"Mas Bri"

"Mas Bri"
Draft



Sebenarnya Bright ingin Win berhenti kerja, dia hanya ingin Win dirumah merawatnya saja. Masalah kebutuhan semua Bright yang tanggung tapi Win tidak mau dia masih ingin bekerja kalau nanti sudah punya anak baru dia akan berhenti bekerja. Win adalah pekerja keras,semenjak dia ditinggal ayahnya hanya dia yang dapat membantu ekonomi keluarganya.


Hari itu Bright dan Win menikmati hari liburnya dirumah, nonton film, makan bersama, bersih - bersih rumah semua dilakukan bersama - sama.


<->


Pagi ini Bright dan Win kembali beraktifitas seperti biasa mereka berdua berangkat jekantor bersama - sama. Hari ini ada janji bertemu dengan Dew di kantor Bright.


Dew selalu semangat saat akan ke kantor Bright karena bisa bertemu dengan Win. Pasalnya Win sulit untuk didekati, jangankan untuk pergi keluar bersama bicara dengannya dikantor saja terasa sangat sulit. Win seperti membatasi diri dengannya


tok ...tok..tok...


" permisi pak , ada tamu pak Dew " seru Win


" masuk" jawab Bright


" silahkan masuk pak" Win mempersilahkan Dew masuk


tak lupa Win juga menyiapkan minum untum tamu bosnya itu. 1 americano untuk Bright dan capucino untuk Dew


" silahakan diminum pak" win mempersilahkan


" trimakasih Ta" jawab Dew dan dipandang aneh oleh Bright


" bagaimana bisa dia baru kenal sudah memnaggil namanya saja?! Gak sopan! " batin Bright


Win pun pergi dari sana setelah menyiapkan minum namun tangannya ditahan oleh Dew


" disini saja gak usah pergi Ta" pinta Dew


Bright yang melihat itu mulai cemburu


" biarkan asistenku pergi, dia masih banyak pekerjaan" seru Bright


Win saling pandang dengan Dew dan Bright, dia merasa masuk di kandang singa.


" permisi pak,saya masih ada pekerjaan yang lain" jawab win cepat dan melepas pegangan tangan Dew dan berlalu pergi dari sana sebelum Bright mengeluarkan taringnya. Hahahahahah


Di luar Win mengatur detak jantungnya perlahan. Di melihat betapa murkanya wajah suaminya saat tau istrinya digoda laki - laki lain.


" huuufff,,,mending aku cari kegiatan lain saja dari pada aku kena masalah" gumam Win sambil berjalan ke kantin kantor. Dia memesan beberapa makanan dan juga jus.


" sambil menunggu pak Dew pergi memding aku bersembunyi disini dulu ah, enakan makan dari pada disana bisa - bisa mata mas Bri tembus ke jantungku nanti" gumamnya


" sendirian saja Ta?" tanya Krist


" ah,,iya phi" jawab Win


" boleh duduk sini gak?"


" bo boleh phi duduk saja" jawab Win ragu


" ya elah menjauh dari kandang singa malah masuk kandang buaya, bisa - bisa perang dunia ke 10 nanti kalau mas Bri tau aku makan sama phi Krist. Lagian ngapain dia disini bukannya masih jam kerja ya" dalam hati Win


" kamu kok disini sih, gak ada pekerjaankah ?" tanya phi Krist


" iya phi, lagi senggang dan kebetulan aku lapar jadi mampir kesini dulu aja " jawab Win


Bright mencoba menghubungi nomor Win tapi tidak ada jawaban, di coba berkali - kali tetap tidak ada jawaban. Bright mulai kebingungan


" kemana sih Win, dihubungi dari tadi gak di angkat - angkat!" marah Bright


Dew sudah kembali dari tadi. Sebenarnya Dew juga mencarinya dari tadi saat akan pulang. Namun disepanjang perjalanan dia tidak melihat Win jadi dia putuskan untuk pulang.


Bright akhirnya keluar ruangannya dan bertanya ke karyawan lainya dimana keberadaan Win sekarang, tapi tidak ada yang tau karena Win juga gak bilang mau pergi kemana nya tadi. Bright mulai kebingungan dia kesana kemari dan di bantu Singto. Akhirnya Singto dan Bright sampai dilantai bawah bagian kantin dan melihat Win makan dengan Krist malah semakin membuat Bright tambah cemburu dan langsung menghampiri Win


" sudah kenyang hem?! Kalau sudah cepat naik masih banyak pekerjaan lainnya" seru Bright. Dia begitu lemah dengan Win bahkan amarah yang sudah di puncak kepalanya lenyap seketika saat melihat mata istrinya itu


" su sudaah pak" Win langsung berdiri dan mengekori suaminya naik ke ruangannya meninggalkan phi Krist.


Krist tau kalau Win kekasih bosnya tapi dia terlanjur mencitai nya. Bahkan saat Bright meninghalakn Win dan sakit dia juga rela menjaga Win meskipun cintanya tak terbalaskan.


Singto yang tau akan situasinya langsung pergi keruangannya. Win mengekor masuk ke ruangan suaminya. Setelah Win masuk Bright langsung mengunci pintu dan meraih tangan Win untuk membawanya ke wastafle


" buat apa mas" tanya Win yang bingung karena tangannya di cuci oleh Bright


" haah,,disini mas" win tampak bingung tapi tetap dia tunjukkan dimana Dew memegang tangannya


Bright langsung menggosoknya dengan sabun hingga bersih dan mengeringkannya


" aku gak mau ada bekasnya, kamu hanya milikku" tukas Bright


antara mau tertawa dan senang juga suaminya begitu protektif kepadanya


" iya mas kamu cuci lagi kalau kurang bersih " jawab Win sambil senyum - senyum


" kok kamu tertawa sih, ngeledek ya"


" ya gak mas, seneng aja sebefitu cemburunya kamu dengan pak Dew" win


" gak sama Dew saja tapi sama Krist dan semua laki - laki di dunia ini" jawab Bright menggebu gebu


" hahahaahahahahhahahaha...suamiku tambah lucu" sambil mencubit pipi Bright


Bright hanya diam saja, hatinya begitu senang melihat istrinya tertawa


" mas sudah makan?" tanya Win


" belum " jawabnya


" mau makan bareng?" tanya nya lagi


" kan kamu tadi sudah makan"


" belum kenyang mas, rasanya masih lapar" jawab Win sambil memanyunkan bibirnya


Bright yang gemas dengan bibir itu langsung dilahab nya


Ccuuupp,,cuup,,cuppp


" mas kok dicium si"


" habisnya manis " jwabnya santai


" ayo mas makan aku sudah lapar lagi" seru Win


Bright pun menuruti kemauan istrinya dan pegi memcari makan di resto terdekat


" mau makan apa sayang" tanya Bright sambil melajukan mobilnya


" yang enak dan pedes pokoknya mas"


" gak boleh Win, nanti perutmu akan sakit lagi" balas Bright


" tapi aku pengennya makan yang pedes - pedes mas, mau bakso, mau rujak, mau mi goreng pokoknya semua mas" jawab Win malu - malu


" gak salah dengarkan Win? Tadi kamu habis makan sayang"


" ya udah kalau mas gak mau" win ngambek


" iya iya mas cariin itu semua " akhirnya Bright mengalah. Dia mencari tempat yang disebutkan istrinya satu persatu dan tentunya itu habis dimakan Win semua. Bright pun geleng - geleng kepala. Tak habis pikir dia bagaimana bisa perut kecilnya muat semua makan


" sayang ini yang terakhir lo masak masih mau makan lagi" keluh Bright


" mas gak punya uang ya buat beliin aku makan" tanya Win


" bukan begitu tapi ini terlalu banyak, apa perutmu gak sakit? Uang mas banyak sayang buat beli 1 restoran lebih dari cukup" sombongnya


" gak sakit kok, aku memang masih lapar. Akhir - akhir ini aku merasa lapar terus mas, baru saja makan sudah lapar lagi nanti kalau aku gendut gimana? Mas masih mau sama aku?" tanya Win


" ya tentu mau sayang, apapun modelan kamu, mau gendut kayak apa mas tetep mau sama kamu, mas nyaman dengan kamu yang apa adanya" jawab Bright


" janji ya"


" iya sayang nya mas Bri" balas Bright


Win sendiri merasa aneh dengan keadaanya sekarang kadang malas mengerjakan sesuatu kadang merasa lapar yang tidak ada habianya kadang senang kadang juga sedih,dia jadi bingung sendiri