cepat pulang karena perutku sudah keroncongan. Kami turun 5 menit kemudian, saat dimobil
" kita langsung pulang saja,makan dirumah nanti aku yang masak" bright
" pulang kemana pak?" tanyaku
" ya ke apart ku win, mau kemana lagi"
" lo saya langsung pulang saja pak, saya bisa naik taxi" balasku
" tidak bisa pokoknya kamu mulai sekarang tinggal denganku, besok aku suruh orang kemasi barang - barangmu. O ya dari tadi kamu memanggil saya pak terus sepertinya hukuman yang aku berikan kurang win..!!"
" ah maaf mas, sudah terbiasa memanggil itu " sambil melepas seatbelt karena mobil sudah terparkir di basment. Kami berjalan memasuki apartemen nya. Dan aku merebahkan diriku di sofa, mas Bri langsung menuju dapur untuk memasak.
mataku terpejam karena sudah lelah seharian bekerja. Hingga kurasakan ada bibir yang menempel dengan lembut , ku buka mataku perlahan
" mas ,, mas sudah slesai masaknya" tanyaku sambil mengerjapkan mata
" sudah, cepak dan istirahatlah didalam. Biar aku yang memberesakan sisanya"
" baiklah" sambil berjalan menuju meja makan.
Setelah slesai makan aku langsung mandi.
" mas aku tidur dimana ?" tanyaku sambil mengeringkan rambutku
" tentu saja tidur denganku , mau dimana lagi memangnya disini ada berapa kamar" jawabnya sambil berjalan memelukku dari belakang
aku pun kaget karena ada tangan kekar yang melingkar di perutku. " kenapa ? Apa kamu kaget sayang ? Mulai sekarang biasakan karena aku akan memelukmu setiap hari, bahkan lebih dari sekedar memeluk" katanya
" i i iiiyaa mas. Mas gak tidur, aku sudah sangat lelah hari ini " sambil membalikkan badan menghadapnya
" ya , aku juga" sambil menggirigku ke tempat tidur.
hari ini adalah hari yang melelahkan sekaligus hari yang bahagia karena aku bisa memiliki mu Win.
<->
Sinar pagi yang menembus jendala membangunkanku. Mataku mengerjap perlahan, dan pemandangan indah yang aku lihat pertama kali adalah wajah seseorang yang mampu mengobrak - abrikkan hati ku. Mata nya hidungnya bibirnya yang menggoda. Berbeda dengan dulu saat aku pertama kali tidur dengannya dengan status bawahannya dan sekarang aku berstatus kekasihnya. Aku mengusap surainya dan aku raba hidung mancungnya
" rasanya seperti mimpi " gumamku
" ini tidak mimpi sayang , apakah setampan itu hingga kamu tidak berkedip sama sekali" tanyanya
Aku tersenyum sabil menjewer telinganya
" kamu sudah bangun dari tadi ya"
'
" auuu sakit honey" jawabnya sambil tangnnya memelukku
Aku segera bangun karena hari ini banyak kegiatan di kantor. Saat aku akan bangun , tangnnya menahanku
" berikan aku morning kiss dulu sayang" pintanya
tanpa pikir panjang aku menciumnya agar tidak berlama drama pagi ini. Dan ciuman itu berubah menjadi ******* yang rakus . Aku segera menghentikannya agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
aku berlari ke arah kamar mandi dan segera menuju dapur untuk membuat sarapan.
" mas segera bangun nanti kesiangan " perintahku sambil berjalan keluar
"hem 5 menit lagi " jawabnya
Aku yang sedang serius memasak mencium bau wangi yang sudah aku kenal lama, ya bright memelukku smabil menyandarkan kepalanya di bahuku
" kamu sudah slesai mas?" sambil membalikkan badanku menghadapnya
" sudah sayang, kamu tambah sexy jika memasak gini" sambil menciumku. Dan lama - lama ciuman ini menuntut lebih.
aku yang kehabisan nafas, aku dorong dada bidangnya
" aahhh hah haahh,, sudah mas nanti kita kesiangan"
aku mengajaknya duduk dan menikmati sarpan kami.